All Chapters of Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder: Chapter 91 - Chapter 100

153 Chapters

Bab 91 Orang yang Disukai

Yoan?Tubuh Chris tiba-tiba menegang, dahinya berkerut penuh keraguan.Milla memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan diri dari Chris. Sambil melindungi dadanya, dia berkata untuk membela diri, "Nggak peduli apa niat awalnya, hubungan aku dan Yoan sudah tertulis di akta nikah. Kamu nggak boleh melakukan ini!"Heh. Chris duduk, dadanya naik turun dengan emosi, lalu tersenyum dingin. Wanita ini benar-benar luar biasa.Setelah menenangkan diri, Chris turun dan duduk di kursi pengemudi. Kemudian, dia membuka laci dan mengeluarkan akta nikah yang masih baru. Dia melemparkannya ke kursi belakang sambil menegur, "Lihat baik-baik! Siapa sebenarnya yang kamu nikahi!"Milla tidak tahu apa yang dia maksud, tetapi tetap mengambil akta nikah itu dan membukanya untuk pertama kali. Matanya langsung membelalak. Ternyata ... dia menikah dengan Chris ... bukan Yoan ...."Kecewa?" Chris memasang sabuk pengamannya dan tertawa sinis.Milla terpaku. Jadi, dia telah salah paham selama ini. Suaminya adala
Read more

Bab 92 Kecerdikan Presdir

"Kebetulan sekali. Aku baru kembali, tapi kamu malah nggak ada di sini." Suara di ujung telepon terdengar nakal."Ngapain kamu kembali?" Dahi Chris yang baru saja mengendur kembali berkerut."Kudengar saat longsor, kamu rela mempertaruhkan nyawamu untuk melindunginya. Kamu sudah kena guna-guna wanita itu? Seharusnya kamu biarkan saja dia ditimpa batu dan mati!" Suara itu menjadi dingin dan suram."Kamu tega membiarkan dia mati?" balas Chris dengan nada dingin. "Dia satu-satunya penghubung antara Aida dan dunia ini!""Aida adalah Aida, dia adalah dia! Dia yang menyebabkan Aida kehilangan nyawanya! Kenapa aku harus membiarkannya hidup?" Orang di seberang menjadi semakin emosional, suaranya penuh amarah.Chris mengabaikan kemarahan itu dan segera menenangkan diri sendiri. "Sepertinya tujuan kita memang nggak pernah sama. Aku hanya ingin kebenaran terungkap dan memastikan semua orang yang terlibat menanggung konsekuensinya.""Hehe!" Orang di ujung sana tertawa dingin. "Tak kusangka, Chris
Read more

Bab 93 Membalikkan Strategi Lawan

Melihat Levis yang duduk di barisan pertama dengan ekspresi penuh kemenangan, Milla langsung tahu bahwa pria itu pasti akan mencoba menjebaknya nanti.Namun, situasinya tidak menguntungkan. Musuh bergerak dalam bayangan. Jadi, satu-satunya cara adalah tetap waspada dan berhati-hati.Saat Milla sedang dalam kewaspadaan tinggi, tiba-tiba sebuah suara ceria terdengar di sampingnya. "Milla! Kamu sedang pikirin apa?"Milla menoleh dan terkejut. "Agnez? Kenapa kamu ada di sini?""Aku dengar kamu akan naik ke panggung untuk berpidato, jadi aku datang untuk menyaksikan keseruannya!" Agnez melihat ke sekeliling sebelum melanjutkan, "Kalau butuh bantuan, bilang saja. Aku nggak datang sendirian hari ini."Agnez menunjuk ke arah belakang, di mana beberapa pria berbaju hitam berdiri dengan postur tegap. Mereka tampak seperti pengawal yang terlatih.Milla tersenyum tipis. "Sepertinya kamu benar-benar bisa membantuku hari ini.""Bagus dong!" Agnez tampak bersemangat.Milla merasa tidak berdaya. Apa g
Read more

