Demi menyelamatkan perusahaan, ayahnya tega menjual Leona kepada Alexander Mahendra—mafia kejam yang tak pernah mengenal cinta. Bagi Alexander, wanita hanyalah pengganggu dan perasaan adalah kelemahan. Meski begitu, gadis berusia 20 tahun itu tidak semudah itu tunduk. Dengan keberanian dan ketulusannya, ia perlahan mengguncang dunia Alex yang hanya mencintai dirinya sendiri. Siapa sangka, di tengah kegelapan, cinta bisa tumbuh? Tetapi, akankah Alexander merelakan egonya dan menerima perasaan itu? Atau justru dia menghancurkan gadis yang mulai mengubah hidupnya?
View More"Bagaimana keadaan daddy mu nak?"Bibi Alice yang membelakangi tuan Jhon bertanya kepada cucunya yang selalu membuatnya gemes. "Dia sudah membaik bu."Jawab Alona yang mewakili putranya yang belum bisa bicara. Sedangkan tuan Jhon yang berada di meja depan mereka,mengamati percakapan mereka. Tuan Jhon masih saja begitu penasaran dengan sosok Alona. "Kamu lihat,wanita yang di depan yang mengenakan dres.Cari tahu tentang dia."Perintah tuan jhon kepada tangan kanannya. "Baik tuan." Meskipun tidak mengerti dengan tujuan tuannya tapi dia tetap mengiyakan Perintah tuannya .Tuan Jhon dengan cepat menyelesaikan makannya dan meninggalkan restoran tersebut. Alona melihat keberadaan pria paruh baya yang baru saja di tabrak oleh putranya tapi dia sama sekali tidak menaruh curiga apa pun dengan pria paruh baya itu yang tidak lain adalah tuan Jhon. Musuh bebuyutan keluarganya . "Apa anda berpikir?"Tangan kanan tuan Jhon bertanya ketika mereka tiba di dalam mobil. "Wajah mereka berd
"Kalau begitu kembali kan putra ku maka aku akan berhenti sampai di sini." Tuan Mahendra tertawa mendengar tawaran dari tuan Jhon. Putra tuan Jhon bukan anak anak lagi. "Dia bukan anak anak tuan Jhon. Apa kamu yakin jika dia ingin meninggalkan ku dan hidup bersama pecundang seperti mu?"Tuan Mahendra semakin membuat tuan Jhon murka. Sedangkan tuan Mahardika sedikit terkejut jika tuan Jhon dan tuan Mahendra saling mengenal satu sama lain.Kedua pria paruh baya itu tampak bersitegang saat ini. "Apa kamu ingin membahas hal itu di sini?"Tuan Mahendra bertanya kepada tuan Jhon yang terlihat begitu murka saat ini. "Kenapa tidak?Tuan Mahardika juga berhubungan dengan semua ini.Dia sumber dari semua masalahnya. "Ucap tuan Jhon tapi sepertinya tuan Mahardika tidak terima dengan perkataan tuan Jhon. "Jaga ucapan mu tuan Jhon. "Tuan Mahardika tampak tidak terima dengan ucapan tuan Jhon. "Aku tidak ingin mendengar masalah percintaan kalian tapi aku datang untuk memperingati kalian be
Tok... Tok.. Tangan kanan tuan Jhon mengetuk pintu sebanyak dua kali tapi masih belum ada jawaban sama sekali. "Ada apa dengan mu?Kenapa mengetuk pintu padahal mereka memiliki bel."Tuan Jhon menatap tajam ke arah tangan kanannya dan menekan bel yang berada di sampingnya. Bersamaan dengan hal itu,mobil hitam berhenti di depan mereka.Tuan Jhon memandang ke arah mobil yang berhenti di depan mereka.Begitu melihat pria paruh baya turun dari mobil,tuan Jhon jelas tahu dengan jelas siapa pria paruh baya di hadapannya itu. "Tuan Mahardika. Apa anda masih ingat saya?"Tuan Jhon langsung menyapa pria paruh baya itu. Tuan Mahardika yang melihat kedatangan tuan Jhon tampak begitu terkejut.Tentu saja dia tahu siapa pria yang tengah berdiri di hadapannya saat ini. "Tentu saja aku mengenalimu.Aku tidak akan pernah lupa dengan pria yang sudah menodai istriku. Dan kalian berdua telah menipuku dan membuat ku membesar kan putra kalian."Tuan Mahardika tampak begitu marah ketika berhadapan
