Share

Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali
Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali
Author: Kharamiza

Bab 1

Author: Kharamiza
last update Last Updated: 2025-01-02 21:23:15

“Mas, kamu ini bagaimana? Aku memintamu agar menjemput Alma, tapi kenapa tak dijemput?” Suara Inara yang tak bisa menahan rasa kecewa dan marah langsung menyerang telinga Damian begitu masuk ke rumah.

Suami Inara itu membuang napas berat, menaruh tas kerjanya di meja, sebelum menghempaskan tubuh ke sofa, lalu berkata dengan santai. “Aku tadi ada urusan mendesak, Ra. Maaf.”

“Urusan mendesak yang lebih penting dari anakmu sendiri?!” Nada suara Inara sedikit meninggi kali ini.

Raut wajah yang biasanya tenang kini memerah, menahan emosi yang siap meledak kapan saja. “Sebelumnya kamu bilang bisa. Aku sudah percaya padamu.”

Damian mengusap wajahnya dengan kasar. “Iya, aku tau, tapi ....” Suaranya tercekat. Ingin menjelaskan, tetapi kata-katanya terasa terhenti di tenggorokan.

“Padahal aku hanya minta tolong karena harus ke rumah sakit.” Inara menggeleng kecewa.

Jika kakinya tak tertusuk paku yang cukup dalam, ia jelas akan menjemput putrinya tanpa harus meminta bantuan sang suami, tapi apa ini?

“Untung saja gurunya Alma meneleponku karena dia menangis tak ada yang jemput,” tambah Inara kembali.

Damian tampak menunduk. “Aku tau aku salah, Ra. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud mengabaikan Alma, tapi tadi ... saat perjalanan ke sekolah Alma, Selena tiba-tiba meneleponku. Dia panik karena anaknya hilang di mal. Aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja.”

Inara tertawa sinis, jelas itu sebuah ejekan.

Matanya berkilat tajam mendengar pengakuan suaminya. “Oh, jadi kamu lebih khawatir anak orang lain hilang, sampai-sampai kamu tidak memikirkan bagaimana kalau anakmu yang hilang jika terlambat dijemput?”

“Ra, kamu terlalu berlebihan.” Damian menatap Inara dengan tatapan memohon. “Tolong, tidak usah diperpanjang. Aku sudah minta maaf tadi, kan? Lagi pula, Alma tidak kenapa-kenapa.”

Kalimat itu seperti cambuk bagi Inara. Ia terdiam beberapa saat, berusaha menguasai emosinya yang hampir meledak.

Dia tak menyangka kalau Damian akan mengeluarkan kalimat seperti itu.

Apakah putri mereka tak lebih penting dari putra wanita itu?

Inara tersenyum masam, mencoba menahan air mata yang tiba-tiba saja menghalangi pandangannya. Sayangnya, ia tak bisa menahan getaran pada suaranya. “Iya, kamu benar. Alma baik-baik saja karena yang kamu takutkan kenapa-kenapa itu hanya Selena dan anaknya.”

Air mata wanita itu akhirnya jatuh, tetapi buru-buru memalingkan pandangan dan diam-diam menghapusnya sedikit kasar.

Tanpa berkata lagi, dia memilih pergi dengan langkah tertatih karena kakinya sakit akibat tertusuk paku berkarat tadi pagi.

Di sisi lain, Damian hanya duduk di sofa dan memandangi punggung Inara yang makin menjauh hingga pintu ditutup dengan keras.

Pria itu memegang kepala, frustrasi, seketika menyesali telah berbicara seperti tadi pada istrinya.

Damian tahu dirinya bersalah, tetapi ia tak bermaksud lalai menjemput sang putri. Namun, dia juga merasa tak bisa mengabaikan Selena yang membutuhkan pertolongannya.

Setelah beberapa saat saling mendiamkan, Damian membuka pintu kamar dengan perlahan.

Pandangannya langsung tertuju pada Inara yang duduk di tepi ranjang. Punggungnya sedikit membungkuk, kedua tangan terlipat di pangkuan, menatap pada lantai dengan tatapan kosong.

Tanpa ragu, Damian mendekat dan duduk di sampingnya. Dia memperhatikan kaki Inara yang terbungkus perban dan tampak sedikit bengkak. “Bagaimana dengan kakimu?” tanyanya dengan suara yang sarat kekhawatiran.

Inara mengangkat wajahnya sedikit, lalu menjawab dengan nada datar. “Baik-baik aja, Mas.”

“Lain kali, kamu harus lebih hati-hati lagi.”

“Iya, Mas. Terima kasih sudah peduli padaku,” ucap Inara yang membuat Damian mengernyit, merasa ada sesuatu yang tidak bisa dipahami dari kalimat itu.

“Loh, kamu ini bicara apa? Aku ini suamimu, sudah pasti aku peduli padamu.” Damian berkata tegas.

Inara sendiri hanya mengangguk pelan, mengalihkan pandangan ke arah lain. Dia tak bisa begitu saja mengabaikan sisi lain hatinya yang terluka dengan perkataan sang suami beberapa saat lalu, yang secara tidak langsung menganggapnya sudah tak begitu penting.

Tanpa berkata-kata lagi, Inara mengangkat kaki ke atas ranjang dan berbaring membelakangi suaminya.

Damian juga hendak berbaring ketika suara pelan Inara terdengar. “Besok ulang tahun Alma. Aku harap kamu bisa pulang lebih awal dan kita sama-sama merayakan ulang tahunnya.”

Damian menoleh, menatap punggung istrinya. “Pasti, aku tidak akan melewatkannya.”

Kali ini, Inara bisa sedikit bernapas lega mendengar respons sang suami. Setidaknya, dia berharap Damian tak mengecewakannya lagi.

***

“Bunda, kenapa Papa lama sekali?” Alma mengangkat kepala, menatap Inara penuh tanya tanpa bisa menyembunyikan kesedihan.

Wanita itu perlahan berjongkok di hadapan sang putri, tersenyum seolah-olah tak ada beban. “Papa mungkin masih sibuk, Sayang. Jadi, terlambat datang.”

Kata-katanya begitu ringan, tetapi sungguh di dalam sana dadanya cukup sesak. Saat ini, ulang tahun kelima Alma, putrinya dengan Damian, seharusnya bocah perempuan itu hanya boleh bahagia, bukan malah kecewa karena salah satu orang tuanya malah tak hadir di hari pentingnya.

Berkali-kali, Inara memeriksa Ponsel. Namun, tidak ada pesan ataupun panggilan lagi dari Damian, sejak pria itu bilang sudah pulang dari kantor 2 jam yang lalu.

Akan tetapi, hingga kini ujung rambutnya belum tampak ada di rumah.

“Ke mana dia tersesat?” Inara membatin kesal.

“Bunda, Papa pasti datang, kan?” tanya Alma, mulai cemberut.

Cukup lama Inara bergeming, bingung harus menjawab apa. Sebenarnya, ia juga tak begitu yakin kalau Damian akan segera datang. Terlebih, ini bukan kali pertama dia menghilang tanpa kabar di saat penting.

‘Selena?’ batin Inara curiga pada satu sosok yang selalu membuat suaminya lupa segala hal.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Kharamiza
Halo, GoodReaders. Cerita terbaru aku, semoga bisa menghibur dan mengisi waktu gabut dan luang Kakak-Kakak, ya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya, rate, gem, komen yang membangun, bisa saran juga ... Follow akun Instagram @kharamiza_ untuk info-info terbaru, ya, Sayang-Sayangku....
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 2

