All Chapters of Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali: Chapter 51 - Chapter 60

90 Chapters

51. Superman Mama

Jangan-jangan, Radeva itu sebenarnya anak Ranaya?!Jika benar demikian, apa Radeva adalah darah dagingnya sendiri mengingat kemiripan mereka?Tangan Sagara mengepal. Pikirannya langsung berputar cepat menyusun semua kemungkinan yang pernah ia abaikan selama ini.Apakah mungkin kecelakaan malam itu … membuat Ranaya hamil?!Napasnya tercekat. Ia tak bisa lagi tinggal diam. Ia harus mengejar wanita itu dan mendapatkan jawabannya.Tanpa berpikir panjang, Sagara bergegas menuruni eskalator. Langkahnya cepat sehingga orang-orang di depannya otomatis menyingkir memberi jalan. Ia bahkan nyaris menabrak beberapa orang.“Ranaya!” serunya lantang.Suara Sagara menggema di langit-langit mall, membuat sebagian besar pengunjung menoleh ke arahnya. Tapi pria itu tidak peduli.Ranaya yang hendak keluar dari mall tersentak mendengar suara itu. Ia menoleh. Matanya melebar ketika mendapati Sagara sedang berlari ke arahnya.Belum sempat Radeva menoleh, dengan gerakan cepat Ranaya berjongkok, menyambar da
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

52. Cucu Hadiwijaya

“Belcelai itu apa, Oma?”Ida hampir menjatuhkan wadah tepung yang sedang diaduknya. Matanya mengerjap cepat, memastikan bahwa ia tidak salah dengar. Namun, melihat Radeva yang masih asyik mengaduk adonan kue di hadapannya, Ida yakin bocah itu benar-benar mengucapkan pertanyaan tersebut.Jantungnya mencelos. Bagaimana bisa cucu kecilnya tahu istilah itu?“Deva, Sayang, coba ulangi lagi. Tadi kamu bilang apa, Nak?” tanya Ida berusaha menjaga nada suaranya tetap tenang meskipun hatinya sedikit gelisah.Radeva menoleh, mata jernihnya berkedip polos. “Belcelai, Oma. Itu apa?” ungkapnya kembali.Bocah itu menatap lekat Ida seolah ingin membaca pikiran neneknya. Ida menelan ludah. Ia menurunkan spatula, lalu mengusap kedua tangannya dengan kain sebelum mendekat ke cucunya.“Bercerai itu artinya berpisah, Sayang,” jelasnya hati-hati. “Memangnya kenapa? Apa yang pernah kamu dengar dari kata itu tadi?”Alis Ida saling tertaut menunggu jawaban cucunya. Ia mengatupkan mulut rapat-rapat demi menye
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

53. Suami Idaman

Siang itu, di sebuah butik pakaian mewah, Tantri tampak sibuk memilah-milah baju. Jemarinya menyusuri deretan gaun dan blus yang tergantung rapi di rak. Pandangannya berbinar ketika menemukan sebuah dress cantik berwarna peach."Nah, gini loh, Pa," paparnya sambil mengangkat dress itu ke hadapan suaminya, Harto. "Sekali-kali kita hiburan kayak gini, beli baju biar tetap happy. Kalau happy kan kita bisa awet muda."Harto yang sedari tadi hanya mengikuti Tantri dengan tatapan bosan akhirnya mendesah pelan. "Mau hiburan gimana sih, Ma? Tahu sendiri perusahaan lagi nggak baik-baik saja, malah sempat-sempatnya belanja baju," keluhnya frustasi.Tapi, tak lama kemudian matanya menangkap sebuah kemeja batik cokelat elegan yang tergantung di salah satu rak. Tanpa pikir panjang, Harto menyambar baju itu dan menunjukkannya kepada Tantri."Kalau ini gimana, Ma? Cocok nggak buat Papa?" tanyanya. Sepasang alis tebalnya naik-turun menunggu jawaban Tantri hingga kacamata yang terbingkai di netranya i
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