Tiga puluh menit berlalu,Louis dan Jim meninggalkan Alex sendirian.Sepertinya pemimpin mereka butuh waktu sendiri untuk memikirkan semua masalah yang sepertinya cukup rumit ini. "Apa ada masalah yang tidak aku ketahui?"Batin Alex memijat kepalanya. Dia tidak bisa mencari informasi apa yang sebenarnya terjadi. Baru kali ini ada masalah yang membuat seorang Alex Mahendra tidak bisa memecahkannya.Sepertinya masalah kali ini cukup rumit dan Alex harus berhati-hati tentang masalah ini,apa lagi menyangkut tentang Istrinya. Alex terus memikirkan masalahnya,seandainya hal ini tidak menyangkut istrinya. Dia sudah menyerang tuan Jhon tapi pemimpin Black Dragon itu tidak ingin bertindak gegabah kepada masalah ini. Alex terus mengutak ngatik layar komputernya,mencari informasi tentang masalah tersebut.Dua jam berlalu pemimpin Black Dragon itu menatap tajam ke arah layar komputernya ketika menemukan informasi yang begitu mengejutkan. Tidak mudah bagi Alex menemukan informasi tersebut. Di
"Bagaimana Louis?"Alex menatap ke arah tangan kanannya. "Ada kemungkinan jika itu adalah tuan Jhon. Kemungkinan pria paruh baya itu tidak meninggalkan kota ini tapi dia bersembunyi di suatu tempat dan merencanakan balas dendamnya. "Ucap Louis memberikan laporan kepada Alex. "Itu sebabnya,aku masih tidak percaya jika dia meninggalkan kota ini. Dia memiliki dendam yang begitu besar kepada ayah ku dan aku sangat yakin jika dia tidak mungkin kembali tanpa ada tujuan. " "Apa tuan tahu ,apa permasalahan Paman dan dan tuan Jhon?" "Aku juga tidak tahu. Ayah merahasiakan semua itu dariku.Entah apa permasalahan mereka berdua tapi sepertinya itu masalah pribadi. "Alex tahu tentang hal itu ketika melihat ayahnya lebih banyak diam ketika mengetahui informasi jika tuan Jhon kembali. Dua hari berlalu.... Pagi itu,semua orang sudah berada di meja makan. Termasuk dengan Alex sendiri.Pemimpin Black Dragon itu sudah mulai membaik.Pria itu bahkan bersiap siap ke markas miliknya. Selesai
"Paman Jack."Teriak Alona ketika melihat Alex menggerakkan tangannya. Paman Jack yang mendengar teriakan Alona di dapur dengan cepat berlari dengan tergopoh gopoh. Pria paruh baya itu tampak begitu terkejut,di lihat dari ekspresi nya ketika menghampiri Alona. "Ada apa nona?"Paman Jack bertanya dengan ekspresi khawatir. "Alex menggerakkan tangannya Paman." "Benarkah itu nona?Paman akan segera memanggil dokter. " "Iya Paman. " Tidak berselang lama kemudian Alex membuka matanya dan orang yang pertama dia lihat adalah wajah cantik istrinya yang terlihat begitu panik.Alex tersenyum kecil menatap wajah istrinya. Alona yang melihat suaminya sudah membuka matanya,merasa begitu lega dan begitu bersyukur. "Ada apa dengan wajah mu itu sayang?"Alex tersenyum kepada istrinya dengan wajah yang masih terlihat begitu pucat. "Kamu tahu jika kamu membuat semua orang khawatir sayang.Kamu tidak sadarkan diri dan wajah mu terlihat begitu pucat."Ucap Alona mendekati suaminya. "Aku baik
"Sepertinya luka tuan Alex cukup serius. Peluru yang mengenainya adalah peluru beracun Seperti yang dikatakan oleh Louis. "Ucap dokter pribadi Alex setelah mengeluarkan peluru tersebut. Brakkk... "Nona!"Teriak Paman Jack setelah melihat Alona terjatuh ke lantai. Alona ketakutan ketika melihat suaminya yang tidak sadarkan diri dengan luka tembak di perutnya dengan bercucuran darah. Dengan cepat Paman Jack,membopong tubuh Alona ke sofa.Paman Jack sedikit bersyukur ketika melihat Kelvin yang masih tertidur pulas. Sementara Alex masih belum ada kemajuan. Hal itu membuat Paman Jack dan Louis khawatir. Tidak berselang lama kemudian,tuan Mahendra dan bibi Alice juga tiba di mansion Alex. "Bagaimana keadaannya?"Bibi Alice dan tuan Mahendra tampak begitu khawatir. "Lukanya sudah di Bersihkan sekarang tuan tapi tuan Alex masih belum sadarkan diri karena peluru yang mengenainya mengandung racun."Ucap Louis dengan tatapan yang tidak pernah beralih dari Alex. Pria itu terlihat be
