Share

Bab 2

Author: Jose Alatas
Sambil terus berbicara, Fathian merangkul leher Medelyn dan melangkah keluar dengan penuh kemenangan.

"Medelyn!" Rio akhirnya tak bisa menahan diri lagi dan meraung dengan suara penuh amarah.

Benarkah Medelyn setega itu? Apakah semua kenangan indah mereka dulu hanyalah kepalsuan? Atau ... mungkinkah Medelyn sebenarnya sedang diancam?

Tubuh Medelyn sedikit tersentak, lalu dia menoleh ke belakang perlahan. Sementara itu, di sisi lain, Fathian menatap Rio dengan senyum sinis.

Medelyn menarik napas panjang, lalu berkata, "Rio, sebenarnya aku sudah lama ingin mengakhiri hubungan kita. Kita nggak punya masa depan."

"Kamu ... kamu ... kamu kira kamu punya masa depan sama dia?" Tubuh Rio gemetar saking marahnya.

Saat itu juga, entah air mata atau darah yang mengalir pelan dari sudut matanya. Pandangan Rio bahkan terlihat buram.

"Aku nggak tahu!" Medelyn menggeleng. "Tapi yang dia berikan padaku itu, sesuatu yang nggak bisa kamu bayangkan. Sesuatu yang nggak akan bisa kamu penuhi seumur hidup."

"Benar, benar." Fathian ikut menimpali dengan nada menghina, "Aku bisa memuaskannya setiap hari. Kamu bisa? Aku kuat tiga jam sekali main, kamu bisa? Hahaha!"

Jelas sekali, Fathian adalah pria berengsek yang angkuh, kasar, dan tak tahu malu.

Lalu, Medelyn mengangkat tas tangan mewahnya dan menatap Rio dengan tatapan sinis. "Kamu tahu berapa harga tas ini? Harga tas ini 480 juta. Ini dibelikan Fathian untukku tadi sore."

"Penghasilanmu sebulan cuma tujuh juta. Bahkan kalau kamu nggak makan dan nggak minum, kamu butuh hampir tujuh tahun untuk bisa beli tas ini."

"Aku sudah muak. Aku benar-benar muak. Jadi ... tolong buang semua barang-barangku di kontrakan. Aku nggak akan kembali lagi."

Selesai berkata demikian, Medelyn langsung merangkul lengan Fathian dan berkata dengan lembut, "Papa, ayo kita pergi."

"Ha! Hahaha! Dengar itu? Dasar miskin!" Fathian mengejek sambil tertawa keras. Usai bicara, dia pun merangkul Medelyn lebih erat, bahkan tangannya mulai menyusup ke bagian dalam kerah pakaian Medelyn.

"Pft ...."

Pada saat ini, Rio tiba-tiba memuntahkan darah segar.

"Rio," panggil Devon dengan panik.

Mendengar teriakan Devon, tubuh Medelin bergetar sejenak. Namun, dia tidak menoleh sama sekali dan malah berjalan masuk dengan Fathian dan seseorang lainnya.

"Sudah, cepat bawa dia ke rumah sakit. Dia bahkan sudah muntah darah begini, kita juga nggak perlu dia ganti rugi lagi." Untungnya, Radhika sangat murah hati. Dia melambaikan tangan sejenak menyuruh Devon untuk membawa Rio ke rumah sakit.

"Terima kasih, Pak Radhika. Terima kasih." Devon memapah Rio untuk meninggalkan tempat itu.

Namun, begitu keluar dari kelab, Rio langsung menepis tangan Devon.

"Devon, terima kasih. Aku baik-baik saja. Aku mau tenangkan diri dulu!" ucap Rio sambil tertawa getir. Dia melangkah dengan sempoyongan untuk menyeberang jalan.

Devon sempat ingin mengejar, tapi saat itu sebuah mobil melintas di depannya, memaksanya berhenti sejenak. Ketika mobil itu akhirnya lewat di seberang jalan, sosok Rio sudah tak terlihat lagi.

Di jalanan gelap itu, Rio terus berlari. Matanya yang sudah dipenuhi darah membuat pandangannya semakin tidak jelas.

