All Chapters of Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder: Chapter 81 - Chapter 90

153 Chapters

Bab 81 Wanita yang Tidak Punya Hati

Milla kembali lebih awal ke Grand Amary. Setelah berganti pakaian, dia langsung menuju dapur.Kemudian, dia menarik kepala pelayan dan bertanya, "Kak Yuli, Om Chris suka makan apa?""Tuan Chris sepertinya nggak punya makanan favorit. Aku sudah memperhatikan dengan saksama. Nggak peduli hidangan apa yang kubuat, beliau selalu mencicipi beberapa suap tanpa mengatakan suka ataupun pilih-pilih."'Apa pria ini menganggap dirinya kaisar? Takut orang lain mengetahui seleranya dan meracuninya?' Milla mengkritik dalam hati, lalu bertanya lagi, "Jadi ... nggak ada petunjuk sedikit pun?""Kalau harus dibilang, Tuan Chris suka minum sup. Ramuan obat yang dibuat sesuai instruksi Dokter Luis selalu diminum 2 mangkuk." Yuli menganalisis."Oke, hari ini serahkan saja dapur kepadaku. Kalian bisa mengurus hal lain." Milla mengosongkan dapur. Dengan percaya diri, dia mengambil tablet dan mencari berbagai resep makanan dan mulai belajar dengan penuh semangat.Namun, memasak ternyata lebih sulit dari yang
Read more

Bab 82 Merindukan Sentuhan

Makan? Dia sudah kenyang karena marah!Chris memutar kursi rodanya dan pergi, malas menanggapi pertanyaan Milla.Milla berdiri dan mengejarnya, bertanya tanpa tahu apa-apa, "Lalu ... gimana dengan kontrak Yoan?"Chris menoleh, tatapan dinginnya mengarah pada wanita di belakangnya. "Mulai sekarang, nggak perlu repot-repot masak sendiri. Keluarga Mahendra nggak sanggup mempekerjakanmu."Milla berdiri terpaku, mengingat kembali tatapan dalam dan nada dingin Chris barusan. Dia baru menyadari bahwa pemahamannya tentang pria itu masih terlalu dangkal ....Chris masuk ke lift dan menuju ruang kerja. Amarahnya mulai mereda. Dia mengambil ponsel dan menelepon Wilson. "Kenapa kontrak ambasador Yoan belum disetujui? Apa yang membuat manajernya nggak puas?""Sebetulnya nggak ada masalah besar," sahut Wilson dengan hati-hati."Lalu, kenapa belum disetujui?" Mengingat bagaimana Milla diserang oleh sekelompok orang di ruang rapat siang tadi, entah kenapa Chris merasa tidak tega."Mungkin mereka hanya
Read more

Bab 83 Kambing Hitam

"Tiba-tiba pulang ke rumah orang tua?" Suara dingin Chris terdengar dari belakang Milla. "Kalau orang nggak tahu, mereka pasti mengira aku menindasmu."Bukankah memang begitu? Milla menggigit bibirnya. Di depan beberapa pelayan, dia tidak ingin berdebat dan hanya berkata, "Jangan berlebihan. Besok ulang tahun ibuku, aku pulang untuk menemaninya." Setelah itu, dia mengambil tasnya dan pergi.Chris terdiam sesaat, lalu naik ke lantai atas. Begitu masuk ke kamar, dia melihat tiara yang diberikan kepada Milla masih terbungkus rapi di sudut meja.Bukankah Milla sendiri yang mengatakan bahwa tiara ini adalah sesuatu yang selalu ingin diberikan ayahnya kepada ibunya sebelum meninggal? Kenapa dia tidak menghargai pemberiannya?Tatapan Chris tiba-tiba mendingin. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman mengejek.....Meskipun bisa menghindari orang, masalah tetap tidak bisa dihindari. Milla tetap harus berusaha mendapatkan kontrak dengan Yoan.Begitu sampai di kantor, dia langsung mengunci d
Read more

