"Anda mengenal istri saya, Pak Anggara?" tanya Oxel berpura-pura terkejut.Sesuai perkataan Oxel sebelumnya, Sofie hanya diam dan fokus pada Arsene. Urusan Anggara benar-benar dia yang menghadapi."I-iya. Sofie ini ... mantan istri saya, Pak," jawab Anggara terbata.Tatapan mata Anggara terus tertuju pada Sofie. Mungkin dia sedang berpikir bagaimana bisa Sofie menikah dengan Oxel. Padahal selama menikah, dia tidak pernah menyebut nama bosnya di depan Sofie."Astaga!" Lagi, Oxel berpura-pura seolah tidak tahu. Dia menatap Sofie dan bertanya, "Apa benar begitu, Sayang?"Sofie menoleh, menatap Anggara sekilas dan beralih pada Oxel dengan senyum lembut. "Iya, Sayang. Bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku sudah pernah menikah? Dan, pria yang ada di hadapan kita ini adalah mantan suamiku.""Astaga! Bagaimana bisa wanita secantik dan sebaik Sofie ... maaf, saya tidak bermaksud untuk --."Ucapan Oxel terpaksa terhenti karena dipotong begitu saja oleh Anggara. Namun, hal itu sudah diperki
Terakhir Diperbarui : 2025-03-07 Baca selengkapnya