Baju Bayi di Rumah Mertua
Mas Hamid tengah menikmati makan malam di dapur yang merangkap menjadi ruang makan, saat aku berjalan ke teras perumahan kami, menghubungi nomor Zaki dan tersambung.
"Hallo?" Suara lelaki bengis itu memenuhi rongga pendengaranku ketika panggilan kami tersambung.
"Ha-hallo, Zak, ini aku .... Lisa." Aku menyahut dengan sedikit terbata.
Ampun, deh, kenapa jadi gugup begini, sih?
"Lisa …? Oh iya, si Cewek Barbar itu, ya? Ada apa lagi, ha?" Ya ampun, bahkan di telepon pun dia masih sama ketusnya? Memang watak berarti!
Hot Chapters