Share

Pemuas Nafsu

Author: Blue Apple
last update Last Updated: 2023-11-23 23:03:13

“Jadilah pemuas nafsu saya jika memang kamu tidak mau saya nikahi.” Kala mengatakan dengan senyuman nakal.

            Senyuman serta perkataan yang langsung tidak bisa Sienna terima dengan perasaan apapun.

            Sienna pun langsung membisu setelah Kala mengatakan hal itu padanya. Dia merasa sangat direndahkan sebagai seorang perempuan yang menjaga dirinya dengan sangat hati-hati selama ini.

            “Jangan terlalu banyak bergurau anak kecil. Tugasmu hanyalah patuh pada perintah orang tua kamu yang sudah melahirkan kamu ke dunia ini. Kalau kamu menolak perintah mereka, maka kamu akan dicap sebagai anak durhaka.” Kala malah sengaja meledeknya saat dia melihat raut wajah murka yang tengah menyelimuti wajah ayu Sienna.

            “Tuan rentenir memangnya tahu apa soal anak durhaka? Memangnya Tuan rentenir sudah menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tua, Tuan rentenir?” Sienna dengan berani membalas perkataan Kala sambil membangunkan tubuhnya untuk kembali berdiri tegak.

            Ucapan Sienna pun cukup membuat Kala terkejut sekaligus merasa lucu.

            “Sejujurnya, saya tidak tertarik bercinta dengan anak kecil. Seperti yang kamu katakan tadi, kalau kamu belum berpengalaman dan pastinya kamu tidak pandai melayani saya di atas ranjang. Akan tetapi,” Kala berjalan perlahan mendekati Sienna, lalu dia mendekati wajah Sienna yang lebih pendek darinya.

            Sienna semakin merasa ketakutan saat wajah antara dia dan Kala hanya berjarak 5 cm saja dari unjung hidung mereka.

            “Saya ingin menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tua saya, persis seperti apa yang saya katakan pada kamu tadi.”

            “Ma-maksud, Tuan rentenir?”

            “Yang saya butuhkan hanyalah sel telur kamu.”

            APA???!!!

            “Sederhananya, saya ingin kamu melahirkan anak untuk saya karena saya sangat membutuhkan keturunan.”

            Sienna syok bukan main saat mendengar keinginan utama Kala. Baginya, pernikahan saja sudah seperti neraka untuknya, apalagi sampai dia harus mengandung dan melahirkan. Sienna tidak sanggup membayangkannya, dia merasa terjebak sekarang.

            Tatapan mata yang tajam dan dibalut dengan senyuman penuh rencana membuat Sienna tidak kuat terlalu lama menghadapi Kala. Dia pun perlahan menurunkan pandangan matanya dan merunduk diam dalam kelemahannya.

            Kala lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya untuk menghubungi seseorang. Dengan singkat Kala langsung memerintahkan seseorang untuk segera masuk ke dalam ruangan itu sekarang.

            Kemudian, Kala kembali duduk di kursi tadi dengan posisi duduk yang sama, yakni menumpuk kakinya dan bersedekap. Namun kali ini, dia tidak menatap tabletnya melainkan Siennalah yang dia tatap dengan senyuman penuh seringai kekuasaan.

            Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya masuk ke dalam ruangan itu. Atas perintah Kala, wanita tua itu segera meraih tubuh Sienna untuk ikut pergi bersamanya.

            “Tuan rentenir, saya mau dibawa ke mana?” Sienna panik kembali.

            “Kamu akan mengetahuinya nanti.”

            “Saya tidak mau pergi. Tolong biarkan saya pulang ke rumah sekarang!” Sienna terus memohon pada Kala agar dibebaskan. Tapi, sekuat apapun dia berteriak dan memohon, permintaannya itu tetap diabaikan oleh Kala.

            Sienna pun terpaksa ikut wanita tua pergi.

            Sepanjang dia berjalan di belakang wanita tua itu, Sienna melihat ke sekitaran tempat dia berada saat ini. Tempat yang sangat asing yang dipenuhi dengan area terbuka dari taman-taman yang bersih dan rapih, area pacuan berkuda, dan juga lapangan golf yang cukup luas.

