Share

Kekuatan Super Si Satpam Biasa
Kekuatan Super Si Satpam Biasa
Author: Jose Alatas

Bab 1

Author: Jose Alatas
Malam hari, Kota Jouston.

Pukul sepuluh malam, di sebuah tempat hiburan bernama Kelab Emperor yang terletak di Jalan Lingkar Barat, Distrik Korso. Terdengar suara rintihan yang bersahut-sahutan, bercampur dengan teriakan marah.

Namun, karena suara musik dari dalam ruangan sangat keras, suara-suara itu tidak terdengar jelas.

Saat itu juga, seorang pria bertubuh besar dengan tinggi sekitar 180 cm sedang mondar-mandir di luar ruangan tersebut. Wajahnya muram dan dia sedang bergumam sendiri.

Nama pria itu adalah Rio Mahatma, seorang satpam di sebuah bar yang jaraknya sekitar 500 meter dari tempat hiburan ini.

"Nggak mungkin! Medelyn sangat mencintaiku, dia bukan orang seperti itu .... Ini pasti cuma lelucon."

Alis Rio mengernyit. Beberapa kali dia ingin mendorong pintu, tetapi setiap kali tangannya sudah terulur setengah jalan, dia menariknya kembali.

Sekitar satu jam yang lalu, satpam Kelab Emperor bernama Devon mengirim pesan lewat WhatsApp, katanya dia melihat Medelyn di tempat ini dan bahkan berada di ruangan ini!

Padahal, jelas-jelas tadi malam Medelyn bilang bahwa dia lembur di kantor!

Rio tidak percaya dengan ucapan Devon, bahkan memakinya habis-habisan. Setelah melampiaskan kemarahannya, Rio mencoba menelepon Medelyn, tapi tidak dijawab. Dia telah menelepon puluhan kali, tetapi tetap tidak diangkat.

Karena panik, Rio menelepon ke kantor tempat Medelyn bekerja untuk memastikan. Jawaban yang didapatkannya membuat hatinya hancur. Departemen tempat Medelyn bekerja sudah lama tutup. Malam ini tidak ada lembur sama sekali!

Kini, kepala Rio terasa kosong. Batinnya berkecamuk dan diliputi dilema. Dia tidak tahu apa yang akan dilihatnya setelah membuka pintu itu. Namun, dia tetap bersikeras dalam hatinya bahwa Medelyn bukan wanita seperti itu ....

"Benar, dia bukan orang seperti itu! Aku mengenalnya. Devon pasti salah lihat. Dia nggak ada di dalam!" Rio menarik napas dalam-dalam, seolah memberi dorongan untuk dirinya sendiri, lalu akhirnya mengulurkan tangan untuk mendorong pintu di depannya.

Saat ini, dia meyakinkan dirinya sendiri, jika pintu ini terbuka dan ternyata Medelyn tidak ada di dalam, dia akan langsung pulang dan takkan pernah lagi meragukannya. Hubungan sebagai pasangan butuh kesetiaan dan kepercayaan. Tanpa kepercayaan, mana mungkin bisa hidup bersama sampai tua?

Ketika pintu ruangan perlahan terbuka, Rio pun mendengar suara penuh gairah yang tidak asing.

"Papa ... Papaku yang baik ...."

Mengikuti arah suara itu, Rio menatap ke dalam ruangan yang remang-remang dengan saksama. Tampak seorang wanita cantik bertubuh tinggi semampai dan berambut kuncir dua, sedang berlutut di atas sofa sambil memainkan peran.

Mulutnya terus-menerus mengeluarkan kata-kata cabul dan memohon-mohon dengan suara menggoda. Siapa lagi kalau bukan Medelyn?

Wajah Rio langsung memucat. Lututnya lemas dan mulutnya gemetaran tanpa henti. Melihat pemandangan di hadapannya, kepalanya sontak terasa pusing dan darahnya seolah-olah mendidih.