Bab 94 Mempermalukan Diri Sendiri

Ketua Asosiasi Industri Parfum, Marcel, telah menyiapkan pidato panjang. Namun, tanpa bantuan telepromter, bagaimana dia bisa berpidato?Meskipun beberapa bagian bisa diimprovisasi, ada begitu banyak mitra bisnis yang hadir hari ini. Dia harus menyebutkan nama mereka satu per satu. Bagaimana mungkin dia mengingat semua nama perusahaan itu?Grup Bakhtiar ...! Beberapa hari lalu, Presdir Grup Bakhtiar secara pribadi menemuinya dan meminta kesempatan kedua untuk perusahaannya. Dia akhirnya luluh, tetapi siapa sangka Grup Bakhtiar bisa sebodoh ini! Tugas sesederhana ini pun tidak bisa mereka tangani dengan baik!Marcel merasa canggung sekaligus marah, wajahnya menegang. Saat ini, Milla berdiri di sampingnya dan berkata dengan tenang, "Ketua, silakan ikut aku ke podium untuk menyampaikan pidato!"Marcel menatapnya dengan penuh bingung dan gugup. Ketika melihat senyuman penuh keyakinan dari Milla, dia hanya bisa mengikutinya.Saat mereka tiba di podium, Marcel akhirnya melihat bahwa pidatony
Read more

Bab 95 Melempar Tanggung Jawab

Marcel menekankan kata "terima kasih", lalu berbalik menatap Levis dengan marah dan membentak, "Pak Levis, kalau mau mencari kambing hitam, apa kamu bisa lebih pintar sedikit?""Pak, mak ... maksudnya gimana?" Levis yang dimarahi merasa bingung. Ini tidak sesuai dengan skenario yang dibayangkan."Maksudku?" Marcel hampir meledak karena marah. "Sebelum acara dimulai, sekretarisku sudah berkali-kali menegaskan kepadamu kalau pidatoku sangat penting.""Ini menyangkut para sponsor dan mitra luar negeri yang telah mendukung kita selama bertahun-tahun! Tapi, lihat apa yang terjadi. Di saat paling penting, telepromter malah nggak menampilkan apa-apa! Begini hasil sempurna yang kamu janjikan?""Nggak mungkin." Levis panik. Dia menoleh ke kiri kanan sambil berkata, "Telepromternya sudah diperbaiki sebelum kamu naik ke panggung!”"Jadi, kamu mengakui kamu tahu telepromter rusak saat aku sedang di atas panggung?" Milla langsung memotong ucapannya.Levis sontak terdiam, merasa dirinya baru saja ma
Read more

Bab 96 Penggemar Berat

Beberapa hari yang lalu, Donny tiba di Kota Jelu. Setelah kehilangan posisinya di Grup Jauhari dan gagal mendapatkan dukungan dari Keluarga Bakhtiar, dia harus mencari jalan lain. Dia ingin menemui Yoshi, tetapi sama sekali tidak menemukan kesempatan.Akhirnya, Donny mengeluarkan banyak uang untuk membeli undangan ke sebuah acara kelas atas di Kota Jelu. Di sana, dia akhirnya bertemu dengan Yoshi. Dia sempat menyapa Yoshi sebentar dan menyerahkan kartu namanya, hanya itu saja."Kebetulan sekali, kamu bisa langsung bicara di depan ayahku dan lihat sendiri apa konsekuensi yang harus kamu tanggung!" Agnez tersenyum sinis.Gerakan Donny seketika membeku, ekspresinya dipenuhi keterkejutan. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis mungil ini ternyata adalah putri Yoshi!Sebelum sempat menerima kenyataan itu, para pengawal Keluarga Ruhian sudah menangkap Donny dan menyeretnya pergi.Melihat Donny tertangkap, Levis buru-buru melempar semua kesalahan kepadanya. "Pak, lihatlah. Donny ini suda
Read more

Bab 97 Pacar Skandal

Keesokan harinya, Milla kembali ke Kota Huari bersama ibunya.Iklan ambasador kuartal pertama Yoan resmi memulai syuting. Milla sudah lebih dulu berkomunikasi dengan tim manajemen Yoan dan memastikan semuanya baik-baik saja. Dia mengutus dua staf dari divisi parfum untuk mengawasi. Sementara itu, dia tetap berada di kantornya untuk mempersiapkan kompetisi peracikan parfum.Menjelang sore, pelayan dari Grand Amary menelepon. "Nyonya, malam ini makan di rumah nggak?"Milla berpikir sejenak sebelum bertanya, "Apa Om Chris ada di rumah?""Ya, Tuan Chris sudah pulang. Kalau kamu pulang untuk makan, dia akan menunggumu," jawab pelayan itu segera.Hati Milla bergetar. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ada seseorang yang menunggunya untuk makan bersama di rumah.Perasaan aneh ini menggelitik hatinya. Dia teringat pada tiara yang diberikan kepada ibunya, lalu akhirnya memutuskan untuk pulang serta mengucapkan terima kasih secara langsung."Aku akan segera pulang," ucap Milla.Begitu telepon
Read more

