Bukannya merasa bersalah, Damian justru berusaha membela diri. “Ponselku tiba-tiba mati, Ra. Aku enggak tau kalau—”“Menemui Selena,” potong Inara cepat sambil tersenyum sinis. Matanya berkilat marah membuat Damian terdiam.Bibir pria itu sedikit terbuka, tetapi tak ada kata yang keluar dari mulutnya. Di dalam sana, jantungnya berdetak kencang, tak menyangka kalau tebakan istrinya akan tepat sasaran.Tangan Damian seketika bergetar, merasa takut melihat raut wajah Inara yang jelas sangat marah. Tadinya, ia tak bermaksud menemui Selena, tetapi juga tak bisa mengabaikan begitu saja. Dan, andai saja tahu istri dan anaknya dalam bahaya, ia pasti pulang dan menolong mereka. Inara menunduk, kini air matanya jatuh bersama hatinya yang kian rapuh, walaupun ia tetap berusaha agar suaranya terdengar tegar. “Kamu sudah berjanji, tapi kamu mengingkarinya lagi. Kamu selalu bilang hanya membantunya, tetapi setiap kali dia butuh, kamu selalu
Last Updated : 2025-02-06 Read more