Damian&Kimberly

Damian&Kimberly

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-27
Oleh:   Abigail Kusuma  Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
15Bab
154Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sebelum baca ini silakan baca lebih dulu Terpikat Pesona Paman Suamiku. Kisah Damian dan Kimberly belum usai, badai kerap datang di rumah tangga mereka, tetapi mereka mampu membuktikan bahwa sebesar apa pun masalah, mereka mampu untuk selalu bersama. Follow IG: abigail_kusuma95

Lihat lebih banyak

Bab terbaru

Pratinjau Gratis

Bab 1. S2. New Beginning

Tiga tahun berlalu … “Yeay! Mommy pulang! I’m so happy!” Diego melompat-lompat kegirangan melihat Kimberly sudah pulang dari kantor. Bocah laki-laki itu tampak gembira. Kedua tangannya sudah mengulur ke Kimberly, meminta Kimberly untuk menggendongnya. “My handsome baby, kau merindukan Mommy, hm?” Kimberly menggendong putranya, dan menghujani pipi bulat putranya itu dengan kecupan bertubi-tubi. Dia memeluk putranya dengan erat. Pun Diego membalas pelukan Kimberly tak kalah erat. Bocah laki-laki itu memberikan kecupan di pipi Kimberly. “Yes, Mommy. I miss you so much. Kapan Daddy pulang, Mommy?” Bibir Diego tertekuk kala mengingat ayahnya belum juga pulang. Raut wajahnya menunjukkan jelas bahwa bocah laki-laki itu sangat merindukan Damian. “Diego sudah menanyakan kapan Damian pulang lebih dari seratus kali padaku, Kim. Aku bisa menjawab kapan kau pulang, tapi hal yang tersulit adalah menjawab kapan Damian pulang,” sambung Carol yang sejak tadi ada di sana. Hari ini Carol menjaga Di...

