Home / Zaman Kuno / Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder / Bab 114 Aku akan Memberimu Kebahagiaan

Share

Bab 114 Aku akan Memberimu Kebahagiaan

Author: Syakia
Saat Chris mulai menyadari kemungkinan itu, Milla yang panik juga tiba-tiba teringat sesuatu.

Lebih dari dua bulan yang lalu, dia dan Chris mengalami insiden di sebuah hotel di Parlis. Namun, setelah kejadian itu, siklus bulanan Milla tetap datang tepat waktu!

Huff .... Dia menghela napas panjang dalam hati. Tadi dia benar-benar hampir tertipu oleh Tessa. Syukurlah, cuma kekhawatiran tak berdasar.

"Nenek, bukan begitu. Aku mungkin cuma kurang sehat, bukan hamil," jelas Milla.

"Kamu mungkin masih terlalu awal untuk menyadarinya," Tessa tetap bersikeras.

Milla ingin menjelaskan bahwa dia tidak mungkin hamil karena belakangan ini dia sama sekali tidak pernah tidur dengan Chris. Namun, dia sadar tidak bisa mengatakannya begitu saja .... Bagaimanapun, dia tinggal di Grand Amary dan Tessa pasti menganggap bahwa dia dan Chris tidur bersama setiap malam.

Saat melihat Milla terdiam, Chris dan Tessa mengira dia mengakui kebenarannya.

Tanpa membuang waktu, Tessa langsung memerintahkan pelayan unt
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 115 Orang Baru Menggantikan yang Lama

    Pria itu sedang berdiri di samping tempat tidur Milla sambil menatap monitor EKG dengan ekspresi yang sangat fokus."Kamu siapa?" Milla sedikit gelisah dan perlahan bangkit untuk duduk.Menyadari bahwa dia sudah bangun, pria itu lalu tersenyum ramah. "Halo, Bu Milla. Saya mewakili panitia pesta sosialita internasional untuk menjenguk Anda."Milla mengamatinya dengan saksama. Wajahnya tampak lembut dan berwibawa, berpakaian rapi, serta memiliki senyuman yang menenangkan. Penampilannya membuat orang merasa sangat nyaman.Milla mengangguk, lalu bertanya, "Kapan saya menjalani pemeriksaan EKG?" Dia menatap alat yang terpasang di jarinya."Mungkin dokter melakukannya waktu Anda tertidur. Saya juga kurang tahu," jawab pria itu dengan sopan.Melihat buah dan bunga yang diletakkan di dalam kamar perawatannya, Milla tersenyum. "Terima kasih atas perhatiannya. Saya baik-baik saja. Sebentar lagi saya juga akan keluar dari rumah sakit.""Tapi bagaimanapun juga, insiden ini terjadi dalam acara yang

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 116 Mirip Simpanan Presdir Grup Bakhtiar

    Pelukan ini terasa berat. Chris memeluk Milla erat-erat di dalam dekapannya. Milla hampir tak bisa bernapas, tetapi dia tidak mendorong Chris karena rasa aman di saat ini tak tergantikan.Setelah beberapa saat, Chris akhirnya melepaskannya. Saat itulah Milla melihat matanya yang merah dan agak basah."Kamu kenapa? Kenapa buru-buru sekali? Lukamu sampai terbuka lagi," ucap Milla dengan kening yang berkerut karena khawatir.Chris sama sekali tidak peduli dengan lukanya. Dengan suara lembut, dia bertanya, "Tadi ada yang datang?"Milla mengangguk. "Pihak pesta sosialita internasional mengirim seseorang untuk menemuiku.""Siapa?" Di mata Chris, ada kegelisahan yang tak bisa Milla pahami."Ini," kata Milla sambil menyerahkan kartu nama kepadanya.Chris menatap nama dan nomor telepon di kartu itu, lalu beralih menatap Milla dengan cemas. "Kalau aku nggak ada, jangan sembarangan bertemu dengan orang asing."Milla menatapnya dengan heran. "Aku bukan anak kecil."Sebelum selesai berbicara, Chris

