Share

Bab 9 : Trik

Author: Xiao Chuhe
last update Last Updated: 2025-02-22 10:19:39

Ningyan menghela napas pelan, menatap Shen Qi yang tidur tenang di ranjang tidur. Dalam situasi tertentu seperti sekarang, Ningyan terkadang berpikir apakah Shen Qi benar-benar suami sahnya?

“Tidak masalah jika aku tidur di sampingnya, kan? Aku kan istrinya.” Ningyan bergumam pelan, menghela napas berat.

Tidak ada tempat tidur lain di Kediaman Tuan Muda Keempat, dan tidak mungkin dia meminjam kamar dari para pelayan untuk semalam.

Bisa-bisa muncul rumor tak mengenakkan tentang rumah tangganya yang baru dimulai ini. Bahkan kain-kain merah masih menjuntai hingga ke lantai kamar dan belum dilepaskan sejak hari pernikahan mereka.

Ningyan menghela napas lagi, “Memang tidak ada cara lain.”

Pelan-pelan dia merebahkan tubuhnya di samping Shen Qi tertidur. Sebisa mungkin tidak menciptakan sedikit pun guncangan yang bisa membuat tidur pria itu terganggu.

Ningyan memejamkan mata, merasakan jantungnya yang berdegup dengan irama yang jelas seolah getarannya sangat terasa.

‘Aku mengantuk, ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 10 : Makan Malam Bersama Pertama

    “Apa yang Xue Ningyan lakukan seharian ini?” Zhong Li memperbaiki posisi berdirinya. “Hari ini sama seperti kemarin, Tuan Muda. Nyonya Muda tidak banyak pergi keluar dari kediaman.” “Benarkah?” Shen Qi menatapnya seolah tidak percaya. “Bukankah Anda sendiri yang melarangnya?” Zhong Li bertanya memastikan. “Ah …, benar juga. Kau lanjutkan.” “Baik, Tuan Muda.” Zhong Li menghela napas lega, syukurlah dia tidak melakukan kesalahan. “Di pagi hari, Nyonya Muda duduk di paviliun sambil menyulam. Lalu setelah makan siang, dia beristirahat siang setelah membantu Li Li membereskan rumah. Sore ini, beliau kembali melanjutkan menyulam di paviliun.” Shen Qi tersenyum tipis, “Baiklah, tugasmu hari ini selesai, kau sudah bisa mengurus tugas resmimu sebagai wakil kepala Biro Informasi.” “Tuan Muda, menurut saya, tindakan Anda belakangan ini terlihat aneh.” “Apanya aneh?” “Anda seperti sangat peduli pada Nyonya Muda. Tapi tidak pernah menunjukkannya secara langsung.” Zhong Li menggaruk tengku

    Last Updated : 2025-02-22
  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 11 : Suami Saya Menyukainya

    Lengang.Meski ada dua orang yang saling berhadapan di meja makan, tidak ada suara apa pun yang keluar dari mulut mereka. Shen Qi makan dengan tenang sambil sesekali memperhatikan raut wajah Ningyan yang seperti kesulitan setiap kali menelan makanan di mulutnya..Namun meski begitu, Ningyan masih bisa menjulurkan sumpit dan meletakkan lauk baru di atas mangkuk nasi Shen Qi sambil berkata untuk makan dengan lahap. Shen Qi mendengus pelan, “Kalau kau tidak menyukai hidangannya, kenapa terus memaksakan diri untuk menelannya?”“Eh?” Ningyan menghentikan aktivitas makannya, menatap Shen Qi dengan raut terkejut. “Kau tidak suka udang, kan? Kenapa masih memaksakan diri memakannya?” “Bagaimana …, bagaimana Tuan Muda mengetahui itu?” “Wajahmu terlihat seperti mau memuntahkannya setiap kali berusaha menelan.” Shen Qi meletakkan sumpitnya di atas meja, menatapnya dengan lebih baik seolah menunggu jawabannya.Ningyan tersenyum tipis, “Ah …, itu karena suami saya menyukainya, jadi saya pun ha

