Karena permasalahan politik yang dihadapi ayahnya, Xue Ningyan sebagai anak pertama diharuskan untuk menikah dengan Tuan Muda Ke-empat, Shen Qi dari Kediaman Menteri Keuangan untuk mendapatkan kepercayaan tuan menteri. Di sisi lain, rupanya kekasihnya, Gu Shiyi akan menikah dengan adiknya, Xue Fengzhi. Xue Ningyan terpaksa menerima perjodohannya dengan Tuan Muda Ke-empat Shen dan berambisi untuk menjadi wanita yang mandiri di usia muda. Namun, hidup di Kediaman Menteri Keuangan tidak semudah yang Ningyan bayangkan. Dia harus bersaing dengan istri-istri dari ketiga tuan muda yang lain. Selain itu, Ningyan harus menghadapi keegoisan suaminya dan berbagai masalah rumah tangga lainnya. Setelah melepaskan diri dari Keluarga Xue yang bagai belenggu, apakah Ningyan tetap bisa menjalani hidup meski tanpa sadar telah memasuki rumah dengan perangkap penuh duri ini? ig. @chloeevelynverland
Lihat lebih banyak“Xue Ningyan.” Shen Qi memanggilnya saat dia sudah berhasil menyusulnya di bawah. Xue Ningyan menoleh, tersenyum lebar saat melihat Shen Qi berdiri tak jauh dari dirinya berada. “Tuan Muda? Bagaimana Anda bisa berada di sini?” Shen Qi berjalan mendekat dan merengkuh pinggangnya. “Aku baru daja menyelesaikan sebuah urusan di dekat sini dan melihatmu sedang jalan-jalan, jadi aku mendekat. Kau tidak suka?”Xue Ningyan menggeleng cepat, “Saya justru merasa senang karena Tuan Muda ada di sini. Saya keluar untuk membeli anggur kering.” “Kau sudah mendapatkannya?” Shen Qi menatap tangan kanan Zhong Li yang membawa sebuah kantong manisan. “Iya, sekarang kami sudah mau pulang.” Xue Ningyan mengangguk penuh semangat. “Kalau begitu, berhati-hati, ya. Pekerjaanku belum selesai, jadi sampai malam hari, Zhong Li yang akan menjagamu. Jangan berkeliaran lagi dan cepat pulang.” Shen Qi mengusap puncak kepalanya, tersenyum. Jantung Xue Ningyan berdebar kencang hanya dengan perlakuan sederhana sem
Pada sore harinya, persis setelah mempertimbangkan dokumen rahasia yang diberikan Tang Yan kepadanya, Shen Qi keluar dari Biro Informasi menunggangi kuda menuju Restoran Taiji untuk menemui orang tersebut. Kata Zhong Li, Tang Yan yang memberikan informasi rahasia terkait Aliansi Gelap ini sudah menunggu sejak pagi di Restoran Taiji untuk bertemu dengannya. Shen Qi mendengus pelan, orang itu bahkan memesan ruangan di lantai dua hanya untuk pertemuan semacam ini? Tapi wajar saja, karena yang akan dibahas adalah informasi rahasia. Bahkan kalau menuruti kemauannya, Shen Qi berencana untuk menyeret Tang Yan ke Biro Informasi untuk diinterogasi secara resmi. Namun itu justru akan mengundang perhatian orang-orang untuk membicarakannya, dan tak sedikit kemungkinan kabar itu akan sampai hingga ke telinga Yang Mulia Pangeran Pertama dan Liu Ling.Alhasil, tanpa mengharapkan apa pun, Shen Qi pergi menemui Tang Yan di tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya. Zhong Li juga mengatakan tentang
Saat hari semakin siang, Xue Ningyan menerima surat yang dikirim dari Biro Informasi, dan orang yang mengantarkannya adalah Zhong Li. Pengawal itu berkata, “Hari ini saya diperintahkan untuk menemani Nyonya Muda sepanjang hari. Jadi, jika ada tempat yang ingin Nyonya Muda kunjungi di luar kediaman, atau di mana pun itu, Anda bisa langsung mengatakannya pada saya.” Xue Ningyan membuka surat yang diberikan Shen Qi. “Aku akan pulang sangat larut hari ini, jadi kau tidak perlu menungguku.” Xue Ningyan menghela napas pelan, menatap Xiao Ci yang baru saja tertidur setelah mengobrol cukup lama dengannya. “Aku ingin pergi ke toko camilan,” ucap Xue Ningyan.“Baik, Nyonya Muda, akan saya antarkan.” Zhong Li mengangguk sopan.Li Li mendekat ragu-ragu, “Anu …, Nyonya Muda, apakah saya—”“Kau di rumah saja, sudah ada Zhong Li yang menemaniku.” Xue Ningyan menjawabnya dengan senyum tipis.“Baik, Nyonya Muda.” Li Li tertunduk perlahan. Sepeninggal Xue Ningyan dan Zhong Li, Li Li terus berdiri