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 117 Mengadu Domba

    Aneh sekali!Milla mengangkat alis dan membaca berita itu dengan saksama.Foto dalam berita itu agak buram, tetapi wanita di samping Yonatan, Presdir Grup Bakhtiar, memang mirip dengannya. Ini benar-benar konyol bagi Milla.Pantas saja sekarang semua urusan Grup Bakhtiar ditangani oleh Levis. Ternyata ayahnya sedang sibuk menikmati hidup bersama wanita cantik dan tidak mau repot-repot mengurus bisnis.Ketika melihat komentar di bawah berita, ada yang mengatakan bahwa itu pasti Milla, karena pakaiannya mirip dengan yang dia kenakan saat wawancara di pesta sosialita internasional.Namun, ada juga yang mentertawakan rumor itu, berkata bahwa semua orang tahu Grup Jauhari dan Grup Bakhtiar adalah musuh bebuyutan. Bagaimana mungkin putri Grup Jauhari menjadi simpanan Presdir Grup Bakhtiar? Itu terlalu tidak masuk akal!"Bu, menurutmu, apa ini permainan kotor yang sengaja dirancang oleh Grup Bakhtiar?" tanya asistennya dengan khawatir.Milla mengernyit sedikit, berpikir sejenak sebelum menjaw

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 118 Playboy dan Para Wanitanya

    Dengan mulutnya yang manis, Milla berhasil membuat kedua putri manja itu saling mengenal dengan cepat. Kemudian, dia memasukkan mereka ke dalam satu grup obrolan. Joy pun memberi nama grup itu "Avengers".Setelah menyusun rencana, Agnez kembali ke rumahnya dan menunggu dengan tenang. Sesuai arahan Milla, dia harus sengaja membocorkan informasi bahwa dia telah bertemu dengan Milla, lalu menunggu Grace menghubunginya. Dia tidak boleh mengambil inisiatif agar tidak membuat pihak lawan curiga.Baru sehari menunggu, keesokan harinya saat jam makan siang, seorang pelayan naik ke lantai atas dan melapor, "Nona, Nona Grace datang!""Tepat seperti dugaan!" Agnez langsung teringat kata-kata Milla. Menurut Milla, dengan karakter Grace, dia tidak akan membiarkan Agnez menunggu lebih dari sehari. Benar saja, Grace datang. Milla seperti peramal saja. Agnez semakin kagum padanya."Suruh dia masuk," kata Agnez. Kemudian, dia menoleh ke pelayan dan bertanya, "Kamu sudah hafal dialog yang aku ajarkan ke

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 119 Menggunakan Cara Lain untuk Membunuhnya

    Agnez mengangkat kepala, mengikuti arah pandang Grace, lalu langsung mengernyit. "Itu dia ....""Sudah selarut ini, apa yang dia lakukan di hotel milik Grup Bakhtiar?" Mata Grace langsung berkilat tajam.Dia sebenarnya sudah berencana menyingkirkan Milla di ladang bunga Kota Cevo. Tempat itu cukup terpencil dan sepi. Orang-orang yang dia gunakan juga adalah orang-orang kepercayaannya. Jadi, meskipun Keluarga Jauhari menyelidiki nanti, mereka tidak akan menemukan bukti yang mengarah padanya.Grace mengira rencananya sudah sempurna. Siapa sangka, tiba-tiba muncul kabar bahwa Milla diselamatkan oleh seseorang dan kembali dalam keadaan baik-baik saja. Hasil ini benar-benar membuat Grace murka.Sekarang, Grace teringat berita tentang Presdir Grup Bakhtiar yang memelihara seorang wanita simpanan. Dia merasa dirinya menemukan jalan menuju dunia baru! Ini merupakan kesempatan emas untuk menghancurkan Milla!Meskipun tidak bisa mengambil nyawanya sekarang, Grace bisa menghancurkan reputasi Mill

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 120 Menghajar Pelakor

    Setelah mengatur semuanya, Milla kembali ke sudut tangga darurat dan menunggu.Tiga menit kemudian, di luar kamar suite itu, Thalia muncul bersama lebih dari 10 pria bertubuh besar. Tanpa banyak bicara, dia langsung memberi perintah, "Buka pintunya!"Brak! Pintu langsung ditendang hingga terbuka!Thalia melangkah masuk dengan wajah penuh amarah. "Aku ingin lihat siapa pelakor nggak tahu malu ini!"Grace yang masih sibuk mencari keberadaan Milla di dalam kamar bahkan belum sempat bereaksi. Tiba-tiba, dia mendengar suara dentuman dan sebotol cairan tak dikenal disiram ke wajahnya! Air dingin mengalir deras dari kepalanya, membasahi seluruh tubuhnya.Seketika, Grace pun panik dan berteriak minta tolong!Di dalam kamar mandi, Yonatan yang sedang mandi mendengar kegaduhan. Dengan panik, dia mengambil handuk dan melilitkannya di pinggang sebelum keluar.Begitu melihat Thalia, dia langsung terkejut dan refleks bertanya, "Ngapain kamu di sini?""Menurutmu? Kalau aku nggak melihatnya dengan mat

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 121 Bertemu Ibu Mertua untuk Pertama Kalinya

