Mandat Langit
Ia hanya tampak seperti orang yang kebetulan lewat, seolah tugasnya membawa nampan teh masih berlangsung.
Ketika aku mendekat, ia tidak menatapku langsung. Ia hanya berkata pelan, tanpa mengubah wajah. “Angin hari ini dingin.”
Aku ingat sandi itu. Tenggorokanku kering, tetapi aku memaksakan suara tetap wajar. “Ke mana arah angin utara?”
Pelayan itu berhenti sejenak, lalu menjawab dengan nada datar, seperti orang membaca kalimat di kertas. “Ke selatan, jika langit mengizinkan.”
ตอนยอดนิยม