            Sienna pun berpikir kalau dia sedang berada di kediaman rumah Tuan rentenir itu. Dia juga bergumam soal kekayaan yang Tuan rentenir itu miliki sangat diluar naralnya.

            “Kalau aku punya kekayaan sebanyak ini, aku tidak perlu lagi bekerja keras. Selain itu, aku tidak akan seperti Tuan rentenir yang sampai susah payah menagih hutang pada orang miskin seperti keluargaku. Aku akan mengikhlaskannya. Tapi, dia malah mempersulit orang misikin seperti keluargaku. Dasar manusia serakah!” Decitnya di dalam hati.

            “Silahkan masuk!” Wanita tua itu mempersilahkan Sienna untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar, ruangan yang bisa disebut dengan kamar merangkap perpustakaan karena ada begitu banyak buku-buku yang tersusun rapih di rak-rak besar yang berada di salah satu spot dinding di kamar itu.

            Sienna pun berjalan perlahan masuk ke dalam. Dia melihat ke seluruh bagian dari ruangan itu, terlihat nyaman dan menenangkan dengan lampu bercahaya hangat dan juga pemandangan indah ketika Sienna membuka tirai besar di kamar itu.

            “Nona akan tinggal di sini untuk sementara waktu sampai Tuan Kala memberikan perintah kembali pada saya.”

            “Memangnya, Ibu siapanya Tuan rentenir?”

            “Tuan rentenir?” Wanita itu terkejut mendengar panggilan tersebut yang ditujukan pada majikannya.

            “Iya, Tuan rentenir.”

            “Maaf, Nona. Ada baiknya Nona menggantikan panggilan untuk Tuan Kala dengan panggilan lain, karena sebenarnya pekerjaan Tuan Kala bukanlah rentenir.” Kata Wanita tua itu menjelaskan dengan hati-hati.

            Kemudian, Wanita tua itu segera undur diri dari kamar itu dan meninggalkan Sienna sendirian.   

            Sienna pun dibuat bingung setelah mendengar penjelasan dari Wanita tua itu.

            “Lalu, siapa dia yang sebenarnya? Kenapa aku bisa ada di sini bersamanya? Dan sebenarnya, siapa orang yang sudah meminjami Ibu uang sebanyak itu selama ini?”

            Sienna benar-benar dibuat penasaran dan bingung bukan kepalang dengan sosok Kala sekaligus sosok rentenir yang telah meminjami uang pada Ibunya.

**

            Malam harinya, setelah selesai makan malam, Sienna merasa sangat ngantuk sekali. Lantaran dia kurang tidur beberapa hari belakangan ini karena memikirkan dirinya yang telah dijual oleh  Ibunya, akhirnya Sienna baru merasakan ngantuk yang sangat hebat setelah dia bisa merasakan nikmatnya makanan lezat yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.

            Sienna pun segera kembali ke kamarnya yang tidak jauh dari ruang makan. Dia berjalan cukup sempoyongan lantaran tubuhnya sudah tidak kuat menahan ngantuk.

            Setelah dia tiba di kamar dan melihat ranjang di depan matanya, tubuhnya langsung dilempar ke atas ranjang super empuk itu dan langsung melelapkan tubuhnya.

            Tapi, keesokan paginya saat Sienna terbangun berkat sinar cahaya matahari yang menusuk kedua matanya dan menyorot tajam hampir ke seluruh ruangan di kamar itu, Sienna langsung dikejutkan dengan kondisi tubuhnya yang sudah tanpa busana. Hanya selimut tebal berwarna putih yang menutupi hampir seluruh tubuhnya yang tanpa sehelai kain pun.

            Sienna segera membangunkan tubuhnya untuk menyadarkan dirinya kalau yang terjadi padanya saat ini hanyalah mimpi.

            Akan tetapi, mimpi itu disadari oleh Sienna tidaklah nyata. Karena yang terjadi padanya bukanlah mimpi melainkan kenyataan kalau dia habis bercinta dengan seorang laki-laki asing yang belum pernah dia lihat sebelumnya

            “Siapa kamu?” Sienna bertanya dengan panik. Sambil menutupi bagian dadanya dengan selimut Sienna memperhatikan secara detail wajah laki-laki muda itu.