    Melihat ada banyak media berkumpul di luar pintu, Thalia akhirnya sedikit meredam emosinya.Grace memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan diri dari cengkeraman para pengawal. Tidak peduli rambutnya yang kusut atau riasannya yang berantakan, dia langsung berlari secepat mungkin.Namun, Thalia masih belum puas. Dia terus berteriak dari belakang, "Perempuan murahan tak tahu malu! Kalau kamu berani menggoda suamiku lagi, aku pasti akan menghabisimu!"Di kerumunan, Milla berdiri di barisan belakang dengan topi bisbol menutupi wajahnya. Tatapannya dingin saat melihat Grace yang berlari terhuyung-huyung. Saat sampai di pintu, wanita itu bahkan tersandung kursi, membuatnya terlihat semakin menyedihkan."Cepat usir semua media!" Yonatan memberi perintah kepada anak buahnya.Thalia yang masih terengah-engah pun melotot ke arah kamera, "Kenapa kalian masih memotret kami? Pelakor murahan itu sudah kabur! Pergi kejar dia!"Tentu saja ada yang mengejar Grace. Jumlah wartawan yang mengikutinya b

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 122 Mau Menggendongnya? Cari Mati!

    Ibu Milla ternyata mengundang Wilson? Hal ini membuat tiga anak muda yang berada di sana tercengang.Demi menyelamatkan diri, Wilson buru-buru maju. Setelah menyapa dengan sopan, dia berkata, "Bu Nayla, ini adalah Pak Chris.""Oh!" Nayla segera berdiri dengan hormat.Tidak heran sejak mereka masuk, dia sudah merasa bahwa pria di depan Wilson ini memiliki aura luar biasa, penuh kewibawaan dan ketegasan. Ternyata, dia adalah Presdir Grup Mahendra.Namun, karena Chris baru saja kembali ke negara ini, Nayla belum pernah bertemu dengannya dalam acara resmi."Pak Chris, mau bergabung dengan kami?" Ibu Milla mengundangnya dengan sopan.Chris tetap memasang ekspresi dingin, lalu mengangguk dan duduk.Empat orang itu duduk berhadapan di meja persegi, suasana menjadi sangat canggung. Hanya Nayla yang terus melontarkan pertanyaan, tetapi semua pertanyaannya ditujukan kepada Wilson.Misalnya, dia pernah mendengar bahwa Wilson bukan orang asli Kota Huari, jadi apakah dia sudah terbiasa tinggal di s

Latest chapter

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 157 Minum di Bar

    Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Laura mengangkat telepon. "Ada apa, Kak Kenrick?""Laura, kamu pernah bilang nggak akan salah jalan. Tapi, sekarang kamu hampir menghancurkan Jauhari Parfum. Mereka cuma menghapus cuplikanmu, tapi apa perlu sampai memojokkan Grup Jauhari sedemikian rupa?" tanya Kenrick."Kalau Jauhari Parfum bisa hancur hanya karena hal kecil seperti ini, bukankah itu membuktikan kalau mereka memang lemah?" Laura menimpali dengan santai. Dia baru saja menyelesaikan siaran langsung. Beberapa produk kecantikan yang dia promosikan laris manis, membuatnya semakin puas."Mereka sudah tahu kalau ini ulahku." Kenrick menghela napas, tak menyembunyikan apa pun dari Laura."Apa?" Nada suara Laura langsung berubah penuh emosi. "Kamu bilang kalau ini ulahku?"Kenrick mengerutkan kening, suaranya rendah. "Nggak.""Oh, bukan begitu maksudku .... Maksudku, kamu baik-baik saja?" Laura segera mencari alasan untuk memperbaiki suasana.Kenrick awalnya ingin mengatakan bahwa keluarga

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 156 Pertahanan Hati yang Runtuh

    Kenrick kembali ke kantornya. Yang mengejutkannya, perusahaan tidak lagi mengirim orang untuk mengawasinya ....Dia masih teringat suasana di rapat dewan direksi tadi. Semua pemegang saham menargetkan keluarganya karena perbuatannya. Dia juga teringat wajah ayahnya yang marah besar. Hatinya terasa berat.Dia membuka internet dan mencari perkembangan terbaru tentang skandal parfum Grup Jauhari. Situasinya ternyata jauh lebih buruk dari yang dia bayangkan. Meskipun demikian, Milla masih menjaga harga dirinya.Di tengah kebingungannya, Kenrick melihat ponselnya dan ragu-ragu apakah harus menelepon Laura atau tidak. Namun, sebelum sempat mengambil keputusan, Milla sudah mengetuk pintu ruangannya.Dia panik dan buru-buru meletakkan ponselnya. Milla masuk dengan ekspresi tenang dan berucap, "Aku ingin kamu mendengar sebuah rekaman. Kamu masih ingat beberapa hari yang lalu, saat aku difitnah memiliki kehidupan pribadi yang kacau di Cube Mansion?"Kenrick mengangguk. Kasus itu sempat menjadi s

