[Kamu tau kalau aku dan Damian pernah bersama selama 7 tahun sebelum kamu hadir dalam hidupnya. Mana mungkin dia bisa begitu cepat melupakanku, meskipun ada dirimu, Inara?] Inara menggigit bibir, jemarinya mengepal di atas selimut. Jantungnya berdetak cepat, tapi ia memaksa tetap membaca pesan itu. [Aku menyesal pernah meninggalkan Damian dulu, tapi sekarang aku sudah kembali. Oh, iya, kamu juga harus tau kalau sebelum bertemu denganmu, Damian itu cinta mati padaku. Mungkin, sekarang kamu memang istrinya, tapi cinta sejatinya tetap aku.] Mata Inara perlahan memanas. Hatinya terasa seperti ditusuk pisau tak kasat mata berkali-kali. Tangannya gemetar membaca pesan demi pesan dari mantan kekasih suaminya, tetapi bukannya berhenti, ia terus melanjutkan. [Kamu tau, kan, kalau seorang pria sangat sulit melupakan cinta pertamanya? Ya, itu aku, Inara. Kamu hanya pelariannya. Cepat atau lambat, aku akan merebut Damianku kembali.]
Last Updated : 2025-02-03 Read more