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen

Tidak ada komentar
15 Bab
Bab 1. S2. New Beginning
Tiga tahun berlalu … “Yeay! Mommy pulang! I’m so happy!” Diego melompat-lompat kegirangan melihat Kimberly sudah pulang dari kantor. Bocah laki-laki itu tampak gembira. Kedua tangannya sudah mengulur ke Kimberly, meminta Kimberly untuk menggendongnya. “My handsome baby, kau merindukan Mommy, hm?” Kimberly menggendong putranya, dan menghujani pipi bulat putranya itu dengan kecupan bertubi-tubi. Dia memeluk putranya dengan erat. Pun Diego membalas pelukan Kimberly tak kalah erat. Bocah laki-laki itu memberikan kecupan di pipi Kimberly. “Yes, Mommy. I miss you so much. Kapan Daddy pulang, Mommy?” Bibir Diego tertekuk kala mengingat ayahnya belum juga pulang. Raut wajahnya menunjukkan jelas bahwa bocah laki-laki itu sangat merindukan Damian. “Diego sudah menanyakan kapan Damian pulang lebih dari seratus kali padaku, Kim. Aku bisa menjawab kapan kau pulang, tapi hal yang tersulit adalah menjawab kapan Damian pulang,” sambung Carol yang sejak tadi ada di sana. Hari ini Carol menjaga Di
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya
Bab 2. S2. New Beginning II
Los Angeles, California, New York, USA. Fargo membuka kaca mata hitamnya, meletakan kaca matanya itu ke saku jas, dan melangkahkan kaki tegas menuju mobil yang telah menjemputnya di lobby bandara. Ya, dia telah tiba di Los Angeles. Tiga tahun dirinya meninggalkan kota di mana dirinya lahir dan dibesarkan membuat Fargo merindukan kota ini. Kota yang menyimpan jutaan memori di masa lalu yang tak akan mungkin terlupakan. Namun, meski demikian tetap saja Fargo tak mau terus terusan mengingat apa yang sudah berlalu. Selama tiga tahun Fargo meninggalkan kota ini, dia terlalu fokus pada pekerjaannya. Bahkan dia tak dekat dengan wanita manapun. Tujuannya meninggalkan Los Angeles, karena pria itu ingin fokus pada diri sendiri. Tak mau memikirkan apa yang sudah terjadi. Berdamai dengan kenyataan tak mudah. Satu-satunya yang dia lakukan adalah menyibukan diri. “Silakan, Tuan.” Gene membukakan pintu mobil untuk Fargo kala tuannya sudah tiba di lobby bandara. Pun tanpa mengatakan sepatah kata,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya
Bab 3. S2. Meet Again 
“F-Fargo?” Mata Carol melebar terkejut melihat sosok pria yang ada di hadapannya ini Fargo. Wait! Fargo ada di Amsterdam. Tidak mungkin pria itu ada di hadapannya. Sial! Pasti dirinya salah mengenali seseorang. Carol menepis pikirannya, meyakinkan pada dirinya sendiri pasti dirinya ini salah. Tidak mungkin sosok pria yang di depannya ini adalah Fargo. Carol yakin ada yang tidak beres dengan otaknya itu.“Kenapa kau selalu membuat masalah, Carot!” suara geraman khas pria di depannya itu membuat Carol menyadari bahwa otaknya tidaklah salah. Ditambah nama paggilan ‘Carot’ yang hanya dipanggil dari mulut pria menyebalkan membuat Carol langsung sadar siapa sosok pria yang ada di depannya itu. Buru-buru, Carol menjauh dari pria itu. Beruntung injakan kakinya kuat di lantai. Jika tidak, maka sudah pasti Carol bisa saja kembali nyaris tersungkur. Oh, Hell! Betapa ceroboh dirinya. Napas Carol berembus panjang, berusaha untuk tenang seolah tak terjadi masalah apa pun. “Kau, Fargo, kan?” Ini
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya
Bab 4. S2. Fargo’s Arrival 
“Daddy … Mommy … look at me … aku hebat, kan?” Diego berseru kala mengendarai mobil kecilnya di ruang khusus bermain. Bocah laki-laki itu tampak kegirangan kala bisa mengendarai mobil kecilnya dengan lancar. Ruang bermain Diego sangat besar. Jadi, tak heran jika Diego bisa leluasa mengendarai mobil mininya itu. Pun saat ini Kimberly dan Damian tak lagi tinggal di penthouse. Sekitar dua tahun lalu, Kimberly dan Damian memutuskan tinggal di mansion. Mereka sama-sama menyadari, Diego sangat aktif. Penthouse tak terlalu besar untuk mereka tempati. “Ya, Sayang, kau hebat, tapi pelan-pelan. Kau baru saja selesai makan. Nanti kau muntah kalau langsung mengebut seperti itu,” tegur Kimberly mengingatkan Diego. Putra kecilnya itu baru saja selsai disuapi makan steak olehnya. Memang, kebiasaan Diego setiap kali selesai makan adalah bermain. Apalagi Diego sangat menyukai mobil. “Oke, Mommy. Tenang saja. Aku pintar, Mommy,” jawab Diego riang. Dua pengasuh Diego sudah berjaga-jaga menjaga Diego
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya
Bab 4. S2. Troublesome Woman
“Sayang, hari ini kau pulang jam berapa?” Kimberly membantu memakaikan dasi di leher sang suami, menepuk-nepuk pelan dada bidang suaminya itu kala dasi sudah terpasang sempurna. Seperti biasa setiap pagi, Kimberly selalu membantu sang suami untuk bersiap-siap ke kantor. “Mungkin sedikit terlambat. Aku memiliki meeting penting hari ini, Kim. Kau sendiri bagaimana? Jam berapa kau pulang?” Damian menarik dagu Kimberly, mencium dan melumat lembut bibir istrinya itu. “Aku pulang sore, Sayang. Jam tiga sore nanti pasti aku sudah pulang.” Kimberly melingkarkan tangannya ke leher Damian. Merapatkan tubuhnya ke tubuh sang suami. “Diego nanti pulang jam berapa?” tanya Damian sambil memeluk pinggang istrinya itu. Tadi jam tujuh pagi, Diego sudah lebih dulu berangkat sekolah. Diego berangkat lebih awal, karena bocah laki-laki itu memiliki jadwal kelas lebih pagi. “Sepertinya Diego akan menginap di rumah orang tuaku. Diego ingin bermain dengan Ben. Orang tuaku juga merindukan Diego. Tidak apa-
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya
Bab 6. S2. Troublesome Woman II 
