Share

Salah Masuk Kamar

Author: Blue Apple
last update Last Updated: 2023-11-23 23:03:38

Sienna membeku ketika dia sadar kalau dia sudah salah masuk kamar.

            “Apa lagi yang kamu tunggu? Cepat keluar dari kamarku sekarang juga!” Titah lelaki muda itu dengan hentakan kasar.

            Sienna dengan raut wajah sedihnya segera menuruni ranjang dan memungut semua pakaiannya yang berserakan di atas lantai, lalu dia memakainya di dalam kamar mandi setelah meminta izin pada lelaki muda itu.

            Usai memakai pakaiannya, Sienna berpamitan untuk meninggalkan kamar itu. Dengan sikap dinginnya yang masih berada di atas ranjang, lelaki muda itu mengiyakan ucapan Sienna dengan dehaman lugas.

            “Bodoh! Dasar bodoh!” Sienna mengutuk dirinya sendiri setelah dia masuk ke dalam kamarnya kembali sambil menyandarkan tubuhnya pada pintu.

            “Memangnya kebodohan apa yang telah kamu lakukan?” Tanya Kala, yang muncul secara tiba-tiba di dalam kamar Sienna.

            Kedua mata Sienna langsung membeliak sempurna begitu dia melihat sosok Tuan rentenir sudah berada di dalam kamarnya.

            Sienna pun perlahan melepaskan sandarannya dan berdiri gugup seraya menurunkan pandangan matanya ke bawah.

            “Jawab pertanyaan saya! Apa kebodohan yang telah kamu lakukan? HA?!!!” Kala membentak sambil berjalan mendekati Sienna.

            “Saya belum mandi.” Sienna menjawab cepat dengan asal.

            “Hah?!! Maksudnya belum mandi? Itu kebodohan yang telah kamu lakukan?”

            “I-iya.”

            Kala langsung tertawa kecut. Dia pun segera menjauhkan tubuhnya dari Sienna sambil bergumam, “Bisa gila saya kalau terlalu banyak berkomunikasi dengan kamu! Lebih baik—“ Kala kembali mendekati Sienna dengan langkah cepat, lalu dia meraih dagu Sienna dengan kasar dan menaikkannya ke atas. “Kita lakukan saja sekarang juga!”

            “Me-melakukan apa, Tu-Tuan rentenir?”

            “Berhenti memanggil saya Tuan rentenir!”

            “La-lalu saya harus memanggil kamu dengan panggilan apa?”

            “Terserah! Yang penting jangan panggil saya Tuan rentenir lagi!!” Kala gusar.

            “Ba-bagaimana dengan panggilan— Om?” Sienna tengah menahan sakit dari tekanan kuat tangan Kala yang memegangi dagunya.

            Kala tidak menjawabnya. Dia hanya menghembuskan nafas kasar karena lelah menghadapi Sienna.

            Akhirnya, tanpa mau berkompromi lagi, Kala pun segera melakukan sesuatu pada Sienna.

            Kala melepaskan tangannya dari dagu Sienna dan memindahkannya ke bahu Sienna, lalu dia meluncurkan ciuman brutal di seluruh leher Sienna tanpa ampun hingga membuat Sienna bersimbah air mata sambil memohon pada Kala agar Kala  melepaskan tubuhnya setelah Sienna menyerah memberontak dari cengkraman kuat tangan dan tubuh Kala pada tubuhnya saat ini.

            Tangisan Sienna diabaikan oleh Kala yang tetap menjamah seluruh bagian leher Sienna. Bahkan, tubuh Sienna yang sudah tidak lagi berontak malah dia hempaskan di atas ranjang untuk melakukan lebih dari yang dia inginkan.

            Tetapi, gerakan tubuh Kala berhenti seketika ketika dia tiba-tiba saja dia teringat sesuatu yang pernah terjadi padanya di masa lalu. Kala jadi lemah dan punah untuk meniduri gadis muda itu.

            Kala pun segera mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Sienna. Kemudian, dia duduk di tepi ranjang dan menundukkan kepalanya.

            Sienna bingung. Dia segera membangunkan tubuhnya dan melihat ke arah Kala dengan tanda tanya besar.

            “Keluarlah dari kamar ini. Tinggalkan aku sendiri. CEPAT!!”

            Teriakan Kala di akhir kalimatnya langsung mengagetkan Sienna. Bergegas Sienna langsung pergi meninggalkan kamar itu.

            Baru beberapa langkah saja dia meninggalkan kamarnya, Sienna sudah harus bertemu kembali dengan laki-laki muda yang telah menidurinya semalam.

            Langkah kaki Sienna pun berhenti untuk menatap laki-laki muda itu dari kejauhan. Rasa sakit di area inti tubuhnya masih sangat terasa, bercak darah yang dia lihat di selimut yang menutupi tubuhnya saat itu bisa dia lihat dengan jelas. Sienna tidak menyangka sama sekali kalau keperawanannya akan direnggut oleh laki-laki yang tidak dia kenali sama sekali, dan yang sekarang Sienna paling takuti adalah—

            “Apa aku akan hamil dari sperma laki-laki itu?” Sienna mengalirkan air matanya di kedua pipinya.

            Bersamaan dengan air mata Sienna yang membasahi kedua pipinya, laki-laki muda itu menoleh ke arahnya dan perlahan dia menjauhkan ponsel dari telinganya saat sambungan telpon dengan seseorang masih berlangsung.

            Keduanya pun saling menatap dari kejauhan dengan tatapan teduh. Ada rasa bersalah yang tersirat dari raut wajah laki-laki itu karena telah meniduri Sienna tanpa sengaja. Sedangkan Sienna, dia diam dan hanya membisu dengan segala kelelahan hidupnya yang semakin dia rasakan.

            Saat langkah kaki laki-laki muda itu ingin berjalan menghampiri Sienna, seorang pria berjas datang menghampirinya.

            “Tuan muda Kava, saya sudah menerima kabar dari...”

            Laki-laki muda yang bernama Kava itu segera melepaskan tatapan matanya dari Sienna dan beralih pada pria berjas yang sedang melaporkan sesuatu padanya.

            Tapi, tatapan mata Sienna tetap tertuju pada Kava yang sedang bicara berdua dengan pria itu.

            Tak lama kemudian, tiba-tiba saja Kala berjalan melewati Sienna begitu saja dan berjalan menghampiri Kava.

            Sienna pun bertanya mengenai hubungan dua laki-laki yang berbeda usia itu. Dari kejauhan, tanpa bisa mendengar apapun yang sedang mereka bicarakan. Sienna mencoba menerka hubungan mereka yang Sienna pikir kalau mereka adalah Om dan Keponakan. Tapi ternyata,

            “Cepat ke sini!” Kala mentitah Sienna untuk segera datang menghampirinya.

            Sienna pun patuh dan segera menghampiri Kala.

            “Kava, tolong urus gadis muda ini terlebih dahulu. Aku merasa kewalahan mengurusnya karena terlalu bocah untuk aku hadapi.”

            “Baik, Kak.”

            “Kak???” Sienna bergumam di dalam hati. Ternyata Kala adalah Kakaknya Kava.

            Setelah Kala pergi bersama dengan pria tua berjas itu, Kava pun langsung merangkul bahu Sienna tiba-tiba.

            Kontak fisik yang dilakukan oleh Kava secara tiba-tiba itu sangat mengagetkan Sienna.

            “Apa yang mau kamu lakukan? Cepat jauhkan tangan kamu dari bahuku!”

            “Tidak mau!” Kava meluaskan tawa ledekan.

            “Hah!? Kenapa?”

            “Berjanji dulu padaku. Kalau kamu tidak akan memberitahu pada Kakakku soal kejadian yang kita lakukan semalam.”

            Meski tidak peduli dengan janji yang harus Sienna tepati itu, tapi permintaan Kava membuat Sienna penasaran.

            “Memangnya kenapa kalau Kakak kamu tidak boleh mengetahuinya?”

            “Kamu tidak perlu tahu alasannya. Yang penting kamu tutup mulut kalau kamu mau hidup kamu aman.”

            Perkataan Kava seolah terdengar seperti ancaman yang mematikan untuk Sienna.

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Bertemu Calon Mertua

    “Jadi, Gadis muda itu yang akan Kak Kala nikahi?” Kava bertanya dengan nada kecewa. “Aku tidak punya pilihan lain. Hanya dia yang pantas untuk menyumbangkan sel telur untuk disatukan dengan spermaku.” “Itu hanya alasan Kak Kala saja. Aku yakin, pasti ada alasan lain sampai Kak Kala menikahi perempuan yang usianya sangat berbeda jauh dengan usia Kakak!” “Kenapa kamu jadi semarah itu padaku? Seharusnya ini bukanlah urusan kamu!” “Tentu saja ini menjadi urusanku!” Kala merengut tajam sambil menatap Kava. “Membohongi Papa dan Mama sama saja bagian dari pengkhianatan Kakak pada keluarga kita!” “Kamu pikir aku mau melakukannya? Kalau bukan karena kesalahan yang telah kamu lakukan, maka Papa dan Mama tidak akan memintaku untuk memberikan mereka keturunan. Sialnya, mereka menunggu kabar dariku hanya sampai Minggu depan saja. Kalau tidak...” Kala menahan kalimatnya. Dia diam sambil tetap menatap Adiknya yang men

    Last Updated : 2023-11-23
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Sudah Tidak Perawan

    “Aku akan tetap menikahinya meski Mama dan Papa melarangku!” “Kala?? Dia masih terlalu kecil untuk kamu. Lebih baik kamu kembali pada Aluna daripada kamu menikahi gadis yang tidak jelas asal-usulnya! Apa kamu sudah gila mau menikahi gadis kampungan itu?” “Setidaknya dia masih jauh lebih baik daripada Aluna!” “Apa kamu bilang?!!” Dion kesal mendengar ucapan Kala. Tanpa ragu, dia langsung menampar wajah Kala dengan tenaganya yang cukup kencang. PLAKKK!! Wajah Kala langsung terlempar ke samping. Lisa yang berdiri di dekat putranya langsung membeliakkan kedua matanya dengan geram. “Apa permasalahan yang terjadi pada keluarga kita masih belum cukup untuk menyadarkan kamu kalau keluarga kita sedang dalam masalah besar!!??” Dion murka. Dia hampir menampar wajah Kala kembali. Tapi, tidak peduli semarah apapun kedua orang tuanya padanya untuk tidak memberikannya restu pada pernikahannya dengan Sienna, Kala tetap

    Last Updated : 2023-12-11
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Terikat Perjanjian

    Sienna dan Kala sarapan bersama pagi ini. Suasana sarapan pun terasa sangat tegang dan suram. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Kala. Pria itu hanya makan sarapannya dengan tenang tanpa melihat ke arah Sienna yang duduk di hadapannya sedikit pun. Kala mengakhiri sarapannya dengan meneguk sampai habis segelas air putih, lalu dia beranjak dari kursi untuk meninggalkan ruang makan. Sienna pun bergegas menghampiri Kala saat Kala ingin pergi. Dia menghadang Kala dengan cara merentangkan kedua tangannya di depan Kala. “Apa yang ingin kamu katakan?” Kala bertanya, lalu dia meraih tangannya dan melihat jam di tangannya. “Aku beri waktu 5 menit untuk kamu bicara.” Tanpa basa-basi lantaran dia hanya diberi waktu lima menit saja oleh Kala untuk bicara, akhirnya Sienna pun langsung mengatakan pada poin dari hal yang ingin dia katakan pada Kala. “Cium aku!” Kala tercengang mendengar ucapan Sienna yang dikatakan den

    Last Updated : 2023-12-14
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Bercinta

    “Dengan siapa kamu telah melepaskan keperawananmu? Sedangkan, Ibumu sudah memastikan padaku kalau kamu masih perawan dan belum pernah pacaran sekalipun seumur hidup kamu. Jadi, cepat beritahu padaku sekarang juga!!” Sienna bergeming saat dia diberikan pertanyaan itu. Pertanyaan yang tidak akan bisa dia jawab dengan baik.** “Aku akan memberitahu Om Kala tentang kejadian malam itu.” Sambil memegang handycam, Kava membalas ucapan Sienna dengan pertanyaan. “Kenapa kamu jadi ingin memberitahunya?” “Karena dia terus bertanya, mendesak aku untuk menjawabnya, dan membuatku merasa jadi terpojokkan karena ancamannya.” “Lagi-lagi dia suka mengancam orang. Aku kira hanya aku saja yang diperlakukan tidak adil olehnya, ternyata kamu juga.” “Apa maksud kamu dengan diperlakukan tidak adil?” “Kala itu— egois.” Jawabnya, dengan wajah lirih setelah dia menurunkan handycamnya yang sedang merekam sesuatu.

    Last Updated : 2023-12-16
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Tragedi di Acara Pelelangan

    “Dia benar-benar ingkar padaku!!” Sienna menggerutu kesal saat Kala mendadak membatalkan janjinya untuk pergi ke Pantai bersamanya hari ini. Gerutuan Sienna pun terdengar sampai ke telinganya Kava yang sedang memegang kamera dan memotret pemandangan di sekitarnya. “Dasar cewek gabut!” Decitnya dengan tawa menyudut ketika melihat Sienna sedang marah-marah sendirian di depan kolam ikan. Kava pun segera mendekatinya dan mengajaknya pergi tanpa ada basa-basi. “Ayo, pergi ke Pantai bersamaku!” Ajaknya, lalu berlalu pergi begitu saja. Tentu saja ajakan Kava mengherankan Sienna yang langsung diam mematung. Ketika menyadari kalau Sienna hanya diam saja tanpa mengikutinya, Kava pun segera membalikkan badannya dan menghampiri Sienna kembali. Desahan tawa melihat Sienna hanya diam saja sambil menatapnya dengan datar membuat Kava jengkel. Tanpa ragu, Kava langsung meraih tangan Sienna dan menariknya unt

    Last Updated : 2023-12-17
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Pengakuan Cinta

    Sudah hampir setengah jam lamanya Kala hanya terduduk diam sambil menatap Sienna yang sedang terbaring di atas ranjang dengan tangan terinfus. Ada perasaan tidak tenang yang menyelimuti perasaannya belakangan ini tetang gadis belia di depannya. Tapi, dia tidak tahu perasaan apa itu meski dia terus memikirkannya dan mencari tahu, Kala tetap belum menemukan jawabannya. Namun, suatu ketika dia pernah menerka tentang perasaannya tersebut dan yang dia pikirkan adalah perasaan suka yang tidak biasa terhadap Sienna. Akan tetapi, dia menepis keras tentang perasaan sukanya itu yang mustahil hadir di dalam dirinya karena Sienna terlalu kecil untuk bisa dia cintai. Kala pun menghembuskan nafasnya berkali-kali sambil berpikir keras dengan kening yang merengut kecil. Saat tangannya ingin menggenggam tangan Sienna yang jauh lebih kecil dari tangannya, dia pun langsung mengurungkannya dan perlahan menjauhkan kembali tangannya untuk tidak jadi menyentuh

    Last Updated : 2023-12-18
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Positif Hamil

    Kava tidak percaya kalau dia akan menyaksikan pemandangan menyakitkan seperti ini. Kava pun merasa sangat dikhianati oleh Sienna yang malah lebih memihak pada Kala daripada dirinya yang sudah jelas kekasihnya, orang yang dicintainya. “Fuck!!” Kava berdecit. Dia merasa muak melihat kenaifan yang Sienna tunjukkan di hadapannya saat ini. Tanpa mau bergurau dengan hubungan kekasih dan Kakaknya, Kava pun pergi sambil menunjukkan jari tengah ke arah mereka berdua. Kepergian Kava yang seperti itu disadari betul oleh Sienna yang dianggap Kava telah membuat kesalahan besar. Akan tetapi, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa di depan Kala karena hubungan kasihnya dengan Kava adalah hubungan yang tersembunyi. Jadi, Sienna memutuskan untuk tetap bersama Kala saat ini dan mengobati luka Kala. “A-aww...” Kala sedikit mengeluh kesakitan saat Sienna sedang mengobati lukanya. Sepanjang Sienna mengobati luka di wajah Kala yang Sienna pikirkan ada