Tanpa berpikir panjang, dia langsung menerjang ke arah pasangan itu. Tangannya pun refleks meraih sebotol bir di meja dan bersiap menghajar pasangan itu sampai puas. Walau dia tahu bahwa membunuh itu melanggar hukum, saat ini tak ada seorang pun yang bisa menghentikan Rio.

Seperti yang sering kita dengar dari naskah drama TV, "Kalau anak muda nggak gampang naik darah, memangnya masih bisa disebut anak muda?"

Apalagi sekarang, Rio benar-benar diselingkuhi.

Pasangan itu terkejut saat Rio tiba-tiba menerobos masuk. Medelyn yang tadi masih merintih dan merayu, langsung mematung di tempat. Saat Rio masuk, dia langsung mengenali sosok pacarnya sendiri.

Wajahnya yang merah merona langsung berubah pucat pasi dan dia buru-buru melambaikan tangan ke arah Rio untuk memberi isyarat agar cepat pergi.

"Rio, kenapa kamu di sini? Taruh itu, cepat keluar ...."

Namun, Rio sudah terbakar amarah, pikirannya kosong karena tersulut emosi. Mana bisa dia mendengar teriakan dan tangisan Medelyn?

Saat ini, dia hanya ingin menghabisi kedua orang ini!

Namun, tepat ketika dia menerjang ke depan, bayangan seseorang tiba-tiba melintas di hadapannya dan Rio langsung mendapat tendangan keras di perut.

Saat mereka duduk di sudut tadi, Rio hanya bisa melihat pacarnya bersama seorang pria. Mana mungkin dia masih sempat memperhatikan ada orang lain di sana?

Begitu Rio menunduk karena kesakitan, sebuah botol bir langsung menghantam wajahnya, tepat di antara tulang hidung dan pelipis.

Darah hangat langsung mengucur dari dahinya dan Rio langsung merasa pusing seketika. Dia pun jatuh terjerembab ke lantai dengan keras.

"Buat kesal saja, kutendang kau sampai mati!" maki pria yang sedang bermain peran dengan Medelyn tadi sambil menendang kepala Rio dengan keras.

"Hentikan! Kalian mau ngapain?"

Tepat saat itu, Devon menerobos masuk dan mendorong pria yang memukul Rio, lalu segera menarik Rio berdiri.

Wajah Rio berlumuran darah. Beberapa pecahan kaca menancap di kulitnya sehingga membuat wajahnya tampak bengis dan menyeramkan. Pada saat bersamaan, beberapa satpam lain juga langsung masuk dan buru-buru menenangkan situasi.

"Apa maksud kalian? Berani-beraninya Kelab Emperor mukul tamu?" Pria yang menendang Rio, berbicara sambil mengenakan celananya. "Mana Radhika? Suruh dia ke sini!"

Medelyn pun buru-buru mengenakan pakaiannya. Dia benar-benar merasa sangat malu.

"Eh? Bukannya ini Pak Fathian? Tadi aku sudah dengar suaramu dari lorong." Tiba-tiba, seorang pria paruh baya melangkah cepat masuk ke ruangan.

Fathian kini sudah selesai berpakaian. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan mengisapnya dalam-dalam, lalu menunjuk ke arah Rio sambil berkata lantang, "Apa-apaan ini? Aku lagi bersenang-senang, tiba-tiba anak ini masuk dan langsung menyerangku. Kelab Emperor ini sudah nggak mau beroperasi lagi ya?"

"Pak Fathian, tenang dulu ... jangan marah ...." Radhika mengernyitkan dahi sambil melirik ke arah Rio yang wajahnya berlumuran darah, lalu menoleh ke Devon. "Ada apa ini? Dari mana datangnya orang ini?"

Devon melirik sekilas ke arah Medelyn, lalu menjawab dengan sopan, "Pak Radhika, dia ini pacarnya wanita itu."

Medelyn langsung ketakutan. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar hebat karena panik.

"Persetan, aku nggak peduli siapa dia. Pokoknya nggak boleh ganggu aku bersenang-senang!" ucap Fathian sambil menyilangkan kaki dengan ekspresi angkuh.

