Home / Rumah Tangga / Kontrak Pernikahan sang Pewaris / Chapter 101 - Chapter 110

All Chapters of Kontrak Pernikahan sang Pewaris: Chapter 101 - Chapter 110

172 Chapters

Bab 101

"Jawab Cahaya, kami butuh kejelasan tentang barang-barang ini?" Maya tidak mau berhenti bertanya sebelum mendapatkan jawaban. Jika orang tua yang lain merasa senang dan bangga ketika melihat anaknya pulang dengan membawa barang-barang mahal seperti ini. Belum lagi perhiasan emas yang menyilaukan mata. Namun ternyata tidak untuk kedua orang tua Cahaya. Mereka tampak ketakutan ketika melihat barang yang dibawa anaknya. "Aya juga nggak tahu Ma, Pa, kalau barang-barang yang dikasih seperti ini. Kalau tahu begini, waktu sebelum berangkat Aya tolak." Cahaya menundukkan kepalanya. Keningnya sudah basah oleh keringat. Sedangkan telapak tangan dan telapak kakinya terasa begitu amat dingin. "Tidak usah berbelit-belit, bicara yang jelas," kata Efendi. Efendi baru berani menginterogasi putrinya setelah seluruh keluarga pergi. Sehingga tidak ada yang mendengarkan obrolan ini. "Di sana kami bertemu dengan desainer ternama kelas dunia. Ya mereka memang terlalu banyak duit sehingga sewaktu ak
last updateLast Updated : 2024-01-07
Read more

Bab 102

Rafasya tidak tega melihat istrinya menangis seperti ini. "Sayang jangan nangis lagi dong. "Rafasya membujuk istrinya.Perkataan Rafasya tidak membuat tangis istrinya mereda. Bahkan suara tangis Cinta terdengar lebih keras lagi. Hal ini yang membuat pria itu semakin panik."Adek mau apa? Permen lolipop, coklat, eskrim, atau mau beli boneka?" Rafasya panik dan tidak tahu bagaimana cara membujuk istrinya. Bukannya diam, justru tangis Cinta semakin keras saat mendengar perkataan suaminya. "Abang kirain Cinta anak kecil? ""He... He... Maaf, sudah jangan nangis lagi." Ternyata membujuk istrinya yang sedang menangis bukanlah hal yang muda. "Sayang, mama, papa, pergi ke sana untuk berobat. Adek jangan nangis gini, kasihan papa nanti malah kepikiran Adek terus. Padahal kondisi Papa harus stabil sebelum menjalankan proses operasi." Rafasya mengusap kepala istrinya. Cinta baru menyadari apa yang dikatakan oleh Rafasya benar. Entah mengapa sulit sekali mengontrol emosinya. Seperti sekarang
last updateLast Updated : 2024-01-09
Read more

Bab 103

"Abang, nanti berhenti di supermarket, Cinta mau beli es krim, permen, coklat juga." Cinta tersenyum sambil memandang wajah tampan suaminya. "Iya, di depan ada supermarket," jawab Rafasya yang tersenyum. Tadi istrinya merasa sok dewasa dan menolak tawaran yang diberikannya namun sekarang Cinta dengan sangat manja memintanya.Rafasya memberhentikan Mobilnya di depan supermarket. Pria itu memandang istrinya yang saat ini sedang tersenyum menatapnya."Abang Cinta tunggu di sini ya, beliin aja coklatnya yang banyak permen kemudian juga es krim." Cinta begitu sangat malas untuk keluar. Apalagi matanya sembab karena habis menangis. Jadi karena itu dia meminta Rafasya untuk membelikannya."Iya sayang tapi nggak boleh banyak-banyak nanti sakit gigi, apa mau? " tanya Rafasya. Pria itu berbicara dengan sangat lembut, seperti sedang berbicara dengan anak kecil. "Nggak mau." Cinta dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Abang beli sebentar ya." Rafasya turun dari dalam mobil. Sedangkan Cinta
last updateLast Updated : 2024-01-09
Read more

