All Chapters of Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali : Chapter 21 - Chapter 30

88 Chapters

Bab 21 - Undangan

The Imperial Grand Ballroom Hotel Amarthya. Terlihat begitu mewah di setiap sudut. Para tamu, terdiri dari pengusaha papan atas dan tokoh penting industri sudah banyak yang hadir. Beberapa berbincang satu sama lain, ada yang menikmati hidangan yang disiapkan. Tentu, selain karena untuk mendapatkan relasi bisnis dan mengeratkan hubungan bisnis pada pertemuan yang menghadirkan banyak pemangku-pemangku kepentingan ini, mereka juga penasaran akan sosok penting dari Genus Group yang memiliki acara ini. Damian juga terlihat hadir. Ia mengenakan jas hitam dengan dasi kupu-kupunya. Kini, dia melangkah masuk ke ruangan sambil memasukkan tangan ke saku celananya. Dia datang tak hanya sendiri, melainkan bersama sekretarisnya, juga Selena dan Vano yang bersikeras untuk ikut hadir karena penasaran dengan acara-acara besar seperti ini. “Mewah sekali …,” gumam Selena dengan tatapan berbinar. Baik Damian atau Andrew—sang sekretaris, tidak ada yang menanggapi perkataan Selena. Bagi mereka, h
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Bab 22 - CEO Genus Group

Inara mengangkat alis begitu mendapati Selena sudah berdiri di dekat Damian. Bersamaan dengan itu, Daffa yang baru saja tiba juga mendekati Inara.“Ada apa, Ra?” Baru saja Inara membuka mulut hendak menjawab, tetapi Selena langsung menyela. “Belagu banget. Kayak orang penting saja!” cecarnya. Inara tertawa sinis, lipatan di ujung bibirnya itu jelas sebuah ejekan. “Aku memang bukan orang penting buatmu, tapi jika mau, aku bisa meminta seseorang untuk mengusirmu dari sini.”“Cih! Sok berkuasa. Palingan juga dapat undangan pakai jalur miring. Desainer aja bukan,” ujar Selena dengan tampang meremehkan.Tangan Inara mengepal, tetapi dia mencoba bersikap tenang. Menghadapi orang seperti Selena harus dengan kepala dingin.Dia melirik Damian, berharap pria itu membelanya. Akan tetapi, ia malah tetap diam. “Lalu kamu? Punya undangan, tidak? Jangan-jangan kamu menyelinap lagi? Setahuku, Genus Group hanya mengundang para pimpina
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Bab 23 - Pengorbanan yang Sia-Sia

Damian mencengkeram ponselnya dengan erat. Tatapannya masih terpaku ke depan, sementara pikirannya sudah berputar, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. “Perjalanan ini tentu tidaklah mudah.” Suara Tuan Baskara yang lebih dikenal melalui nama belakangnya, yakni Tuan Wardhana terdengar penuh keyakinan. “Saya memulai bisnis ini dari nol, hanya dengan modal keberanian dan kerja keras. Saya berasal dari keluarga kelas menengah, tanpa warisan ataupun koneksi besar, tetapi dengan tekad dan strategi yang tepat, saya berhasil membangun perusahaan yang kami beri nama Gemilang Nusantara yang lebih dikenal sebagai Genus Group, perusahan konglomerasi menaungi berbagai lini bisnis.” Damian ingin fokus mendengarkan, tetapi pikirannya sangat sulit diajak kerjasama. Dia menatap ke arah istrinya lagi, wanita itu duduk tenang sambil tersenyum bangga pada ayahnya. Selama ini, Damian tak pernah tahu kalau istrinya berasal dari keluarga
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Bab 24 - Tak Nyaman

