All Chapters of Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder: Chapter 111 - Chapter 120

153 Chapters

Bab 111 Pria Bergairah

"Anda salah paham. Ini ...."Milla menghela napas. Ini sebenarnya cerita panjang, tapi mau tak mau dia harus menjelaskannya. "Benar, kami suami istri. 'Paman Kedua' itu cuma panggilan saja." Dia tersenyum kaku dan menjelaskan dengan canggung."Aku bukan petugas sensus, peduli amat kalian suami istri atau bukan!"Pria tua itu berbalik dengan tidak sabar. Entah tombol apa yang dia tekan, tetapi tiba-tiba jebakan di kaki Chris otomatis terbuka.Milla mendengar suara erangan dari pria itu setelah menahan rasa sakit. Melihat luka di kakinya yang terus mengalirkan darah, dia bisa membayangkan betapa sakitnya luka itu. Alisnya berkerut dalam, lalu dia buru-buru bertanya, "Kakek, ada rumah sakit nggak di sekitar sini?""Kamu sendiri juga bilang, di sini nggak ada orang, mana mungkin ada rumah sakit?" sindir pria itu."Luka luar saja, nggak masalah," Chris mencoba menenangkannya.Dia tetap duduk di tanah tanpa bergerak dan matanya terpaku pada Milla. Tatapannya dipenuhi oleh ekspresi wanita itu
Read more

Bab 112 Akan Bertemu Lagi dalam Waktu Dekat

Chris memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan berusaha menenangkan diri.Dengan kakinya yang tidak terluka, dia mengait selimut di lantai dengan perlahan dan menutupinya di atas tubuh Milla. Setelah itu, dia menekuk untuk menopang dagunya dan mulai menikmati pemandangan di depannya dengan puas.Saat tertidur, wanita ini benar-benar terlihat seperti seekor kucing malas yang sudah cukup berjemur di bawah sinar matahari. Entah berapa lama dia menikmati pemandangan itu dalam diam, hingga akhirnya Milla menggeliat dan menggerakkan kakinya, lalu membuka mata."Kamu sudah bangun?" tanyanya.Chris buru-buru menarik kembali tatapannya, lalu menaruh tangan di kedua sisi tubuhnya dengan santai. "Baru saja.""Oh."Milla segera memeriksa dirinya sendiri. Syukurlah tidak ada bagian yang terbuka atau memperlihatkan sesuatu yang seharusnya tidak terlihat. Dia lalu bangkit dari lantai dan bertanya, "Gimana lukamu? Hari ini sudah bisa jalan?""Ya." Chris berdeham untuk meredam kegelisaha
Read more

Bab 113 Dia Hamil

"Nenek?" Milla menoleh ke arah Chris dengan kaget. Chris memberi tahu Milla bahwa Tessa telah kembali ke negara kemarin. Mendengar bahwa Milla sedang syuting video promosi untuk pesta sosialita internasional di Kota Cevo, dia langsung datang ke kota itu.Namun begitu sampai, dia tidak menemukan Milla dan merasa sedikit kecewa.Chris segera memberi perintah tegas kepada semua orang agar tidak mengungkapkan berita tentang hilangnya Milla. Mereka hanya boleh mengatakan bahwa hari ini adalah hari libur bagi tim produksi dan Milla pergi menemui teman-temannya.Namun, jika Milla masih belum kembali hari ini, Tessa pasti akan mulai curiga.Meskipun Chris terlihat dingin dan tidak peduli, nyatanya dia begitu berbakti kepada neneknya. Milla memahami perasaannya, jadi dia setuju untuk langsung kembali ke apartemen seperti yang diminta Chris.Tessa sudah lama tidak melihat Milla. Begitu Milla turun dari mobil, wanita tua itu menyambutnya dengan hangat dan langsung menariknya masuk sambil bertany
Read more

