Kekuatan Super Si Satpam Biasa

Kekuatan Super Si Satpam Biasa

Oleh:  Jose AlatasBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
Belum ada penilaian
50Bab
476Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Seluar biasa apa kehidupan seseorang jika memiliki sepasang mata yang bisa menembus segalanya? Saksikan perjalanan sang tokoh utama yang seolah memasang cheat dalam hidupnya. Dia menikmati kemewahan bersama para wanita cantik, melangkah di puncak dunia, dan meraih kekayaan serta kemakmuran.

Lihat lebih banyak

Bab terbaru

Pratinjau Gratis

Bab 1

Malam hari, Kota Jouston.Pukul sepuluh malam, di sebuah tempat hiburan bernama Kelab Emperor yang terletak di Jalan Lingkar Barat, Distrik Korso. Terdengar suara rintihan yang bersahut-sahutan, bercampur dengan teriakan marah.Namun, karena suara musik dari dalam ruangan sangat keras, suara-suara itu tidak terdengar jelas.Saat itu juga, seorang pria bertubuh besar dengan tinggi sekitar 180 cm sedang mondar-mandir di luar ruangan tersebut. Wajahnya muram dan dia sedang bergumam sendiri.Nama pria itu adalah Rio Mahatma, seorang satpam di sebuah bar yang jaraknya sekitar 500 meter dari tempat hiburan ini."Nggak mungkin! Medelyn sangat mencintaiku, dia bukan orang seperti itu .... Ini pasti cuma lelucon."Alis Rio mengernyit. Beberapa kali dia ingin mendorong pintu, tetapi setiap kali tangannya sudah terulur setengah jalan, dia menariknya kembali.Sekitar satu jam yang lalu, satpam Kelab Emperor bernama Devon mengirim pesan lewat WhatsApp, katanya dia melihat Medelyn di tempat ini dan ...