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 155 Biang Kerok yang Berbangga Diri

    Dua puluh menit kemudian, rapat dewan direksi darurat pun dimulai.Kenrick bisa dibilang adalah orang yang berani bertanggung jawab atas perbuatannya. Dia langsung mengakui semua yang telah dia lakukan, bahkan menjelaskan secara detail bagaimana informasi itu bocor.Seperti yang diduga, para pemegang saham lain langsung mengarahkan kemarahan mereka kepada ayah Kenrick."Ini keterlaluan! Kenapa kamu melakukan ini? Kamu sudah mencelakai kita semua!""Kami tahu dulu kamu adalah bawahan Donny, tapi lihat bagaimana keadaan Donny sekarang! Kamu masih memilih berdiri di pihaknya?"Para pemegang saham mengkritiknya dengan suara lantang. Wajah Kenny memerah karena marah, tubuhnya sedikit gemetar. Dia berdiri dan menunjuk Kenrick sambil menghardik."Anak durhaka! Apa kamu diancam seseorang? Kenapa kamu melakukan hal bodoh seperti ini? Apa kamu dijadikan kambing hitam oleh seseorang? Katakan sesuatu!"Milla yang merasa tersindir oleh ucapan itu, hanya tersenyum dingin dan tenang. "Pak Kenny, aku

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 154 Terobsesi

    Salah satu karyawan wanita mengambil ponselnya dengan gugup, membuka media sosial, dan menyerahkannya kepada Milla. Gerak-geriknya hati-hati, seolah-olah sedang mengakui kesalahan."Bu Milla, aku menambahkan WhatsApp-nya waktu menangani iklan dengan Laura hari itu ...."Semua orang tahu bahwa saat terakhir kali syuting iklan, Milla dan Laura sempat berselisih. Mereka khawatir akan menyinggung Milla karena hal ini.Namun, Milla tidak peduli. Matanya hanya terpaku pada layar ponsel. Di sana, Laura mengunggah postingan terbaru.[ Malam panjang lagi, hanya bisa diselamatkan oleh masker wajah .... ]Di kolom komentar, Kenrick menunjukkan kepeduliannya.[ Kalau bisa tidur, tidurlah sebentar. Jaga kesehatanmu. ]Kalimat itu ... sepertinya hubungan mereka cukup dekat.Milla mengedipkan matanya. Tiba-tiba, dia teringat sesuatu. Sebelumnya ketika naik mobil Kenrick, ponsel Kenrick berbunyi. Nama yang muncul di layar adalah Laura. Ternyata Laura yang sama?"Terima kasih." Milla mematikan ponsel i

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 153 Terjebak dalam Kebingungan

    Milla mendongak dengan terkejut. Yang dilihatnya adalah leher panjang dan dagu Chris. Pria itu merangkulnya ke dalam mantel, seolah-olah dia adalah zirah pelindungnya.Di belakang, bawahan dan pengawal Chris segera menahan beberapa orang yang membuat onar itu. Salah satu dari mereka maju untuk bertanya, "Pak, apa yang harus kami lakukan terhadap orang-orang ini?""Bawa mereka kembali, cari tahu dalang di balik ini!" Chris memberi perintah tanpa menoleh."Baik!"Suasana di belakang langsung menjadi tenang. Milla keluar dari pelukannya, melihat punggungnya yang basah kuyup. Ujung mantel Chris masih terus meneteskan air."Kamu baik-baik saja?" Ada banyak hal yang ingin Milla tanyakan, tetapi akhirnya hanya itu yang keluar."Apa yang perlu dikhawatirkan? Aku cuma perlu mengganti pakaian," jawab Chris dengan tenang. "Kamu naik saja, aku akan mengantarmu ke lift.""Baik." Milla mengangguk tanpa banyak bicara.Chris mengantarnya ke lift. Begitu sampai di kantor, asisten sudah menunggu di depa