Untungnya, satu jam kemudian, dia akhirnya tiba di rumah. Begitu masuk, dia langsung jatuh tersungkur ke lantai dengan terengah-engah. Saat itu juga, yang terasa paling menyakitkan bukan luka di tubuhnya, tapi luka di hatinya.

Rio dan Medelyn sudah menjalin hubungan selama empat tahun, bahkan tinggal bersama hampir tiga tahun. Namun pada akhirnya, kenyataan menghantamnya tanpa belas kasihan.

Air mata dan darah bercampur menjadi satu, mengalir pelan di sudut matanya dan membuat penglihatannya semakin kabur.

Dalam kegelapan, Rio seolah bisa melihat tembok dan langit-langit beton di atasnya memudar perlahan-lahan dan di baliknya, tampak langit malam dengan bintang dan bulan yang bersinar.

Akan tetapi, semua itu tidak penting baginya saat ini. Dia hanya terbaring di lantai rumahnya sendiri, mentertawakan dirinya sendiri dengan getir. Dia mengakui, selama empat tahun hubungan itu, dia yang selalu melindungi dan mengalah pada Medelyn.

Dalam bahasa anak-anak zaman sekarang, dia adalah seorang "bucin" sejati.

Sementara itu, Rio menganggap semua ini adalah hal wajar. Pria mana yang tidak mengalah pada pacarnya? Namun, kini dia baru menyadari bahwa dirinya salah. Dalam hubungan yang tidak adil ini, orang yang paling terluka adalah pihak yang berkorban paling banyak.

"Hm? Kenapa aku bisa melihat bulan?"

Tiba-tiba, Rio akhirnya menyadari ada yang aneh!

Dia baru saja masuk dan belum sempat menyalakan lampu. Kalaupun dia sempat menyalakan lampu, tetap saja dia tidak mungkin melihat langit yang terhalang oleh beton, bukan?

Rio pun mengerjapkan mata keras-keras, lalu membuka kembali dan menatap ke atas. Namun ... saat dia melihat lagi, plafon semen di atasnya perlahan menjadi transparan. Lalu, pandangannya mulai menembus lapisan tersebut.

Saat dirinya masih diliputi keterkejutan, perlahan-lahan muncul sepasang kaki yang kecil dan indah. Selanjutnya, terlihat seorang wanita bertubuh indah sedang melakukan yoga di hadapannya.

"Syush ...."

Seketika, dia bisa menembus pakaian ketat wanita itu dan melihat tubuhnya yang putih dan montok. Melihat pemandangan itu, Rio pun merasakan sensasi yang menggelitik hatinya!

Sepanjang hidupnya selama 20-an tahun ini, Rio belum pernah melihat tubuh seindah ini! Yang paling mengejutkan adalah, Rio bisa melihat tembus pakaian ketat yang dikenakan wanita di lantai atas! Pada saat itu, bisa dibilang wanita itu seperti sedang berlatih yoga tanpa sehelai benang pun di depan matanya!

Bahkan ... Rio bisa melihat jelas kedua payudara milik wanita itu. Rangsangan visual yang begitu kuat membuat napas Rio menjadi sesak dan jantungnya berdebar tak terkendali.

Glek!

Dalam keadaan tenggorokan kering dan lidah kelu, dia menelan ludah, lalu buru-buru memejamkan mata karena malu.

Namun tak lama kemudian, dia kembali membuka matanya lebih lebar dari sebelumnya. Wajahnya kini tampak mesum dan bahkan air liurnya hampir menetes. Pipi Rio pun langsung merah padam.

Ketika Rio kembali memusatkan perhatian, dia bisa melihat tubuh wanita itu secara utuh. Dari tampak luar, wanita itu sangat sehat dan tidak ada masalah fisik apa pun. Wanita itu tampaknya berusia sekitar 28 tahun. Berambut pendek dan memiliki tubuh yang luar biasa ideal!

Terbukti dari kemampuannya melakukan berbagai gerakan yoga sulit, terutama saat dia melakukan split, pemandangannya benar-benar membangkitkan gairah.

