All Chapters of Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali : Chapter 41 - Chapter 50

88 Chapters

Bab 41 - Tenggelam

Mendengar itu, dunia terasa berhenti sejenak. Inara melebarkan mata, darahnya seperti membeku di pembuluhnya. Jantungnya berpacu cepat, begitu napasnya tercekat. Namun, ia masih mencoba menentang pikiran buruk itu. Menatap Damian tajam dengan raut takut sekaligus. “Mas, di mana Alma?” tanyanya. Damian tergagap, panik melandanya. Bodoh sekali dia, tak mengawasi putrinya. “Di—dia ....” “DI MANA ALMA?!” Kali ini Inara setengah berteriak. Suaranya menggema, membuat semua orang di ruangan itu terpaku. Suasana mendadak tegang, bahkan lebih tegang daripada saat Inara membuat kekacauan tadi. Damian menelan ludah. “Dia main sama Vano.” Hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutnya. “Main di mana? Hah?!” Sekujur tubuh Inara menegang. Frustrasi dan amarah menggelegak di dadanya. Melihat Damian tak punya jawaban, Inara menggeleng putus asa. Mendorong Damian keras, membuat pria itu terhuyung. Setelah itu, Inara langsung berlari sekencang mungkin menuju kolam belakang. Rafiq, Ra
last updateLast Updated : 2025-02-21
Read more

Bab 42 - Sengaja?

Tiba di rumah sakit, Alma langsung dibawa ke ruang gawat darurat. Inara dan yang lainnya hanya bisa menunggu di luar ruangan. Gaun basah yang melekat di tubuh Inara sudah tidak dipedulikannya lagi, pikirannya sangat kalut, hanya menginginkan Alma akan baik-baik saja. Dengan mata yang berkaca, menatap dokter penuh harap. “Tolong Selamatkan putri saya, Dok.” “Kami akan bekerja semaksimal mungkin, Bu. Dan, Ibu harap tenang dan tetap doakan yang terbaik untuk Alma,” kata sang dokter sebelum akhirnya berlalu bersamaan dengan pintu ruangan yang ditutup rapat. Lutut Inara hampir saja goyah begitu tubuh putrinya tenggelam di dalam ruangan. Tangannya yang gemetar langsung menggenggam erat lengan Rafiq di sebelahnya. “Kak, aku takut Alma kenapa-kenapa. Kalau sampai sesuatu terjadi padanya ... aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.” “Jangan bicara seperti itu,” ujar Rafiq, lantas menarik Inara ke dalam pelukannya. “Aku yakin Alma akan baik-baik saja. Dokter sudah menanganinya.”
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

Bab 43 - Diusir

Damian membeku seketika. Kata-kata Inara bagaikan pisau yang menghujamnya tanpa ampun. Tatapan wanita itu penuh dengan sorot amaran dan kekecewaan. Tawa sinis dari bibirnya lolos begitu saja. Beralih melipat tangan di depan dada sambil mencondongkan sedikit tubuh ke arah Damian seakan ingin memastikan setiap kata yang diucapkan bisa menusuk mantan suaminya itu lebih dalam.“Atau jangan-jangan selama ini kamu bahkan tidak pernah memikirkannya?” Inara bertanya dengan alis terangkat. “Pasti tidak, karena kamu terlalu sibuk mengurusi mereka.”Damian mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Napasnya mulai berat. Seketika tangannya ikut mengepal, tetapi tak ada satu kata pun yang bisa ia ucapkan. Benar, ia tak pernah mencari tahu tentang kebakaran itu lebih jauh.Rumahnya terbakar karena korsleting listrik, itu yang Damian pikirkan.“Ra, aku juga kehilangan segalanya dalam kebakaran itu.” Akhirnya pria itu bersuara, mencoba membela diri.Inar
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more