            Laki-laki muda itu pun mencoba membuka kedua matanya yang masih terasa sepet setelah dia mendudukan tubuhnya.

            “Akulah yang seharusnya bertanya, siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di kamarku?”

            “Apa!?? Kamar kamu???” Sienna langsung melihat dengan kaku ke sekeliling seluruh ruangan itu.

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Salah Masuk Kamar

    Sienna membeku ketika dia sadar kalau dia sudah salah masuk kamar. “Apa lagi yang kamu tunggu? Cepat keluar dari kamarku sekarang juga!” Titah lelaki muda itu dengan hentakan kasar. Sienna dengan raut wajah sedihnya segera menuruni ranjang dan memungut semua pakaiannya yang berserakan di atas lantai, lalu dia memakainya di dalam kamar mandi setelah meminta izin pada lelaki muda itu. Usai memakai pakaiannya, Sienna berpamitan untuk meninggalkan kamar itu. Dengan sikap dinginnya yang masih berada di atas ranjang, lelaki muda itu mengiyakan ucapan Sienna dengan dehaman lugas. “Bodoh! Dasar bodoh!” Sienna mengutuk dirinya sendiri setelah dia masuk ke dalam kamarnya kembali sambil menyandarkan tubuhnya pada pintu. “Memangnya kebodohan apa yang telah kamu lakukan?” Tanya Kala, yang muncul secara tiba-tiba di dalam kamar Sienna. Kedua mata Sienna langsung membeliak sempurna begitu dia melihat sosok Tuan rentenir sudah ber

    Last Updated : 2023-11-23
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Bertemu Calon Mertua

    “Jadi, Gadis muda itu yang akan Kak Kala nikahi?” Kava bertanya dengan nada kecewa. “Aku tidak punya pilihan lain. Hanya dia yang pantas untuk menyumbangkan sel telur untuk disatukan dengan spermaku.” “Itu hanya alasan Kak Kala saja. Aku yakin, pasti ada alasan lain sampai Kak Kala menikahi perempuan yang usianya sangat berbeda jauh dengan usia Kakak!” “Kenapa kamu jadi semarah itu padaku? Seharusnya ini bukanlah urusan kamu!” “Tentu saja ini menjadi urusanku!” Kala merengut tajam sambil menatap Kava. “Membohongi Papa dan Mama sama saja bagian dari pengkhianatan Kakak pada keluarga kita!” “Kamu pikir aku mau melakukannya? Kalau bukan karena kesalahan yang telah kamu lakukan, maka Papa dan Mama tidak akan memintaku untuk memberikan mereka keturunan. Sialnya, mereka menunggu kabar dariku hanya sampai Minggu depan saja. Kalau tidak...” Kala menahan kalimatnya. Dia diam sambil tetap menatap Adiknya yang men

    Last Updated : 2023-11-23
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Sudah Tidak Perawan

    “Aku akan tetap menikahinya meski Mama dan Papa melarangku!” “Kala?? Dia masih terlalu kecil untuk kamu. Lebih baik kamu kembali pada Aluna daripada kamu menikahi gadis yang tidak jelas asal-usulnya! Apa kamu sudah gila mau menikahi gadis kampungan itu?” “Setidaknya dia masih jauh lebih baik daripada Aluna!” “Apa kamu bilang?!!” Dion kesal mendengar ucapan Kala. Tanpa ragu, dia langsung menampar wajah Kala dengan tenaganya yang cukup kencang. PLAKKK!! Wajah Kala langsung terlempar ke samping. Lisa yang berdiri di dekat putranya langsung membeliakkan kedua matanya dengan geram. “Apa permasalahan yang terjadi pada keluarga kita masih belum cukup untuk menyadarkan kamu kalau keluarga kita sedang dalam masalah besar!!??” Dion murka. Dia hampir menampar wajah Kala kembali. Tapi, tidak peduli semarah apapun kedua orang tuanya padanya untuk tidak memberikannya restu pada pernikahannya dengan Sienna, Kala tetap

    Last Updated : 2023-12-11
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Terikat Perjanjian

    Sienna dan Kala sarapan bersama pagi ini. Suasana sarapan pun terasa sangat tegang dan suram. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Kala. Pria itu hanya makan sarapannya dengan tenang tanpa melihat ke arah Sienna yang duduk di hadapannya sedikit pun. Kala mengakhiri sarapannya dengan meneguk sampai habis segelas air putih, lalu dia beranjak dari kursi untuk meninggalkan ruang makan. Sienna pun bergegas menghampiri Kala saat Kala ingin pergi. Dia menghadang Kala dengan cara merentangkan kedua tangannya di depan Kala. “Apa yang ingin kamu katakan?” Kala bertanya, lalu dia meraih tangannya dan melihat jam di tangannya. “Aku beri waktu 5 menit untuk kamu bicara.” Tanpa basa-basi lantaran dia hanya diberi waktu lima menit saja oleh Kala untuk bicara, akhirnya Sienna pun langsung mengatakan pada poin dari hal yang ingin dia katakan pada Kala. “Cium aku!” Kala tercengang mendengar ucapan Sienna yang dikatakan den

    Last Updated : 2023-12-14
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Bercinta

    “Dengan siapa kamu telah melepaskan keperawananmu? Sedangkan, Ibumu sudah memastikan padaku kalau kamu masih perawan dan belum pernah pacaran sekalipun seumur hidup kamu. Jadi, cepat beritahu padaku sekarang juga!!” Sienna bergeming saat dia diberikan pertanyaan itu. Pertanyaan yang tidak akan bisa dia jawab dengan baik.** “Aku akan memberitahu Om Kala tentang kejadian malam itu.” Sambil memegang handycam, Kava membalas ucapan Sienna dengan pertanyaan. “Kenapa kamu jadi ingin memberitahunya?” “Karena dia terus bertanya, mendesak aku untuk menjawabnya, dan membuatku merasa jadi terpojokkan karena ancamannya.” “Lagi-lagi dia suka mengancam orang. Aku kira hanya aku saja yang diperlakukan tidak adil olehnya, ternyata kamu juga.” “Apa maksud kamu dengan diperlakukan tidak adil?” “Kala itu— egois.” Jawabnya, dengan wajah lirih setelah dia menurunkan handycamnya yang sedang merekam sesuatu.

    Last Updated : 2023-12-16
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Tragedi di Acara Pelelangan

    “Dia benar-benar ingkar padaku!!” Sienna menggerutu kesal saat Kala mendadak membatalkan janjinya untuk pergi ke Pantai bersamanya hari ini. Gerutuan Sienna pun terdengar sampai ke telinganya Kava yang sedang memegang kamera dan memotret pemandangan di sekitarnya. “Dasar cewek gabut!” Decitnya dengan tawa menyudut ketika melihat Sienna sedang marah-marah sendirian di depan kolam ikan. Kava pun segera mendekatinya dan mengajaknya pergi tanpa ada basa-basi. “Ayo, pergi ke Pantai bersamaku!” Ajaknya, lalu berlalu pergi begitu saja. Tentu saja ajakan Kava mengherankan Sienna yang langsung diam mematung. Ketika menyadari kalau Sienna hanya diam saja tanpa mengikutinya, Kava pun segera membalikkan badannya dan menghampiri Sienna kembali. Desahan tawa melihat Sienna hanya diam saja sambil menatapnya dengan datar membuat Kava jengkel. Tanpa ragu, Kava langsung meraih tangan Sienna dan menariknya unt

    Last Updated : 2023-12-17
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Pengakuan Cinta

    Sudah hampir setengah jam lamanya Kala hanya terduduk diam sambil menatap Sienna yang sedang terbaring di atas ranjang dengan tangan terinfus. Ada perasaan tidak tenang yang menyelimuti perasaannya belakangan ini tetang gadis belia di depannya. Tapi, dia tidak tahu perasaan apa itu meski dia terus memikirkannya dan mencari tahu, Kala tetap belum menemukan jawabannya. Namun, suatu ketika dia pernah menerka tentang perasaannya tersebut dan yang dia pikirkan adalah perasaan suka yang tidak biasa terhadap Sienna. Akan tetapi, dia menepis keras tentang perasaan sukanya itu yang mustahil hadir di dalam dirinya karena Sienna terlalu kecil untuk bisa dia cintai. Kala pun menghembuskan nafasnya berkali-kali sambil berpikir keras dengan kening yang merengut kecil. Saat tangannya ingin menggenggam tangan Sienna yang jauh lebih kecil dari tangannya, dia pun langsung mengurungkannya dan perlahan menjauhkan kembali tangannya untuk tidak jadi menyentuh

    Last Updated : 2023-12-18
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Positif Hamil

    Kava tidak percaya kalau dia akan menyaksikan pemandangan menyakitkan seperti ini. Kava pun merasa sangat dikhianati oleh Sienna yang malah lebih memihak pada Kala daripada dirinya yang sudah jelas kekasihnya, orang yang dicintainya. “Fuck!!” Kava berdecit. Dia merasa muak melihat kenaifan yang Sienna tunjukkan di hadapannya saat ini. Tanpa mau bergurau dengan hubungan kekasih dan Kakaknya, Kava pun pergi sambil menunjukkan jari tengah ke arah mereka berdua. Kepergian Kava yang seperti itu disadari betul oleh Sienna yang dianggap Kava telah membuat kesalahan besar. Akan tetapi, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa di depan Kala karena hubungan kasihnya dengan Kava adalah hubungan yang tersembunyi. Jadi, Sienna memutuskan untuk tetap bersama Kala saat ini dan mengobati luka Kala. “A-aww...” Kala sedikit mengeluh kesakitan saat Sienna sedang mengobati lukanya. Sepanjang Sienna mengobati luka di wajah Kala yang Sienna pikirkan ada

    Last Updated : 2023-12-19

Latest chapter

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Gairah Kemarahan

    Langkah kaki Sienna bergerak sangat cepat menuruni banyak anak tangga dari tangga darurat yang ada di Hotel itu. Mengingat waktu yang dia punya tidaklah banyak, Sienna semakin mempercepat langkah kakinya. Setelah menuruni lebih dari empat lantai, akhirnya Sienna bisa menemukan Kava di lantai enam. Sienna pun langsung merasa lega dan langkah kakinya menjadi dia perlambat saat ingin menghampiri Kava yang sedang duduk sendirian di salah satu anak tangga sambil mendengarkan musik melalui eraphone di telinganya. Tanpa memanggil nama Kava lebih dulu, Sienna duduk di samping Kava lalu dia meraih salah satu tali earphone dan memasangkannya ke telinganya untuk mengetahui lagu yang sedang Kava dengarkan saat ini. Kemunculan Sienna yang secara tiba-tiba sudah ada di sampingnya membuat Kava langsung tersentak kaget. Sienna pun memberikan senyuman hangat dan tatapan mata yang teduh pada Kava. “Senyumanmu selalu berhasil menena

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Pengorbanan Tersembunyi

    “Katanya, dia terluka karena aku. Padahal, akulah yang terluka karenanya.” Itulah pengakuan Kava, sebelum akhirnya Kava tertidur di atas pangkuan Sienna di dalam mobil. Sementara Kala mengurus masalah yang sedang Kava hadapi dengan bijak. “Kamu bisa melihatnya bukan, apa yang terjadi pada Sabira? Ha!!?” Victo menunjuk ke arah Sabira yang sedang terbaring di atas ranjang dengan murka. Kala hanya diam saja tanpa mau berkomentar soal kondisi Sabira saat ini. “Aku tidak akan melibatkan kedua orang tua kita, asalkan kamu mau melakukan tiga hal padaku.” “Apa tiga hal yang kamu inginkan dariku?”** “Aku ingin menikahi Sienna.” Kava sudah mengetahui hal itu dari Sienna. Hanya saja, saat keinginan itu diutarakan secara langsung oleh Kala padanya, ternyata Kava merasa sakit dan sulit untuknya merestui hubungan Kakaknya dengan perempuan yang sangat dia cintai itu. Tidak seperti saat dirinya mudah memb