    Last Updated : 2023-12-19
  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Perkara Dokter Kandungan

    Setelah 10 Minggu berada di Boston, akhirnya Kava pulang. Kepulangannya disambut dengan suka cita oleh Sienna. Mereka pun langsung berpelukan di dalam kamar Kava saat Kala sedang tidak berada di rumah. Keduanya saling melepaskan rasa rindu mereka dengan berciuman yang sangat mesra. “Aku sangat merindukan kamu. Sangat rindu.” Ungkap Sienna dengan mata berkaca. “Aku juga.” Pelukan Sienna yang sangat erat dan sulit untuk dilepaskan membuat Kava bingung. “Kamu kenapa, Sienna? Apa selama aku tidak ada di sisi kamu, sesuatu yang buruk terjadi?” Sienna menggelengkan kepalanya beberapa kali. Tapi, isakan tangisnya membuat Kava tidak mempercayai ucapannya. Dia pun berusaha untuk melepaskan pelukan Sienna, tapi Sienna menolak melepaskan pelukannya dan tangisannya tetap tidak berhenti. Akhirnya Kava membiarkan Sienna tetap memeluknya dan tetap menangis sampai Sienna benar-benar merasa tenang dan melepaskan sendiri

    Last Updated : 2023-12-21

Latest chapter

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Gairah Kemarahan

    Langkah kaki Sienna bergerak sangat cepat menuruni banyak anak tangga dari tangga darurat yang ada di Hotel itu. Mengingat waktu yang dia punya tidaklah banyak, Sienna semakin mempercepat langkah kakinya. Setelah menuruni lebih dari empat lantai, akhirnya Sienna bisa menemukan Kava di lantai enam. Sienna pun langsung merasa lega dan langkah kakinya menjadi dia perlambat saat ingin menghampiri Kava yang sedang duduk sendirian di salah satu anak tangga sambil mendengarkan musik melalui eraphone di telinganya. Tanpa memanggil nama Kava lebih dulu, Sienna duduk di samping Kava lalu dia meraih salah satu tali earphone dan memasangkannya ke telinganya untuk mengetahui lagu yang sedang Kava dengarkan saat ini. Kemunculan Sienna yang secara tiba-tiba sudah ada di sampingnya membuat Kava langsung tersentak kaget. Sienna pun memberikan senyuman hangat dan tatapan mata yang teduh pada Kava. “Senyumanmu selalu berhasil menena

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Pengorbanan Tersembunyi

    “Katanya, dia terluka karena aku. Padahal, akulah yang terluka karenanya.” Itulah pengakuan Kava, sebelum akhirnya Kava tertidur di atas pangkuan Sienna di dalam mobil. Sementara Kala mengurus masalah yang sedang Kava hadapi dengan bijak. “Kamu bisa melihatnya bukan, apa yang terjadi pada Sabira? Ha!!?” Victo menunjuk ke arah Sabira yang sedang terbaring di atas ranjang dengan murka. Kala hanya diam saja tanpa mau berkomentar soal kondisi Sabira saat ini. “Aku tidak akan melibatkan kedua orang tua kita, asalkan kamu mau melakukan tiga hal padaku.” “Apa tiga hal yang kamu inginkan dariku?”** “Aku ingin menikahi Sienna.” Kava sudah mengetahui hal itu dari Sienna. Hanya saja, saat keinginan itu diutarakan secara langsung oleh Kala padanya, ternyata Kava merasa sakit dan sulit untuknya merestui hubungan Kakaknya dengan perempuan yang sangat dia cintai itu. Tidak seperti saat dirinya mudah memb

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Samudra Alaska

    Sienna hanya ingin bermalas-malasan saja sepanjang hari ini. Dia hanya ingin diam di atas ranjang tanpa melakukan apapun, hanya itu saja kegiatan yang sudah dia agendakan untuk dirinya sendiri. Tetapi, suara bel rumahnya terpaksa membuat tubuhnya harus bergerak.Ting-tong... ting-tong... Sienna segera membangkitkan tubuhnya dari atas ranjang di tengah renungannya yang tidak ingin dia akhiri, walau sudah 5 jam lamanya dia hanya membeku di bawah selimut tapi dia tetap ingin berada di posisinya lebih lama lagi. Cklek, Sienna terpaksa menerima kedatangan tamu itu. Tamu yang ternyata adalah Kala. Baik Sienna maupun Kala langsung saling terdiam dengan canggung satu sama lain. “Bolehkah aku masuk ke dalam?” “I-iya. Silahkan.” Sienna mengizinkan Kala masuk ke dalam rumahnya dan Kala pun mengikutinya dari belakang. Saat Sienna mempersilahkannya untuk duduk di atas sofa, tempat biasa Kala

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Emosi Membabi Buta

    “Apa yang terjadi denganmu?” “Aku ingin mati saja.” Deg! Kala syok sekali begitu mendengar ucapan Kava yang sangat diluar ekspektasinya. “Bolehkah aku bunuh diri saja sekarang juga?” “Kenapa? Apa alasannya sampai kamu ingin bunuh diri sekarang?” “Masa lalu yang tiba-tiba saja menyengat sesekali di dalam ingatanku tentang seorang perempuan yang sangat aku cintai.” Deg! Kala kembali tersentak kaget. Ingatan Kava yang dia pikir akan pulih secara tiba-tiba membuatnya merasa ketakutan. “Tapi, perempuan itu bukanlah Sabira. Bukan dia...” Kava menaikkan wajahnya perlahan lalu menatap Kala dengan lirih dan dengan mata berkaca. “Apa kamu bisa memberitahu aku, siapa perempuan itu?” Kala kebingungan untuk menjawab pertanyaan Kava. Dia tidak bisa memberitahu siapa sosok perempuan itu karena dia juga sangat menginginkan Sienna menjadi miliknya seutuhnya. “Tolong berit

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Kepatuhan Menyakitkan

    “Argaza tidak bisa menyelesaikan misi itu dengan baik, jadi baiknya dia diganti saja dengan Tuan muda Kava karena di tangannya misi itu akan mudah dia selesaikan dengan baik.” “Pria itu memang tidka berguna.” Kala memekik pelan. “Sudah dari awal aku tidak yakin meletakkan dia pada misi ini sekalipun dia hanya sebagai umpan saja.” Gumamnya, sambil menatap ke luar jendela menara di lantai 35. “Lantas, bagaimana dia bisa lolos dari serangan musuh klien?” Dengan berat hati Bian pun menceritakan kronologinya yang dia ketahui saja. Setelah mengetahuinya, Kala langsung geram dan sangat murka pada Argaza. Saking murkanya, kedua tangan Kala sampai mengepal erat sambil merasakan amarah yang luar biasa atas kebodohan yang telah Argaza lakukan. Tanpa pikir panjang, Kala langsung mendatangi Argaza yang masih berada di kediaman rumahnya. Serangan kemarahan Kala langsung menghantam seluruh wajah dan beberapa bagian tubuh dengan pukulan kuat tangannya. Para pengawa

