All Chapters of Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder: Chapter 101 - Chapter 110

153 Chapters

Bab 101 Melempar Bola Bunga

"Orang itu ... wajahnya mirip sekali sama Yoan, tapi sepertinya bukan Yoan .... Auranya jauh lebih bangsawan daripada Yoan!" Mata Grace langsung berbinar.Pelayan pribadi itu mengikuti arah pandangan Grace dan terkejut, "Nggak nyangka Chris juga datang.""Maksudmu, dia itu kepala Keluarga Mahendra?"Kilauan di mata Grace semakin terang. "Bukankah katanya dia cacat?""Dengar-dengar, dia sudah sembuh. Beberapa hari lalu, dia muncul di dalam forum keuangan internasional dalam keadaan sehat," ujar sang pelayan.Grace diam-diam menyunggingkan senyum manis. "Ayah selalu suruh aku untuk mendekati Keluarga Ruhian atau Mahendra. Tapi, Yoan itu playboy, sedangkan Rafael pengecut, nggak ada yang pantas untukku. Chris ini sepertinya cukup menarik ....""Chris cerdas dan ambisius, Nona. Aku khawatir sifat Nona yang polos nggak akan mampu mengendalikannya," pelayan itu mengingatkan dengan tulus.Grace mengangkat alis dan menatapnya tajam. "Sejak kecil, nggak ada yang berani menolak apa pun yang kuin
Read more

Bab 102 Menggendong Istri Sendiri

"Semangat!""Semangat!"Sorakan dan teriakan dukungan menggema di seluruh area.Grace menempel erat di punggung Chris dengan gaya berpura-pura lemah. Begitu Chris mulai berlari, dia langsung berteriak manja, "Pak Chris, pelan-pelan dong, aku takut ...."Ternyata Grace memang tahu siapa dirinya. Tampaknya Keluarga Young punya jaringan informasi yang cukup luas.Ekspresi Chris langsung menggelap. Membawa wanita manja seperti ini untuk mengambil bola bunga? Ini benar-benar keputusan paling bodoh yang pernah dia buat!Sungguh buang-buang waktu!Hanya saja, meskipun merasa menyesal, dia sudah tiba di keranjang tempat bola bunga disimpan. Sementara itu, di belakangnya, Grace masih berteriak-teriak dengan suara melengking."Wah, Pak Chris luar biasa! Kita cepat sekali! Turunkan sedikit tubuhmu, Pak Chris! Sedikit lagi, aku hampir bisa mengambilnya!"Chris menggertakkan giginya. Wanita ini benar-benar berisik! Kesabarannya sudah habis. Dengan sedikit gerakan tangan, dia melepaskan pegangan pad
Read more

Bab 103 Suami Istri Sekamar

Mata Chris menatap tajam, lalu melayangkan pandangan sekilas ke Rafael. Padahal yang digendongnya itu istrinya sendiri, apa urusannya sama Rafael?Namun, Rafael sama sekali tak terpengaruh oleh tatapan tajam itu. Dia tetap sibuk memperhatikan Milla. "Kebetulan aku bawa minyak pijat untuk memar. Nanti aku bantu oleskan.""Terima kasih, aku baik-baik saja." Milla tersenyum ringan.Ekspresi Chris semakin gelap. Anak ini benar-benar berani menggoda istrinya di depan matanya! Selain itu, ini bukan pertama kalinya juga!Chris hendak menarik Milla kembali ke sisinya, tetapi sebelum dia sempat bergerak, tim produksi sudah mengenalinya dan langsung mengerubunginya. "Pak Chris? Anda ada di sini? Kenapa nggak kasih tahu kami dulu sebelumnya? Kami nggak ada persiapan sama sekali ...."Wilson yang melihat wajah bosnya semakin kelam, segera maju untuk mengendalikan situasi. "Pak Chris tertarik untuk berinvestasi dalam produksi film dokumenter kota ini.""Wah! Itu luar biasa!"Tim produksi langsung b
Read more