54. Siapa Dalangnya?

Setelah satu tarikan napas panjang, tangan Ranaya memutar gagang dan menarik daun pintu. Di ambang sana, seorang pria sipit berdiri dengan senyum yang akrab.“Rio?” Ranaya sedikit terkejut, lantas menyibak pintu lebih lebar. “Kok kamu ke sini malam-malam?”“Maaf ya, Ran. Baru sempat ke sini, habis pulang kerja langsung mampir soalnya.” Rio tersenyum sungkan seraya mengusap tengkuk lehernya.Ranaya menghela napas. Pria itu benar-benar tidak berubah. Dari dulu ia selalu muncul secara tiba-tiba dengan wajah tetap menyisipkan senyum hangat. Padahal Ranaya mengerti, pasti pria itu lelah sekarang.“Ada perlu apa, Rio?” tanya Ranaya. Netranya sempat menatap tas belanja yang digenggam temannya tersebut.“Oh, ini.” Rio mendorong sebuah tas belanja ke arah Ranaya. ”Aku tadi nggak sengaja lihat baju batik lucu, langsung kepikiran kamu dan Radeva. Jadi, sekalian kubelikan, deh.”Mata Ranaya membulat sempurna. Ia lalu menyambut uluran tangan Rio dan menatap tas belanja yang kini berada di tanganny
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

55. Suami Baru Ranaya?

Sagara menggertakkan gigi. Napasnya memburu. Dadanya naik turun dipenuhi emosi. Dari tadi hanya ada satu pertanyaan yang berputar di benaknya: siapa dalang di balik kekacauan ini?Ia menatap layar ponsel dengan sorot tajam. Sampai sekarang berbagai komentar negatif masih membanjiri media sosial perusahaannya. Masa ini benaran ulah Flare & Co? Masalahnya dari tadi hanya nama itu yang berkutat di pikirannya. Bukan tanpa alasan, tetapi mengingat tanggal peluncuran mereka terpaut sedikitlah yang menjadikan Sagara masih terpancing dengan perusahaan tersebut.Mungkin saja, kan?Perusahaan itu memang sedang naik daun dan sering disebut sebagai kompetitor terkuat Wiratama saat ini. Tapi jika benar Flare & Co yang melakukan ini, maka mereka sudah melewati batas. Dan, tentu saja Sagara tidak akan pernah tinggal diam.“Sekarang cari dulu pihak yang menyewa buzzer ini,” perintahnya kepada salah satu pegawainya. “Kamu lacak akun-akun yang menyebarkan hoaks dan buktikan kalau mereka memang berbayar
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

56. Menggerogoti dari Dalam

Mulut Sagara berkedut mendengar pertanyaan itu menguar dari bibir lawan bicara. Wajahnya seketika kaku selama membalas tatapan Ranaya.Kini istri yang ada di depan matanya jadi terasa jauh. Bayangkan, seseorang yang dulunya selalu berada di sisimu dan tidur di sebelahmu sekarang menjadi tampak asing seperti orang lain.Sagara menyadari satu hal. Betapa menyakitkan penyesalan yang selalu datang di akhir. Apalagi untuk sesuatu yang tak dapat ia tebus."Ya!" sahut Sagara tegas. "Masalahnya kita belum bercerai dan kamu masih berstatus istriku, Ranaya."Sagara mengatupkan rahang. Sepasang matanya lurus memandang perempuan di hadapannya.Senyum puas di muka Ranaya langsung musnah, tergantikan oleh tatapan nanarnya sekarang. Sekilas matanya melebar. Ia tak menyangka kalimat itu meluncur dari bibir Sagara dengan mudah."Jadi kamu masih menganggap aku sebagai istrimu, Mas?" lontarnya lolos begitu saja.“Maksudku ….” Sagara menghela napas kasar. "Maksudku, kalau kamu menikah lagi, seharusnya ki
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

57. Nama Baik Wiratama

Sagara menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras. Matanya menyipit tajam usai mendengar laporan dari tim investigasinya. Bukan Flare & Co, tetapi PT Gold Mulia?Sagara tak habis pikir. Selama ini ia hanya memusatkan kecurigaan pada Flare & Co yang memang dikenal sebagai kompetitor utama Wiratama Group. Tapi Gold Mulia? Perusahaan itu memang memiliki reputasi baik, tapi tak pernah masuk hitungan sebagai ancaman serius bagi Wiratama.Bagaimana bisa ia lengah? Sagara merutuki dirinya sendiri.Sagara menghela napas panjang, berusaha menenangkan pikirannya. Jika benar Gold Mulia berada di balik skandal yang menyerang perusahaan perhiasannya, ia tak bisa gegabah. Menyerang balik secara terbuka hanya akan memperburuk citra Wiratama. Apalagi jika langkahnya meleset, publik bisa saja melihatnya sebagai aksi saling menjatuhkan antar-perusahaan.Tidak. Ia harus menyiapkan strategi yang lebih halus dan tak terduga.Sagara menoleh ke arah jendela kantornya, menatap gedung-gedung tinggi di kej
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