Bab 114 Aku akan Memberimu Kebahagiaan

Saat Chris mulai menyadari kemungkinan itu, Milla yang panik juga tiba-tiba teringat sesuatu.Lebih dari dua bulan yang lalu, dia dan Chris mengalami insiden di sebuah hotel di Parlis. Namun, setelah kejadian itu, siklus bulanan Milla tetap datang tepat waktu!Huff .... Dia menghela napas panjang dalam hati. Tadi dia benar-benar hampir tertipu oleh Tessa. Syukurlah, cuma kekhawatiran tak berdasar."Nenek, bukan begitu. Aku mungkin cuma kurang sehat, bukan hamil," jelas Milla."Kamu mungkin masih terlalu awal untuk menyadarinya," Tessa tetap bersikeras.Milla ingin menjelaskan bahwa dia tidak mungkin hamil karena belakangan ini dia sama sekali tidak pernah tidur dengan Chris. Namun, dia sadar tidak bisa mengatakannya begitu saja .... Bagaimanapun, dia tinggal di Grand Amary dan Tessa pasti menganggap bahwa dia dan Chris tidur bersama setiap malam.Saat melihat Milla terdiam, Chris dan Tessa mengira dia mengakui kebenarannya.Tanpa membuang waktu, Tessa langsung memerintahkan pelayan unt
Read more

Bab 115 Orang Baru Menggantikan yang Lama

Pria itu sedang berdiri di samping tempat tidur Milla sambil menatap monitor EKG dengan ekspresi yang sangat fokus."Kamu siapa?" Milla sedikit gelisah dan perlahan bangkit untuk duduk.Menyadari bahwa dia sudah bangun, pria itu lalu tersenyum ramah. "Halo, Bu Milla. Saya mewakili panitia pesta sosialita internasional untuk menjenguk Anda."Milla mengamatinya dengan saksama. Wajahnya tampak lembut dan berwibawa, berpakaian rapi, serta memiliki senyuman yang menenangkan. Penampilannya membuat orang merasa sangat nyaman.Milla mengangguk, lalu bertanya, "Kapan saya menjalani pemeriksaan EKG?" Dia menatap alat yang terpasang di jarinya."Mungkin dokter melakukannya waktu Anda tertidur. Saya juga kurang tahu," jawab pria itu dengan sopan.Melihat buah dan bunga yang diletakkan di dalam kamar perawatannya, Milla tersenyum. "Terima kasih atas perhatiannya. Saya baik-baik saja. Sebentar lagi saya juga akan keluar dari rumah sakit.""Tapi bagaimanapun juga, insiden ini terjadi dalam acara yang
Read more

Bab 116 Mirip Simpanan Presdir Grup Bakhtiar

Pelukan ini terasa berat. Chris memeluk Milla erat-erat di dalam dekapannya. Milla hampir tak bisa bernapas, tetapi dia tidak mendorong Chris karena rasa aman di saat ini tak tergantikan.Setelah beberapa saat, Chris akhirnya melepaskannya. Saat itulah Milla melihat matanya yang merah dan agak basah."Kamu kenapa? Kenapa buru-buru sekali? Lukamu sampai terbuka lagi," ucap Milla dengan kening yang berkerut karena khawatir.Chris sama sekali tidak peduli dengan lukanya. Dengan suara lembut, dia bertanya, "Tadi ada yang datang?"Milla mengangguk. "Pihak pesta sosialita internasional mengirim seseorang untuk menemuiku.""Siapa?" Di mata Chris, ada kegelisahan yang tak bisa Milla pahami."Ini," kata Milla sambil menyerahkan kartu nama kepadanya.Chris menatap nama dan nomor telepon di kartu itu, lalu beralih menatap Milla dengan cemas. "Kalau aku nggak ada, jangan sembarangan bertemu dengan orang asing."Milla menatapnya dengan heran. "Aku bukan anak kecil."Sebelum selesai berbicara, Chris
Read more

Bab 117 Mengadu Domba

Aneh sekali!Milla mengangkat alis dan membaca berita itu dengan saksama.Foto dalam berita itu agak buram, tetapi wanita di samping Yonatan, Presdir Grup Bakhtiar, memang mirip dengannya. Ini benar-benar konyol bagi Milla.Pantas saja sekarang semua urusan Grup Bakhtiar ditangani oleh Levis. Ternyata ayahnya sedang sibuk menikmati hidup bersama wanita cantik dan tidak mau repot-repot mengurus bisnis.Ketika melihat komentar di bawah berita, ada yang mengatakan bahwa itu pasti Milla, karena pakaiannya mirip dengan yang dia kenakan saat wawancara di pesta sosialita internasional.Namun, ada juga yang mentertawakan rumor itu, berkata bahwa semua orang tahu Grup Jauhari dan Grup Bakhtiar adalah musuh bebuyutan. Bagaimana mungkin putri Grup Jauhari menjadi simpanan Presdir Grup Bakhtiar? Itu terlalu tidak masuk akal!"Bu, menurutmu, apa ini permainan kotor yang sengaja dirancang oleh Grup Bakhtiar?" tanya asistennya dengan khawatir.Milla mengernyit sedikit, berpikir sejenak sebelum menjaw
Read more