Bab 44 - Permintaan Alma

“Jadi, Vano yang mendorong Alma?” tanya Inara pelan.Alma mengangguk lemah. Mencoba mengingat kejadian tadi. “Alma udah bilang tidak bisa berenang, tapi dia tetap maksa turun ke kolam. Alma mau pergi ke Bunda, tapi malah didorong. Alma jatuh, deh. Terus … Alma susah napas ….” Mata beningnya mulai berair, napasnya tersengal sedikit. “Oma, Vano jahat … Alma tidak mau main sama Vano lagi.”Damian yang masih berdiri di balik pintu seketika merasakan kepalanya berputar. Seolah-olah ada yang menghantam dadanya dengan kuat. Mulang menggeleng. Menyadari kesalahannya yang benar-benar benar-benar ceroboh. “Aku yang seharusnya melindungi Alma, malah membiarkan dia celaka ….”Tangannya mengepal. Rasa bersalah kian membakar dalam tubuhnya. Dia bahkan tak bisa membela diri sekarang.Wanita paruh baya itu mengusap rambut Alma, berusaha menenangkan sang cucu. “Iya, Sayang … nanti Alma main sama Oma aja, atau sama suster, ya?”Damian m
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more

Bab 45 - Marahnya Damian

Damian masih menatap ponselnya di tangan. Melihat nama sekretarisnya tertera di sana. Sejenak, ia melirik ke arah Inara yang sedang mengusap-usap kepala Alma. Putrinya itu masih terlihat lemah. Damian menghela napas, sedikit ragu sebelum akhirnya berkata, “Aku terima telepon di luar sebentar.” Inara hanya mengangguk tanpa bertanya lebih lanjut, tetapi hati kecilnya, sebenarnya ia sangat kesal. Di saat seperti ini pun Damian masih sempat menerima telepon? Tak perlu menebak jauh-jauh, pasti ada hubungannya dengan Selena lagi. Hanya wanita itu yang selalu membuat mantan suaminya itu tak bisa abai, sekalipun saat itu ia juga butuh kehadiran Damian. Hanya saja, Inara tak ada hak untuk protes. Dia tak ada hubungan apa-apa lagi dengan Damian sekarang. Pria itu bangkit dari tepi ranjang, tak menyadari tatapan Inara yang berubah dingin padanya. Segera ia keluar dan menjawab telepon. “Ya, Andrew? Ada info yang kamu dapatkan?” Damian tidak ingin membuang-buang waktu. “Bapak sudah
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 46 - Kepingan Penyesalan

Selena mengerjap pelan, wajahnya tampak lugu, seolah-olah tak mengerti arah pembicaraan Damian.“Ma—maksudmu apa, Mas? Apa yang kulakukan?” Nada suara wanita itu terdengar bergetar, tetapi ia tetap berusaha terlihat seakan-akan tak ada sesuatu yang terjadi.Damian tertawa sinis, sorot tajam tatapannya terlihat penuh dengan kekecewaan. Sekarang, ia baru menyadari sepenuhnya, betapa banyak kebohongan yang telah ia telan mentah-mentah dari wanita yang ia kira betul-betul membutuhkan bantuannya selama ini.“Jangan pura-pura bodoh, Selena!” bentak Damian. Telunjuknya langsung teracung tajam pada Selena. Menggertakkan rahang, menahan amarah yang sudah meluap-luap di dadanya. “Kamu sengaja menyuruh Vano mendorong Alma ke kolam tadi?”Raut wajah Selena seketika berubah, nyaris terlihat seperti orang panik. Namun, dalam hitungan detik, ekspresinya langsung berubah, memelas.“Mas, kamu bicara apa?” Selena tertawa kecil. Tawa yang mencoba
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 47 - Sarapan Bersama

Inara melangkah masuk ke ruang rawat putrinya dengan kedua tangan penuh kantong berisi sarapan dan beberapa jajanan kecil pagi itu.Akan tetapi, langkahnya begitu saja terhenti ketika pandangannya tertuju ke ranjang Alma. Bukan ibunya yang ada di sana seperti saat ia pamit keluar tadi, melainkan Damian. Pria itu benar-benar datang pagi-pagi sekali, duduk di tepi ranjang, dan tampak berbicara seru dengan Alma sambil menunjukkan sesuatu di ponselnya.Pandangan Inara menyapu pada sofa yang tak jauh dari ranjang, sebuah boneka beruang besar tergeletak di tempat tidur, betul-betul sesuai dengan permintaan Alma, bahkan sama persis dengan boneka lamanya.Senyum tipis muncul di wajah Inara. Dadanya langsung menghangat melihat Damian benar-benar memenuhi janji kali ini. Walaupun, sebenarnya Inara sudah tidak ingin berharap banyak, tetapi setidaknya, Damian tak membuat putri mereka kecewa kalo ini.Berjalan mendekat, Inara meletakkan bar
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 48 - Muak!