Bab 84 Dia Menyukai yang Muda

Sore itu, saat Milla hampir menggila karena tidak ada lagi yang bisa diperbaiki dalam proposalnya, tiba-tiba dia menerima kabar mengejutkan dari Grup Mahendra bahwa kontrak ambasador Yoan telah disetujui.Bukan hanya itu, tim Yoan kebetulan sedang melakukan pemotretan sampul majalah di studio dekat Grup Jauhari. Milla diminta membawa tim periklanan untuk menyusun konsep syuting iklan pertama.Mendengar kabar ini, Milla langsung bersemangat. Tanpa banyak bicara, dia segera membawa dua rekan dari tim periklanan dan berangkat ke studio.Di dalam studio, di bawah cahaya lampu sorot, Yoan seperti magnet berjalan. Semua wanita dalam radius beberapa kilometer selalu terpikat padanya. Setiap kali dia berpose, terdengar sorakan dari kerumunan."Penampilannya memang nggak perlu diragukan lagi. Yang paling penting, tatapannya secara alami membawa daya tarik seksual. Ini benar-benar bakat istimewa," puji fotografer pada Elvi.Elvi terlihat sangat bangga dan tersenyum puas. Namun, saat melihat Mill
Read more

Bab 85 Acara Ulang Tahun

Keesokan harinya adalah ulang tahun Nayla. Nayla mengatakan bahwa dia tidak ingin merayakan secara besar-besaran, hanya ingin mengobrol santai di rumah bersama putrinya.Makanya, Milla sengaja mengambil setengah hari cuti dan menyiapkan makan malam ulang tahun untuk ibunya bersama Kiky.Saat malam tiba dan Nayla pulang kerja, Milla berkata dengan perasaan agak bersalah, "Sebenarnya aku ingin menyiapkan hadiah kejutan untukmu, tapi ... ada sedikit masalah. Jadi, aku hanya bisa masak makanan favoritmu sebagai gantinya.""Yang penting kamu bisa menemaniku merayakan ulang tahun, aku sudah sangat senang." Nayla menggenggam tangan putrinya. Selama 2 tahun terakhir, mereka masing-masing sibuk dengan urusan sendiri. "Tahun lalu, Ibu nggak bisa pulang untuk menemanimu.""Mulai sekarang, aku akan membantumu di perusahaan. Jadi, kamu nggak akan terlalu sibuk lagi," ujar Milla sambil tersenyum.Keduanya akhirnya membahas urusan bisnis perusahaan. Jauhari Medis sedang mencari kerja sama dengan rant
Read more

Bab 86 Yang Paling Disayangi

Wilson?Nayla mengangguk, memberi isyarat agar tamu itu dipersilakan masuk. Sementara itu, Donny masih mencemooh dari samping, "Dia bisa berteman dengan siapa? Paling-paling hanya kumpulan teman rendahan yang nggak jelas!"Sebelum selesai mengeluh, dari sudut matanya, Donny melihat pria yang masuk ke ruangan. Dalam sekejap, postur tubuhnya sedikit membungkuk. "Pak ... Pak Wilson, kenapa kamu datang ke sini?"Di Kota Huari, banyak orang mungkin belum pernah melihat Chris secara langsung, tetapi mereka pasti mengenal Wilson.Wilson adalah asisten nomor satu Grup Mahendra, bertanggung jawab atas banyak keputusan strategis. Sosok setingkat ini bukanlah seseorang yang bisa didekati dengan mudah oleh Donny."Bu Nayla, ini hadiah untukmu." Wilson melangkah masuk dengan tenang, mengangguk sopan kepada Milla sebelum menyerahkan sebuah kotak beludru hitam kepada Nayla dengan penuh hormat."Terima kasih." Nayla tidak menyangka bahwa teman putrinya ternyata adalah Wilson. Dengan tersenyum, dia men
Read more

Bab 87 Menganggapnya Harta Karun

Pelayan mengingatkan Grace agar tidak membuat keributan di acara Keluarga Ruhian. Namun, Grace tidak mau mendengar. "Tenang saja! Aku hanya perlu menyenangkan Agnez. Tapi, Milla cuma seekor semut kecil! Masa aku nggak punya hak untuk menginjak seekor semut?"Pelayan itu hanya bisa menghela napas. Mungkin akan lebih baik jika Grace melampiaskan amarah kepada Milla sekarang, daripada dia mencari masalah yang lebih besar nanti.Namun, begitu Grace melewati taman, dia justru kehilangan jejak Milla. Taman Keluarga Ruhian ini terlalu besar!....Di balkon lantai tiga, Agnez berdiri anggun dengan mengenakan gaun rancangan khusus sambil menggandeng lengan Yoshi."Ayah harap setelah kejadian ini, putri kesayanganku bisa menjalani sisa hidupnya dengan damai dan bahagia." Yoshi menatap putri bungsunya dengan penuh kasih sayang.Sepanjang hidupnya, Yoshi membangun bisnis Keluarga Ruhian hingga mencapai puncaknya. Namun, jika ada satu hal yang masih membuatnya merasa bersalah, itu adalah anak-anakn
Read more