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen

Tidak ada komentar
50 Bab
Bab 1
Malam hari, Kota Jouston.Pukul sepuluh malam, di sebuah tempat hiburan bernama Kelab Emperor yang terletak di Jalan Lingkar Barat, Distrik Korso. Terdengar suara rintihan yang bersahut-sahutan, bercampur dengan teriakan marah.Namun, karena suara musik dari dalam ruangan sangat keras, suara-suara itu tidak terdengar jelas.Saat itu juga, seorang pria bertubuh besar dengan tinggi sekitar 180 cm sedang mondar-mandir di luar ruangan tersebut. Wajahnya muram dan dia sedang bergumam sendiri.Nama pria itu adalah Rio Mahatma, seorang satpam di sebuah bar yang jaraknya sekitar 500 meter dari tempat hiburan ini."Nggak mungkin! Medelyn sangat mencintaiku, dia bukan orang seperti itu .... Ini pasti cuma lelucon."Alis Rio mengernyit. Beberapa kali dia ingin mendorong pintu, tetapi setiap kali tangannya sudah terulur setengah jalan, dia menariknya kembali.Sekitar satu jam yang lalu, satpam Kelab Emperor bernama Devon mengirim pesan lewat WhatsApp, katanya dia melihat Medelyn di tempat ini dan
Baca selengkapnya
Bab 2
Sambil terus berbicara, Fathian merangkul leher Medelyn dan melangkah keluar dengan penuh kemenangan."Medelyn!" Rio akhirnya tak bisa menahan diri lagi dan meraung dengan suara penuh amarah.Benarkah Medelyn setega itu? Apakah semua kenangan indah mereka dulu hanyalah kepalsuan? Atau ... mungkinkah Medelyn sebenarnya sedang diancam?Tubuh Medelyn sedikit tersentak, lalu dia menoleh ke belakang perlahan. Sementara itu, di sisi lain, Fathian menatap Rio dengan senyum sinis.Medelyn menarik napas panjang, lalu berkata, "Rio, sebenarnya aku sudah lama ingin mengakhiri hubungan kita. Kita nggak punya masa depan.""Kamu ... kamu ... kamu kira kamu punya masa depan sama dia?" Tubuh Rio gemetar saking marahnya.Saat itu juga, entah air mata atau darah yang mengalir pelan dari sudut matanya. Pandangan Rio bahkan terlihat buram."Aku nggak tahu!" Medelyn menggeleng. "Tapi yang dia berikan padaku itu, sesuatu yang nggak bisa kamu bayangkan. Sesuatu yang nggak akan bisa kamu penuhi seumur hidup."
Baca selengkapnya
Bab 3
Saat itu, kedua pria bertopi yang berada di dalam ruangan sudah berhenti mengacak-acak barang.Salah satu dari mereka duduk di sofa sambil merokok, sementara yang satunya menodongkan pisau ke leher wanita tersebut dan memaksanya mengatakan sesuatu.Rio menelan ludah. Lawannya dua orang bersenjata pisau, sementara dirinya hanya membawa pentungan karet. Jelas ini bukan pertarungan yang seimbang.Namun saat itu juga, Rio melihat ujung pisau si penjahat telah menggores kulit leher wanita itu. Tetesan darah mulai mengalir keluar.Karena situasi saat ini sudah genting, Rio tidak bisa menunggu lagi. Dia langsung menepuk pintu keras-keras."Duk duk duk!"Jam dua pagi adalah waktu yang sangat sunyi. Suara ketukan itu langsung membuat kedua penjahat dan wanita yang disandera itu terkejut setengah mati. Bahkan Rio sendiri pun sangat tegang. Telapak tangannya dan keningnya dipenuhi butiran-butiran keringat.Sesuai dugaannya, penjahat yang memegang pisau langsung terperanjat. Penjahat lainnya yang
Baca selengkapnya
Bab 4
Gerakan wanita cantik itu sangat cepat dan presisi. Di saat Rio masih belum mengerti bagaimana dia melakukan semua itu, keempat lengan kedua penjahat itu telah mengalami dislokasi karenanya. Kedua penjahat itu hampir saja pingsan karena kesakitan.Sementara itu, Rio juga bergidik melihatnya. Tetangga cantiknya ini benar-benar kejam!"Anu, itu ... perlu lapor polisi nggak?" tanya Rio dengan hati-hati.Wanita itu langsung tertawa, "Nggak usah, nanti ada yang urus mereka." Setelah itu, dia kembali bertanya dengan jahil, "Kamar mandi rumahmu bocor?""Ng ... nggak.""Lalu kenapa kamu bisa tahu rumahku ada penjahat?" tanya tetangga wanita itu dengan penasaran."Aku ... aku ... cuma kebetulan melihatnya. Aku lihat mereka naik ke lantai atas dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Terus, aku lihat mereka masuk ke rumahmu.""Oh." Wanita itu tampak setengah percaya. Namun, saat melihat reaksi Rio yang gugup, dia kembali tertawa, "Nggak usah gugup, semuanya sudah baik-baik saja. Terima kasih atas b
Baca selengkapnya
Bab 5
Sebuah sikat gigi kini melayang di depan Rio, bergerak ke kiri dan ke kanan di udara. Tubuh Rio bergetar karena terlalu bersemangat.Saat tetangganya hampir menginjak sabun tadi, entah mengapa gerakan refleksnya bisa menendang sabun itu dari jarak jauh. Karena itulah, setelah mengalihkan pandangannya dari lantai atas, Rio langsung mulai bereksperimen.Begitu dicoba, ternyata dia benar-benar bisa mengendalikan benda dari jarak jauh. Dengan memusatkan perhatiannya saat menatap benda tersebut, sikat gigi itu bisa melayang mengikuti arah pandangan matanya.Dalam radius 20 meter, dia bisa membuat sikat gigi melayang dan bergerak ke mana pun yang diinginkannya.Namun kekuatan ini tetap memiliki batasan. Misalnya, dia bisa mengendalikan gelas kosong, tapi ketika gelas itu berisi air, maka benda tersebut tidak bisa bergerak. Terlalu berat dan energinya cepat terkuras.Meski begitu, Rio tetap merasa sangat bersemangat dan tidak bisa berhenti bereksperimen. Dia mencoba berbagai benda kecil satu