    “Bunda?”“Kita tunggu sebentar lagi, ya, Sayang.” Inara yang tak mau mengecewakan sang putri yang sangat menginginkan kehadiran papanya pun terpaksa memberinya sedikit harapan. Untungnya, Alma mengangguk kecil. Beralih duduk di sofa sambil menopang wajah dengan kedua tangan. Sesekali, memajukan bibir bawah dengan mata yang mulai berkaca-kaca, menandakan kalau ia benar-benar sedang bersedih.“Kasihan kamu, Nak,” ucap Inara dalam hati. Ditatapnya pintu depan, berharap sosok kepala keluarga itu muncul dengan alasan yang bisa diterima.Akan tetapi, sepertinya ini hanya khayalan belaka karena Damian mungkin kembali melewatkan kebersamaan mereka kali ini.Inara lantas mendekati lalu mengusap-usap rambut Alma dengan lembut sambil berkata, “Kita potong aja kuenya sekarang. Mau, enggak? Nanti Papa menyusul.”“Tapi, Bunda ... Papa udah janji akan pulang cepat dan rayain ulang tahunku sama-sama.” Suara Alma lemah dan bergetar. Inara pun tahu kalau putrinya berusaha menahan tangis.Tak ada yang

    Last Updated : 2025-01-04
  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 3

    Setelah beberapa saat, Damian kembali ke hadapan Inara dengan raut cemas. “Sayang, aku harus keluar sebentar.” “Selena lagi?” Inara mencoba menebak. Dan, diamnya Damian membuatnya langsung bisa menyimpulkan kalau dugaannya memang benar. Selalu saja begitu, ‘kan? “Anaknya Selena jatuh dari sepeda, Ra. Dia terluka dan butuh dibawa ke rumah sakit, tapi mobilnya masih di bengkel. Jadi, dia minta tolong aku untuk mengantarnya dulu,” jelas Damian, berharap sang istri memahaminya. “Kenapa harus kamu?” “Kamu tau sendiri kalau Selena sudah enggak punya siapa-siapa di sini, Ra.” Inara menggeleng kuat-kuat. Tak habis pikir lagi dengan sikap Damian yang seakan-akan mementingkan membantu mantan kekasihnya daripada menghabiskan waktu bersama keluarganya sendiri. “Kamu pikir aku dan Alma punya siapa-siapa di sini selain kamu? Putrimu hanya ingin menghabiskan waktu denganmu di hari libur, loh, Mas. Mau kamu merusak kebahagiaannya lagi? Kamu lupa tadi malam aku susah payah membujuknya, meny

    Last Updated : 2025-01-04
  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 4

    Dalam perjalanan pulang, suasana di mobil cukup sunyi. Alma sibuk memeluk kelinci mainan barunya, sedangkan Inara memandang jalan dengan tatapan kosong.Bayangan Damian bersama Selena dan bocah laki-laki itu terus terputar di kepalanya. Mereka terlihat bahagia sekali. Namun, bukankah Damian bilang akan mengantarnya ke rumah sakit? Lantas, mengapa mereka ada di mal?Hati Inara sakit mengingat pemandangan itu, tetapi dia menahan setiap emosi agar tidak terlihat oleh putrinya.Tiba di rumah, Inara langsung membawa Alma ke kamarnya. “Sayang, kamu istirahat dulu, ya. Pasti capek dari jalan-jalan.”Alma mengangguk, setidaknya raut wajahnya sudah tak lagi menyiratkan kesedihan seperti tadi. “Oke, Bunda.”Setelah memastikan sang putri nyaman di tempat tidurnya. Inara menutup pintu kamar dengan perlahan, kemudian melangkah ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Alma.Sampai di kamar, dia bersandar di balik pintu, menatap kosong ke arah lantai. Napasnya berat, pikirannya sangat kacau, tetapi

    Last Updated : 2025-01-05
  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 5

    Di depan pintu kamarnya, Inara berdiri mematung. Tangannya gemetar saat menyeka air mata yang mulai membasahi pipinya.Ia menarik napas panjang, mencoba menahan isakan yang hampir meluncur dari bibirnya. Hatinya hancur oleh sikap suaminya sendiri yang seakan-akan tak bisa menentukan pilihan.“Bunda ....”Inara terkejut. Cepat-cepat berbalik dan melihat Alma sudah berdiri di hadapannya, memeluk boneka kelinci barunya dengan tatapan bingung.“Kenapa Bunda menangis? Bunda bertengkar sama Papa?” tanya Alma dengan raut polos, matanya menatap langsung ke arah ibunya.Inara tergagap, mencoba mencari alasan tepat. Dia menggeleng, kemudian berjongkok agar sejajar dengan Alma.Sambil tersenyum sedikit terpaksa, Inara menjawab, “Enggak, kok, Sayang. Bunda cuma kelilipan aja, tadi ada hewan kecil yang masuk mata Bunda.”Alma terlihat ragu dengan jawaban Inara sebelum akhirnya berkata, “Bunda ... Alma enggak apa-apa, kok, kalau Papa belum punya waktu buat main sama Alma.”Kata-kata itu seakan-akan

    Last Updated : 2025-01-07
  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 6

    Pintu rumah terbuka perlahan. Damian masuk dengan langkah pelan agar suara langkahnya tak membangunkan siapa pun.Hanya saja, langkahnya mendadak terhenti saat melihat lampu ruang tamu ternyata menyala. Di sana, istrinya duduk dengan wajah datar, kedua tangannya dilipat di depan dada.Pemandangan itu, seketika membuat Damian canggung. Bukankah tadi, Inara sudah tidur ketika ia pergi?“Ra? Kenapa kamu belum tidur?” Damian memberanikan diri bertanya.Wanita itu bangkit dari sofa, menatap Damian tajam. “Aku bangun karena mendapati kamu tidak ada di kamar. Malam-malam begini pergi ke mana kamu dan baru pulang saat sudah dini hari?” tanyanya langsung tanpa basa-basi.Damian terdiam sejenak, jelas tidak menyangka kalau akan dihantam dengan pertanyaan itu. Sebelumnya, dia berpikir kalau Inara akan tetap tidur ketika ia kembali, seperti saat memutuskan diam-diam keluar dari rumah tadi.Dia berdehem pelan, terlihat berpikir sebelum akhirnya menjawab, “Tadi tiba-tiba sekretarisku telepon, katan

    Last Updated : 2025-01-08
  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 7

    Mobil yang ditumpangi Inara berhenti di seberang kantor suaminya agar keberadaannya tak menarik perhatian. Dia melirik jam tangan, memastikan bahwa jam kerja Damian sebentar lagi selesai.Benar saja, begitu hari mulai gelap dan suasana kantor juga sudah lenggang, Inara melihat Damian tiba-tiba muncul di pintu keluar kantor dan langsung menuju mobilnya. Seketika ia mengepalkan tangan saat hatinya sedang diliputi kegelisahaan.“Bukankah katanya akan lembur, tapi mengapa dia pulang tepat waktu?” Inara merasa napasnya tercekat. Semakin yakin kalau memang ada yang disembunyikan Damian darinya.Ketika mobil suaminya itu berlalu, Inara juga meminta sopir taksi untuk mengikuti dengan perlahan, membiarkan mobil Damian tetap dalam jangkauan pandangannya.Hatinya berdebar kencang, tidak percaya bahwa ia sampai harus memata-matai suaminya sendiri seperti seorang target yang melakukan kejahatan.Semua bermula karena Damian yang mulai bertingkah, diam-diam keluar rumah tadi malam membuat istrinya m

    Last Updated : 2025-02-01
  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 8

    “Dam, aku mohon, tinggallah dulu … demi Vano. Sudah lama, dia tidak merasakan makan malam bersama ayahnya, jadi dia sangat berharap bisa makan malam bersamamu, meskipun kamu bukan ayah kandungnya. Setidaknya, kehadiranmu bisa mengobati rindu pada ayahnya.” Damian mengusap wajah frustrasi, perasaannya campur aduk. Ia makin bingung apakah harus menyusul istrinya untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini atau tinggal menemani Vano yang juga sangat mengharapkan kehadirannya. Sekali lagi, Damian menatap putra Selena yang masih berdiri di dekat pintu dengan tampang polosnya membuat hati kecil ayah anak satu itu tak bisa mengabaikan begitu saja. Akhirnya, setelah berpikir, Damian dengan berat hati mengangguk. “Baiklah ….” Selena tersenyum samar mendengar keputusan Damian. Matanya berbinar, merasa puas atas keberhasilan rencananya menahan Damian berada di sisinya lebih lama. Mereka berjalan kembali ke rumah Selena. Damian berusaha tersenyum di depan Vano walau nyatanya beban di dad