Rio juga memperhatikan satu hal lagi. Di punggung wanita itu terdapat tato besar yang menutupi seluruh punggungnya. Sebuah bunga besar berwarna biru dan merah yang sangat indah.

Rio terus menatapnya. Sampai ketika wanita itu menyelesaikan sesi yoganya, barulah Rio mengalihkan pandangannya dengan berat hati.

Namun, perasaan bingung masih menyelimuti dirinya. Kenapa ini bisa terjadi?

Bagaimana mungkin dia bisa menembus lantai beton? Melihat langit malam, bintang-bintang, bulan, dan bahkan bisa menembus pakaian dan tubuh manusia?

Tadi dia sempat memperkirakan jaraknya. Kemampuan menembus pandang ini kira-kira mencapai 20 meter. Dalam radius 20 meter, dia bisa melihat menembus segalanya, termasuk dinding beton!

"Jangan-jangan ini karena mataku yang tadi terluka?" Matanya saat ini masih terasa panas dan nyeri.

Rio tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia juga tidak tahu apakah ini efek sementara atau akan bertahan selamanya. Dia bahkan tak tahu apakah keesokan harinya kemampuan ini masih ada atau tidak.

Malam semakin larut. Rio masih terbaring di lantai yang dingin, lalu tiba-tiba tertawa kecil.

Baru saja dia mengalami pengkhianatan dalam cinta, tapi kini seolah-olah langit memberikan "hadiah" sepasang mata yang bisa menembus segalanya.

Jika kemampuan ini bisa bertahan seumur hidup, dia bersumpah akan membuat Medelyn menyesal. Dia akan membuat Fathian berlutut di bawah kakinya dan memohon ampun.

Namun tepat pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara benda berat jatuh dari lantai atas. Rio terkejut, lalu segera memfokuskan lagi pikirannya dan kembali menatap ke atas.

Baru saja pandangannya menembus ke atas, tubuh Rio langsung menegang dan dia refleks duduk tegak. Dalam sekejap, seluruh bulu kuduknya berdiri!

Sebab, di ruang tamu apartemen atas, entah sejak kapan wanita yoga itu sudah dalam kondisi terikat. Terlihat ada dua orang pria yang memakai topi bertudung rendah di sana. Mereka masing-masing memegang pisau tajam dan sedang mengacak-acak barang-barang di dalam rumah.

Wanita yoga itu kini telah berganti pakaian dengan jubah tidur, tetapi tubuhnya tetap terikat dan terbuka sebagian.

Anehnya, wanita itu tidak menangis atau terlihat ketakutan. Wajahnya justru terlihat tegar dan sedingin es. Saat Rio melihat semua itu, dia langsung berdiri dengan cepat.

Rio tidak ragu-ragu. Tetangganya sedang disandera. Karena dia sudah melihat semua ini, tidak mungkin dia tidak menolong wanita itu.

Tanpa berpikir panjang, Rio mengambil pentungan karet dari rak Sepatu, lalu langsung berlari cepat menaiki tangga menuju lantai atas.

Pintu apartemen wanita itu tertutup rapat. Rio pun bergerak perlahan ke depan pintu dan kembali mengaktifkan penglihatannya untuk menembus masuk ke dalam.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Kaugnay na kabanata

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 3

    Saat itu, kedua pria bertopi yang berada di dalam ruangan sudah berhenti mengacak-acak barang.Salah satu dari mereka duduk di sofa sambil merokok, sementara yang satunya menodongkan pisau ke leher wanita tersebut dan memaksanya mengatakan sesuatu.Rio menelan ludah. Lawannya dua orang bersenjata pisau, sementara dirinya hanya membawa pentungan karet. Jelas ini bukan pertarungan yang seimbang.Namun saat itu juga, Rio melihat ujung pisau si penjahat telah menggores kulit leher wanita itu. Tetesan darah mulai mengalir keluar.Karena situasi saat ini sudah genting, Rio tidak bisa menunggu lagi. Dia langsung menepuk pintu keras-keras."Duk duk duk!"Jam dua pagi adalah waktu yang sangat sunyi. Suara ketukan itu langsung membuat kedua penjahat dan wanita yang disandera itu terkejut setengah mati. Bahkan Rio sendiri pun sangat tegang. Telapak tangannya dan keningnya dipenuhi butiran-butiran keringat.Sesuai dugaannya, penjahat yang memegang pisau langsung terperanjat. Penjahat lainnya yang