58. Why has He Returned?

Mata Tantri tak lepas dari bocah kecil di hadapannya. Entah kenapa ada debar aneh di dadanya. Perasaan itu begitu mengusik, seperti sebuah intuisi yang berbisik pelan di dalam hati.Anak itu ketika berbicara memperlihatkan lesung pipinya yang dalam, sepasang mata bulat bersinar, alis tebal, hidung mancung, juga garis bibir yang khas. Tantri nyaris menahan napas. Semua itu begitu mirip dengan Sagara."Yah, padahal Mama mau aku ajak main," keluh Radeva sambil mengerucutkan bibir.Rio mengusap pundak anak itu dan berkata dengan lembut. “Sudah, nggak usah marah. Habis ini Mama kembali, kok. Ditunggu aja dulu.”Radeva mendengus samar, lantas berlari kembali menuju teman-teman barunya dengan wajah cemberut. Meninggalkan Tantri yang masih terpaku di tempatnya.Mata Tantri masih terpancang pada anak itu. Bahkan dari caranya berlari dan rambut hitamnya yang lurus ikut berayun ringan mengingatkannya pada Sagara kecil dulu.Perlahan Tantri mulai beringsut, dan mengalihkan perhatiannya pada Rio y
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

59. Sagara VS Rio

"Iya, Rio Kalvari yang matanya sipit itu. Ingat, kan?"Tantri kembali membuka suara. Menghancurkan pertanyaan yang tertata rapi di benak Sagara. Wanita itu menyeka air mata menggunakan tisu, lalu berucap pelan lagi."Pantesan, Mama kayak pernah lihat. Ternyata adik kelasmu, Sagara."Sagara tak langsung menjawab. Ia memang mengingat Rio. Ia bahkan tidak sekadar mengingat, tapi tahu betul siapa pria itu dulu."Dia sayang banget sama anak dan istrinya, lo," lanjut Tantri dengan nada iri. "Sampai mereka dimanja gitu.”Sagara terdiam. Kepalanya menunduk sedikit. Ia masih mencoba menyusun kepingan teka-teki di benaknya. Justru dengan mengetahui Rio ada di sini, ia semakin heran rasanya.Apa yang sedang Rio lakukan di Indonesia? Kenapa pria itu kembali sekarang?"Tunggu dulu." Suara Sagara akhirnya kembali terdengar. "Mama bilang Rio sudah menikah dan punya anak cowok?"Tantri mengangguk pelan. Beberapa kali tangannya masih sibuk menghapus jejak air mata yang mengalir. "Iya. Bocah itu manis
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

60. Mereka Bertemu Lagi

“Om Papa!” Langkah Sagara terhenti. Ia menoleh dan mendapati seorang bocah laki-laki sedang berlari ke arahnya. Hari ini, di tengah kesibukannya yang mencekik, ia meluangkan waktu dengan mampir di taman kota. Ia baru saja mencoba menghirup udara segar di taman kota setelah kepalanya pening dengan berbagai kesibukannya dan terutama tentang kembalinya Rio. Jujur saja, ia sempat merasa down setelah bertemu dengan pria itu. Lebih tepatnya, ada banyak pertanyaan yang mengusiknya mengenai Rio. Sampai-sampai sejumlah telepon dari Sherly tak dijawabnya. Sekarang begitu tiba di sini, ia tak pernah menyangka akan bertemu anak itu kembali. Radeva berlari ke arahnya dengan senyum sumringah. Tentu saja Sagara mengenali bocah itu dalam sekali pandang. “Radeva?” gumamnya setengah tak percaya. Matanya mengerjap cepat. Sagara berdiri diam, menunggu bocah itu semakin dekat, lalu secara refleks ia menyambutnya dengan kedua tangan terbuka. “Akhilnya Depa ketemu Om di sini!” seru Radeva den
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status