Radhika akhirnya memahami situasinya. Fathian tidur dengan pacar orang dan saat pacarnya itu datang untuk membuat perhitungan, Fathian malah memukul orang itu.

Radhika merasa lelah. Anak muda yang babak belur ini memang sedang sial. Fathian memiliki latar belakang yang luar biasa kuat, bahkan Radhika sendiri juga tidak berani menyinggungnya.

"Pak Fathian, begini saja ... kamu sudah mukul dan marahin dia. Gimana kalau tagihanmu malam ini kami gratiskan?"

"Sialan, apa aku kelihatan seperti orang kekurangan uang?" maki Fathian. Namun, sepertinya amarahnya sudah mulai reda.

Fathian melangkah ke arah Rio, lalu berdiri di depannya dan berkata dengan sinis, "Bocah, kamu nggak cari tahu dulu siapa aku? Berani-beraninya menyerangku? Dengar baik-baik, malam ini aku memang tidur sama pacarmu. Terus kenapa? Kamu bisa apa? Dan sebentar lagi aku akan lanjut lagi!"

"Kubunuh kamu!" teriak Rio sambil berusaha bangkit dan ingin menerjang ke arah Fathian.

Namun, Devon memeluk tubuh Rio erat-erat dan tidak membiarkannya bergerak.

"Haha, bunuh? Kamu punya nyali?" Fathian tertawa, lalu memaki, "Dasar bodoh!"

Setelah itu, dia menoleh ke arah Medelyn dan berkata dengan nada menjijikkan, "Ayo, kita lanjut ke hotel. Panggil aku papa lagi ya."

Ucapan itu membuat Medelyn terdiam sejenak. Radhika, Devon, dan yang lainnya juga tertegun.

Namun, tidak ada seorang pun yang buka suara.

Rio hanya bisa memandang Medelyn dengan tatapan kosong. Sementara itu, Medelyn tidak berani menatap Rio sama sekali. Dia hanya mengambil tas barunya dengan diam, lalu melangkah ke sisi Fathian.

"Hahaha ...." Fathian tertawa puas sambil mendongak dengan sombong. Dia memandang rendah ke arah Rio dan berkata, "Aku tahu kamu. Kamu cuma satpam rendahan, bukan? Gaji sebulanmu itu bahkan nggak cukup buat aku habiskan satu malam di sini."

"Dengar baik-baik, aku sampaikan secara resmi, Medelyn sekarang milikku. Kalau kamu berani mengganggunya lagi, akan kupatahkan kedua kakimu!"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 2

    Sambil terus berbicara, Fathian merangkul leher Medelyn dan melangkah keluar dengan penuh kemenangan."Medelyn!" Rio akhirnya tak bisa menahan diri lagi dan meraung dengan suara penuh amarah.Benarkah Medelyn setega itu? Apakah semua kenangan indah mereka dulu hanyalah kepalsuan? Atau ... mungkinkah Medelyn sebenarnya sedang diancam?Tubuh Medelyn sedikit tersentak, lalu dia menoleh ke belakang perlahan. Sementara itu, di sisi lain, Fathian menatap Rio dengan senyum sinis.Medelyn menarik napas panjang, lalu berkata, "Rio, sebenarnya aku sudah lama ingin mengakhiri hubungan kita. Kita nggak punya masa depan.""Kamu ... kamu ... kamu kira kamu punya masa depan sama dia?" Tubuh Rio gemetar saking marahnya.Saat itu juga, entah air mata atau darah yang mengalir pelan dari sudut matanya. Pandangan Rio bahkan terlihat buram."Aku nggak tahu!" Medelyn menggeleng. "Tapi yang dia berikan padaku itu, sesuatu yang nggak bisa kamu bayangkan. Sesuatu yang nggak akan bisa kamu penuhi seumur hidup."