Tok...tok.. Alona melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.Begitu membuka pintu,Alona melihat kehadiran Paman Jack yang sedang tersenyum kecil kepadanya. "Paman. "Alona tersenyum kepada pria paruh baya yang sudah di anggap seperti ayah baginya. "Tuan berpesan jika beliau akan pulang malam nona." "Dia tidak mengabari ku Paman." "Katanya nomor ponsel anda tidak aktif." "Benarkah. Yah sudah Paman,terima kasih. "Ucap Alona tersenyum kecil dan kembali masuk ke dalam. Alona mengambil ponselnya di dalam tas dan menemukan ponselnya dalam keadaan mati.Wanita cantik itu tersenyum kecil dan mulai mengisi daya ponsel miliknya. "Ada apa nona?" "Paman Jack mengatakan jika Alex akan pulang malam. " Sementara itu di mansion tuan Mahendra. Bibi Alice sedang memasak bersama dengan pelayan untuk menyiapkan makan siang. Wanita paruh baya itu tidak membuang kebiasaannya sejak dulu. Bibi Alice sangat senang melakukan pekerjaan yang satu itu.Meskipun dia sudah menjadi nyonya tapi di
Sementara itu di depan mansion,Alona baru saja tiba.Terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar di wajah wanita cantik itu. Alona berjalan masuk ke dalam mansion dan menuju ke kamar miliknya. Setibanya di dalam kamar,wanita cantik itu tidak melihat keberadaan putranya. Alona segera mengganti pakaiannya dan berjalan keluar dari kamar dan mencari keberadaan putranya. "Kamu sudah kembali sayang?"Begitu ia hendak menuruni tangga,Suaminya bertanya kepada dirinya. Alona menoleh dan tersenyum kecil kepada suaminya. Wanita cantik itu mendekat dan memeluk erat pria yang merupakan suaminya tanpa mempedulika para pelayan yang berada di sekitar mereka berdua. "Sepertinya rencana mu berjalan lancar sayang. Kamu tidak bisa menyembunyikannya kebahagiaan mu itu." "Benarkah. "Alona tersenyum kecil menatap wajah suaminya."Ngomong-Ngomong di mana Kelvin?"Alona kembali bertanya dan menatap wajah suaminya. "Kelvin bersama dengan Lily di taman." "Aku akan ke sana.Sekali lagi terima kasih sa
"Aku akan membelinya dengan harga 10 miliar." Penawaran dari seorang pria paruh baya membuat wanita di hadapannya membelalakkan mata dengan girang.Sementara itu, gadis yang ditawar kini hanya bisa menangis sesenggukan di tempatnya. Dia tidak bisa berkata apa-apa, karena bukan pilihannya untuk menjual diri."Berhentilah menangis seperti itu, Alona! Seharusnya kamu bersyukur karena ada pria yang membeli mu dengan harga yang begitu mahal."Gadis yang bernama Alona itu menatap marah ke arah Laura yang baru saja menjualnya pada seorang pria paruh baya itu.Dia sama sekali tidak tahu tempat apa yang sedang ia datangi dan tiba-tiba saja dia sudah dijual."Aku tidak mau melakukan ini! Kenapa kamu menjualku? Apa karena aku bukan anak kandungmu?!" Gadis itu masih menatap wajah Laura dengan penuh penderitaan."Berhentilah bertanya, Alona! Lagi pula, papamu saja tidak keberatan dengan semua ini. Ingat, kamu itu hanya beban bagi keluarga ini!" jawab ibu tirinya lagi yang membuat gadis itu membek...
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments