All Chapters of Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali : Chapter 51 - Chapter 60

88 Chapters

Bab 51 - Alma Pusing

Inara menelan ludah, tangannya refleks menggenggam erat selimut Alma. “Kok bisa?” tanyanya dengan suara bergetar, nyaris berbisik. “Dia melarikan diri lewat pintu belakang rumahnya bersama putranya. Polisi sempat mengejar, tapi kehilangan jejak,” jawab Rafa dengan nada serius. “Sampai sekarang, polisi masih terus mencarinya.” Inara menggigit bibir bawahnya sambil menggeleng pelan. Selena benar-benar licik! “Aku cuma mau bilang, Kakak jaga diri dan jaga Alma baik-baik,” lanjut Rafa, suaranya terdengar makin tegas. “Takutnya Selena tidak akan tinggal diam setelah ini. Dia mungkin akan mencari celah untuk kembali mengusik Kakak ... atau bahkan Alma.” Kepalan tangan Inara kian erat. Hidupnya sudah cukup kacau karena Selena. Rumah tangganya porak-poranda, dan lebih dari itu, putrinya kini mengalami penyakit serius karena perbuatan Selena. Setelah sambungan telepon dengan Rafa berakhir, Inara menatap kosong ke arah jendela. Pikirannya berkecamuk. Bagaimana mungkin Selena bisa lolos b
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 52 - Damian Ingin Kembali

“Apa yang kamu katakan, Inara?” Damian bertanya sambil menatap dalam ke arah wanita itu. Ada kepedihan di matanya, seolah tuduhan Inara telah melukai sesuatu dalam dirinya.“Mana mungkin aku melakukannya?” Suaranya bergetar kini.Namun, bukannya langsung percaya, Inara justru tersenyum miris, menatap Damian masih penuh dengan rasa curiga. Pria itu, terlalu banyak membohonginya semenjak Selena hadir dalam hidup mereka. “Mengapa tidak? Bukankah kamu selalu ada untuk Selena?” Suara Inara cukup dingin, menusuk hingga ke dasar hati Damian. “Bahkan, dulu ketika aku dan Selena membutuhkanmu di saat bersamaan, kamu lebih memilih membantu dia lebih dulu, dibanding aku sebagai istrimu. Jadi, bukan tidak mungkin, kamu juga membantunya kabur karena kasihan padanya.”Damian terkesiap. Kata-kata Inara makin membuatnya sesak dan merasa bersalah. Tak bisa mengelak, karena ia memang selalu tak bisa menolak membantu Selena. Namun, itu dulu. Bukan sekarang.Sebuah gelengan diberikan Damian, tidak perca
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 53 - Mendoktrin Alma

Hari ini, Alma sudah siap pulang, tetapi Inara masih menemui dokter untuk membahas kondisi terakhirnya.Sementara itu, Damian tetap di ruang rawat, menemani putrinya yang tengah duduk di ranjang dengan wajah berbinar, penuh semangat.“Papa ... Papa ikut Alma dan Bunda pulang ke rumah Oma, kan?” tanya Alma tiba-tiba, menatap sang papa penuh harap.Damian terdiam sejenak. Ada jeda singkat sebelum akhirnya dia menggeleng pelan. “Papa tidak bisa ikut pulang ke sana, Sayang.”Alma mengernyit, penasaran. “Terus Papa bobo di mana?”“Papa bobo di apartemen, Sayang.” Damian tersenyum, berusaha terlihat baik-baik saja di depan putrinya. “Nanti kapan-kapan kalau Alma mau, bisa bobo di apartemen Papa.”Namun, bukannya senang, wajah Alma malah berubah cemberut. Bocah perempuan itu menyilangkan tangan di dada. “Kenapa Papa tidak ikut pulang aja? Papa bertengkar sama Bunda, ya?”Damian menghela napas, menatap mata putrinya lekat. Dia t
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 54 - Hampa

Suasana di dalam mobil itu cukup sunyi. Rafa duduk tenang sambil melipat tangan di dada. Damian fokus menyetir, sesekali melihat ke arah Inara dan Alma yang berada di jok tengah. Inara terus menatap ke kuar jendela, wajahnya tampak muram, seakan tak suka berada di situasi ini.Tiba-tiba, suara kecil Alma memecah keheningan.“Bunda ...,” panggilnya seraya menyentuh lengan Inara membuat wanita itu sontak menoleh.“Iya, Sayang. Kenapa?” Inara bertanya lembut.“Kalau Papa udah enggak bikin salah lagi, Bunda mau tidak, maafin Papa?”Inara sedikit terkejut mendengar pertanyaan polos putrinya. Ia menelan ludah, seolah mencari jawaban yang tepat.Sementara itu, Damian melirik mereka dari spion tengah sambil tersenyum kecil, menunggu jawaban dari mantan istrinya tersebut.“Kenapa Alma tiba-tiba bertanya seperti itu?” Inara mengangkat alis. Dalam hati, rada kesal pada Damian. Pasti pria itu sudah mengatakan hal
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 55 - Buka Hati?

Hari berganti, bulan pun berubah. Pagi itu, Inara baru saja duduk di kursinya ketika ketukan terdengar dari balik pintu. “Masuk,” ujarnya sambil menyalakan laptop berlogo apel bekas digigit itu. Pintu terbuka, dan Rangga, Head of Production Mahacitra melangkah masuk dengan tampangnya yang serius. Pria berusia pertengahan 30-an itu mengenakan jas rapi, tetapi garis tegang di wajahnya memberi tanda bahwa ada sesuatu yang penting. “Ada waktu sebentar, Bu Inara? Saya perlu membahas sesuatu yang cukup mendesak.” Inara menghela napas pelan, mengangkat kepala menatap serius ke arah Rangga, lalu memberi isyarat agar pria itu duduk di kursi seberang. “Ya, katakanlah.” Rangga meletakkan beberapa dokumen di atas meja. “Ini soal produksi koleksi terbaru kita, Bu.” Inara langsung fokus. Koleksi ini krusial bagi Mahacitra. Sebuah rangkaian modest wear yang dirancang dengan desain modern tetapi tetap fungsional. Sebagai merek fast fashion di pasar mass market, efisiensi produksi dan rantai p
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 56 - Bahas Kerjaan

Walaupun sangat malas berurusan dengan sesuatu yang berhubungan dengan Damian, Inara tak punya pilihan lain. Ketersediaan bahan baku sangat krusial untuk memastikan desain terbaru Mahacitra tetap bisa diproduksi sesuai rencana. Ia pun meminta asistennya segera menghubungi sang mantan untuk membahas detail kerja sama. Kini, ia bersandar di kursinya, sesekali memijat pelipis yang terasa berdenyut. Sejak pagi, ia tenggelam dalam revisi final sketsa koleksi terbaru, memilih palet warna, dan menyesuaikan tekstur bahan yang paling sesuai dengan konsep desainnya. Dokumen-dokumen berserakan di atas meja, catatan tentang tren mode terbaru, referensi desain, serta revisi sampel kain yang masih belum mencapai standar yang ia inginkan. Laptopnya masih menyala dengan email dari pemasok dan laporan dari tim produksi yang menunggu keputusan akhir darinya. Sebuah helaan napas terdengar dari mulutnya, memejamkan mata sebentar ketika tiba-tiba ponselnya yang tergeletak di atas meja berdering. D
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Bab 57 - Alma marah