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 3

    Saat itu, kedua pria bertopi yang berada di dalam ruangan sudah berhenti mengacak-acak barang.Salah satu dari mereka duduk di sofa sambil merokok, sementara yang satunya menodongkan pisau ke leher wanita tersebut dan memaksanya mengatakan sesuatu.Rio menelan ludah. Lawannya dua orang bersenjata pisau, sementara dirinya hanya membawa pentungan karet. Jelas ini bukan pertarungan yang seimbang.Namun saat itu juga, Rio melihat ujung pisau si penjahat telah menggores kulit leher wanita itu. Tetesan darah mulai mengalir keluar.Karena situasi saat ini sudah genting, Rio tidak bisa menunggu lagi. Dia langsung menepuk pintu keras-keras."Duk duk duk!"Jam dua pagi adalah waktu yang sangat sunyi. Suara ketukan itu langsung membuat kedua penjahat dan wanita yang disandera itu terkejut setengah mati. Bahkan Rio sendiri pun sangat tegang. Telapak tangannya dan keningnya dipenuhi butiran-butiran keringat.Sesuai dugaannya, penjahat yang memegang pisau langsung terperanjat. Penjahat lainnya yang

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 4

    Gerakan wanita cantik itu sangat cepat dan presisi. Di saat Rio masih belum mengerti bagaimana dia melakukan semua itu, keempat lengan kedua penjahat itu telah mengalami dislokasi karenanya. Kedua penjahat itu hampir saja pingsan karena kesakitan.Sementara itu, Rio juga bergidik melihatnya. Tetangga cantiknya ini benar-benar kejam!"Anu, itu ... perlu lapor polisi nggak?" tanya Rio dengan hati-hati.Wanita itu langsung tertawa, "Nggak usah, nanti ada yang urus mereka." Setelah itu, dia kembali bertanya dengan jahil, "Kamar mandi rumahmu bocor?""Ng ... nggak.""Lalu kenapa kamu bisa tahu rumahku ada penjahat?" tanya tetangga wanita itu dengan penasaran."Aku ... aku ... cuma kebetulan melihatnya. Aku lihat mereka naik ke lantai atas dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Terus, aku lihat mereka masuk ke rumahmu.""Oh." Wanita itu tampak setengah percaya. Namun, saat melihat reaksi Rio yang gugup, dia kembali tertawa, "Nggak usah gugup, semuanya sudah baik-baik saja. Terima kasih atas b

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 5

    Sebuah sikat gigi kini melayang di depan Rio, bergerak ke kiri dan ke kanan di udara. Tubuh Rio bergetar karena terlalu bersemangat.Saat tetangganya hampir menginjak sabun tadi, entah mengapa gerakan refleksnya bisa menendang sabun itu dari jarak jauh. Karena itulah, setelah mengalihkan pandangannya dari lantai atas, Rio langsung mulai bereksperimen.Begitu dicoba, ternyata dia benar-benar bisa mengendalikan benda dari jarak jauh. Dengan memusatkan perhatiannya saat menatap benda tersebut, sikat gigi itu bisa melayang mengikuti arah pandangan matanya.Dalam radius 20 meter, dia bisa membuat sikat gigi melayang dan bergerak ke mana pun yang diinginkannya.Namun kekuatan ini tetap memiliki batasan. Misalnya, dia bisa mengendalikan gelas kosong, tapi ketika gelas itu berisi air, maka benda tersebut tidak bisa bergerak. Terlalu berat dan energinya cepat terkuras.Meski begitu, Rio tetap merasa sangat bersemangat dan tidak bisa berhenti bereksperimen. Dia mencoba berbagai benda kecil satu