    Last Updated : 2025-02-01
  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 9

    Alih-alih mengakui kesalahan, Damian justru bersikap seolah-olah ia melakukan tindakan yang benar. “Ra, jangan berkata begitu. Aku benar-benar hanya ingin memastikan Vano tidak merasa kehilangan figur ayah. Dia masih kecil, Ra,” katanya. Inara menggeleng, makin tak mengerti dengan jalan pikiran suaminya. “Lalu bagaimana dengan Alma, Mas? Apa menurutmu, dia tidak kehilangan figur ayah dengan sikap kamu yang seperti ini?” Ia mendengus kecil, mecoba menahan tawa sarkas yang nyaris meledak. “Alma dan Vano beda, Ra. Rasa sayangku ke Alma tidak sama seperti Vano. Tentu, aku sangat menyanyangi Alma. Tapi, kamu juga harus mengerti kalau Vano kehilangan ayahnya dan harus tumbuh tanpa sosok ayah, sedangkan Alma, dia masih punya orang tua lengkap.” Siapa yang tahu kalau kalimat pembelaan diri Damian itu justru semakin menyakitkan hati istrinya. “Begitu yang kamu pikirkan?” Senyum bengis Inara tercetak dari bibirnya, dia melipat tangan di depan dada, mencoba menahan amarahnya yang makin mem

    Last Updated : 2025-02-02

Latest chapter

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 87 - Dipecat

    “Tarik napas dalam-dalam ya, Alma,” ujar dokter wanita itu lembut. Mulai membersihkan bagian yang memar dan sedikit bengkak pada tangan Alma. Beberapa jari mungil itu terlihat kemerahan, dua di antaranya bahkan sedikit lecet karena tekanan pintu tadi. Damian duduk di samping putrinya, tak lepas menatap wajah yang masih berlinang air mata itu. “Sedikit perih, ya, Sayang. Tapi, sebentar lagi selesai.” Alma meringis, tetapi dia berusaha keras menahannya. Hingga ketika dokter mulai membalut empat jarinya dengan perban lembut, tangisnya kembali pecah. Damian mengusap-usap punggung Alma, menenangkan. “Sebentar lagi selesai, ya, Sayang.” “Papa ... tangan Alma.” Ia terisak pilu. “Tangan Alma bakalan dipotong, ya?” Tatapan polosnya itu menyiratkan rasa takut yang dalam. “Nanti, Alma tidak punya tangan lagi.” Damian tersentak. Ia langsung memeluk putrinya erat. “Tidak, Sayang. Tangan Alma

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 86 - Pengemis

    “Apa?!” Rafiq berdiri, menggebrak meja, terkejut dengan pengakuan adik bungsunya itu.Perbuatannya, nyaris membuat Rafa terjengkang. Mulut pria itu terbuka sedikit, tetapi kemudian buru-buru ditutup dan memukul lengan sang kakak.“Kamu ini, bisa selow sedikit? Kayak apa aja?” cibir Rafa.Rafiq menggaruk pelipisnya yang tak gatal sambil terkekeh salah tingkah. “Jadi, selama ini kamu juga sering dijodohkan orang tua kita? Kok bisa aku tidak tau hal itu?”Rafiq mengangkat bahu, terlihat sangat santai. “Kamu terlalu sibuk kerja. Dan, Ayah membahas itu saat kami memang hanya duduk berdua.”“Oh, ya?”“Hm. Tapi, karena aku dan Kak Inara itu sehati, makanya tidak terlalu menanggapi. Bedanya, Kak Inara terang-terangan melawan, sedangkan aku diam-diam bergerak, mencari cara biar calon-calon pasangan aku ilfeel.”Rafiq mengangguk-angguk. Mengusap-usap dagunya pelan. Sedikit tak percaya, jika di balik sikap santainya Rafa,

