Demi pengobatan sang ibu, Yoshiro Shikazu rela melakukan apapun, termasuk menjadi kriminal. Hanya saja saat ia sedang melaksanakan aksinya, pria jenisu itu mendadak didatangi seorang komisaris polisi yang menawarkannya pekerjaan baru: pengawal putrinya yang bernama Serena Mith. Nona muda cantik yang kini harus duduk di kursi roda....
Lihat lebih banyakJika biasanya saat malam hari, Yuri akan lembur di kantor untuk mengajari Yoshiro tentang cara merentas data. Maka kali ini, mereka berada di sebuah restoran kecil yang berada di pinggir kota.Mereka menyewa sebuah ruangan khusus supaya mereka bisa berbicara tanpa harus mengkhawatirkan apapun. Dan menikmati banyak makanan yang sudah mereka pesan.Alasan mengapa mereka tidak berada di kantor kali ini adalah Fei. Ivona meminta Yuri untuk menjauhkan Yoshiro dari kantor untuk sementara waktu karena Fei sudah mulai turun tangan."Bagaimana bisa kamu tidak tau bahwa nyonya besar memiliki seorang kakak?" tanya Yuri menatap malas Yoshiro."Aku tidak pernah mencari tau. Dan kamu tidak pernah menceritakannya," balas Yoshiro memotong daging yang ada di atas piringnya."Bukankah seharusnya kamu mencari tau asal usul dari atasanmu sendiri?""Aku akan mencari tau setelah ini.""Nyonya akan marah besar jika dia tau kamu tidak tau apapun tentang dirinya.""Aku akan meminta maaf untuk itu."Yuri seben
Yoshiro datang ke kantor pusat untuk menggantikan posisi Yuri yang sedang melakukan tugas lainnya sehingga tidak bisa berada di sisi Ivona.Yoshiro masih berada di ruang ganti. Melepaskan sepatu sekolahnya dan menggantinya dengan sepatu formal yang dulu ia beli dengan Yuri.Gerakan Yoshiro berhenti dan pandangannya menatap ke arah pintu masuk ruang ganti saat menyadari ada suara langkah kaki. Ia kebingungan saat melihat ada seorang perempuan cantik dengan perkiraan usia tidak jauh beda dengan Ivona masuk ke ruang ganti laki-laki."Maaf, tapi ini ruangan ganti laki-laki," ujar Yoshiro dengan tenang."Aku tau itu. Aku memang sengaja. Karena jika tidak sekarang, maka aku tidak akan bisa melihatmu," ujar perempuan itu dengan kedua tangan berada di belakang tubuh.Fei Olivia. Kakak perempuan dari Ivona Olivia. Namun Yoshiro tidak mengetahui itu. Di mata Yoshiro sekarang, Fei adalah orang asing yang secara sengaja memasuki ruang ganti laki-laki."Apakah Anda ada keperluan dengan saya?" tany
Pesta terjadi di wilayah kekuasaan Sentinel. Karena beberapa waktu lalu, Akashi berhasil menjalankan tugas untuk menyingkirkan Lucas Archine. Dan mereka mendapatkan bayaran yang sangat besar.Neon memandangi semua orang yang sedang berpesta dalam keadaan mabuk di sekitar api unggun. Ditemani oleh Akashi yang berdiri di belakangnya. "Kamu semakin melemah, 'ya," ujar Neon dengan nada halus."Menurut saya tidak demikian," balas Akashi menatap ke arah yang sama dengan Neon."Lalu mengapa kamu tidak berhasil memenangkannya?""Karena saya menahan diri. Saya mengerti bahwa Yoshiro satu-satunya kandidat yang akan memimpin organisasi ini di masa depan menggantikan Anda. Jika saya serius dalam pertarungan itu, maka dia akan terbunuh. Dan ada kemungkinan juga Anda akan membunuh saya, saat Anda melihat Yoshiro terbunuh.""Di mataku, kamu melemah. Kemampuan beladirimu masih sama. Hanya saja keyakinanmu yang lemah. Jika kamu masih sama seperti dulu saat kita bertemu, maka sudah dipastikan Yoshiro