Biro Informasi. Shen Qi berangkat bekerja pukul sepuluh pagi. Zhong Li sudah berada di ruangannya untuk mengurus dokumen-dokumen yang akan Shen Qi periksa hari ini. “Selamat pagi, Zhong Li.” Shen Qi menyapa dengan senyum lebar saat memasuki ruangannya. “Tuan Muda, ini sudah pukul sepuluh, seharusnya sudah tidak pagi lagi.” Zhong Li menatap Shen Qi dengan matanya yang terlihat lelah. “Benarkah? Kalau begitu selamat siang?”Zhong Li tersenyum paksa, “ …. Selamat siang.” “Ada apa dengan ekspresimu itu? Bukankah aku sudah memberimu libur satu hari?” Shen Qi duduk di kursinya dan mulai bekerja. Zhong Li meletakkan dokumen yang sudah diseleksi di atas meja Shen Qi. “Ini dokumen yang berkaitan dengan kasus bunuh diri tersangka Mu Sheng.” “Kau sudah mengumpulkan sebanyak ini?” “Inilah alasan kenapa kemarin saya tidak jadi libur, Tuan Muda.” Zhong Li tersenyum tipis. “Kenapa? Padahal aku tidak memerintahkan apa-apa padamu,” Shen Qi masih tampak tidak peduli. “Kemarin saat Tuan Muda m
Pukul delapan pagi, Xue Ningyan membuka matanya, rasa lelah masih menjalar di sekujur tubuhnya. ‘Pria ini benar-benar binatang buas.’ Xue Ningyan bergumam dalam hati sambil meringis pelan, ‘Sakit ….’Xue Ningyan menatap ke samping tempat tidurnya. Rupanya Shen Qi masih tidur di sana. ”Dia tidak bekerja, ya ….” “Kau tidur nyenyak sekali, ya.” Shen Qi tiba-tiba membuka matanya dan tersenyum. “A-anda sudah bangun?!” Xue Ningyan membulatkan mata terkejut. “Aku sudah bangun sejak lima belas menit yang lalu,” jawab Shen Qi dengan santai. “Kenapa Anda tidak segera bangun?” Xue Ningyan bersungut-sungut, “Bukankah Anda masih harus bekerja?” “Memang, tapi aku ingin ada di tempat tidur sampai istriku bangun tidur.” “Sa-saya sudah bangun. Jadi Anda bisa segera pergi bersiap-siap untuk bekerja.” Xue Ningyan memalingkan wajahnya. Shen Qi terkekeh, “Kalau kau masih lelah, tidur lagi saja. Aku akan pulang pukul delapan malam seperti biasa, jadi tunggu aku, kita makan malam bersama.”Xue Ningy
Karena ada kejadian buruk di Kediaman Xue saat Xue Ningyan dan Shen Qi datang berkunjung, Shen Qi membatalkan rencananya untuk membiarkan Xue Ningyan menginap semalam di tempat ini. Setelah kembali dari taman sore itu, Shen Qi langsung memerintahkan para pelayan dan pengawal yang dia bawa untuk kembali ke kediaman. Xiao Ci pun dibawa olehnya beserta kontrak yang disebutkan. Bahkan langsung membayarnya dengan ratusan tahil. Xue Yuan tidak bisa berkutik karena masalah pelayan juga bisa mempertaruhkan reputasinya. Kalau saja tersebar rumor bahwa Kediaman Xue memperlakukan seorang pelayan dengan semena-mena, bukankah itu juga bisa menghambat prestasinya di rapat istana?“Saya akan menutup mulut orang-orang saya rapat-rapat supaya hal ini tidak mengotori reputasi Anda, Ayah Mertua. Sebagai gantinya, saya membeli kontrak kerja Xiao Ci seharga dua ratus tahil perak.” Shen Qi berkata seperti itu sebelum meninggalkan Kediaman Xue.Sekarang dia dan Xue Ningyan sudah berada di dalam kereta ku