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 6

    Rio baru saja menyalakan mesin mobil. Namun, seketika dia melihat Medelyn muncul di depan kap mobil bagaikan hantu.Rio mengatakannya mirip hantu karena Medelyn mengenakan riasan tebal sebelumnya. Namun, setelah disiksa semalaman, riasannya jadi luntur dan di bawah matanya tampak garis-garis hitam yang mengerikan.Sejujurnya saja, Medelyn memang menarik secara fisik. Tinggi badannya 168 cm, tubuhnya ramping, dan dengan sepatu hak tinggi, dia terlihat seperti wanita berkaki jenjang. Namun ketika Rio melihatnya lagi, yang muncul di dalam hatinya hanyalah rasa jijik dan muak.Aulia juga melihat gadis yang berdiri di depan mobil itu. Saat hendak menurunkan kaca jendela untuk berbicara, gadis itu lebih dulu meletakkan tangan di pinggang dan menunjuk Rio sambil berteriak, "Rio! Turun kamu!"Nada bicaranya begitu arogan, seakan-akan menangkap basah pasangan yang berselingkuh di tempat kejadian. Tatapannya menusuk, terutama saat melirik ke arah Aulia dengan penuh kebencian dan penghinaan.Auli

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 7

    "Fathian, coba saja sentuh dia kalau berani?"Begitu Aulia selesai menelepon dan membalikkan badan, dia langsung melihat Fathian berlari ke arah mereka.Namun saat Aulia buka suara, langkah Fathian yang tadinya garang langsung terhenti. Dua orang anak buahnya yang mengikuti dari belakang pun ikut terdiam di tempat. Dua tongkat bisbol yang mereka bawa, terlepas begitu saja dan terjatuh ke tanah.Sementara itu, Medelyn yang tadi sepertinya tidak mendengar perkataan Aulia, langsung bangkit dan berlari ke pelukan Fathian.Air matanya mengalir deras saat dia mengadu, "Pak Fathian, perempuan jalang itu yang menamparku. Lihat ... lihat wajahku sampai bengkak begini.""Pak Fathian, kamu harus balas dendam untukaku. Jangan biarkan pasangan berengsek ini lolos begitu saja."Mendengar hal itu, Fathian seperti baru tersadar. Seketika, dia mengangkat tangannya dan menampar wajah Medelyn sekeras-kerasnya dengan segenap kekuatannya. Tamparan itu membuat Medelyn berputar, lalu jatuh terjerembap ke tan

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 8

    "Kak Aulia, penjahat semalam ... apa mereka dikirim sama pria tua tadi?" tanya Rio di dalam mobil.Saat itu Aulia sedang menyetir dan Rio duduk di kursi penumpang depan. Dia masih memikirkan ucapan Aulia saat di restoran, lalu memberanikan diri menebak, mungkin penjahat semalam memang ada hubungannya dengan Pak Tambun tadi.Aulia tersenyum. "Eh, lumayan juga otaknya.""Tapi si Tambun itu cuma pion kecil." Aulia tertawa ringan."Kalau begitu ... kenapa dia mau membunuhmu?" tanya Rio tak paham."Urusan bisnis," jawab Aulia singkat.Sambil bicara, dia memarkirkan mobil di pinggir jalan. Matanya sesekali melirik ke kaca spion dalam."Aku tadinya mau ajak kamu jalan-jalan ke pemandian air panas, naik gunung, dan semacamnya .... Tapi sepertinya hari ini nggak bisa. Besok saja ya. Besok pagi, tunggu aku di rumahmu.""Oke ...." Rio menggaruk kepala, sepertinya Aulia sedang menyuruhnya turun.Namun, saat dia sudah membuka pintu mobil dan satu kakinya keluar, dia tiba-tiba berpikir sejenak, lalu

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 9

    Sebenarnya, saat itu Rio sudah tidak mendengar apa yang dikatakan Aulia lagi. Karena kedekatan Aulia yang begitu berani telah membuat pikirannya kacau balau. Harus diakui, pesona Aulia benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan Medelyn. Dari sisi tubuh dan aura yang dimilikinya, Aulia jelas jauh di atas Medelyn.Selain itu, Aulia memancarkan aura yang sangat dewasa. Apalagi saat ini mereka sedang berendam bersama di kolam air panas. Aulia tidak perlu menunduk sekalipun, Rio sudah bisa melihat jelas lekuk tubuhnya yang menggoda.Ditambah aroma parfum yang samar dari tubuh Aulia, bercampur dengan harum kelopak mawar di air.Jangankan Rio, bahkan pertapa pun mungkin akan goyah!Rio merasa panas di bagian perut semakin membara, kepalanya pun berdenyut tak karuan. Aulia masih berbicara, tapi Rio sudah tidak mendengar sepatah kata pun.Namun, tepat saat dia larut dalam momen yang penuh godaan itu, tiba-tiba pintu Paviliun Foniks didobrak keras dari luar. Belum sempat Rio bereaksi, Aulia lang