Bab 104 Diam-Diam Pakai Produk Perawatan Kulitnya

Milla duduk di ujung ranjang. Hatinya yang panik sontak bergetar. Chris, si pria dingin ini selalu saja memberinya kelembutan di saat hatinya lengah."Bukannya kamu sibuk? Kenapa bengong saja?" tanya Chris yang memejamkan matanya. Milla tersentak dan buru-buru meraih naskahnya dan pergi ke ruang tamu, takut kalau pria itu tiba-tiba berubah pikiran.Baru setelah menyelesaikan semua hafalan naskahnya, Milla meregangkan tubuh dan menghela napas panjang. Chris sudah terlelap di lantai.Dengan langkah ringan, dia mengambil selimut dan menyelimutinya dengan hati-hati, sebelum keluar menuju ruang rias umum untuk mencuci wajah dan melakukan perawatan malam.Di lantai yang sama, salah satu kamar hotel telah diubah menjadi ruang rias sementara yang digunakan oleh semua anggota tim produksi. Saat Milla masuk, dia tak menyangka bahwa Grace juga ada di sana!'Sudah selarut ini. Apa dia juga sedang menghafal naskah?'Namun, Grace tidak berpikir seperti itu. Dia menunggu semua kru selesai bekerja dan
Read more

Bab 105 Ke Ladang Bunga Sendirian

Kalau saja semua orang tidak mendengar sendiri suara khas Grace yang selalu penuh drama, mereka pasti tidak akan percaya bahwa wanita berwajah bengkak di depan mereka ini adalah Grace, putri kesayangan Keluarga Young."Kamu ... kenapa jadi begini?" tanya sutradara dengan kaget.Grace menunduk dan menggertakkan giginya, sambil mengepalkan tangan dengan erat. "Wajahku alergi ....""Alergi apa sampai bisa bikin wajahnya kayak gini?" Semua orang di sekitarnya saling berbisik.Hanya Milla yang matanya memancarkan kilatan dingin. Dia langsung teringat pada botol royal jelly miliknya yang tiba-tiba berkurang drastis. Jangan-jangan wanita bodoh ini menggunakannya sebagai masker wajah?Milla hampir tak bisa menahan tawa. Melihat ekspresi geli di wajahnya, Grace semakin menggertakkan gigi dalam diam.Setelah cukup puas menahan tawa, sutradara dan beberapa kru lainnya akhirnya berkata, "Begini, jadwal syuting kita nggak bisa diundur. Semua sudah tertulis dalam kontrak. Kalau kamu bisa menghilangk
Read more

Bab 106 Sakit Hati Sekali Lagi

Lingkungan di sekitar begitu tenang dan damai. Ladang bunga ini dikelilingi oleh lembah yang sunyi, sementara lembah itu sendiri mengalirkan sungai jernih yang berkelok-kelok.Di kejauhan, gunung bersalju yang suci berdiri megah, menciptakan pemandangan yang memukau. Karena bukan musim liburan, jumlah wisatawan sangat sedikit. Namun, bunga-bunga di sepanjang jalan bermekaran dengan indah.Milla melangkah lebih dalam.Tiba-tiba, di antara hamparan bunga camellia yang luas, dia melihat sekuntum bunga berwarna biru keunguan.Bunga meconopsis!Mata Milla membelalak sedikit. Bunga langka ini hanya tumbuh di Kota Cevo. Dan ini adalah pertama kalinya dia melihatnya secara langsung!Karena penasaran, Milla mendekat dan menghirup aromanya. Wangi khas bunga itu memenuhi indra penciumannya. Dia memejamkan mata sejenak, membiarkan aromanya meresap.Seketika, berbagai inspirasi baru untuk kompetisi peracikan parfum mulai bermunculan di benaknya.Namun ... kenapa bunga langka ini bisa tumbuh di anta
Read more

Bab 107 Kamu Tahu Cara Meracik Parfum?

"Siapkan mobil!"Usai bicara, Chris langsung bangkit dan melangkah keluar dengan cepat. Mobilnya melaju kencang menuju lokasi syuting tim produksi. Dari kejauhan, dia sudah bisa melihat kerumunan kru yang panik dan berlarian ke sana kemari.Wilson langsung menarik sutradara ke hadapan Chris.Sutradara menelan ludah. Melihat wajah Chris yang muram, dia mengira bahwa pria itu kecewa dengan tim mereka dan mungkin batal berinvestasi. Dengan cepat, dia berusaha menjelaskan, "Pak Chris, ini memang kesalahan kami. Tapi sebelumnya kami nggak pernah mengalami insiden seperti ini ....""Orangnya sudah ketemu belum?" Chris memotong basa-bas sutradara dengan suaranya yang ketus.Sutradara itu gemetar karena terkejut. "Sementara ini masih belum ... kami ... kami sedang melakukan pencarian semaksimal mungkin ...."Kelopak mata Chris berkedut. Pikirannya yang biasanya rasional, kini menjadi tak terkendali."Pak, tim penyelamat sudah turun ke sungai untuk mencari. Airnya memang dalam, tapi arusnya ngg
Read more