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 152 Di Ujung Tanduk

    "Dulu, aku pernah dengar dari ayahku kalau ayah Milla berhasil membesarkan Jauhari Parfum dengan usahanya sendiri dalam waktu singkat. Padahal, saat itu industri parfum sedang mengalami masa sulit! Di kalangan profesional, beredar kabar kalau dia punya penciuman yang luar biasa dan ahli dalam meracik aroma.""Jangan-jangan Milla juga mewarisi bakat itu?" tanya Levis sambil mengingat kembali semua yang terjadi."Tapi, kamu sendiri yang mengatakan itu cuma rumor," ujar asistennya dengan hati-hati, tidak yakin dengan arah pemikiran Levis.Levis mengusap kumisnya dengan santai. "Mana ada rumor yang muncul tanpa alasan? Kirim lebih banyak orang untuk menyelidiki masalah ini dengan baik!""Baik!" Asisten itu segera mengiakan.....Milla belum tiba di kantor Grup Jauhari, tetapi di internet sudah muncul lagi seorang ahli yang memberi pernyataan.Kali ini, mereka mengatakan bahwa dokumen verifikasi yang dirilis Grup Jauhari hanya berasal dari perusahaan, tanpa sertifikasi dari pusat sertifikas

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 151 Kejanggalan

    "Kok bisa?" Milla mengerutkan alisnya."Kami juga nggak tahu apa yang terjadi. Yang bersuara bukan hanya satu orang, masalah ini sudah cukup besar. Sekarang tim humas kita sedang bekerja sama dengan tim humas pihak ketiga untuk mencari solusi," kata asisten.Saat mereka berbicara, telepon Joy juga masuk.Milla berpikir sejenak, lalu memberi instruksi kepada asistennya, "Segera hubungi tim kendali mutu dan periksa ulang parfum yang kita distribusikan untuk uji coba. Pastikan apakah benar ada masalah atau nggak.""Tapi, kita sudah melakukan verifikasi berulang kali. Bahkan pusat sertifikasi juga nggak menemukan masalah, 'kan?" tanya asisten itu dengan bingung."Apa pun hasil sebelumnya, sekarang sudah ada laporan masalah, kita tetap punya tanggung jawab untuk memeriksa ulang. Kalau memang kesalahan ada pada kita, kita harus memberi kompensasi dan permintaan maaf yang seharusnya."Setelah mengatakan itu, Milla mengakhiri panggilan dan menerima panggilan dari Joy."Milla, jangan-jangan ada

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 150 Niat Baiknya

    Suara Graham yang kaku terdengar dari telepon."Ya, kamu punya nomorku, sementara aku nggak punya nomormu. Aku sempat berpikir kamu sudah lupa dan nggak butuh aku membayar utangku lagi," sahut Milla sambil tersenyum."Aku ini orang yang perhitungan! Mana mungkin aku melupakan orang yang berutang padaku!" Graham berbicara dengan serius, "Bereskan barang-barangmu, aku akan kirim alamat studioku.""Sekarang?" Milla sedikit terkejut."Kenapa kalau sekarang?" Graham terdengar tidak puas. "Orang-orang di Kota Huari terlalu ramah. Mereka baru saja mengantarku pulang, tapi besok aku harus pergi lagi. Kamu nggak ingin menepati janji atau bagaimana?""Ya sudah, kirim alamatnya. Aku segera ke sana," balas Milla dengan tegas.Setelah mengakhiri panggilan, Milla menggoyangkan ponselnya di depan Chris dan berkata dengan nada agak menyesal, "Aku harus keluar sebentar. Lokasinya agak jauh, mungkin aku akan pulang sangat larut. Jangan tunggu aku."Usai berbicara, dia mulai bersiap-siap. Namun, saat aka

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 149 Setiap Sisinya Sangat Menawan

    Sopir tidak berani bicara lagi dan langsung membelokkan mobilnya. Mereka kembali ke arah Milla, lalu perlahan berhenti di sampingnya.Sebelum mobil benar-benar berhenti, Chris sudah membuka pintu dan turun. Dia melangkah cepat ke arah Milla. "Kamu kenapa?"Milla masih merasa pusing. Mungkin karena belum makan, kadar gula darahnya turun. Dia tidak punya tenaga untuk menjawab, hanya mengangkat tangannya, memberi isyarat bahwa dia baik-baik saja.Chris mengerutkan alisnya. Tanpa banyak bicara, dia membungkuk dan langsung menggendongnya masuk ke mobil. "Bukannya tadi kamu melarangku naik mobilmu?"Milla menatap pria di sampingnya dengan alis terangkat."Kondisimu sudah seperti ini, tapi masih keras kepala?" Chris menegur dengan nada kesal.Milla cemberut. Entah siapa yang mulai duluan?"Ke rumah sakit!" perintah Chris."Nggak mau." Suara Milla tidak besar, tetapi nadanya sangat tegas. Melihat pria di sebelah hampir marah, dia menambahkan, "Rumah sudah dekat. Aku nggak mau ke rumah sakit. A

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status