Ivona mencoba duduk setelah terbangun dari tidurnya. Melihat langit dari kaca kamar yang masih gelap. Menandakan bahwa ia terbangun sebelum matahari terbit. Matanya beralih menuju jam dinding. Jam 03.21. Masih terlalu pagi untuk Ivona bangun.Kepalanya terasa sangat pusing. Badannya juga terasa tidak nyaman. Ia merasa sangat ingin muntah. Ivona berniat untuk melaporkan itu pada Yoshiro, namun saat ia melihat ke sisi kasur sebelehnya, ternyata tidak ada siapa pun di sana. Sebelumnya ia masuk kamar dan tidur lebih dulu setelah makan malam. Sehingga ia berpikir bahwa Yoshiro menggunakan kesempatan itu untuk tidur di luar.Namun tidak lama suara gagang pintu terdengar. Pandangan Ivona beralih menuju pintu dan melihat Yoshiro masuk ke dalam kamar dengan membawa sebuah mangkok dan handuk kecil yang telah dilipat."Sepertinya kita harus menunda rencana kita hari ini," ujar Yoshiro menaruh mangkok berisikan air hangat itu di atas nakas dan duduk di sisi sofa."Kamu bekerja terlalu keras akhir
Ivona membuka pintu kamarnya saat mendengar suara dari arah luar. Sudah lewat dari tengah malam dan Yoshiro baru pulang. Ivona ingin marah karena ia sudah lama sekali menunggu laki-laki itu. Namun amarah Ivona tertahan saat melihat wajah laki-laki itu terluka.Ivona mendekat ke arah Yoshiro yang berdiri mematung di dekat sofa. Menyentuh bagian dagu laki-laki itu dan menggerakkannya ke arah kanan lalu kiri untuk memastikan bagian mana saja yang terluka."Kenapa?" tanya Ivona mengamati luka-luka yang ada di wajah Yoshiro."Saya tidak sengaja bertemu dengan preman," balas Yoshiro mencoba menutupi kejadian sebelumnya."Sebelum itu, kamu dari mana saja? Bukankah aku sudah mengatakan bahwa sebelum matahari terbenam kamu harus sudah berada di kamar?" "Saya berlari mengelilingi taman yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sini.""Sudah dua kali kamu mengabaikan perkataanku. Bukankah kamu harus menyesali itu dan meminta maaf kepadaku?"
Neon menghilangkan senyuman di bibirnya. Laki-laki yang dulu ia tinggalkan, kini sudah kembali kepadanya sebagai petarung yang kuat.Sedangkan Yoshiro sendiri menyeka darah segar yang keluar dari bibirnya menggunakan tangan. Pertarungan yang cukup sengit. Namun Yoshiro rasa itu belum memuaskannya. Butuh sesuatu yang lebih supaya Yoshiro bisa lebih berkembang setelah keluar dari sana."Hebat, 'ya. Tapi sayang sekali. Aku masih tidak ada niatan untuk bertarung melawanmu," ujar Neon berdiri menghadap Yoshiro."Kenapa?" tanya Yoshiro dengan wajah malas."Kamu sudah berubah. Aku tidak bisa melihat dirimu yang dulu dalam tubuhmu yang sekarang.""Aku rasa kamu benar. Aku yang sekarang memiliki seorang teman. Ada seseorang yang ingin aku lindungi. Tidak seperti dulu lagi."Neon mengangguk kecil. Yoshiro memiliki teman. Itu yang sudah ia ingin lihat dari dulu. Hanya saja karena keterbatasan waktu, ia harus pergi lebih dulu sebelum bisa me
Neon, Akashi, dan Scars mengamati pertarungan yang terjadi. Yoshiro terlihat kewalahan. Bukan karena kalah jumlah. Melainkan juga karena kemampuan anak buah Neon lebih kuat jika dibandingkan dengan orang-orang yang pernah dilawan oleh Yoshiro. Namun Yoshiro terlihat tidak menyerah. Yoshiro tetap melawan semua orang itu. Mencari celah untuk melakukan serangan. Dan berusaha sebisa mungkin untuk menghindari serangan yang mengarah pada titik vitalnya. "Kenapa dia terlihat lemah?" tanya Scars pada Akashi. "Hmm, dia memang seperti itu. Pada awal pertarungan dia akan bermain-main sembari mengamati dan mempelajari kemampuan beladiri musuh-musuhnya. Dan saat dia sudah tertekan, dia baru mulai serius," balas Akashi melipat kedua tangannya di depan dada. "Kenapa BigBoss terlihat menyukainya?" "Lihatlah dengan baik-baik sekarang. Delapan belas orang melawan satu orang. Mereka lebih kuat dari Yoshiro. Namun dia tidak kab