Baca selengkapnya
Bab 6
Rio baru saja menyalakan mesin mobil. Namun, seketika dia melihat Medelyn muncul di depan kap mobil bagaikan hantu.Rio mengatakannya mirip hantu karena Medelyn mengenakan riasan tebal sebelumnya. Namun, setelah disiksa semalaman, riasannya jadi luntur dan di bawah matanya tampak garis-garis hitam yang mengerikan.Sejujurnya saja, Medelyn memang menarik secara fisik. Tinggi badannya 168 cm, tubuhnya ramping, dan dengan sepatu hak tinggi, dia terlihat seperti wanita berkaki jenjang. Namun ketika Rio melihatnya lagi, yang muncul di dalam hatinya hanyalah rasa jijik dan muak.Aulia juga melihat gadis yang berdiri di depan mobil itu. Saat hendak menurunkan kaca jendela untuk berbicara, gadis itu lebih dulu meletakkan tangan di pinggang dan menunjuk Rio sambil berteriak, "Rio! Turun kamu!"Nada bicaranya begitu arogan, seakan-akan menangkap basah pasangan yang berselingkuh di tempat kejadian. Tatapannya menusuk, terutama saat melirik ke arah Aulia dengan penuh kebencian dan penghinaan.Auli
Baca selengkapnya
Bab 7
"Fathian, coba saja sentuh dia kalau berani?"Begitu Aulia selesai menelepon dan membalikkan badan, dia langsung melihat Fathian berlari ke arah mereka.Namun saat Aulia buka suara, langkah Fathian yang tadinya garang langsung terhenti. Dua orang anak buahnya yang mengikuti dari belakang pun ikut terdiam di tempat. Dua tongkat bisbol yang mereka bawa, terlepas begitu saja dan terjatuh ke tanah.Sementara itu, Medelyn yang tadi sepertinya tidak mendengar perkataan Aulia, langsung bangkit dan berlari ke pelukan Fathian.Air matanya mengalir deras saat dia mengadu, "Pak Fathian, perempuan jalang itu yang menamparku. Lihat ... lihat wajahku sampai bengkak begini.""Pak Fathian, kamu harus balas dendam untukaku. Jangan biarkan pasangan berengsek ini lolos begitu saja."Mendengar hal itu, Fathian seperti baru tersadar. Seketika, dia mengangkat tangannya dan menampar wajah Medelyn sekeras-kerasnya dengan segenap kekuatannya. Tamparan itu membuat Medelyn berputar, lalu jatuh terjerembap ke tan
Baca selengkapnya
Bab 8
"Kak Aulia, penjahat semalam ... apa mereka dikirim sama pria tua tadi?" tanya Rio di dalam mobil.Saat itu Aulia sedang menyetir dan Rio duduk di kursi penumpang depan. Dia masih memikirkan ucapan Aulia saat di restoran, lalu memberanikan diri menebak, mungkin penjahat semalam memang ada hubungannya dengan Pak Tambun tadi.Aulia tersenyum. "Eh, lumayan juga otaknya.""Tapi si Tambun itu cuma pion kecil." Aulia tertawa ringan."Kalau begitu ... kenapa dia mau membunuhmu?" tanya Rio tak paham."Urusan bisnis," jawab Aulia singkat.Sambil bicara, dia memarkirkan mobil di pinggir jalan. Matanya sesekali melirik ke kaca spion dalam."Aku tadinya mau ajak kamu jalan-jalan ke pemandian air panas, naik gunung, dan semacamnya .... Tapi sepertinya hari ini nggak bisa. Besok saja ya. Besok pagi, tunggu aku di rumahmu.""Oke ...." Rio menggaruk kepala, sepertinya Aulia sedang menyuruhnya turun.Namun, saat dia sudah membuka pintu mobil dan satu kakinya keluar, dia tiba-tiba berpikir sejenak, lalu
Baca selengkapnya
Bab 9
Sebenarnya, saat itu Rio sudah tidak mendengar apa yang dikatakan Aulia lagi. Karena kedekatan Aulia yang begitu berani telah membuat pikirannya kacau balau. Harus diakui, pesona Aulia benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan Medelyn. Dari sisi tubuh dan aura yang dimilikinya, Aulia jelas jauh di atas Medelyn.Selain itu, Aulia memancarkan aura yang sangat dewasa. Apalagi saat ini mereka sedang berendam bersama di kolam air panas. Aulia tidak perlu menunduk sekalipun, Rio sudah bisa melihat jelas lekuk tubuhnya yang menggoda.Ditambah aroma parfum yang samar dari tubuh Aulia, bercampur dengan harum kelopak mawar di air.Jangankan Rio, bahkan pertapa pun mungkin akan goyah!Rio merasa panas di bagian perut semakin membara, kepalanya pun berdenyut tak karuan. Aulia masih berbicara, tapi Rio sudah tidak mendengar sepatah kata pun.Namun, tepat saat dia larut dalam momen yang penuh godaan itu, tiba-tiba pintu Paviliun Foniks didobrak keras dari luar. Belum sempat Rio bereaksi, Aulia lang
Baca selengkapnya
Bab 10
Malam pun tiba. Setelah pulang ke rumah dan mengganti seragam satpam, Rio langsung menuju ke Bar TOP. Dia tidak makan siang dan untuk makan malam pun dia hanya menyantap mie instan.Bar TOP memiliki sepuluh orang satpam. Namun, di zaman sekarang, pekerjaan satpam sangat berbeda dengan dua atau tiga dekade lalu. Kalau dulu, satpam di tempat hiburan malam itu identik dengan tukang jaga preman yang suka berkelahi, bahkan tak jarang terlibat dalam kegiatan ilegal.Sekarang, tugas satpam di tempat hiburan hanya sebatas menjaga ketertiban. Kalaupun ada tamu mabuk yang berbuat onar, barulah mereka turun tangan.Faktanya, ada banyak bar berskala besar yang menyerahkan urusan keamanannya kepada perusahaan jasa keamanan. Jadi, di kota-kota besar, perusahaan jasa keamanan dan manajemen properti sangat marak.Namun, Rio tidak begitu disukai di tim keamanan. Alasannya karena kakak sepupunya. Kakak sepupunya pernah berkelahi dengan kepala tim keamanan, kabarnya karena rebutan seorang wanita.Sejak s
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status