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 4

    Gerakan wanita cantik itu sangat cepat dan presisi. Di saat Rio masih belum mengerti bagaimana dia melakukan semua itu, keempat lengan kedua penjahat itu telah mengalami dislokasi karenanya. Kedua penjahat itu hampir saja pingsan karena kesakitan.Sementara itu, Rio juga bergidik melihatnya. Tetangga cantiknya ini benar-benar kejam!"Anu, itu ... perlu lapor polisi nggak?" tanya Rio dengan hati-hati.Wanita itu langsung tertawa, "Nggak usah, nanti ada yang urus mereka." Setelah itu, dia kembali bertanya dengan jahil, "Kamar mandi rumahmu bocor?""Ng ... nggak.""Lalu kenapa kamu bisa tahu rumahku ada penjahat?" tanya tetangga wanita itu dengan penasaran."Aku ... aku ... cuma kebetulan melihatnya. Aku lihat mereka naik ke lantai atas dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Terus, aku lihat mereka masuk ke rumahmu.""Oh." Wanita itu tampak setengah percaya. Namun, saat melihat reaksi Rio yang gugup, dia kembali tertawa, "Nggak usah gugup, semuanya sudah baik-baik saja. Terima kasih atas b

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 5

    Sebuah sikat gigi kini melayang di depan Rio, bergerak ke kiri dan ke kanan di udara. Tubuh Rio bergetar karena terlalu bersemangat.Saat tetangganya hampir menginjak sabun tadi, entah mengapa gerakan refleksnya bisa menendang sabun itu dari jarak jauh. Karena itulah, setelah mengalihkan pandangannya dari lantai atas, Rio langsung mulai bereksperimen.Begitu dicoba, ternyata dia benar-benar bisa mengendalikan benda dari jarak jauh. Dengan memusatkan perhatiannya saat menatap benda tersebut, sikat gigi itu bisa melayang mengikuti arah pandangan matanya.Dalam radius 20 meter, dia bisa membuat sikat gigi melayang dan bergerak ke mana pun yang diinginkannya.Namun kekuatan ini tetap memiliki batasan. Misalnya, dia bisa mengendalikan gelas kosong, tapi ketika gelas itu berisi air, maka benda tersebut tidak bisa bergerak. Terlalu berat dan energinya cepat terkuras.Meski begitu, Rio tetap merasa sangat bersemangat dan tidak bisa berhenti bereksperimen. Dia mencoba berbagai benda kecil satu

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 6

    Rio baru saja menyalakan mesin mobil. Namun, seketika dia melihat Medelyn muncul di depan kap mobil bagaikan hantu.Rio mengatakannya mirip hantu karena Medelyn mengenakan riasan tebal sebelumnya. Namun, setelah disiksa semalaman, riasannya jadi luntur dan di bawah matanya tampak garis-garis hitam yang mengerikan.Sejujurnya saja, Medelyn memang menarik secara fisik. Tinggi badannya 168 cm, tubuhnya ramping, dan dengan sepatu hak tinggi, dia terlihat seperti wanita berkaki jenjang. Namun ketika Rio melihatnya lagi, yang muncul di dalam hatinya hanyalah rasa jijik dan muak.Aulia juga melihat gadis yang berdiri di depan mobil itu. Saat hendak menurunkan kaca jendela untuk berbicara, gadis itu lebih dulu meletakkan tangan di pinggang dan menunjuk Rio sambil berteriak, "Rio! Turun kamu!"Nada bicaranya begitu arogan, seakan-akan menangkap basah pasangan yang berselingkuh di tempat kejadian. Tatapannya menusuk, terutama saat melirik ke arah Aulia dengan penuh kebencian dan penghinaan.Auli