    Last Updated : 2025-02-23
  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 12 : Perhatian Kecil

    Sejak kedua pangeran telah memasuki usia dewasa dan memenuhi tanggung jawab dalam banyak pekerjaan resmi, Baginda Kaisar masih belum menentukan siapa yang akan menjadi penerus tahta. Ketidakpastian itu membuat kedua pangeran bersaing ketat dalam pengadilan istana dan saling memamerkan kemampuan di hadapan rakyat. Karena itu, para pejabat resmi kekaisaran terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing dipimpin oleh menteri tingkat tinggi yang berpengaruh. Seiring berjalannya waktu, rakyat pun mulai menentukan pilihannya. Tak sedikit pengusaha dan bangsawan dari kota-kota lain menunjukkan dukungannya pada salah satu dari kedua pangeran itu. Namun, setelah dirangkum dari laporan yang selama ini dikirim kepada Baginda Kaisar, beliau menemukan bahwa sebagian besar pejabat dan rakyat di dalam Kota Kekaisaran cenderung mendukung Pangeran Kedua, Wang Ying. Berkat keterlibatan Menteri Perang dan Kanselir di faksi Pangeran Kedua, Wang Ying mendapat posisi yang kuat jika sewaktu-waktu takhta i

    Last Updated : 2025-02-23
  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 13 : Apa Tujuan Baginda Memulangkan Liu Ling?

    “Hari ini Nyonya Muda melakukan aktivitas yang sama seperti kemarin,” Zhong Li menceletuk. Kereta kuda terus bergerak menuju Istana Kekaisaran. Sore ini, Shen Qi memiliki jadwal berkunjung ke Istana Selatan untuk memenuhi janjinya dengan Pangeran Pertama. “Lalu?” sahut Shen Qi. “Saat bangun tidur, Li Li juga menyiapkan sarapan yang sebelumnya sudah dipesankan Tuan Muda, yaitu semua hidangannya tidak terbuat dari binatang laut. Hanya saja ….” Zhong Li menghela napas pelan. “Apakah ada sesuatu yang terjadi?” tanya Shen Qi, tampak penasaran. “Aku tidak mendengar dengan jelas, sih …, tapi tampaknya Nyonya Muda akurang nyaman dengan pergerakan Li Li. Meski tidak menunjukkannya dengan jelas, dia sepertinya merasa waspada karena Li Li hadiah yang diberikan Nyonya Muda Pertama,” jelas Zhong Li. “Apakah wanita itu memang sepintar itu?” Zhong Li mengangkat bahu, “Bagaimana menurut Tuan Muda?” “Aku tidak peduli.” “Apakah kita biarkan saja Li Li berada di sisinya sebagai pelayan?” “Atau

    Last Updated : 2025-02-24
  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 14 : Harus Segera Memiliki Seorang Putra

    Alasan kenapa Liu Ling tidak mendapatkan gelar Junzhu sejak lahir adalah karena dia kerabat Ibu Suri yang tidak menetap di Ibukota Kekaisaran. Ayahnya, Adipati Agung Liu adalah adik kandung Ibu Suri yang diperintahkan untuk menjaga wilayah Qingzhou.Pada perayaan tertentu, keluarga ini akan diminta pulang ke Ibukota untuk menerima hadiah atas kontribusi mereka. Liu Ling sendiri sangat dekat dengan Pangeran Pertama. Namun Baginda Kaisar tidak menunjukkan kedekatan yang sama meski Liu Ling adalah keponakan yang sangat disayangi ibunya. Selama bertahun-tahun sejak Adipati Agung menjadi penguasa wilayah Qingzhou, ini adalah pertama kalinya Baginda Kaisar menghadiahkan sebuah gelar pada keluarga ini selain gelar Adipati Agung yang didapatkan dari Baginda Kaisar Terdahulu yang sangat menyayangi Ibu Suri sehingga mengakui semua keluarganya. Entah Baginda melakukannya atas kemauan sendiri, atau seseorang yang sengaja memohon padanya untuk gelar itu. Shen Qi memijat pelipisnya yang berdeny