Mobil Damian berhenti di depan rumah Selena. Wanita itu kemudian tersenyum tipis, lalu berkata, “Terima kasih sudah mengizinkan ikut ke acara tadi sampai diantar pulang juga.”Damian hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Namun, sebenarnya isi kepalanya tak benar-benar bisa dialihkan dari pikiran tentang sang istri yang ternyata banyak hal tidak ia ketahui selama ini.Dia pikir rumah tangganya dengan Inara sangat sempurna—dengan saling mencintai. Itu benar, tetapi di baliknya, ternyata ibu dari putrinya itu menanggung luka yang begitu berat sendirian. “Aku juga mau minta maaf … soal Inara. Gara-gara aku, rumah tanggamu dengannya jadi berantakan.” Inara mengatakan itu sambil menunduk dengan raut tampak bersalah, tepatnya pura-pura merasa bersalah. “Baguslah kalau berantakan. Wanita itu memang harusnya sadar diri, karena yang pantas untuk Damian, hanyalah aku.” Selena melanjutkan perkataannya dalam hati.Suami sah Inara itu menghela nap
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

Bab 25 - Bertemu Damian

“Terima kasih sudah mau kuantar pulang.” Daffa berkata ramah sambil tersenyum ke arah Inara yang sudah berdiri di samping mobilnya. Mendengarnya, Inara tertawa pelan. “Haha, lembut sekali sindirannya Kak Daffa. Seharusnya aku yang berterima kasih karena aku yang diantar. Terima kasih, Kak Daf.”“Tidak masalah, Ra. Tadi aku yang sedikit memaksa mengantarmu pulang, padahal bisa saja kamu pulang bareng Rafiq. Aku berharap, lain kali kamu berkenan naik ke mobilku lagi.”Inara hanya mengangguk, melambaikan tangan ketika mobil Daffa mulai melaju pergi. “Hati-hati pulangnya, Kak Daf!” ucapnya setengah berteriak.Bunyi klakson pun menjadi akhir dari pertemuan keduanya hari itu. Inara langsung berjalan masuk ke rumah.Para pelayan menyambutnya dengan hormat di depan pintu. Dia yang hendak langsung istirahat harus mengurungkan niat saat mendengar Alma berteriak kencang.“Bunda!” Gadis kecil berambut kepang dua itu berlari cepat
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

Bab 26 - Serius Berpisah

Damian langsung bangkit dari kursinya begitu melihat istri yang sangat dirindukan sudah berada di hadapannya. Wajahnya yang semula serius, langsung berbinar penuh harapan. Ia sangat senang melihat Inara mendatanginya ke kantor, berharap ini pertanda baik atas hubungan mereka.Saking bahagianya, Damian tak menyadari raut ketus di wajah wanitanya itu. “Sayang, kamu datang ....” Dia melangkah cepat berniat menyambut dan memberikan pelukan hangat pada sang istri, seperti yang biasa mereka lakukan ketika bertemu. Akan tetapi, Inara menghindar dan berjalan menuju meja kerja Damian. Hal itu, membuat ekspresi ayah anak satu itu langsung berubah drastis. Tiba-tiba merasa takut dengan sikap Inara padanya. “Duduklah dulu, Ra.” Damian buru-buru menarik kursi di depan mejanya, memberikan ruang untuk Inara duduk, berharap mereka bisa berbicara dengan tenang setelah ini.Alih-alih duduk, Inara meletakkan map cokelat yang dibawanya di meja.
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Bab 27 - Tak Berarti

“Apa? Mau pakai alasan apa lagi?!” Suara Inara meninggi. Tak habis pikir kalau hubungan Damian dan Selena bahkan sudah sejauh ini. “Ra, dengerin aku dulu. Tadi, dia kehujanan. Bajunya basah, makanya aku minta dia ganti bajunya dulu di dalam.”“Pakai baju kamu?” Inara jealous. Matanya menyipit, mengintimidasi Selena. “Selain desainer, ternyata kamu juga punya posisi penting di sini. Sampai bisa menggunakan ruang pribadi atasan sesuka hati. Atau, jangan-jangan kalian memang udah ....”Damian meremas rambutnya dengan frustasi, sementara Selana hanya diam, tak berniat menjelaskan apa pun. Di wajahnya tak tampak raut bersalah sedikit pun.“Ra, jangan berpikir macam-macam. Aku tidak melakukan apa pun—” Damian membela diri. Hanya saja, Inara sudah tidak ingin mendengar apa pun lagi. Dengan ekspresi dingin, ia melepaskan cincin pernikahannya dari jari, lalu melemparkannya pada Damian hingga cincin itu jatuh menggelinding ke lantai.“Ak
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Bab 28 - Sidang Cerai

