Dicerai Bajingan Dinikahi Sultan

Dicerai Bajingan Dinikahi Sultan

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-22
โดย:  Vhiarayaยังไม่จบ
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
22บท
337views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Satu tahun menikah, Sofie mendapat fakta mencengangkan bahwa bukan dirinya wanita yang suaminya cintai. Dia digugat cerai tepat di hari satu tahun pernikahannya dengan Anggara. Ternyata, selama ini dia dijadikan sebagai istri pengganti sampai kekasihnya kembali. Demi mempertahankan rumah tangganya yang selama ini baik-baik saja, Sofie menolak perceraian itu. Namun, Anggara justru membawa kekasihnya pulang dan tinggal bersama. Setiap hari bersikap mesra bahkan tidur di kamar yang sama. Tidak tahan melihat semua itu membuat Sofie menyerah. Dia menerima perceraian itu dan menikmati masa kehancurannya. Beruntung, dia bertemu dengan Oxel, pria yang menawarinya pernikahan dengan segala kemewahan. Seperti apa kelanjutan kisah Sofie dan Oxel? Mampukah Sofie menunjukkan pada Anggara bahwa dia bisa bahagia meski tanpanya? Cover by AI and design by me Cerita ini dipublikasikan pada 13 Januari 2025

ดูเพิ่มเติม

บทล่าสุด

การดูตัวอย่างฟรี

1. Pengganti

Terlihat, seorang wanita cantik sedang berbaring di tempat tidur. Lingerie tembus pandang yang melekat di tubuh indahnya berwarna merah menyala. Dia Sofia Larasati atau biasa disapa Sofie. Sorot matanya tertuju pada pintu yang perlahan mulai terbuka. Sepersekian detik, manik matanya menangkap sosok pria tampan dengan balutan setelan mahal. Pria itu adalah Anggara Guntara, suaminya.Dengan sigap, Sofie beranjak mendekat dan berbisik, "Selamat hari jadi pernikahan kita, Sayang." Sofie memeluk Anggara dan bersiap menariknya ke tempat tidur. Namun, sang suami justru menahan tubuhnya seolah enggan. Hal itu membuat Sofie mengernyit bingung."Ada apa? Apa ada masalah di kantor?" tanya Sofie lembut."Aku ingin kita cerai," ujar Anggara datar.Bukannya menjawab pertanyaan yang Sofie lontarkan, Anggara justru melantur meminta cerai. Ucapannya ini terdengar seperti petir di tengah terik."Cerai? Ya ampun, Mas! Kamu mau prank aku di hari jadi pernikahan kita?" Sofie tersenyum sambil memukul dad...