Latest chapter

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 50

    Pada pukul 13.30, Rio dan Cheryl bertemu di hotel yang terletak di luar pusat pameran. Cheryl memakai masker dan kacamata hitam besar saat datang. Dia terlihat seperti hendak berselingkuh dengan Rio. Sebenarnya, Cheryl keluar tanpa sepengetahuan Zafir. Pada sore hari, Zafir tidak berada di platform pameran. Jadi, Cheryl menyuruh bawahan untuk mengawasi dan dia keluar untuk bertemu dengan Rio.Terdengar suara berderit saat pintu kamar hotel dibuka. Cheryl langsung mengunci pintu setelah masuk. Dia juga menepuk dadanya.Cheryl merasa sangat antusias bisa bertemu dengan Rio. Namun, dia juga takut diketahui Zafir.Kala ini, Rio sedang duduk di tempat tidur. Dia mengisap rokok sambil sambil memandangi Cheryl. Rio tersenyum lebar.Cheryl tersenyum dan berucap, "Nanti kita baru bicara. Kamu tunggu aku mandi dulu. Pusat pameran sangat panas, seperti sauna."Cheryl melepaskan sepatu hak tingginya sembari bicara. Dia menarik ritsleting gaunnya, lalu gaunnya jatuh ke lantai.Jantung Rio berdegup

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 49

    Mereka tidak mempunyai keahlian dan tidak bisa berbisnis. Mereka menghabiskan masa muda pada karier yang tidak menjanjikan seperti ini.Tentu saja, mereka juga merasa tidak rela. Namun, apa yang bisa mereka lakukan? Mereka hanya orang biasa.Tiba-tiba, Fleko bertanya, "Rio, apa kamu punya cara untuk menghasilkan banyak uang?"Mata Devon berbinar-binar. Dia memang tidak ingin menjadi satpam lagi. Hal ini karena menjadi satpam di Kelab Emperor terlalu sulit. Jadi, dia memandangi Rio dengan penuh penantian.Rio berpikir sejenak, lalu mengangguk dan menjawab, "Apa kalian pernah mendengar tentang judi batu? Batu giok mentah?"Sewaktu Rio mengantar Cheryl dan Zafir kemarin malam, Zafir menceritakan banyak hal tentang pergi ke Moramar untuk mengikuti judi batu. Dia juga menceritakan pengalaman mendebarkan saat 2 truk batu-batunya itu dikirim ke dalam negeri.Rio sangat menikmati cerita Zafir. Pengalaman itu sangat seru dan berbahaya, tetapi juga menghasilkan banyak keuntungan.Waktu itu, Rio

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 48

    Devon dan Fleko merasa ada yang tidak beres. Rio sangat aneh. Dia pasti merasakan sakit hati yang berlebihan, lalu menjadi gila. Hal ini karena sekarang mata Rio berbinar-binar.Biasanya, mata orang yang mengalami gangguan jiwa selalu berbinar-binar. Mata mereka berbeda dengan orang biasa. Sekarang mata Rio sama persis dengan orang gila."Rio, ayo kita bicara di luar," ujar Devon. Dia dan Fleko bertatapan, lalu hendak membawa Rio keluar.Sudah jelas Rio menjadi gila. Kalau mereka membiarkan Rio memesan banyak makanan dan 3 botol wiski di restoran ini, mereka pasti celaka. Mereka bertiga tidak sanggup membayarnya.Namun, Rio langsung melempar kunci mobil BMW ke atas meja saat mereka berdua baru merangkul lengannya. Keduanya tertegun begitu melihat logo mobil BMW.Ada apa ini? Kenapa Rio mempunyai kunci mobil BMW? Rio berdiri, lalu mendorong mereka berdua kembali ke tempat duduk dan mendesak, "Cepat pesan makanan. Kita mengobrol sambil makan."Rio mengeluarkan setumpuk uang dari bawah ka