    Last Updated : 2025-02-24
  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 15 : Wajah yang Terlalu Pucat

    Sekarang, keduanya berbaring di atas ranjang yang sama tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi. Ningyan berusaha memejamkan mata meski pikirannya sudah melayang ke mana-mana. Dia bertanya-tanya kenapa Shen Qi tiba-tiba menanyakan kondisi tubuhnya. Dan jawaban yang dia berikan seolah sudah menjawab semua rasa penasaran pria itu. Kini, Ningyan tak punya keberanian untuk menatap matanya secara langsung. Hatinya tak tenang meski Shen Qi hanya diam berbaring di sampingnya. Seolah pertanyaan itu menciptakan ruang canggung dan sulit untuk mengeluarkan diri dari sana.Pada akhirnya, sepanjang malam Xue Ningyan terus terjaga karena tidak bisa tidur. Dia melihat saat Shen Qi baru selesai mandi dan mengenakan pakaian di dalam kamar. Pria itu memiliki postur tubuh yang bagus, di punggungnya terdapat banyak bekas luka sayatan pedang yang membuatnya mampu membayangkan situasi apa yang terjadi saat Shen Qi mendapatkan luka itu. “Kau tidak lelah terus pura-pura tidur seperti itu?” Shen Qi tiba-ti

    Last Updated : 2025-02-25
  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 16 : Nyonya Muda Kediaman Shen

    “Tuan Muda, saya minta maaf, tidak ada perkembangan apa pun lagi tentang orang-orang aliansi gelap.” Zhong Li menunduk dengan rasa bersalah. Shen Qi menghela napas, membuka dokumen yang baru. Dia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. “Tidak bisa seperti ini terus.” Zhong Li menatapnya, “Tapi, Tuan Muda. Saya merasa mereka tidak membahayakan kita.” “Kenapa kau berpikir seperti itu?” tanya Shen Qi. “Sebenarnya, ini sudah terjadi cukup lama. Tapi saya tidak melaporkannya karena sepertinya tidak begitu penting. Pada hari saya pergi ke Gunung Shang untuk menghambat perjalanan Nona Liu, Saya mendapat laporan bahwa kereta kuda Nona Liu baru sampai di Liangzhou, dan orang-orang kita menunggu sekitar setengah hari sampai kereta kuda Nona Liu tiba di Gunung Shang.” “Dari laporan yang kami terima dari Qingzhou, mengatakan bahwa Nona Liu sudah berangkat sehari sebelum kami berangkat menuju Gunung Shang. Seharusnya waktunya tepat jika kami tiba di sana setengah hari setelah laporan itu d

    Last Updated : 2025-02-25
  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 17 : Perias Wajah yang Memicu Amarah

    “Bagaimana, Nyonya Muda? Apakah hasil riasan saya cukup memuaskan?” Li Li tersenyum bangga saat membiarkan Ningyan melihat pantulan wajahnya dalam cermin. Ningyan sampai tidak berkedip selama beberapa saat sambil terus memperhatikan detail wajahnya yang tampak baru itu. “Tak kusangka, kau pandai melakukan ini juga, Li Li.” Li Li menyeringai, “Sebenarnya, ini juga karena dulunya Nyonya Muda Pertama sering kali menyuruh saya merias wajahnya. Meski awalnya sedikit kaku, lama-kelamaan saya terbiasa dan menjadi pandai. Bagaimana pun, saya berterima kasih karena Nyonya Muda Keempat memuji hasil kerja keras saya.” BRAK!Pintu kamar terbuka lebar. Ningyan berdiri karena terkejut. Dia membulatkan mata melihat Shen Qi datang dengan begitu buru-buru hingga lupa cara mengatur napas. “Tuan Muda?” Ningyan bergumam pelan. Deg. Shen Qi terpaku selama beberapa detik setelah bertatap muka dengan Ningyan. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang seperti orang keracunan.Tanpa sadar, Shen Qi menyentuh

    Last Updated : 2025-02-26

Latest chapter

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 82 : Orang Qingzhou

    Tanpa bisa menolak atau pun menghindar, Xue Ningyan akhirnya duduk di kedai teh bersama Tang Yan dengan alasan kenalan yang tak sengaja bertemu. Sebenarnya, dari mana datangnya kata ‘kenalan’ ini? Padahal mereka hanya sekali saja tidak sengaja bertemu karena hal yang sangat biasa. “Saya baru tahu Tuan Tang Yan juga akan mendatangi tempat seperti ini.” Xue Ningyan membuka percakapan sambil menyeruput santai teh miliknya. “Dibanding saya yang orang dunia persilatan, justru tidak terduga sekali bertemu Nyonya Muda Keempat Shen di tempat seperti ini, bukan?” Tang Yan tersenyum. Ah …, kalimatnya itu sulit dibantah. “Dari yang saya lihat saat pertemuan yang lalu, sepertinya hubungan antara Nyonya Muda dan Tuan Muda Keempat sangat baik, ya? Kenapa Nyonya Muda bisa ada di sini?” “Sebelum menikah, saya biasanya memang datang ke sini. Tapi akhir-akhir ini tidak lagi, dan saya baru saja berpikir untuk mengunjungi anak-anak kenalan saya di sini.” Xue Ningyan menjawab apa adanya. “Rupanya N

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 81 : Orang Baik yang Lain

    Xue Ningyan memasuki paviliun dan membiarkan Xiao Ci duduk di depannya. “Terlihat sekali kalau kau membencinya, Xiao Ci.” “Saya memang membencinya.” “Aku bertanya kenapa kau begitu membencinya?” Xiao Ci terdiam sejenak. “Hal pertama, adalah karena dia hampir saja merebut posisi saya di hati Nyonya Muda. Saya sangat tidak menyukai orang yang sok dekat sepertinya itu, padahal dalam hati munafik. Karena tidak ada pelayan yang begitu setia pada majikannya tanpa alasan khusus.” “Hal kedua, adalah karena dia itu benar-benar tidak tulus melayani Anda. Saya sudah mendengar semuanya dari Tuan Muda tentang kelicikan pelayan itu. Benar-benar terbukti bahwa pelayan tidak akan menyatakan sumpah setia begitu saja tanpa alasan pada seorang majikan.” bla bla bla … ….Xue Ningyan mengamatinya yang terus berbicara tanpa henti. Raut wajah Xiao Ci selalu serius saat membicarakan kekhawatiran tentang dirinya. Bahkan terkadang tidak bisa mengendalikan amarahnya saat bertemu orang yang merendahkan ata

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 80 ' Siapa Yang Senior, Siapa Yang Berpengalaman?

    Kecupan di dahi pertama yang mendarat pagi ini, Xue Ningyan tersenyum sambil tersipu malu. “Tuan Muda harus menjaga pola makan dan jangan lupa beristirahat, ya.” “Kau juga. Obatmu harus tetap diminum meski kau tidak merasa sakit lagi.”“Aku akan mengingat pesan Tuan Muda.” Xue Ningyan tersenyum lebar. “Kau boleh datang ke Biro Informasi kapan pun kau mau, tapi lebih baik kalau datang bersama Lv Xian karena dia memiliki akses untuk langsung masuk ke ruanganku.”“Benarkah? Terima kasih, Tuan Muda.” Xue Ningyan tersenyum. “Kau juga boleh melakukan apa pun di kediaman ini, sesuka hatimu. Kau boleh membuang apa pun yang tidak kau suka, kau juga boleh pergi ke mana pun kau mau, membeli apa pun yang kau suka. Karena kau adalah Nyonya Muda Keempat Shen. Kau tidak boleh membatasi aktivitas lagi.”Xue Ningyan berkedip beberapa kali, tidak menyangka Shen Qi akan memberikan kebebasan hingga sebesar itu padanya. “Aku sungguh berterima kasih sekali pada Tuan Muda ….” “Bukankah kau juga berpik