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Samudra Alaska

    Sienna hanya ingin bermalas-malasan saja sepanjang hari ini. Dia hanya ingin diam di atas ranjang tanpa melakukan apapun, hanya itu saja kegiatan yang sudah dia agendakan untuk dirinya sendiri. Tetapi, suara bel rumahnya terpaksa membuat tubuhnya harus bergerak.Ting-tong... ting-tong... Sienna segera membangkitkan tubuhnya dari atas ranjang di tengah renungannya yang tidak ingin dia akhiri, walau sudah 5 jam lamanya dia hanya membeku di bawah selimut tapi dia tetap ingin berada di posisinya lebih lama lagi. Cklek, Sienna terpaksa menerima kedatangan tamu itu. Tamu yang ternyata adalah Kala. Baik Sienna maupun Kala langsung saling terdiam dengan canggung satu sama lain. “Bolehkah aku masuk ke dalam?” “I-iya. Silahkan.” Sienna mengizinkan Kala masuk ke dalam rumahnya dan Kala pun mengikutinya dari belakang. Saat Sienna mempersilahkannya untuk duduk di atas sofa, tempat biasa Kala

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Emosi Membabi Buta

    “Apa yang terjadi denganmu?” “Aku ingin mati saja.” Deg! Kala syok sekali begitu mendengar ucapan Kava yang sangat diluar ekspektasinya. “Bolehkah aku bunuh diri saja sekarang juga?” “Kenapa? Apa alasannya sampai kamu ingin bunuh diri sekarang?” “Masa lalu yang tiba-tiba saja menyengat sesekali di dalam ingatanku tentang seorang perempuan yang sangat aku cintai.” Deg! Kala kembali tersentak kaget. Ingatan Kava yang dia pikir akan pulih secara tiba-tiba membuatnya merasa ketakutan. “Tapi, perempuan itu bukanlah Sabira. Bukan dia...” Kava menaikkan wajahnya perlahan lalu menatap Kala dengan lirih dan dengan mata berkaca. “Apa kamu bisa memberitahu aku, siapa perempuan itu?” Kala kebingungan untuk menjawab pertanyaan Kava. Dia tidak bisa memberitahu siapa sosok perempuan itu karena dia juga sangat menginginkan Sienna menjadi miliknya seutuhnya. “Tolong berit

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Kepatuhan Menyakitkan

    “Argaza tidak bisa menyelesaikan misi itu dengan baik, jadi baiknya dia diganti saja dengan Tuan muda Kava karena di tangannya misi itu akan mudah dia selesaikan dengan baik.” “Pria itu memang tidka berguna.” Kala memekik pelan. “Sudah dari awal aku tidak yakin meletakkan dia pada misi ini sekalipun dia hanya sebagai umpan saja.” Gumamnya, sambil menatap ke luar jendela menara di lantai 35. “Lantas, bagaimana dia bisa lolos dari serangan musuh klien?” Dengan berat hati Bian pun menceritakan kronologinya yang dia ketahui saja. Setelah mengetahuinya, Kala langsung geram dan sangat murka pada Argaza. Saking murkanya, kedua tangan Kala sampai mengepal erat sambil merasakan amarah yang luar biasa atas kebodohan yang telah Argaza lakukan. Tanpa pikir panjang, Kala langsung mendatangi Argaza yang masih berada di kediaman rumahnya. Serangan kemarahan Kala langsung menghantam seluruh wajah dan beberapa bagian tubuh dengan pukulan kuat tangannya. Para pengawa