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 47

    Fenny langsung berdiri dan buru-buru naik ke lantai atas dari pintu belakang. Sekitar 5 menit kemudian, terdengar suara langkah kaki dari lantai atas. Kemudian, kepala cabang membawa Fenny dan seorang wanita paruh baya datang.Seperti biasa, kepala cabang dan wakilnya menyapa Rio, lalu Rio menjelaskan tujuan kedatangannya. Dia juga mengatakan Fenny yang membuatnya tertarik untuk membuka rekening di bank ini.Satu jam kemudian, Rio sudah menyelesaikan prosedur pembukaan rekening. Fenny langsung naik pangkat menjadi manajer yang khusus melayani Rio.Sementara itu, Rio juga meminta cuti untuk Fenny kepada kepala cabang. Dia mengatakan ingin membawa Fenny berobat.Biarpun Fenny memakai kacamata dan masker, kepala cabang sangat jeli. Mana mungkin dia tidak menyadari Fenny dipukul?Jadi, kepala cabang melambaikan tangannya dan mengizinkan Fenny beristirahat beberapa hari. Dia baru kerja setelah sembuh.Fenny sudah menarik nasabah dengan simpanan hampir mencapai 1 triliun. Dia memberikan kont

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 46

    Tempat tidur kamar suite hotel bintang lima memang nyaman, tetapi malam ini Rio malah tidak bisa tidur dengan tenang. Dia sangat gelisah dan sulit terlelap.Bagaimanapun, Rio adalah orang yang sangat miskin. Jadi, dia masih sangat antusias karena mendadak beruntung dan menjadi kaya.Selain itu, Rio mengalami banyak perubahan dalam hidupnya. Dia diselingkuhi pacarnya, melakukan pembunuhan, digoda janda, dan lainnya. Sepertinya Rio menjadi dewasa dalam waktu singkat.Dulu, Rio tidak pernah serius menjalani hidupnya. Bahkan, bisa dibilang dia sangat picik. Sekarang Rio mendapatkan pencerahan dan melihat harapan yang berbeda dalam hidupnya.Rio sudah bersemangat pagi-pagi. Dia bangun, lalu mencuci muka dan menggosok gigi. Rio yang membeli 4 set pakaian sekaligus semalam tidak memakai setelan jas atau sepatu kulit.Sebenarnya semalam Rio belanja karena kesal. Meskipun pakaian mewah bisa meningkatkan karisma seseorang, Rio ingin memakai baju kasual.Jadi, Rio hanya memakai sepatu sport mahal

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 45

    Sekarang, kenapa pria ini tiba-tiba jadi bermuka tebal?Namun, Aulia sudah berpengalaman. Sudah banyak hal yang dia alami. Julukan Janda Maut bukan hanya julukan kosong."Rio, kamu anggap aku ini wanita seperti apa?" Dari seberang telepon, suara Aulia terdengar bergetar, penuh kemarahan dan kesedihan."Aku kira kamu pria yang baik, tapi kamu ... kamu mengecewakanku. Ternyata kamu sama saja seperti mereka ... cuma mau menindasku!"Usai mengatakan itu, Aulia langsung menutup telepon. Kemudian, dia menarik napas dalam-dalam dan malah tersenyum.Aulia melirik jam tangannya dan mulai menghitung mundur. Dalam waktu semenit, Rio pasti akan menelepon balik.'Bocah ingusan! Mau main sama aku? Kamu masih kurang pengalaman!' batin Aulia.Di dalam kamar suite, Rio terbengong. Dia sama sekali tidak menyangka Aulia akan bereaksi seperti ini. Wanita itu seperti sangat kecewa dan sedih!Rio bisa membayangkan wajah Aulia yang penuh kesedihan. Aulia menganggapnya sama seperti pria lain yang hanya mengin