Bab 104

Rafasya terbangun ketika mencium aroma wangi yang menggugah seleranya. Dilihatnya Cinta sudah tidak ada di sampingnya. Itu artinya istrinya itu sudah memasak di dapur. 3 bulan telah dilewati menjadi suami Cinta dan Rafasya menyesal karena melewatkan momen-momen berharga seperti saat ini. Meskipun matanya masih terasa berat namun Rafasya tetap turun dari atas tempat tidur dan langsung keluar dari kamar. Senyum mengembang di bibirnya ketika melihat istrinya yang sibuk dengan wajan. "Masak apa? wanginya enak. " Rafasya memeluk Cinta dari belakang dengan tangan melingkari atas perut istrinya. "Duduk di situ jangan gangguin." Cinta tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Rafasya. Jantungnya berdegup cepat dan juga merasa tegang serta salah tingkah. "Abang mau lihat Adek masak." Rafasya meletakkan dagunya di pundak istrinya. Bagaimana mungkin bisa berkonsentrasi jika ada benda keras yang mengganjal di bemper belakangnya. "Cinta nggak konsentrasi kalau abang ganggu."Cinta memutar
last updateLast Updated : 2024-01-12
Read more

Bab 105

"Abang kenapa ikut turun?" Cinta mengurutkan keningnya ketika Rafasya ikut turun dengannya."Abang antarin sampai depan kelas." Rafasya tidak menghiraukan wajah istrinya yang terlihat kebingungan. Pria itu memegang tangan Cinta dan kemudian berjalan menuju ke ruang kuliah sang istri. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Yang pasti Rafasya ingin semua orang tahu bahwa Cinta itu istrinya.Cinta benar-benar kesal ketika suaminya menjadi pusat perhatian seluruh mahasiswi yang berpapasan jalan dengannya. Wajah tampan, tubuh tinggi dan tegap, mampu menghipnotis para kaum hawa. Hal ini yang menjadi penyebabnya. "Kenapa cemberut?" Rafasya tersenyum memandang istrinya. Meskipun tahu apa yang membuat Cinta manyun seperti ini, namun tetap saja dia berpura-pura bertanya. "Gak ada," Jawab Cinta dengan ketus. Ini untuk pertama kalinya Rafasya mengantarkannya ke kampus. Tentu saja Cinta merasa senang, bahagia dan bangga. Namun tatapan para gadis-gadis di kampusnya membuat Cinta ke
last updateLast Updated : 2024-01-13
Read more

Bab 106

Karin menggila dan menghancurkan kaca depan toko tas ternama tersebut. Rasa malu seakan sudah hilang. Meskipun saat ini dia menjadi pusat perhatian semua orang namun Karin tidak peduli.Apa yang dilakukannya tentu saja membuat si pemilik toko terkejut. Begitu juga dengan karyawan toko yang menjerit histeris.Yang membuat mereka lebih tak percaya lagi, semua ini dilakukan oleh artis terkenal, Karlina Angelia. Karin sudah kehilangan akal Sehatnya. Dia juga sudah tidak tahu malu, seperti saat ini meskipun menjadi tontonan semua orang namun dia tidak peduli.Penyakit yang tidak ada obatnya, yaitu penyakit hati. Seperti yang saat ini diderita oleh Karin.Sebelum toko mereka hancur, karyawan toko langsung menghubungi petugas keamanan mall. "Apa yang Anda lakukan?" Tanya pria petugas keamanan mall. "Aku tidak ingin ada poster wanita itu di sini." Karin Berkata sambil memandang kaca yang sudah hancur. Namun Karin Belum puas karena poster Cinta tidak rusak sedikitpun.Dia sudah sangat lama
last updateLast Updated : 2024-01-15
Read more

Bab 107

"Lagi lihat apa? "Rafasya memandang istrinya yang duduk di sebelahnya. Sejak tadi Cinta hanya fokus dengan layar ponselnya saja. Bahkan Rafasya merasa cemburu karena merasa tersaingi oleh telepon pintar milik Cinta. Cinta tersenyum dan menunjukkan layar ponselnya. Cinta yang baru saja menonton konten kuliner Masakan pandang, sampai ngeces ketika melihat seorang kreator makan daging rendang dan dendeng balado dengan lahap. Karena itu dia minta makan di restoran padang."Abang, kita makannya di restoran Padang aja ya. Cinta pengen makan dendeng balado sama daging rendang kayaknya enak sekali." Cinta tersenyum sambil sedikit memajukan bibirnya ke depan.Melihat gaya istrinya yang sok imut seperti ini sungguh membuat Rafasya gemes. "Iya boleh," jawab Rafasya yang tersenyum dan mencium bibir istrinya secepat kilat."Lagi bawa mobil, masih juga cium-cium orang." Cinta mengusap bibirnya. "Dihapus dicium lagi." Rafasya tersenyum dan kembali mencium bibir istrinya. Di jam makan siang sepe
last updateLast Updated : 2024-01-17
Read more