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 7

    "Fathian, coba saja sentuh dia kalau berani?"Begitu Aulia selesai menelepon dan membalikkan badan, dia langsung melihat Fathian berlari ke arah mereka.Namun saat Aulia buka suara, langkah Fathian yang tadinya garang langsung terhenti. Dua orang anak buahnya yang mengikuti dari belakang pun ikut terdiam di tempat. Dua tongkat bisbol yang mereka bawa, terlepas begitu saja dan terjatuh ke tanah.Sementara itu, Medelyn yang tadi sepertinya tidak mendengar perkataan Aulia, langsung bangkit dan berlari ke pelukan Fathian.Air matanya mengalir deras saat dia mengadu, "Pak Fathian, perempuan jalang itu yang menamparku. Lihat ... lihat wajahku sampai bengkak begini.""Pak Fathian, kamu harus balas dendam untukaku. Jangan biarkan pasangan berengsek ini lolos begitu saja."Mendengar hal itu, Fathian seperti baru tersadar. Seketika, dia mengangkat tangannya dan menampar wajah Medelyn sekeras-kerasnya dengan segenap kekuatannya. Tamparan itu membuat Medelyn berputar, lalu jatuh terjerembap ke tan

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 8

    "Kak Aulia, penjahat semalam ... apa mereka dikirim sama pria tua tadi?" tanya Rio di dalam mobil.Saat itu Aulia sedang menyetir dan Rio duduk di kursi penumpang depan. Dia masih memikirkan ucapan Aulia saat di restoran, lalu memberanikan diri menebak, mungkin penjahat semalam memang ada hubungannya dengan Pak Tambun tadi.Aulia tersenyum. "Eh, lumayan juga otaknya.""Tapi si Tambun itu cuma pion kecil." Aulia tertawa ringan."Kalau begitu ... kenapa dia mau membunuhmu?" tanya Rio tak paham."Urusan bisnis," jawab Aulia singkat.Sambil bicara, dia memarkirkan mobil di pinggir jalan. Matanya sesekali melirik ke kaca spion dalam."Aku tadinya mau ajak kamu jalan-jalan ke pemandian air panas, naik gunung, dan semacamnya .... Tapi sepertinya hari ini nggak bisa. Besok saja ya. Besok pagi, tunggu aku di rumahmu.""Oke ...." Rio menggaruk kepala, sepertinya Aulia sedang menyuruhnya turun.Namun, saat dia sudah membuka pintu mobil dan satu kakinya keluar, dia tiba-tiba berpikir sejenak, lalu

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 9

    Sebenarnya, saat itu Rio sudah tidak mendengar apa yang dikatakan Aulia lagi. Karena kedekatan Aulia yang begitu berani telah membuat pikirannya kacau balau. Harus diakui, pesona Aulia benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan Medelyn. Dari sisi tubuh dan aura yang dimilikinya, Aulia jelas jauh di atas Medelyn.Selain itu, Aulia memancarkan aura yang sangat dewasa. Apalagi saat ini mereka sedang berendam bersama di kolam air panas. Aulia tidak perlu menunduk sekalipun, Rio sudah bisa melihat jelas lekuk tubuhnya yang menggoda.Ditambah aroma parfum yang samar dari tubuh Aulia, bercampur dengan harum kelopak mawar di air.Jangankan Rio, bahkan pertapa pun mungkin akan goyah!Rio merasa panas di bagian perut semakin membara, kepalanya pun berdenyut tak karuan. Aulia masih berbicara, tapi Rio sudah tidak mendengar sepatah kata pun.Namun, tepat saat dia larut dalam momen yang penuh godaan itu, tiba-tiba pintu Paviliun Foniks didobrak keras dari luar. Belum sempat Rio bereaksi, Aulia lang