“Berengsek!” Fargo mengumpat dalam hati kala sudah selesai mengganti pakaiannya dengan kaus bersih. Tampak tatapan Fargo menatap kesal dan penuh emosi pada Carol yang masih meracau akibat mabuk. Saat ini Carol berbaring di ranjang dan mengatakan hal-hal sembarangan layaknya orang mabuk. Ya, dengan terpaksa Fargo membawa Carol pergi ke apartemen pribadinya. Fargo tak memiliki pilihan lain, karena jika dirinya melepas Carol, maka bisa jadi masalah baru akan timbul. “Menyusahkan sekali wanita ini!” Fargo ingin menghubungi siapa pun kontak nama yang ada di ponsel Carol, agar segera membawa Carol pergi menjauh darinya. Akan tetapi entah kenapa Fargo tak bisa melakukan itu. Seperti ada magnet kuat yang mencegah dirinya. Apalagi ketika melihat Carol yang tampak seperti sangat putus asa. Fargo memejamkan mata singkat. Berusaha mengatasi segala emosi yang terbendung dalam dirinya. Tujuan Fargo ke kelab malam karena ingin menenangkan pikiran yang belakangan ini lelah dengan pekerjaannya. Nam
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-26
Baca selengkapnya
Bab 7. S2. Troublesome Woman III
Carol mondar mandir tidak jelas di dalam kamar mandi. Wajah cantik wanita itu sudah seperti kepiting rebus akibat menahan malu. Sudah lima belas menit lalu dia selesai membersihkan diri, tapi tetap Carol tak kunjung keluar dari kamar mandi. Benaknya sejak tadi memikirkan tentang kebodohannya yang kelepasan bicara. Bagaimana bisa dirinya malah memberi tahu Fargo tentang ukuran dadanya? Astaga! Benar-benar sangat bodoh! Memalukan! Carol mendengkus seraya mengumpati dirinya sendiri. Jika sudah seperti ini, sama saja dengan mempermalukan diri. Perlahan, dia memejamkan mata sebentar, mengambil napas dalam-dalam dan mengembuskan perlahan. Hal yang paling menbuatnya kesal pada dirinya adalah kerap kelepasan bicara. Alhasil, sekarang dirinya sendiri yang malu. Akan tetapi, Carol tak bisa memungkiri bahwa dia berterima kasih pada Fargo yang sudah menyelamatkannya. Entah, bagaimana nasibnya kalau sampai Fargo meninggalkannya seorang diri di kelab malam. Memang, dia akui tadi malam dirinya mab
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-26
Baca selengkapnya
Bab 8. S2. Awkwardness
“Turunlah. Mobilmu pasti sudah ada di halaman parkir kantormu. Tadi pagi aku sudah meminta asistenku mengantarkan mobilmu.” Fargo berucap dengan nada dingin kala pria itu sudah mengantarkan Carol tepat di lobby perusahaan Carol. Ya, tadi pagi-pagi sekali, dia sudah meminta asistennya mengambil mobil Carol yang masih terparkir di kelab malam, mengantarkan ke halaman parkir kantor Carol. “Terima kasih sudah membantuku,” jawab Carol dengan nada yang sama persis seperti Fargo. Dingin dan acuh. Paling tidak, Carol sekarang tak memiliki beban utang budi. Memasak untuk Fargo sudah sebagai bentuk balas budi. Meski rasa masakannya pas-pasan, tapi tetap masih bisa dimakan. “Anyway, besok aku akan ke kantormu. Pamanku sudah memberikan kontrak revisi yang paling terbaru. Aku tidak akan lama di kantormu. Jadi kau jangan mempersulitku meminta revisi kontrak kerja sama lagi.” Carol menoleh, menatap Fargo. Tatapan Carol menatap jengkel dan tersirat kesal pada Fargo. Ingatannya langsung tergali aka
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-26
Baca selengkapnya
Bab 9. S2. Awkwardness II 
Carol menjadi kikuk dan tak tahu bagaimana harus bersikap kala melihat pemandangan di depan mata. Pemandangan di mana yang mengusik ketenangan jiwa dan raga. Entah, dia tak mengerti pada dirinya sendiri. Namun, andai Carol tahu Fargo sedang sibbuk bermesraan dengan wanita lain, maka dia tak akan masuk ke dalam. Sungguh, dia merasa dirinya sekarang terjebak dan sulit untuk menghindar. ‘Kenapa aku harus ada di kondisi begini?’ geram Carol kesal dalam hati. Ingin rasanya Carol pergi, tapi kaki wanita itu seakan telah tertanam di lantai—membuatnya kesulitan dalam bergerak. Fargo melihat Carol yang berdiri di ambang pintu. Raut wajahnya dingin dan tampak menahan rasa kesal. Detik selanjutnya, dia melepas paksa pelukan seorang wanita—yang memeluk dirinya bertepatan dengan Carol membuka pintu ruang kerjanya. Pun dia tak pernah mengira kalau wanita di hadapannya itu memeluk dirinya secara tiba-tiba. “Pulanglah, Eldora. Aku sibuk,” ucap Fargo dingin, mengusir wanita bernama Eldora. Fargo ta
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-26
Baca selengkapnya
Bab 10. S2. Party 
Carol menenggak wine di tangannya hingga tandas. Entah kenapa mood-nya benar-benar dalam keadaan yang tidak baik. Dia ingin sekali tak datang di jamuan makan malam yang diadakan perusahaan Damian, tapi dia tak enak pada Kimberly kalau sampai tidak datang. Mau tak mau, dia memilih untuk datang karena sudah terlanjur berjanji. Carol menyandarkan punggungnya di sofa, mengambil bantal kecil dan memeluknya. Merasa sedikit bosan, dia mengambil remote televisi, dan langsung menghidupkan. Namun, di kala baru saja televisi dihidupkan, tatapannya menatap lekat penyiar berita yang tengah memberitakan sesuatu. *Kabar sore ini datang dari Fargo Jerald, mantan suami Kimberly Darrel ini sudah lagi terlihat di Los Angeles. Banyak paparazzi yang diam-diam mengambil gambar Fargo Jerald. Sampai detik ini, Fargo Jerald masih belum memiliki pengganti Kimberly Darrel. Tampaknya Fargo Jerald masih belum mau memulai sebuah hubungan.* Carol mematikan siaran berita itu. Tujuan Carol melihat televisi adalah
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-26
Baca selengkapnya
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status