Bab 118 Playboy dan Para Wanitanya

Dengan mulutnya yang manis, Milla berhasil membuat kedua putri manja itu saling mengenal dengan cepat. Kemudian, dia memasukkan mereka ke dalam satu grup obrolan. Joy pun memberi nama grup itu "Avengers".Setelah menyusun rencana, Agnez kembali ke rumahnya dan menunggu dengan tenang. Sesuai arahan Milla, dia harus sengaja membocorkan informasi bahwa dia telah bertemu dengan Milla, lalu menunggu Grace menghubunginya. Dia tidak boleh mengambil inisiatif agar tidak membuat pihak lawan curiga.Baru sehari menunggu, keesokan harinya saat jam makan siang, seorang pelayan naik ke lantai atas dan melapor, "Nona, Nona Grace datang!""Tepat seperti dugaan!" Agnez langsung teringat kata-kata Milla. Menurut Milla, dengan karakter Grace, dia tidak akan membiarkan Agnez menunggu lebih dari sehari. Benar saja, Grace datang. Milla seperti peramal saja. Agnez semakin kagum padanya."Suruh dia masuk," kata Agnez. Kemudian, dia menoleh ke pelayan dan bertanya, "Kamu sudah hafal dialog yang aku ajarkan ke
Read more

Bab 119 Menggunakan Cara Lain untuk Membunuhnya

Agnez mengangkat kepala, mengikuti arah pandang Grace, lalu langsung mengernyit. "Itu dia ....""Sudah selarut ini, apa yang dia lakukan di hotel milik Grup Bakhtiar?" Mata Grace langsung berkilat tajam.Dia sebenarnya sudah berencana menyingkirkan Milla di ladang bunga Kota Cevo. Tempat itu cukup terpencil dan sepi. Orang-orang yang dia gunakan juga adalah orang-orang kepercayaannya. Jadi, meskipun Keluarga Jauhari menyelidiki nanti, mereka tidak akan menemukan bukti yang mengarah padanya.Grace mengira rencananya sudah sempurna. Siapa sangka, tiba-tiba muncul kabar bahwa Milla diselamatkan oleh seseorang dan kembali dalam keadaan baik-baik saja. Hasil ini benar-benar membuat Grace murka.Sekarang, Grace teringat berita tentang Presdir Grup Bakhtiar yang memelihara seorang wanita simpanan. Dia merasa dirinya menemukan jalan menuju dunia baru! Ini merupakan kesempatan emas untuk menghancurkan Milla!Meskipun tidak bisa mengambil nyawanya sekarang, Grace bisa menghancurkan reputasi Mill
Read more

Bab 120 Menghajar Pelakor

Setelah mengatur semuanya, Milla kembali ke sudut tangga darurat dan menunggu.Tiga menit kemudian, di luar kamar suite itu, Thalia muncul bersama lebih dari 10 pria bertubuh besar. Tanpa banyak bicara, dia langsung memberi perintah, "Buka pintunya!"Brak! Pintu langsung ditendang hingga terbuka!Thalia melangkah masuk dengan wajah penuh amarah. "Aku ingin lihat siapa pelakor nggak tahu malu ini!"Grace yang masih sibuk mencari keberadaan Milla di dalam kamar bahkan belum sempat bereaksi. Tiba-tiba, dia mendengar suara dentuman dan sebotol cairan tak dikenal disiram ke wajahnya! Air dingin mengalir deras dari kepalanya, membasahi seluruh tubuhnya.Seketika, Grace pun panik dan berteriak minta tolong!Di dalam kamar mandi, Yonatan yang sedang mandi mendengar kegaduhan. Dengan panik, dia mengambil handuk dan melilitkannya di pinggang sebelum keluar.Begitu melihat Thalia, dia langsung terkejut dan refleks bertanya, "Ngapain kamu di sini?""Menurutmu? Kalau aku nggak melihatnya dengan mat
Read more
PREV
1
...
1011121314
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status