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 10

    Malam pun tiba. Setelah pulang ke rumah dan mengganti seragam satpam, Rio langsung menuju ke Bar TOP. Dia tidak makan siang dan untuk makan malam pun dia hanya menyantap mie instan.Bar TOP memiliki sepuluh orang satpam. Namun, di zaman sekarang, pekerjaan satpam sangat berbeda dengan dua atau tiga dekade lalu. Kalau dulu, satpam di tempat hiburan malam itu identik dengan tukang jaga preman yang suka berkelahi, bahkan tak jarang terlibat dalam kegiatan ilegal.Sekarang, tugas satpam di tempat hiburan hanya sebatas menjaga ketertiban. Kalaupun ada tamu mabuk yang berbuat onar, barulah mereka turun tangan.Faktanya, ada banyak bar berskala besar yang menyerahkan urusan keamanannya kepada perusahaan jasa keamanan. Jadi, di kota-kota besar, perusahaan jasa keamanan dan manajemen properti sangat marak.Namun, Rio tidak begitu disukai di tim keamanan. Alasannya karena kakak sepupunya. Kakak sepupunya pernah berkelahi dengan kepala tim keamanan, kabarnya karena rebutan seorang wanita.Sejak s

Pinakabagong kabanata

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 50

    Pada pukul 13.30, Rio dan Cheryl bertemu di hotel yang terletak di luar pusat pameran. Cheryl memakai masker dan kacamata hitam besar saat datang. Dia terlihat seperti hendak berselingkuh dengan Rio. Sebenarnya, Cheryl keluar tanpa sepengetahuan Zafir. Pada sore hari, Zafir tidak berada di platform pameran. Jadi, Cheryl menyuruh bawahan untuk mengawasi dan dia keluar untuk bertemu dengan Rio.Terdengar suara berderit saat pintu kamar hotel dibuka. Cheryl langsung mengunci pintu setelah masuk. Dia juga menepuk dadanya.Cheryl merasa sangat antusias bisa bertemu dengan Rio. Namun, dia juga takut diketahui Zafir.Kala ini, Rio sedang duduk di tempat tidur. Dia mengisap rokok sambil sambil memandangi Cheryl. Rio tersenyum lebar.Cheryl tersenyum dan berucap, "Nanti kita baru bicara. Kamu tunggu aku mandi dulu. Pusat pameran sangat panas, seperti sauna."Cheryl melepaskan sepatu hak tingginya sembari bicara. Dia menarik ritsleting gaunnya, lalu gaunnya jatuh ke lantai.Jantung Rio berdegup

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 49

    Mereka tidak mempunyai keahlian dan tidak bisa berbisnis. Mereka menghabiskan masa muda pada karier yang tidak menjanjikan seperti ini.Tentu saja, mereka juga merasa tidak rela. Namun, apa yang bisa mereka lakukan? Mereka hanya orang biasa.Tiba-tiba, Fleko bertanya, "Rio, apa kamu punya cara untuk menghasilkan banyak uang?"Mata Devon berbinar-binar. Dia memang tidak ingin menjadi satpam lagi. Hal ini karena menjadi satpam di Kelab Emperor terlalu sulit. Jadi, dia memandangi Rio dengan penuh penantian.Rio berpikir sejenak, lalu mengangguk dan menjawab, "Apa kalian pernah mendengar tentang judi batu? Batu giok mentah?"Sewaktu Rio mengantar Cheryl dan Zafir kemarin malam, Zafir menceritakan banyak hal tentang pergi ke Moramar untuk mengikuti judi batu. Dia juga menceritakan pengalaman mendebarkan saat 2 truk batu-batunya itu dikirim ke dalam negeri.Rio sangat menikmati cerita Zafir. Pengalaman itu sangat seru dan berbahaya, tetapi juga menghasilkan banyak keuntungan.Waktu itu, Rio

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 48

    Devon dan Fleko merasa ada yang tidak beres. Rio sangat aneh. Dia pasti merasakan sakit hati yang berlebihan, lalu menjadi gila. Hal ini karena sekarang mata Rio berbinar-binar.Biasanya, mata orang yang mengalami gangguan jiwa selalu berbinar-binar. Mata mereka berbeda dengan orang biasa. Sekarang mata Rio sama persis dengan orang gila."Rio, ayo kita bicara di luar," ujar Devon. Dia dan Fleko bertatapan, lalu hendak membawa Rio keluar.Sudah jelas Rio menjadi gila. Kalau mereka membiarkan Rio memesan banyak makanan dan 3 botol wiski di restoran ini, mereka pasti celaka. Mereka bertiga tidak sanggup membayarnya.Namun, Rio langsung melempar kunci mobil BMW ke atas meja saat mereka berdua baru merangkul lengannya. Keduanya tertegun begitu melihat logo mobil BMW.Ada apa ini? Kenapa Rio mempunyai kunci mobil BMW? Rio berdiri, lalu mendorong mereka berdua kembali ke tempat duduk dan mendesak, "Cepat pesan makanan. Kita mengobrol sambil makan."Rio mengeluarkan setumpuk uang dari bawah ka