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Manipulasi Rasa

    Ting-tong... ting-tong... Sienna langsung membuka pintu rumahnya begitu dia mendengar bunyi bel berulang kali dengan jeda panjang. Tanpa melihat terlebih dahulu siapa tamu yang datang, Sienna langsung menerima kedatangan tamu itu, tamu yang sangat tidak terduga olehnya. “Halo, Sienna sayang. Apa kabar kamu?” Melihat sosok orang yang ada di hadapannya saat ini membuat Sienna ingin marah dan memakinya habis-habisan, tetapi... Tiba-tiba saja orang itu memeluk Sienna dan mengatakan, “Ibu kangen sama kamu, Sienna.” Sienna tidak ingin mempersilahkan wanita itu masuk, tapi dia juga tidak bisa menolak kehadirannya. Ranum pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah Sienna dan duduk di atas sofa. Sementara Sienna masih dibuat syok oleh kehadiran Ranum yang muncul kembali di depannya secara tiba-tiba. Sienna diam mematung sambil memandangi pilu Ranum yang justru tampak biasa saja, seperti tidak pernah melakukan ke

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Bermalam Bersama

    “Iya, aku mau menikah sama kamu.” Dengan lantang Sabira menerima pinangan dari Kava. Pinangan yang bukan berasal dari keinginan Kava, melainkan atas dasar perintah dari kedua orang tuanya demi memperlancar gencatan senjata di antara dua keluarga itu. Karena dengan begitu hubungan dua keluarga itu akan kembali baik dan perusahaan yang semula akan mereka bangun bersama dan sempat batal, sekarang sudah bisa mereka lanjutkan kembali. Akan tetapi... Kava langsung menepikan dirinya di sebuah Gudang yang sangat luas, sebuah tempat yang berada di tengah ilalang yang berada di pinggiran Ibu kota. Tempat itu menjadi tempat rahasianya sudah selama lima tahun belakangan ini. Tempat yang menjadi curahan hatinya melalui gambar-gambar kecil yang dia lukis dengan tangannya sendiri di semua dinding kosong di Gedung itu. Setiap gambar yang dia buat selalu ada cerita sedih, bahagia, dan luka. Maka dari itu, Kava tidak ingin ada satu orang pun yang mengetah

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Menikahlah Denganku!

    Sienna melepaskan tatapan matanya dari Kala, lalu dia pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke dalam Ballroom sebelum acara resepsi pernikahan dimulai tidak lama lagi. “Menyedihkan...” Sienna bergumam. “Sienna, kamu sangat menyedihkan sekali!” Sienna langsung berpikir klise tentang kejadian yang baru saja dia lihat, tentang Kala dan tentang wanita lain. “Punya nyali juga kamu datang ke acara pernikahan Kava.” Lisa tiba-tiba saja datang menghampirinya dan menyapanya dengan kalimat menohok. Kemunculan Lisa yang sudah lama dia jumpai membuat Sienna langsung tersentak kaget. Ucapan Lisa yang seharusnya menyakiti perasaannya, tapi Sienna tetap ingin menghormati wanita itu. “Selamat malam, Tante.” Sienna menyapa Lisa dengan sangat ramah dan dengan caranya yang anggun. Tentu saja sikap Sienna yang sudah tidak lagi terlihat takut padanya sangat mengejutkan Lisa. “Sebenarnya saya t

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Mantan

    “Aku ingin menikahi Sienna dengan serius, tanpa ada lagi perceraian apalagi perpisahan.” Ranum langsung menertawai keinginan Kala yang terdengar tulus itu. “Hahahaa...” Melihat tertawa membuat kening Kala merengut tipis. “Apa ada yang lucu dengan keinginan saya?” “Ya, tentu saja. Hahahaaaa..., sangat lucu sekali. Sampai-sampai yang geli mendengar keinginanmu itu. Hahaahaa...” Ranum mengusap air mata yang keluar sedikit lantaran tawanya terlalu geli saking dia merasa lucunya keinginan Kala tersebut. Kala pun hanya bergeming dan tetap menatap datar Ranum yang masih belum juga berhenti tertawa. Tapi, tak lama kemudian Ranum sadar kalau sikapnya terlalu berlebihan saat menanggapi niat baik pria yang hampir berusia 40 tahun itu. “Ehemm.” Ranum berdeham sambil memperbaiki posisi duduknya. Dia pun menjadi sungkan pada Kala yang hanya diam ketik Ranum menganggap niat baiknya adalah suatu kekonyolan.

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status