Inara berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan Alma, lalu meraih tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Dia mengusap punggung putrinya dengan lembut, mencoba menenangkannya. “Sabar, ya, Sayang ...,” bisiknya, mencoba menjaga agar nada suaranya tak bergetar. “Papa pasti akan punya waktu buat Alma nanti.”Untungnya, gadis kecil itu cukup mudah ditenangkan. Dalam pelukan Inara, ia mengangguk pelan, meskipun wajahnya masih terlihat murung. Sementara itu, Inara merasakan sesak yang makin dalam, hingga tanpa suara, air matanya kembali menggenang di pelupuknya. Seketika ia berpikir, apakah keputusannya untuk berpisah dengan Damian sudah benar?Hatinya terus mempertanyakan. Takut salah mengambil keputusan.nNamun, jika terus bertahan, dia hanya akan tersakiti melihat sang suami yang lebih memedulikan mantan kekasihnya dibanding dirinya. Inara menarik napas dalam-dalam, mencoba menguatkan hati dan tekadnya. Setelah beberapa s
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Bab 29 - Mabuk

Hakim kembali membuka persidangan setelah mediasi tidak mencapai kesepakatan. Inara bangkit dan menyerahkan beberapa lembar foto kepada hakim. “Yang Mulia, saya memiliki bukti bahwa suami saya menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Inilah salah satu alasannya saya ingin berpisah, karena dia berselingkuh dan lupa tanggung jawab pada istri dan anaknya.”Hakim mengamati foto-foto itu dengan saksama, lalu bertanya, “Bisa dijelaskan ini foto apa?”Inara menghela napas berat, menatap tajam ke arah Damian sebelum kembali berbicara. “Ini foto saat Damian menemui wanita lain dalam hal ini mantan kekasihnya di rumahnya saat malam tiba. Saya mendapatkannya karena saya curiga dengan sikapnya karena akhir-akhir itu suami saya ternyata sering berbohong demi menemui wanita lain. Sayangnya, saya tidak punya bukti saat suami saya menemui wanita lain ketika saya tertidur dan pulang ketika dini hari.”Ruangan mendadak hening. Damian mengepalkan tangan di pangk
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Bab 30 - Curhat

Keesokan paginya, Damian terbangun dan langsung mengedarkan pandangan. Butuh beberapa detik hingga ia menyadari bahwa sedang tak berada di apartemennya. Dia duduk di tepi ranjang sambil memijat kepala yang masih terasa berdenyut, padahal seingatnya, ia hanya minum sedikit tadi malam sekadar untuk mengusir stres karena masalahnya. Dia merasa gagal karena tak bisa mempertahankan keutuhan keluarganya. Klek!Pintu terbuka. Damian bisa melihat Gilang—sepupu sekaligus sahabatnya kini berdiri di ambang pintu dengan tangan terlipat di dada. “Aku baru mau bangunin kamu, tapi baguslah kalau sudah bangun,” kata Gilang.Damian tidak menjawab. Dia menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. Tiba-tiba ia bangkit dan berjalan ke arah dinding. Gilang yang tak tahu Damian akan melakukan apa, hanya diam, mengamati. Hingga ia dibuat tersentak ketika Damian tiba-tiba menabrakkan kepala ke tembok sambil berteriak histeris. “Astaga!
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status