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 44

    Di kamar suite Grand Victus, Rio terus membasuh wajahnya dengan air dingin. Di usia 20-an tahun, dia sedang berada di puncak gairahnya.Terlebih lagi setelah otaknya mengalami perkembangan misterius, terutama sejak mendapatkan kekuatan banteng, fisiknya benar-benar berubah.Tak ada sedikit pun lemak yang tersisa, garis ototnya jelas, sosoknya penuh dengan aura maskulin yang luar biasa kuat.Alasan Rio berkali-kali membasuh wajahnya dengan air dingin karena dia harus menenangkan diri. Jika tidak, dia benar-benar ingin memanggil dua wanita ke kamarnya dan melampiaskan semuanya!Seakan-akan ingin membalas semua penderitaannya di masa lalu, Rio ingin membebaskan diri dan bersenang-senang sepuasnya!Namun, dia juga ragu karena dia masih perjaka. Kalau dia benar-benar memberikan kesuciannya pada wanita penghibur, bukankah itu terlalu disayangkan?Jadi, satu-satunya cara adalah menahan diri dengan cara ini.Tepat pada saat itu, ponselnya kembali berdering. Rio tidak langsung mengangkatnya. Di

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 43

    Bram adalah salah satu orang kepercayaan bos Bar TOP, Sugi. Selain itu, Bram juga adalah manajer bar ini.Dulu, Bram adalah sosok yang ditakuti. Tiga puluh tahun lalu, hanya dengan sebuah sekop besi, dia menghajar 20 orang sekaligus. Pertarungan itu membuat namanya melambung tinggi. Tentu saja, sekarang dia sudah pensiun dan punya saham di bar ini."Kenapa? Bocah itu nggak balik?" Di sofa, Fathian duduk santai sambil menyilangkan kakinya. Dia tertawa sinis, lalu mengejek, "Pak Bram, kamu lemah sekali. Satpam saja berani membantahmu.""Bajingan itu bilang dia mengundurkan diri. Sialan, buat naik darah!" maki Bram."Oh? Mengundurkan diri?" Fathian memang berjanji pada Medelyn untuk membuat Rio dipecat dari Bar TOP.Siapa sangka, sebelum dia sempat bertindak, Rio sudah mengundurkan diri. "Ya sudah, biarin saja."Fathian tidak mengusut masalah ini lagi. Toh dia sudah meniduri wanita Rio dan sekarang Rio juga berinisiatif mengundurkan diri dari bar ini. Jadi, tidak ada lagi hal menarik untu

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 42

    Saat Delon dan Fenny bertengkar di rumah, Aulia terbangun dari tidurnya. Sejak siang tadi setelah menelepon Rio, dia langsung tidur.Semalam, dia tidak bisa beristirahat dengan baik. Jadi, ketika dia bangun sekarang, hari sudah hampir gelap.Namun, Aulia merasa aneh, kenapa Rio belum datang menemuinya? Dia melihat ponselnya, tidak ada panggilan tak terjawab, juga tidak ada pesan di WhatsApp."Apa mungkin tadi dia sempat mengetuk pintu, tapi aku nggak dengar?" Aulia menepuk dahinya. Kalau dia tidur begitu lelap, mungkin Rio sudah kesal setengah mati sekarang."Ya, ya, cowok dewasa yang gampang ngambek." Aulia meregangkan tubuh, lalu mengambil kunci dan turun ke bawah.Tak lama kemudian, dia mengetuk pintu apartemen Rio. Setelah mengetuk cukup lama, tidak ada respons dari dalam."Apa mungkin dia lagi kerja? Oh ya, hari ini dia sif malam!" Aulia menepuk dahinya lagi, lalu buru-buru kembali ke kamarnya untuk menelepon Rio. Namun, tidak ada yang mengangkat."Ya sudahlah, aku ke bar saja bua

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status