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 79 : Masa Kecil Bersama Xiao Ci

    Pagi setelah malam itu, Shen Qi menyiapkan sarapan bersama ‘terakhir’ dengan Xue Ningyan sebelum memulai kesibukannya selama beberapa hari di Biro Informasi. Kedua kalinya, setelah bangun tidur, Xue Ningyan tidak begitu canggung seperti saat pertama kali melakukannya. Dia juga bisa menatap wajah Shen Qi dengan normal seperti biasa. Yang berubah hanyalah cara bicaranya yang lebih akrab dengan Shen Qi. Bahkan tindakannya sedikit demi sedikit juga mulai menjadi lebih santai. “Tuan Muda, apakah aku bisa pergi ke Biro Informasi sesekali seperti yang Tuan Muda katakan semalam?” Shen Qi meletakkan cangkirnya. “Kau ingin?” “Kalau Tuan Muda sibuk setiap hari, aku khawatir Tuan Muda tidak makan dan tidur dengan teratur, jadi aku ingin datang sesekali untuk membawakan makanan.” “Apakah ini adalah sisi baikmu yang lain?” Shen Qi menyeringai. “Apa maksud Tuan Muda?” “Sekarang kau sudah bisa memperhatikan keseharian suamimu, ya.” “Memang banyak sekali perubahan pada diriku setelah Tuan Mud

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 78 : Tidak Perlu Lagi Meminta Izin

    “Anda sudah pulang, Tuan Muda?” Xue Ningyan tersenyum dan membuka pintu kamar. “Kenapa kau masih belum tidur?” Shen Qi merengkuh tengkuk Xue Ningyan dan mencium dahinya. Wajah Xue Ningyan mulai terasa panas tanpa bisa dikendalikan, ‘Belakangan Tuan Muda berterus-terang sekali bersikap hangat kepadaku ….’ “Aku bertanya padamu, Xue Ningyan.” Dahi Shen Qi berkerut. “Ah, saya tidak sengaja terbangun, dan mendengar suara kereta kuda di luar, jadi saya mengira Anda baru saja pulang lalu memutuskan untuk menyambut, tapi ternyata Anda sudah di sini ….”“Ayo kita tidur.” Shen Qi melepas pakaian resminya dan berganti menjadi pakaian tidur yang santai. Xue Ningyan duduk di tepi ranjang, mengamati kelembutan Shen Qi yang benar-benar terlihat seperti sosok suami yang sayang menyayangi istrinya ini ….“Kau memikirkan apa sampai melihatku seperti itu?” Eh?! Xue Ningyan terperanjat. “Aku memang tampan, tapi tidak perlu sampai seperti itu menatapnya. Kau juga bukan tidak bisa menikmati ketampan

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 77 : Kekasih Putri Tianqing

    Xue Ningyan merebahkan tubuh di atas ranjang, matanya melihat ke langit-langit kamar, sesekali mengembuskan napas panjang. “Hari ini Tuan Muda sangat overprotektif terhadapku. Apakah karena semalam, ya?” Xue Ningyan bertanya pada dirinya sendiri. Pintu tiba-tiba diketuk dua kali, “Nyonya Muda, saya Xiao Ci.” Xue Ningyan segera membukakan pintu, matanya menatap terkejut saat Xiao Ci benar-benar sudah berdiri tegak sambil membawa nampan berisi makan malam bersama pelayan-pelayan dapur yang membantunya. “Kenapa kau ada di sini, Xiao Ci? Bukankah aku sudah menyuruhmu beristirahat lebih lama?” Xiao Ci tersenyum lebar, “Saya sudah lama tidak merasakan tubuh sangat sehat seperti sekarang, Nyonya Muda. Anda juga tahu, stamina saya kan, memang berbeda dengan wanita kebanyakan.” Xue Ningyan terkekeh, “Masuklah, temani aku makan malam juga.” “Apakah hari ini Tuan Muda tidak pulang lebih awal? Saya mendengar dari Li Li kalau beliau biasanya pulang pukul delapan malam.” Xiao Ci masuk membaw