Bab 108

Cinta masuk ke dalam ruang kerja suaminya. Rasa bahagia bergejolak di dihatinya ketika berada didalam ruangan kerja yang begitu sangat besar dengan dinding berwarna coklat. Hingga memberi kesan mewah dan juga elegan.Sudah beberapa kali Cinta datang ke perusahaan ini, namun dia hanya ke ruangan Papa mertuanya saja. Ketikan melihat pintu ruangan Rafasya, selalu membuat jantungnya berdebar. Terkadang dia berkhayal bisa masuk ke dalam ruangan ini. Entah mengapa cinta merasa takut ketika semua mimpi-mimpi yang selama ini hanya ada dalam angannya kini menjadi sebuah kenyataan."Kenapa diam aja?" Rafasya tersenyum sambil memegang tangan istrinya.Cinta sedikit menggelengkan kepalanya. "Cinta beberapa kali sih datang ke sini tapi ke ruangan papa. Ternyata Ruangan Abang sama ruangan Papa sama-sama besar ya.""Iya, di lantai 7 ini hanya ada ruangan papa dan Ruangan Abang," jelas Rafasya. "Oh, apa Abang nggak takut di ruangan sebesar ini sendiri?" tanya Cinta.Cinta merasa merinding ketika m
last updateLast Updated : 2024-01-19
Read more

Bab 109

"Saya bisa menjelaskan semuanya Pak Rafasya." Jackaria mencoba untuk melakukan negosiasi.Walau bagaimanapun mereka bersahabat, rasanya tidak mungkin jika Rafasya tidak mau memberikan keringanan untuknya.Masalah hubungannya dengan Karin, rasanya wajar, karena Rafasya yang sudah menikah. Jadi Jack tidak menikung kekasih dari temannya sendiri. Sejauh ini hubungannya dengan Karin, hanya sebatas bersenang-senang saja. "Begitu banyak kecurangan yang Anda lakukan. Bukan hanya sekedar mencuri bahan material namun Anda juga memakan gaji pekerja. Apa Pak Jack tahu, Mereka bekerja di bawah panasnya sinar matahari. Material yang berat mereka angkat dengan mengeluarkan tenaga. Namun dengan teganya Pak Jack berbuat curang terhadap mereka. Bahkan Uang lembur untuk para pekerja pun tidak Pak Jack keluarkan. Padahal di laporan tertulis Uang lembur untuk pekerja. Lebih dari 100 pekerja Pak Jack berhentikan dengan alasan pekerjaan mereka yang dinilai lamban. Namun di laporan tetap terdata sekitar 220
last updateLast Updated : 2024-01-19
Read more

Bab 110

Cinta keluar dari kelas dengan tersenyum. Dia berharap sang suami sudah menunggunya di depan kelas seperti biasa.Ada rasa kecewa ketika tidak melihat sosok pria yang teramat dia cintai. Namun Cinta mencoba untuk berpikir secara positif. Mungkin saja saat ini Rafasya sedang sibuk. Atau terjebak macet hingga belum datang menjemputnya."Tumben belum datang?" Cahaya memandang Cinta."Mungkin lagi sibuk," jawab Cinta. Cinta kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan melihat beberapa panggilan telepon tidak terjawab dan pesan masuk dari Rafasya. Cinta diam ketika membaca pesan dari suaminya. Rafasya meminta izin untuk berangkat ke Bali dan tidak bisa menjemputnya. Pria itu mengatakan akan ada sopir untuk mengantar jemput istrinya selama dia berada di bali. "Kenapa?" Cahaya memandang wajah sahabatnya yang mulai muram."Bang Rafa ke Bali," jawab Cinta dengan penuh rasa kecewa. Selama menikah dengan Rafasya, ini yang pertama kalinya pria itu pamit dengannya. Namun tetap saja Cinta
last updateLast Updated : 2024-01-22
Read more
PREV
1
...
910111213
...
18
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status