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 47

    Fenny langsung berdiri dan buru-buru naik ke lantai atas dari pintu belakang. Sekitar 5 menit kemudian, terdengar suara langkah kaki dari lantai atas. Kemudian, kepala cabang membawa Fenny dan seorang wanita paruh baya datang.Seperti biasa, kepala cabang dan wakilnya menyapa Rio, lalu Rio menjelaskan tujuan kedatangannya. Dia juga mengatakan Fenny yang membuatnya tertarik untuk membuka rekening di bank ini.Satu jam kemudian, Rio sudah menyelesaikan prosedur pembukaan rekening. Fenny langsung naik pangkat menjadi manajer yang khusus melayani Rio.Sementara itu, Rio juga meminta cuti untuk Fenny kepada kepala cabang. Dia mengatakan ingin membawa Fenny berobat.Biarpun Fenny memakai kacamata dan masker, kepala cabang sangat jeli. Mana mungkin dia tidak menyadari Fenny dipukul?Jadi, kepala cabang melambaikan tangannya dan mengizinkan Fenny beristirahat beberapa hari. Dia baru kerja setelah sembuh.Fenny sudah menarik nasabah dengan simpanan hampir mencapai 1 triliun. Dia memberikan kont

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 46

    Tempat tidur kamar suite hotel bintang lima memang nyaman, tetapi malam ini Rio malah tidak bisa tidur dengan tenang. Dia sangat gelisah dan sulit terlelap.Bagaimanapun, Rio adalah orang yang sangat miskin. Jadi, dia masih sangat antusias karena mendadak beruntung dan menjadi kaya.Selain itu, Rio mengalami banyak perubahan dalam hidupnya. Dia diselingkuhi pacarnya, melakukan pembunuhan, digoda janda, dan lainnya. Sepertinya Rio menjadi dewasa dalam waktu singkat.Dulu, Rio tidak pernah serius menjalani hidupnya. Bahkan, bisa dibilang dia sangat picik. Sekarang Rio mendapatkan pencerahan dan melihat harapan yang berbeda dalam hidupnya.Rio sudah bersemangat pagi-pagi. Dia bangun, lalu mencuci muka dan menggosok gigi. Rio yang membeli 4 set pakaian sekaligus semalam tidak memakai setelan jas atau sepatu kulit.Sebenarnya semalam Rio belanja karena kesal. Meskipun pakaian mewah bisa meningkatkan karisma seseorang, Rio ingin memakai baju kasual.Jadi, Rio hanya memakai sepatu sport mahal

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 45

    Sekarang, kenapa pria ini tiba-tiba jadi bermuka tebal?Namun, Aulia sudah berpengalaman. Sudah banyak hal yang dia alami. Julukan Janda Maut bukan hanya julukan kosong."Rio, kamu anggap aku ini wanita seperti apa?" Dari seberang telepon, suara Aulia terdengar bergetar, penuh kemarahan dan kesedihan."Aku kira kamu pria yang baik, tapi kamu ... kamu mengecewakanku. Ternyata kamu sama saja seperti mereka ... cuma mau menindasku!"Usai mengatakan itu, Aulia langsung menutup telepon. Kemudian, dia menarik napas dalam-dalam dan malah tersenyum.Aulia melirik jam tangannya dan mulai menghitung mundur. Dalam waktu semenit, Rio pasti akan menelepon balik.'Bocah ingusan! Mau main sama aku? Kamu masih kurang pengalaman!' batin Aulia.Di dalam kamar suite, Rio terbengong. Dia sama sekali tidak menyangka Aulia akan bereaksi seperti ini. Wanita itu seperti sangat kecewa dan sedih!Rio bisa membayangkan wajah Aulia yang penuh kesedihan. Aulia menganggapnya sama seperti pria lain yang hanya mengin