Bab 98 Istri Sah

"Kamu sedang menyindirku?" Laura merasa terhina dan mulai bertingkah tidak masuk akal."Nggak, aku cuma bicara berdasarkan fakta." Milla menjawab dengan tenang, "Rencana ini sudah disetujui sebelum kontrak ditandatangani, tapi sekarang tiba-tiba ada masalah saat syuting. Itu berarti, bukan urusan kami lagi."Laura meliriknya dengan tatapan sinis. "Kamu mau menekanku dengan kontrak?""Kalau kamu bahkan nggak menganggap penting kontrak, itu berarti kita memang nggak bisa kerja sama." Milla sama sekali tidak takut dengan ancamannya."Kalau begitu, aku nggak mau syuting!" Laura berseru dengan suara tajam dan manja, "Yang rugi kalian, bukan aku!"Melihat Laura begitu keras kepala, Kerry dan beberapa staf Grup Jauhari mulai panik. Namun, Milla memberi isyarat agar mereka tidak terpancing emosi karena dia punya cara sendiri."Kalau kamu nggak syuting, yang rugi bukan cuma kami, tapi juga Yoan," ujar Milla dengan tenang."Jangan pakai nama Yoan untuk menekanku! Aku dan Yoan adalah rekan satu a
Read more

Bab 99 Wanita Pendendam

Jantung Milla tiba-tiba berhenti berdetak. Berani sekali Chris menggoda dirinya di depan umum!Namun, orang-orang di sekitar tidak mendengar jelas ucapan Chris barusan. Mereka semua mengira Chris sedang mengancam Milla. Karena hanya dengan satu kalimat, Milla langsung menunduk seperti ketakutan.Chris menyunggingkan senyuman samar yang nyaris tak terlihat, lalu menoleh ke arah para staf yang hadir. Dalam sekejap, sorot matanya berubah dingin. "Apa yang terjadi?""Pak, begini ... aku hanya merasa konsep iklan ini masih kurang sempurna, jadi ... aku mengajukan sedikit saran ...." Di depan Chris, Laura berbicara dengan hati-hati, memilih kata-kata dengan sangat cermat.Chris meliriknya dengan dingin. Nada suaranya tidak menunjukkan kesabaran, "Siapa kamu?"Semua orang bertatapan dengan kaget. Chris tidak mengenal Laura? Lantas, bagaimana dengan semua omongannya tentang artis andalan perusahaan dan pacar skandal Chris? Ini terlalu berlebihan, 'kan?Laura menahan rasa malu, berpura-pura tid
Read more

Bab 100 Terlalu Menggoda

"Milla, kita ketemu lagi." Orang pertama yang membuka suara adalah Rafael.Grace segera menyusul dengan nada mengejek, "Ya, bertemu lagi. Benar-benar takdir ya."Milla menggerakkan sudut bibirnya. "Takdir atau bukan, kamu lebih tahu daripada aku."Di dalam mobil, sutradara dan asisten produser sibuk membahas alur rekaman. Milla pun ikut berdiskusi dengan tim produksi.Rafael ingin menyela pembicaraan, tetapi tidak menemukan celah, sementara Grace terus mengedipkan mata untuk memberi isyarat. Namun, Milla sama sekali tidak peduli."Bu Milla, awalnya kamu yang ditunjuk sebagai pemandu wisata untuk perjalanan ini. Tapi, karena Grace ikut, jadi mungkin sebagian tugas pemanduan di situs budaya harus dibagi dengannya."Produser berkata dengan nada sedikit pasrah, "Naskah panduan sudah kami siapkan. Tenang saja, kamu bisa memilih destinasi populer terlebih dahulu."Milla hanya tersenyum santai dan mengangguk. Dia tidak terlalu peduli soal prioritas. Baginya, proyek video promosi kota dalam ac
Read more
PREV
1
...
89101112
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status