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Manipulasi Rasa

    Ting-tong... ting-tong... Sienna langsung membuka pintu rumahnya begitu dia mendengar bunyi bel berulang kali dengan jeda panjang. Tanpa melihat terlebih dahulu siapa tamu yang datang, Sienna langsung menerima kedatangan tamu itu, tamu yang sangat tidak terduga olehnya. “Halo, Sienna sayang. Apa kabar kamu?” Melihat sosok orang yang ada di hadapannya saat ini membuat Sienna ingin marah dan memakinya habis-habisan, tetapi... Tiba-tiba saja orang itu memeluk Sienna dan mengatakan, “Ibu kangen sama kamu, Sienna.” Sienna tidak ingin mempersilahkan wanita itu masuk, tapi dia juga tidak bisa menolak kehadirannya. Ranum pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah Sienna dan duduk di atas sofa. Sementara Sienna masih dibuat syok oleh kehadiran Ranum yang muncul kembali di depannya secara tiba-tiba. Sienna diam mematung sambil memandangi pilu Ranum yang justru tampak biasa saja, seperti tidak pernah melakukan ke

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Bermalam Bersama

    “Iya, aku mau menikah sama kamu.” Dengan lantang Sabira menerima pinangan dari Kava. Pinangan yang bukan berasal dari keinginan Kava, melainkan atas dasar perintah dari kedua orang tuanya demi memperlancar gencatan senjata di antara dua keluarga itu. Karena dengan begitu hubungan dua keluarga itu akan kembali baik dan perusahaan yang semula akan mereka bangun bersama dan sempat batal, sekarang sudah bisa mereka lanjutkan kembali. Akan tetapi... Kava langsung menepikan dirinya di sebuah Gudang yang sangat luas, sebuah tempat yang berada di tengah ilalang yang berada di pinggiran Ibu kota. Tempat itu menjadi tempat rahasianya sudah selama lima tahun belakangan ini. Tempat yang menjadi curahan hatinya melalui gambar-gambar kecil yang dia lukis dengan tangannya sendiri di semua dinding kosong di Gedung itu. Setiap gambar yang dia buat selalu ada cerita sedih, bahagia, dan luka. Maka dari itu, Kava tidak ingin ada satu orang pun yang mengetah

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Menikahlah Denganku!

    Sienna melepaskan tatapan matanya dari Kala, lalu dia pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke dalam Ballroom sebelum acara resepsi pernikahan dimulai tidak lama lagi. “Menyedihkan...” Sienna bergumam. “Sienna, kamu sangat menyedihkan sekali!” Sienna langsung berpikir klise tentang kejadian yang baru saja dia lihat, tentang Kala dan tentang wanita lain. “Punya nyali juga kamu datang ke acara pernikahan Kava.” Lisa tiba-tiba saja datang menghampirinya dan menyapanya dengan kalimat menohok. Kemunculan Lisa yang sudah lama dia jumpai membuat Sienna langsung tersentak kaget. Ucapan Lisa yang seharusnya menyakiti perasaannya, tapi Sienna tetap ingin menghormati wanita itu. “Selamat malam, Tante.” Sienna menyapa Lisa dengan sangat ramah dan dengan caranya yang anggun. Tentu saja sikap Sienna yang sudah tidak lagi terlihat takut padanya sangat mengejutkan Lisa. “Sebenarnya saya t

  • Kontrak Cinta Sang Pewaris   Mantan

    “Aku ingin menikahi Sienna dengan serius, tanpa ada lagi perceraian apalagi perpisahan.” Ranum langsung menertawai keinginan Kala yang terdengar tulus itu. “Hahahaa...” Melihat tertawa membuat kening Kala merengut tipis. “Apa ada yang lucu dengan keinginan saya?” “Ya, tentu saja. Hahahaaaa..., sangat lucu sekali. Sampai-sampai yang geli mendengar keinginanmu itu. Hahaahaa...” Ranum mengusap air mata yang keluar sedikit lantaran tawanya terlalu geli saking dia merasa lucunya keinginan Kala tersebut. Kala pun hanya bergeming dan tetap menatap datar Ranum yang masih belum juga berhenti tertawa. Tapi, tak lama kemudian Ranum sadar kalau sikapnya terlalu berlebihan saat menanggapi niat baik pria yang hampir berusia 40 tahun itu. “Ehemm.” Ranum berdeham sambil memperbaiki posisi duduknya. Dia pun menjadi sungkan pada Kala yang hanya diam ketik Ranum menganggap niat baiknya adalah suatu kekonyolan.

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status