Bab 108 Mengenali Aroma dari Penciuman

"Ngerti sedikit," jawab Milla."Aku nggak percaya!" Binar harapan dalam mata pria tua itu langsung berubah menjadi ucapan sinis, "Cuma anak ingusan seperti kamu ini memangnya bisa tahu seberapa banyak?""Di dalam rumah ini ada aroma camellia, magnolia, primrose, dan azalea. Kalau aku nggak salah, kamu sedang meracik wewangian berbau sedang. Semua bunga ini punya aroma yang ringan dan elegan, tapi kamu butuh sebuah aroma yang lebih kuat dan mendalam untuk menyeimbangkannya.""Itulah sebabnya kamu menunggu masa berbunga mecopnosis, bukan?"Hanya dengan sedikit menggerakkan hidungnya, Milla berhasil menganalisis seluruh kombinasi aroma di ruangan itu. Mata pria tua itu langsung bersinar tajam. Dia terdiam selama beberapa detik, lalu menatap Milla lekat-lekat."Kamu menyimpulkan semua itu hanya dari penciumanmu? Hanya dengan hidungmu?"Melihat ekspresi terkejut pria tua itu yang agak berlebihan, Milla tersenyum samar meskipun bibirnya terasa kering dan pecah-pecah. "Benar sekali."Pria tua
Read more

Bab 109 Balas Budi padamu

"Mereka menghancurkan bunga mecopnosis milikku! Apa aku bisa diam saja dan nggak cari tahu siapa pelakunya?" Pria tua itu bersungut-sungut, masih merasa sakit hati mengingat bunga-bunga yang dirusak.Milla segera bertanya lagi, "Kalau begitu, apa Anda melihat seperti apa orang itu?"Pria tua itu mendecak kesal. "Apa bedanya lihat atau nggak? Aku nggak kenal dia dan aku bukan polisi." Dia lalu melirik Milla tajam sebelum menambahkan, "Lagian, kamu masih hidup, 'kan? Semoga kejadian ini bisa membuatmu sedikit lebih pintar di masa depan!"Milla tertawa kecil, "Sebenarnya, aku memang sudah menduga ini jebakan ....""Lalu kenapa tetap melompat? Bodoh sekali!" Pria tua itu langsung mengejeknya.Milla tersenyum, lalu menjawab dengan jujur, "Tapi situasinya darurat. Nggak ada orang lain di sekitar. Kalau orang itu benar-benar tenggelam dan aku nggak menolongnya, dia pasti mati."Pria tua itu mengerucutkan bibirnya. "Siapa bilang nggak ada orang? Memangnya aku bukan orang?""Kalau begitu, apa A
Read more

Bab 110 Menangkap Pencuri

Setelah berkata demikian, pria tua itu berbalik dan berjalan keluar. Namun, sebelum pergi, dia masih sempat mengingatkan, "Kamar kosong itu untukmu. Cepat tidur, jangan acak-acakin di studio parfumku."Dengan tangan bersedekap di belakang, pria tua itu melangkah pergi.Milla masih belum beranjak dari studio parfum. Sebagai seseorang yang sangat mencintai dunia wewangian, tempat ini terasa sangat menarik baginya.Mungkin itulah sebabnya dia bisa membangun komunikasi yang lebih santai dengan pria tua itu. Meskipun ruangan ini tidak besar, setiap peralatan dan bahan di dalamnya sangat lengkap. Bahkan, banyak kombinasi aroma yang belum pernah dia temui sebelumnya.Dalam hati, Milla berdecak kagum.Meskipun penampilannya sederhana, pria tua ini memiliki pendekatan unik dan wawasan yang luar biasa dalam dunia parfum. Berada di tempat ini membuatnya merasa seperti membuka gerbang baru dalam pemahamannya tentang wewangian.Hal-hal yang sebelumnya terasa membingungkan, kini mulai dia pahami den
Read more
PREV
1
...
910111213
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status