"Sampai lo nyerah sendiri." Sekar menjulurkan lidahnya. Shaka menyentil dahi Sekar. "Yakin banget kalau gue yang bakal nyerah." "Iyalah. Cowok kayak lo gak mungkin bisa hidup lama tanpa cewek." Sekar menjulurkan lidahnya lagi. Shaka terkekeh gemas. Matanya menatap mata Sekar. "Gak lah, ini lagi usaha, kok. Buat seumur hidup yang satu ini, teteh doain abdi, ya." "Hahaha." Sekar terbahak mendengar logat sunda Shaka. Sekali lagi Shaka terpesona dengan Sekar yang tertawa di depannya. °°° "Masih kuyu matanya. Tadi malam begadang lagi?" Shaka menyentuh bawah mata Sekar yang kehitaman seperti mata panda. Mereka sedang duduk berdua di taman samping pagi itu. "Matanya gak mau tidur." Sekar menjauhkan tangan Shaka kemudian memalingkan wajahnya. Hatinya ketar-ketir karena ditatap Shaka dengan tatapan lembutnya yang memabukkan. Shaka ganteng banget. Raung hati Sekar. "Kar, satu yang perlu kamu tau, aku akan selalu ada buat kamu kapan pun kamu mau cerita, hmm..." ucap Shaka dengan lembut.
Terakhir Diperbarui : 2024-04-17 Baca selengkapnya