Bab 88 Rafael Ruhian

Yoshi memiliki empat anak. Tiga yang pertama adalah anak laki-laki, sedangkan Agnez adalah yang paling kecil sehingga dia sangat dimanjakan."Kamu memang cerdas, langsung bisa menebak identitasku." Pemuda berbaju putih mendekat dan memperkenalkan diri, "Namaku Rafael.""Salam kenal, Pak Rafael," sapa Milla dengan sopan.Rafael tidak bisa menahan diri untuk menatap mata indah Milla. Tanpa disadarinya, wajahnya pun memerah.Tadi, dia berada di lantai atas dan awalnya tidak berniat turun untuk bertemu para tamu. Namun, tiba-tiba matanya tertuju pada wanita yang duduk di gazebo. Riasannya tipis, penampilannya sederhana, tetapi sangat sempurna bagaikan seorang dewi di tengah taman!Rafael menenangkan diri dan mengingat tujuannya. Dia bertanya, "Apa aku boleh tahu namamu?""Namanya Milla!" Tiba-tiba, suara wanita yang tidak bersahabat terdengar dari belakang. "Pak Rafael, buka matamu lebar-lebar. Hari ini ada tamu yang datang untuk merayakan, tapi ada juga yang punya maksud terselubung. Jang
Read more

Bab 89 Kejutan Besar

Yoshi melambaikan tangannya, lalu sekretaris di belakangnya menyerahkan kontrak yang sudah dicetak kepada Nayla, dua rangkap.Nayla masih kebingungan. Dia membaca kontrak itu dengan cermat, khawatir ada kesalahan dalam klausul yang mungkin dibuat oleh tim hukum saat menyusunnya.Mungkin saja ada harga yang terlalu tinggi atau persyaratan yang tidak masuk akal. Bagaimanapun, aneh melihat Grup Ruhian menyetujui kerja sama ini dengan begitu mudah.Namun, setelah membaca kontraknya, Nayla semakin terkejut. "Pak Yoshi, ini ...."Yoshi tersenyum sangat ramah. "Benar, aku telah membuat sedikit perubahan dalam kontrak. Dari penawaran yang Grup Jauhari ajukan, aku menambahkan dua poin tambahan untuk menunjukkan ketulusan dan rasa terima kasihku.""Maaf kalau aku lancang. Apa aku boleh tahu alasannya?" Nayla merasa seluruh situasi ini di luar nalar."Karena putrimu adalah penyelamat putriku!" jelas Yoshi dengan suara lantang.Di tengah keterkejutan semua orang, Agnez melangkah maju dan menatap M
Read more

Bab 90 Ikut Aku Pulang

Grace menatap dengan tidak percaya. Dia pun tidak ingin pergi. "Agnez, pikirkan baik-baik. Kamu tahu identitasku dan identitas Milla. Kamu yakin ingin menyinggungku demi dia?""Justru kamu yang mati-matian mencari tahu semua kesukaanku, mendekatiku, dan berusaha menyanjungku. Sejak kapan aku takut menyinggungmu?" balas Agnez dengan tenang.Yoshi pun tertawa dingin dan berkata dengan nada mengejek, "Ini wilayah Keluarga Ruhian. Di sini, aku yang menentukan siapa yang punya status!""Antar tamu keluar!" perintah Yoshi dengan tegas.Grace dan kepala pelayannya tidak ingin dipermalukan lebih jauh, jadi mereka tidak punya pilihan selain pergi dengan penuh dendam dan amarah.Agnez merangkul lengan Milla dengan ramah. Senyumannya tak pernah pudar sepanjang waktu."Sebenarnya kamu nggak perlu bersikap begitu keras padanya demi aku. Dia cuma bermulut tajam, tapi nggak bisa benar-benar melukaiku," ujar Milla.Agnez memanyunkan bibirnya. "Nggak boleh begitu. Kamu ini penyelamatku. Karena dia bera
Read more
PREV
1
...
7891011
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status