Yoshiro memasuki gang sempit di tengah-tengah kota. Gang itu sangat panjang. Untuk beberapa menit perjalanan, Yoshiro benar-benar sendiri. Sampai pada satu titik di mana gang itu benar-benar ramai. Ada perjudian, ada yang bernyanyi, bersenang-senang, dan para pelacur ada di setiap pinggir gang. Yoshiro mengabaikan itu semua. Sampai pada persimpangan. Ia memilih untuk ke kanan. Ia kembali menulusuri gang sempit itu. Sampai ia menemukan sebuah tirai yang terdapat bercak darah. Yoshiro melewati tirai itu dan sampai pada titik tujuannya.Sebuah gubuk tua yang terdapat seorang laki-laki berbadan sangat besar tanpa lengan kanan. Dan di sekeliling gubuk itu berdiri laki-laki badan penuh otot dengan tubuh penuh bekas luka memakai kimono menatap ke arahnya. Di antara semua laki-laki yang ada di sana ada dua orang yang ia kenal. Yang pertama adalah Akashi. Dan yang kedua adalah pemimpin Kelompok Sentinel, Neon Enigma. "Sepertinya kamu sudah lebih kuat dari pertemu
Ivona menghela nafas setelah duduk di kursi meja makan. Menyandarkan punggungnya pada kursi dengan kondisi belum melepaskan setelan jas ataupun sepatu hak tinggi miliknya.Benar-benar melelahkan. Bertemu dengan para beberapa pihak perusahan di tempat yang berbeda untuk membahas tentang perusahaan yang ia akusisi. Pandangannya tertuju pada Yoshiro yang sedang memotong beberapa bahan di meja dapur yang memang jarak dari meja makan sangatlah dekat."Apa kamu tidak memiliki rasa lelah?" tanya Ivona dengan nada lemah."Tubuh saya terlatih. Stamina saya lebih kuat jika dibandingkan dengan kebanyakan orang. Mungkin itu yang membuat saya tidak mudah merasa lelah," balas Yoshiro berniat untuk memasak daging yang kemarin ia beli."Kenapa kamu menggunakan bahasa formal padaku, tapi tidak pada Yuri?""Hmm. Mungkin karena Anda atasan saya. Sedangkan Yuri berstatus sebagai pekerja seperti saya. Itu yang membuat saya secara tidak sadar menggun
"Hoosh...."Yoshiro mencoba mengatur nafasnya yang sudah memburu hebat akibat pertarungan sengitnya melawan sekelompok geng motor yang menjadi targetnya kali ini. Ya, Yoshiro memang merencanakan untuk mengalahkan mereka dan mengambil barang berharga yang dimiliki oleh anggota geng motor itu. Sayangnya, Yoshiro salah perhitungan.Meski sudah berhasil mengalahkan sepuluh orang itu, namun kini Yoshiro benar-benar kehabisan tenaga. Ditambah lagi dengan segala luka yang ada, membuat Yoshiro tidak bisa bergerak.Untung saja para musuhnya itu sudah terpakai di tanah dalam kondisi pingsan. "Kenapa kamu tidak membunuh mereka sekalian?" tanya seorang laki-laki asing dari arah belakang. "Siapa kamu?" tanya Yoshiro menatap ke arah laki-laki itu. "Komisaris polisi," balas laki-laki itu melemparkan kartu tanda anggota kepolisiannya ke hadapan Yoshiro. Honpil Mith. Laki-laki dengan pangkat perwira itu cukup direpotkan dengan ulah Yoshiro yang selalu saja menyerang secara membabi buta seg...
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Komen