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 44

    Di kamar suite Grand Victus, Rio terus membasuh wajahnya dengan air dingin. Di usia 20-an tahun, dia sedang berada di puncak gairahnya.Terlebih lagi setelah otaknya mengalami perkembangan misterius, terutama sejak mendapatkan kekuatan banteng, fisiknya benar-benar berubah.Tak ada sedikit pun lemak yang tersisa, garis ototnya jelas, sosoknya penuh dengan aura maskulin yang luar biasa kuat.Alasan Rio berkali-kali membasuh wajahnya dengan air dingin karena dia harus menenangkan diri. Jika tidak, dia benar-benar ingin memanggil dua wanita ke kamarnya dan melampiaskan semuanya!Seakan-akan ingin membalas semua penderitaannya di masa lalu, Rio ingin membebaskan diri dan bersenang-senang sepuasnya!Namun, dia juga ragu karena dia masih perjaka. Kalau dia benar-benar memberikan kesuciannya pada wanita penghibur, bukankah itu terlalu disayangkan?Jadi, satu-satunya cara adalah menahan diri dengan cara ini.Tepat pada saat itu, ponselnya kembali berdering. Rio tidak langsung mengangkatnya. Di

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 43

    Bram adalah salah satu orang kepercayaan bos Bar TOP, Sugi. Selain itu, Bram juga adalah manajer bar ini.Dulu, Bram adalah sosok yang ditakuti. Tiga puluh tahun lalu, hanya dengan sebuah sekop besi, dia menghajar 20 orang sekaligus. Pertarungan itu membuat namanya melambung tinggi. Tentu saja, sekarang dia sudah pensiun dan punya saham di bar ini."Kenapa? Bocah itu nggak balik?" Di sofa, Fathian duduk santai sambil menyilangkan kakinya. Dia tertawa sinis, lalu mengejek, "Pak Bram, kamu lemah sekali. Satpam saja berani membantahmu.""Bajingan itu bilang dia mengundurkan diri. Sialan, buat naik darah!" maki Bram."Oh? Mengundurkan diri?" Fathian memang berjanji pada Medelyn untuk membuat Rio dipecat dari Bar TOP.Siapa sangka, sebelum dia sempat bertindak, Rio sudah mengundurkan diri. "Ya sudah, biarin saja."Fathian tidak mengusut masalah ini lagi. Toh dia sudah meniduri wanita Rio dan sekarang Rio juga berinisiatif mengundurkan diri dari bar ini. Jadi, tidak ada lagi hal menarik untu

  • Kekuatan Super Si Satpam Biasa   Bab 42

    Saat Delon dan Fenny bertengkar di rumah, Aulia terbangun dari tidurnya. Sejak siang tadi setelah menelepon Rio, dia langsung tidur.Semalam, dia tidak bisa beristirahat dengan baik. Jadi, ketika dia bangun sekarang, hari sudah hampir gelap.Namun, Aulia merasa aneh, kenapa Rio belum datang menemuinya? Dia melihat ponselnya, tidak ada panggilan tak terjawab, juga tidak ada pesan di WhatsApp."Apa mungkin tadi dia sempat mengetuk pintu, tapi aku nggak dengar?" Aulia menepuk dahinya. Kalau dia tidur begitu lelap, mungkin Rio sudah kesal setengah mati sekarang."Ya, ya, cowok dewasa yang gampang ngambek." Aulia meregangkan tubuh, lalu mengambil kunci dan turun ke bawah.Tak lama kemudian, dia mengetuk pintu apartemen Rio. Setelah mengetuk cukup lama, tidak ada respons dari dalam."Apa mungkin dia lagi kerja? Oh ya, hari ini dia sif malam!" Aulia menepuk dahinya lagi, lalu buru-buru kembali ke kamarnya untuk menelepon Rio. Namun, tidak ada yang mengangkat."Ya sudahlah, aku ke bar saja bua

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status