Damian mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, senyumnya melebar, tampak penuh arti. “Kita makan malam dulu, Ra. Aku lapar soalnya. Kamu tau sendiri kalau tidak ada yang menyiapkan makan malam di rumah.”Inara meliriknya sekilas, lantas kembali mengabaikannya. “Menyedihkan sekali,” gumamnya, nyaris tak terdengar, tapi cukup didengar oleh Damian.Alih-alih tersinggung, pria itu justru tertawa kecil. “Sayang, kan? Restoran bintang lima begini, tapi kita tidak menikmati makanannya?”Ada sesuatu dalam mata Damian. Pria itu jelas punya niat lain selain sekadar membahas urusan bisnis.Sebuah helaan napas diberikan Inara, mulai jengah. Namun, dengan sangat terpaksa meraih buku menu di atas meja. Memilih makanan dengan cepat, tanpa benar-benar memperhatikannya.“Setelah ini, awas aja kalau kamu tidak langsung membahas inti pertemuan kita,” cecarnya, tatapannya tajam menusuk.Hanya saja, Damian sama sekali tak merasa terintimidasi oleh t
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Bab 58 - Diganggu

Lega, Inara melangkah keluar restoran setelah pertemuannya dengan Damian selesai.Tadinya, pria itu menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Namun, ia menolak dan beralasan bahwa supirnya akan segera datang menjemput. Nyatanya, hanya tak ingin terlalu larut dalam kehadiran Damian.Kini, wanita itu berdiri di depan restoran, menunggu jemputan ketika sebuah suara terdengar.“Sendiri saja, Bu Inara.”Kening Inara langsung berkerut saat menoleh dan mendapati seorang pria dengan perut buncit, kepala gundul menatapnya dari atas sampai bawah, tersenyum penuh maksud yang membuat bulu kuduknya meremang.Belum sempat Inara berbicara, pria itu kembali membuka suara. “Dengar-dengar, sekarang Bu Inara sudah kembali pada keluarga karena berpisah dari suami.” Entah apa maksudnya membahas persoalan pribadinya, tetapi Inara melihat pandangan penuh minat pria itu padanya.“Sayang sekali, wanita secantik kamu malah jadi janda.”
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Bab 59 - Ibu Anak-Anakku

Sadar, posisinya terancam oleh ancaman Damian, pria yang rambutnya tak ada—entah sengaja dibabat habis atau mungkin rontok, hanya bisa mengepalkan tangan kuat-kuat di sisi tubuh. Rahangnya menegang, bukan karena malu, melainkan karena geram. Ia ingin membela diri, tetapi otaknya dengan cepat memperhitungkan risikonya.Sial! Jika Damian benar-benar menghentikan kerja sama mereka. Itu akan jadi masalah besar untuk perusahaannya.Pak Gunawan mendengus kasar. Namun, akhirnya dengan sisa harga diri yang dimiliki, ia memilih berbalik dan melangkah cepat meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi Damian menatap punggung pria itu hingga tenggelam dalam mobilnya. Kemudian, ia mengalihkan pandangan ke arah Inara. Jelas, ada raut kekhawatiran di matanya. “Kamu baik-baik saja?” tanyanya dengan nada lembut.Inara mengangguk pelan. “Hm. Aku baik-baik saja.”“Kalau dia menganggumu lagi, beritahu aku.” Damian berusaha menjadi pelindung untuk I
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 60 - Rekam Medis

Damian membuka pintu apartemennya begitu tiba. Sunyi. Tidak ada suara teriakan anak kecil yang menyambutnya ketika pulang, juga tidak ada senyuman manis wanita tercintanya yang selalu membuatnya ingin segera pulang ke rumah.Sekarang, yang menyambutnya hanya sepi.Lelah, ia berjalan ke sofa, menjatuhkan tubuh, lalu menyandarkan kepala pada sandaran sofa.Matanya perlahan terpejam, mencoba mengusir semua sesak yang bergelayut di dadanya sejak tadi.Damian kini meraih ponsel. Jemarinya membuka galeri. Menatap foto-foto keluarga kecilnya. Sudut bibirnya tertarik ke belakang, tipis, tetapi perlahan memudar, berganti sesak bagai pisau yang menusuknya tanpa ampun kala melihat senyum Inara di sisinya dalam foto itu. Alma dalam gendongannya. Mereka bertiga sangat bahagia, layaknya keluarga cemara.Namun, sekarang semuanya sudah hancur.Semua bermula karena kehadiran masa lalunya.Semula Damian pikir, wanita itu benar-benar membu
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status