Saat sore hari, mereka berjalan-jalan di belakang Kediaman Xue yang memiliki banyak taman bunga. Meski pun tidak ada danau buatan besar seperti di Kediaman Tuan Muda Keempat, tempat ini juga termasuk memiliki taman yang bagus. Xue Ningyan hanya diam saja sejak kejadian buruk yang menimpa Xiao Ci diketahui olehnya. Karena itulah dirinya berakhir berada di taman ini bersama Shen Qi untuk menikmati matahari terbenam. “Apakah hubunganmu dengan Xiao Ci memang sedekat itu?” tanya Shen Qi, mencoba mencairkan suasana hening ini. “Saya sudah bersama dengannya sejak usia saya lima tahun, Tuan Muda. Ibu saya yang membawanya ke kediaman sebagai pelayan sekaligus teman bermain. Dulu saya juga sangat dihormati seperti Xue Fengzhi.” “Tapi ibu saya meninggal tak lama kemudian, ibunya Xue Fengzhi segera menjadi selir yang akan diangkat menjadi istri sah yang baru. Sejak saat itu, ayah saya memindahkan kamar saya ke belakang hanya karena Xue Fengzhi meminta kamar saya.” “Saya tidak ingat lagi hal
“HENTIKAN!” Seruan itu membuat beberapa orang pelayan yang sedang memukuli Xiao Ci berhenti dan menoleh ke arah datangnya suara. Wajah mereka tidak tampak terkejut apalagi menunjukkan sorot ketakutan. Justru memasang raut penuh merendahkan seolah Xue Ningyan bukan siapa-siapa bagi mereka. “Apa yang sedang kalian lakukan?” Xue Ningyan bertanya tegas. “Nyonya Muda Keempat tidak perlu ikut campur urusan di dalam kediaman ini. Anda kan, sudah bukan Nona Pertama lagi,” salah seorang pelayan menjawab angkuh. Xue Ningyan mengembuskan napas kasar, itu memang benar, tapi kenapa mereka menyakiti Xiao Ci seperti itu? “Kalau begitu, aku hanya ingin tahu apa kesalahan yang dilakukan Xiao Ci sampai-sampai kalian memukulinya begitu?” “Ah …, dia sejak Anda pergi berlagak seperti tidak mau menghormati majikan barunya, Nona Kedua. Bahkan tidak berniat mematuhi perintahnya. Jadi Nona Kedua menyuruh kami untuk menghukumnya dengan selayaknya.” “Tapi tentu saja ini bukan urusan Anda, jadi Anda tidak
Hari di mana Kunjungan Ke Kediaman Orang Tua akhirnya tiba. Shen Qi menggandengan tangan Xue Ningyan dengan lembut seolah sedang memegang porselen berharga. “Gaunmu hari ini sabgat cantik,” Shen Qi berbisik pelan. “Saya tidak ingin terlihat lemah di depan Ayah, Tuan Muda.” “Tapi tidak harus memilih warna merah, kan?”“Kalau itu, saya tidak ingin kalah cantik dari adik saya.” Shen Qi tertawa, belakangan ini, gaun musim panas yang dipakai Xue Ningyan biasanya berwarna merah muda pastel atau hijau pastel. Tapi pada hari seperti ini, dia sengaja memilih warna merah terang dengan motif bunga-bunga di tepiannya. Shen Qi merasa, bahwa istrinya sekarang sangat menggoda untuk dimonopoli sendirian di dalam kamar. “Kalau saja aku boleh mengatakannya, aku ingin kau mengganti bajumu dengan yang lebih sederhana.” Shen Qi memalingkan wajahnya yang menunjukkan semburat merah. “Apa? Diganti? Apakah pakaian saya jelek? Kenapa Tuan Muda tidak menyukainya?” Xue Ningyan berusaha agar menatap matany
"Ayah, apakah aku harus benar-benar menikah dengan paksaan seperti ini?” Xue Ningyan menunduk dengan tangan mengepal. Suasana suram dengan suara deras air hujan di luar mewarnai ketegangan di dalam Kediaman Xue yang sedang membahas pernikahan politik yang direncanakan sang Ayah untuk Ningyan. Menteri Xue meletakkan cangkirnya dengan sedikit tenaga, "Kau tidak boleh menolaknya, Ningyan. Ayah butuh kekuasaan Menteri Keuangan untuk memperkuat posisi Ayah di rapat Istana, serta mempercepat proses Ayah dipromosikan ke tingkat pejabat yang lebih tinggi." Memangnya benar, hanya karena itu? Semua pejabat di Ibu Kota Kekaisaran sudah tahu kalau Menteri Pekerjaan Umum terancam diturunkan jabatannya menjadi pejabat rendahan yang tidak punya tingkat. Semua itu berawal dari ketidakseimbangan yang terjadi di faksi Pangeran Kedua setelah Baginda Kaisar mengganti menteri di Kementerian Perang yang sangat berpengaruh di faksi Pangeran Pertama. Kementerian Pekerjaan Umum dikeluarkan dari faksin...
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Komen