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 85 - Pilih Kasih

    Entah tidur jam berapa Inara semalam, ia tak mengingatnya, yang pasti harus kembali bangun pagi-pagi untuk bekerja.Ia hendak keluar kamar ketika pintu tiba-tiba terbuka.“Bunda!” Alma masuk, langsung menghampirinya. Bocah itu sudah mengenakan seragam sekolahnya yang rapi. Rambutnya dikuncir kepang dua, membuatnya tampak semakin menggemaskan.“Eh, Sayang ....” Inara tersenyum. Mengusap-usap pipi Alma. “Udah mau berangkat sekolah?”Alma mengangguk. Namun, di detik kemudian, dia mendongak menatap wajah bundanya seolah ingin menyampaikan sesuatu yang penting. “Bunda, di sekolah Alma ada lomba menggambar. Terus, kemarin Bu Guru minta Alma untuk ikutan, soalnya gambar Alma bagus-bagus kata Bu Guru,” katanya dengan mata berbinar. Senang sekali menyampaikan hal itu pada bundanya.Inara akhirnya berjongkok, menyamakan tinggi dengan putrinya. “Wah, hebat putri Bunda! Terus, Alma mau ikut?” ia bertanya sambil merapikan sedikit kerah baju Alma.

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 84 - Goyah

    Malam itu, Inara berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit kamar yang redup. Matanya enggan terpejam meski sudah sedari tadi ia miring kanan, miring kiri, mencari posisi terbaik agar bisa tidur. Kepalanya masih dipenuhi oleh kata-kata Daffa tadi pagi. “Iya, aku mencintaimu, bahkan sebelum Damian mencintaimu.”Inara menggeleng. Bagaimana bisa Daffa mencintainya? Pria itu tak pernah mengatakan soal perasaannya, bahkan untuk sinyal suka padanya ....Ingatan Inara seketika kembali ke masa lalu—masa putih abu-abu mereka yang masih tersimpan rapi dalam bingkai kenangan.Hari itu, hujan turun cukup deras saat pulang sekolah. Inara menatap halaman sekolah dari koridor lantai dua sambil sesekali menghela napas. Ia lupa membawa payung. Jadi, terpaksa menunggu hujan reda, meski mungkin akan lama, daripada basah-basahan. Nanti yang ada malah sakit.Baru saja hendak kembali ke kelas, suara seseorang menghentikan langkahnya.

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 83 - Kehilangan

    Begitu sambungan video call dengan Alma berakhir, Damian langsung terdiam di kursinya. Tangan kanannya mengepal erat di atas meja, sementara rahangnya mengeras. Sedikit tidak percaya apa yang baru saja didengar daei putrinya.Inara akan menikah lagi. Dan, otomatis Alma akan memiliki papa baru?Kepalanya berdenyut. Secepat itukah Inara memutuskan untuk mengakhiri kesendirian? Apa ia begitu kesepian sampai terlalu buru-buru mengambil keputusan?Apa jangan-jangan, semua ini gara-gara orang tuanya? Mungkin, Inara mengadu soal keinginan Alma yang ingin punya adik, lalu mereka menekan Inara agar menikah lagi.Ah, sial! Pikiran pria itu semakin kacau.Punggungnya ditegakkan, lalu mengusap wajah dengan gusar. Bayangan pria lain yang akan menggantikan posisinya di sisi Alma membuat dadanya terasa sesak.Ia tak mungkin membiarkan itu terjadi begitu saja. Bagaimana kalau lelaki itu tidak bisa menyayangi Alma seperti dirinya?

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 82 - Papa Baru

    “Ya itu, Ra, orang tua Kita sudah saling mengenal sejak lama. Kamu juga tau itu. Jadi, kita bisa—”“Menikah agar hubungan bisnis mereka makin kuat?” Inara memotong cepat, bahkan sebelum Daffa menyelesaikan kalimatnya. Dia tertawa kecil, menatap Daffa dengan sinis. Senyumnya bengis, seolah tak habis pikir. “Kak Daffa setuju dengan pernikahan bisnis?”“Bukankah itu sudah menjadi hal lumrah di kalangan para pengusaha?” tanya Daffa hati-hati. Sangat menjaga agar Inara tak tersinggung. Ia tahu jelas, Inara adalah salah satu dari sebagian anak pengusaha dan penguasa yang menentang perjodohan sesama anak pengusaha. Sayangnya, karena Inara sudah tersinggung. Tangannya mengepal di bawah meja. Semula dipikir, Daffa itu berbeda dari keluarganya, makanya hingga di usia menginjak kepala 3 belum menikah karena mungkin tidak ingin dijodohkan. Nyatanya, dia sama saja.Kepala mereka hanya diisi dengan bisnis, yang penting menguntungkan kubu mereka.