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 76 : Orang Berbahaya

    “Xue Ningyan.” Shen Qi memanggilnya saat dia sudah berhasil menyusulnya di bawah. Xue Ningyan menoleh, tersenyum lebar saat melihat Shen Qi berdiri tak jauh dari dirinya berada. “Tuan Muda? Bagaimana Anda bisa berada di sini?” Shen Qi berjalan mendekat dan merengkuh pinggangnya. “Aku baru daja menyelesaikan sebuah urusan di dekat sini dan melihatmu sedang jalan-jalan, jadi aku mendekat. Kau tidak suka?”Xue Ningyan menggeleng cepat, “Saya justru merasa senang karena Tuan Muda ada di sini. Saya keluar untuk membeli anggur kering.” “Kau sudah mendapatkannya?” Shen Qi menatap tangan kanan Zhong Li yang membawa sebuah kantong manisan. “Iya, sekarang kami sudah mau pulang.” Xue Ningyan mengangguk penuh semangat. “Kalau begitu, berhati-hati, ya. Pekerjaanku belum selesai, jadi sampai malam hari, Zhong Li yang akan menjagamu. Jangan berkeliaran lagi dan cepat pulang.” Shen Qi mengusap puncak kepalanya, tersenyum. Jantung Xue Ningyan berdebar kencang hanya dengan perlakuan sederhana sem

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 75 : Negosiasi

    Pada sore harinya, persis setelah mempertimbangkan dokumen rahasia yang diberikan Tang Yan kepadanya, Shen Qi keluar dari Biro Informasi menunggangi kuda menuju Restoran Taiji untuk menemui orang tersebut. Kata Zhong Li, Tang Yan yang memberikan informasi rahasia terkait Aliansi Gelap ini sudah menunggu sejak pagi di Restoran Taiji untuk bertemu dengannya. Shen Qi mendengus pelan, orang itu bahkan memesan ruangan di lantai dua hanya untuk pertemuan semacam ini? Tapi wajar saja, karena yang akan dibahas adalah informasi rahasia. Bahkan kalau menuruti kemauannya, Shen Qi berencana untuk menyeret Tang Yan ke Biro Informasi untuk diinterogasi secara resmi. Namun itu justru akan mengundang perhatian orang-orang untuk membicarakannya, dan tak sedikit kemungkinan kabar itu akan sampai hingga ke telinga Yang Mulia Pangeran Pertama dan Liu Ling.Alhasil, tanpa mengharapkan apa pun, Shen Qi pergi menemui Tang Yan di tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya. Zhong Li juga mengatakan tentang

  • Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam   Bab 74 : Li Li dan Xiao Ci

    Saat hari semakin siang, Xue Ningyan menerima surat yang dikirim dari Biro Informasi, dan orang yang mengantarkannya adalah Zhong Li. Pengawal itu berkata, “Hari ini saya diperintahkan untuk menemani Nyonya Muda sepanjang hari. Jadi, jika ada tempat yang ingin Nyonya Muda kunjungi di luar kediaman, atau di mana pun itu, Anda bisa langsung mengatakannya pada saya.” Xue Ningyan membuka surat yang diberikan Shen Qi. “Aku akan pulang sangat larut hari ini, jadi kau tidak perlu menungguku.” Xue Ningyan menghela napas pelan, menatap Xiao Ci yang baru saja tertidur setelah mengobrol cukup lama dengannya. “Aku ingin pergi ke toko camilan,” ucap Xue Ningyan.“Baik, Nyonya Muda, akan saya antarkan.” Zhong Li mengangguk sopan.Li Li mendekat ragu-ragu, “Anu …, Nyonya Muda, apakah saya—”“Kau di rumah saja, sudah ada Zhong Li yang menemaniku.” Xue Ningyan menjawabnya dengan senyum tipis.“Baik, Nyonya Muda.” Li Li tertunduk perlahan. Sepeninggal Xue Ningyan dan Zhong Li, Li Li terus berdiri

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status