หนังสือน่าสนใจจากยุคเดียวกัน

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ความคิดเห็น

ไม่มีความคิดเห็น
22
1. Pengganti
Terlihat, seorang wanita cantik sedang berbaring di tempat tidur. Lingerie tembus pandang yang melekat di tubuh indahnya berwarna merah menyala. Dia Sofia Larasati atau biasa disapa Sofie. Sorot matanya tertuju pada pintu yang perlahan mulai terbuka. Sepersekian detik, manik matanya menangkap sosok pria tampan dengan balutan setelan mahal. Pria itu adalah Anggara Guntara, suaminya.Dengan sigap, Sofie beranjak mendekat dan berbisik, "Selamat hari jadi pernikahan kita, Sayang." Sofie memeluk Anggara dan bersiap menariknya ke tempat tidur. Namun, sang suami justru menahan tubuhnya seolah enggan. Hal itu membuat Sofie mengernyit bingung."Ada apa? Apa ada masalah di kantor?" tanya Sofie lembut."Aku ingin kita cerai," ujar Anggara datar.Bukannya menjawab pertanyaan yang Sofie lontarkan, Anggara justru melantur meminta cerai. Ucapannya ini terdengar seperti petir di tengah terik."Cerai? Ya ampun, Mas! Kamu mau prank aku di hari jadi pernikahan kita?" Sofie tersenyum sambil memukul dad
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-08
อ่านเพิ่มเติม
2. Tubuh Polosnya
"A-aku ... aku tidak salah dengar, kan?" Bulir-bulir bening mengaliri pipi mulus Sofie.Perlahan, tangan Sofie terulur menutup mulut agar suara tangisnya tidak terdengar. Namun, suara menjijikan terus terdengar membuat wanita itu tidak tahan."Aku harus pastikan sendiri, yah, harus."Sofie menyentuh kenop dan membuka pintu perlahan. Hal pertama yang dia liat adalah pakaian berceceran di lantai. Tatapan matanya beralih ke arah tempat tidur.Sontak, Sofie terpaku dengan air mata yang mengalir deras. Benar saja, suara menjijikkan itu bukan sekedar suara biasa. Aktivitas yang Anggara dan Yura lakukan sesuai dengan imajinasinya. "Mas," lirih Yura. Dia terlihat sangat terkejut dan berusaha menutupi tubuh polosnya.Anggara langsung mengikuti arah pandang sang kekasih. "Apa yang kamu lakukan di sini, Sofie?!" bentaknya geram.Jika sudah mendengar suara-suara aneh, seharusnya Sofie tidak perlu masuk dan mengganggu. Anggara benar-benar tidak habis pikir dengan wanita itu."Harusnya aku yang ta
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-10
อ่านเพิ่มเติม
3. Pria Jahat?
"Apa yang kamu lakukan pada anakku?" tanya Oxel dingin.Yah. Oxel adalah ayah Arsene. Setelah menghilangnya sang putra di pusat perbelanjaan, dia melihat banyak perubahan pada diri putranya. Selain berkali-kali meminta supir mengantar ke toko es krim, Arsene juga mendadak sakit dan tak kunjung sembuh meski sudah menemui dokter yang berbeda-beda."Apa maksudmu?" Sofie mengerutkan kening bingung."Arsene ... apa yang sudah kamu lakukan padanya?" Oxel terlihat menggertakkan gigi."Oh, Arsene."Sofie terlihat mengembuskan napas lega. Dia pikir telah diculik penjahat, ternyata hanya ayah dari anak yang kebetulan bertabrakan dengannya saja."Aku tidak melakukan apa-apa. Hanya membelikan dia es krim karena aku menjatuhkan es krimnya. Itu saja dan tidak lebih," imbuhnya menjelaskan."Jangan bohong!" bentak Oxel menggebrak meja."Untuk apa aku berbohong?" Sofie kembali mengerutkan keningnya.Kalau diperhatikan, pria yang ada di hadapan Sofie ini sangat tampan. Rahangnya tegas dengan aura yang
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-11
อ่านเพิ่มเติม
4. Aku Ingin Punya Mama!
"Aku suka Tante Sofie dan aku ingin dia menjadi mamaku," jawab Arsene mantap.Sejak pertama kali melihat Sofie, ada getaran aneh di dada. Arsene merasa aman dan nyaman. Perasaan semacam itu belum pernah dia rasakan sebelumnya pada wanita mana pun."Kita bicara lagi nanti." Oxel memilih menghentikan obrolan itu dan lekas berbalik bersiap pergi."Aku serius, Pa," ucap Arsene sendu.Kenapa sang ayah tidak mempercayai ucapannya di saat-saat seperti ini? Padahal Arsene sudah terlihat sangat serius.Tanpa menoleh, Oxel menjawab, "Kamu hanya sedang terbawa suasana saja. Kita bisa bicarakan hal ini nanti."Oxel pikir, Arsene mengambil keputusan dengan tergesa. Hal itu terjadi karena sang putra tidak pernah mendapat kasih sayang dari ibunya. Jadi sekali mendapat perhatian, putranya akan langsung terharu."Tidak, Pa. Aku benar-benar ingin Tante Sofie jadi mamaku," ujar Arsene bersikeras. Sayangnya, sang ayah tidak menghiraukan ucapannya dan melangkah pergi. Meski sekeras apa pun dia berteriak,
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-13
อ่านเพิ่มเติม
5. Balas Dendam
"A-apa? Menikah?" Sofie menganga dengan manik mata terbuka lebar.Sebelumnya, Sofie menerima amplop coklat berisi surat perceraian. Tidak disangka, ternyata amplop coklat kali ini justru ajakan ke pelaminan. Apalagi rentang waktu hanya beberapa bulan saja."Hahaha ... apa kamu gila?" Sofie tertawa tidak habis pikir."Cukup!" seru Oxel dingin."Bagaimana bisa? Kita baru kenal dan kamu sudah mengajakku menikah," ucap Sofie mengabaikan seruan Oxel.Sofie masih tidak bisa menerima gagasan yang Oxel lontarkan. Selain baru mengenal, dia juga memiliki pengalaman buruk tentang pernikahan. Jadi, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menikah lagi."Kamu hanya perlu baca dan tandatangani dokumen ini. Setelah itu, kita akan menikah."Oxel kembali menyodorkan amplop coklat pada Sofie."Aku rasa aku sudah mendengar apa yang ingin kamu katakan. Sekarang giliranku untuk menolak dan pergi," kata Sofie tegas, lalu langsung membalikkan badan.Sudah saatnya bagi Sofie pergi dari sana. Dia berhara
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-13
อ่านเพิ่มเติม
6. Aku Ingin Membatalkan
Dengan sigap, Oxel menyelamatkan lembar surat perjanjian sebelum Sofie berubah pikiran dan merobeknya."Apa? Se-se-sepuluh miliar?" Sofie menganga dengan mata terbuka lebar, bahkan langkah kakinya bergerak mundur karena terlalu terkejut."Ya, sepuluh miliar," sanggah Oxel tersenyum. Dia terlihat sangat puas melihat reaksi Sofie.Oxel tahu betul kalau Sofie hanya karyawan biasa di sebuah toko bunga. Bahkan jika harus bekerja dua puluh tahun sekalipun, wanita itu tidak akan pernah sanggup membayarnya."Jika kamu sanggup, kamu boleh pergi dari sini," sambung Oxel mencebikkan bibirnya malas."Bagaimana bisa dendanya sebanyak itu?" tanya Sofie dengan tangan terkepal."Tentu saja karena apa yang akan kamu dapatkan juga sama besarnya, bahkan lebih." Oxel menatap Sofie sambil melipat kedua tangan di dada.Mendengar ucapan Oxel membuat kepala Sofie semakin sakit. Suhu tubuhnya sudah sangat dingin, bahkan hampir membeku seperti es. Perlahan, wanita itu merasakan tubuhnya seakan melayang dan pan
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-04
อ่านเพิ่มเติม
7. Jatuh Cinta
Mendengar ucapan Sofie membuat Oxel meradang. Dia menatap Sofie dingin dengan tangan terkepal kuat."Bukankah sudah ku bilang kalau kamu harus membayar denda jika membatalkan perjanjian?" tanya Oxel sambil menggertakkan gigi."Tapi sepuluh miliar bukan jumlah yang sedikit. Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu?" sanggah Sofie bingung."Itu bukan urusanku. Mau kamu dapatkan uang itu dari hasil mencuri, aku sama sekali tidak peduli," ujar Oxel tak acuh.Pria berparas tampan itu melangkah mendekat. Dia duduk di sisi kiri tempat tidur dan menyentuh dagu Sofie. Memperhatikan setiap inchi wajah wanita itu, bahkan sampai ke sekujur tubuhnya."Wajahmu lumayan." Oxel tersenyum licik. "Kamu bisa jual tubuhmu dan membayar denda itu dengan mudah," imbuh pria itu sebelum akhirnya mendorong dagu Sofie pelan."Ka-kamu ...." Sofie menggertakkan gigi dengan manik mata terbelalak.Memang benar, akan sangat tidak mungkin mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Hanya dengan cara menjual
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-05
อ่านเพิ่มเติม
8. Undangan Pernikahan
Setelah memutuskan, Oxel kembali ke kamar untuk menemui Sofie. "Persiapkan dirimu karena kita akan menikah besok pagi." Aneh bin ajaib. Oxel terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta dan takut mempelai wanitanya berubah pikiran, padahal kenyataannya tidak seperti itu. "Apa?" Lagi, lagi, dan lagi, Sofie dikejutkan oleh ucapan tidak masuk akal Oxel, "Bukankah kamu bilang tiga hari lagi? Lalu kenapa jadi besok pagi?" sambung Sofie berusaha mengingatkan. Dia beranjak turun dari tempat tidur dan bersiap menghampiri pria itu. Oxel menatap Sofie sekilas dan beralih menatap putranya. "Arsene main sama Sus Wanda dulu. Tante Sofie harus istirahat agar besok pagi sudah bisa menjadi mama kamu." "Baik, Pa," sahut Arsene bersemangat. Demi apa pun, anak laki-laki dengan rambut tebal itu merasa sedang bermimpi. Bagaimana bisa impiannya untuk menjadikan Sofie sebagai ibunya akan segera menjadi nyata? Bahkan dalam waktu yang cukup singkat. "Sampai jumpa besok pagi calon Mama," pamit Arsene p
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-06
อ่านเพิ่มเติม
9. Cemburu
"Anda mengenal istri saya, Pak Anggara?" tanya Oxel berpura-pura terkejut.Sesuai perkataan Oxel sebelumnya, Sofie hanya diam dan fokus pada Arsene. Urusan Anggara benar-benar dia yang menghadapi."I-iya. Sofie ini ... mantan istri saya, Pak," jawab Anggara terbata.Tatapan mata Anggara terus tertuju pada Sofie. Mungkin dia sedang berpikir bagaimana bisa Sofie menikah dengan Oxel. Padahal selama menikah, dia tidak pernah menyebut nama bosnya di depan Sofie."Astaga!" Lagi, Oxel berpura-pura seolah tidak tahu. Dia menatap Sofie dan bertanya, "Apa benar begitu, Sayang?"Sofie menoleh, menatap Anggara sekilas dan beralih pada Oxel dengan senyum lembut. "Iya, Sayang. Bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku sudah pernah menikah? Dan, pria yang ada di hadapan kita ini adalah mantan suamiku.""Astaga! Bagaimana bisa wanita secantik dan sebaik Sofie ... maaf, saya tidak bermaksud untuk --."Ucapan Oxel terpaksa terhenti karena dipotong begitu saja oleh Anggara. Namun, hal itu sudah diperki
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-07
อ่านเพิ่มเติม
10. Berpelukan
"Kamu mau ke mana?" tanya Oxel dengan dahi mengernyit. Alih-alih masuk ke kamarnya sendiri, Arsene justru mengikutinya."Aku mau tidur sama Papa dan Mama," jawab Arsene menyelonong masuk ke kamar sang ayah."Hah?" Oxel cukup terkejut.Sejak awal, Oxel tidak berniat tidur satu kamar dengan Sofie. Justru dia ingin membiarkan istri kontraknya tinggal di kamar Arsene. Tentu saja karena sang putra begitu menginginkan wanita itu menjadi ibunya."Kenapa?" tanya Oxel tidak mengerti.Pria dengan gaya rambut haircut itu ikut masuk ke kamar. Dia melihat putranya sudah duduk di atas tempat tidur sambil melihat kedua tangan di perut."Karena aku mau tidur sama Mama dan Papa," sahut Arsene lagi."Kamu sudah besar, Arsene. Kalau kamu mau, kamu bisa tidur dengan Mama Sofie di kamarmu," bujuk Oxel sambil mendaratkan bokongnya di tepi tempat tidur."Papa mengusir aku dan Mama?" Arsene menatap tajam ayahnya.Jika sang ayah berkata Arsene sudah besar dan tidak boleh tidur bersamanya masih bisa dimaklumi.
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-09
อ่านเพิ่มเติม
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status