Damian berdiri mematung di ambang pintu, menatap Inara berdiri di hadapannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Meski demikian, Damian tetap menunggu wanita itu melanjutkan kalimatnya.Helaan napas Inara terdengar selang beberapa saat, wanita dengan tahi lalat di pipi kanan itu tersenyum sebelum akhirnya berkata, “Sebenarnya, ini tidak pantas kukatakan, mengingat hubungan kita sudah berakhir.”Mendengarnya, Damian seketika menahan napas. Kata-kata itu terdengar sederhana, tetapi menamparnya, cukup untuk menyakitinya lebih dari yang ia bayangkan.“Tapi, aku hanya ingin kamu tau satu hal.” Inara menatap Damian dalam-dalam. “Selena ingin kembali padamu. Dia pernah mengatakan padaku bahwa cepat atau lambat, dia akan merebutmu dariku. Dia juga bilang kalau kalian masih punya rasa satu sama lain makanya kamu tidak bisa mengabaikannya setiap kali ia meminta bantuan.”Damian membeku. Napasnya tercekat, bahkan untuk menelan ludahnya saja, ia cukup kesusa
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 49 - Menyesal

“Aku tidak bisa,” jawab Damian akhirnya. Tidak mau diperdaya lagi oleh Selena. Sudah cukup rumah tangganya hancur gara-gara wanita yang seharusnya tidak pernah muncul lagi dalam kehidupannya itu.“Tapi, Mas! Aku punya anak! Vano butuh aku! Kalau aku dibawa polisi, bagaimana dengannya? Kamu tidak lupa, kan, kalau di sini aku tidak punya siapa-siapa?”Damian terdiam. Tidak melupakan hal itu. Selena selalu menggunakan kalimat itu sebagai senjata agar ia padanya. Sekilas, Damian juga mengingat bocah kecil yang selama ini dikasihani karena harus tumbuh tanpa sosok ayah.Damian peduli pada Vano dengan maksud agar bocah itu merasakan kasih sayang ayah meskipun bukan dari ayah kandung, tetapi seketika ingatannya juga tertuju pada Alma.Putrinya itu harus kehilangan kasih sayang ayah karena Damian tanpa sadar mengabaikan peran sebagai ayah untuk putri kandungnya, demi rasa kasihannya pada Selena dan Vano. Inara sering kali mengingatkan, tetapi ia
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 50 - Kabur

Damian mengeratkan rahang. Terlintas di benaknya, bayangan rumah yang penuh kenangan itu kini tinggal puing-puing. Juga bagaimana putrinya berjuang di kolam yang hampir merenggut nyawanya, di mana insiden itu ada campur tangan Selena.“Kami menyerahkan semuanya kepada pihak berwenang dan percaya pada proses hukum yang berlaku.”Setelah mengucapkan itu, Damian melangkah masuk ke gedung PrimaTex, meninggalkan para wartawan yang masih terus melemparkan pertanyaan. Keamanan segera bergerak cepat untuk menutup akses, memastikan tidak ada yang mencoba masuk.Begitu berada di dalam lift, Damian menarik napas panjang. Masalah Selena ternyata berdampak luas. Namun, ia tidak akan membiarkan hal itu menghancurkan reputasi perusahaannya.Lebih dari itu, ia tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi niatnya untuk mendapatkan kembali keluarganya.Di tempat lain, tepatnya di rumah Selena yang mendadak terasa pengap, wanita itu mondar-mandir g
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status