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 81 - Melamar

    Hati Inara mencelos mendengar kalimat itu. Dengan lembut, ia mengusap punggung putrinya, lalu mengeratkan pelukan, mencoba memberikan ketenangan untuk Alma.“Sayang ....” Suaranya bergetar, nyaris tak terdengar. “Bunda minta maaf sama Alma. Bunda tidak pernah bermaksud membuat Alma merasa sedih.”Namun, permintaan maafnya tak bisa menghapus kesedihan bocah itu. Alma justru makin terisak, menenggelamkan wajahnya dalam dekapan sang bunda, seolah tak ingin melepaskannya.“Tapi, Alma sudah sedih, Bunda. Alma sedih karena ternyata Bunda dan Papa sudah berpisah? Alma sudah tidak memiliki orang tua lengkap lagi. Apa kalian sudah tidak sayang sama Alma?”Inara terdiam. Dadanya terasa sesak. Ia menggigit bibir, menahan air mata yang hampir saja jatuh.Dia tahu, sesakit apa pun hatinya, sang putri-lah orang yang paling terluka.Dengan penuh kasih sayang, Inara mengusap kepala Alma. “Bukan begitu, Sayang ....” Bisikannya lirih nan lembut. “

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 80 - Menikah Lagi?

    “Inara, ada yang ingin Papa obrolin sama kamu,” ujar sang ayah begitu mereka kembali ke dalam rumah.Kening Inara mengernyit penuh tanya, terlebih mendengar nada suara ayahnya yang cukup tenang, tetapi terdapat ketegasan di dalamnya.Inara mengangguk pada akhirnya. “Aku akan urus Alma dulu, Pa. Setelah itu baru menemui Papa.”Gegas, ia melangkah ke kamar putrinya, membantu Alma bersih-bersih. Pulang dari pantai, kepala anak itu malah seperti habis mandi pasir.Keluar dari kamar Alma, Inara melipir ke kamarnya. Membersihkan diri juga. Baru setelah itu, ia menuju ruang tengah, tempat kedua orang tuanya sudah menunggu.Entah mengapa, perasaan Inara jadi tak nyaman. Apalagi, melihat ekspresi orang tuanya yang sama-sama serius. Entah hal penting apa yang ingin diobrolin?Langsung saja, Inara mengambil tempat di sofa yang berhadapan dengan Ayah ibunya. “Ada apa, Pa?” tanyanya pelan.Ayah mengambil napas barang beberapa saat, l

  • Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali    Bab 79 - Kesempatan

    Sampai mereka dalam perjalanan pulang, Inara masih tak bisa berpikir jernih. Kepalanya terus terngiang permintaan Alma di pantai tadi yang bahkan BMKG pun tak bisa memprediksinya. Ia bersandar di kursi mobil dengan wajah yang terlihat ditekuk.Punya adek? Permintaan macam apa itu? Dikira prosesnya kayak ngadon donat? Bahkan, kalau hubungan dengan papanya Alma baik-baik saja, Inara tetap tak akan bisa memberikannya dengan mudah. Butuh proses panjang yang hasilnya pun belum tentu berhasil.Damian, yang sedang fokus menyetir, sesekali melirik ke arahnya. Dia tahu persis apa yang ada di pikiran mantan istrinya, tetapi memilih diam. Kalau dia menyinggung hal itu sekarang, Alma pasti kepo ingin tahu segalanya. Tak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di mansion keluarga Inara. Wanita itu melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Begitu juga Damian yang buru-buru turun dan membukakan pintu untuk putrinya. “Alma, masuk duluan,

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status