Kanaya terpaksa harus menerima tawaran pernikahan dari CEO-nya sendiri demi mendapatkan uang untuk pengobatan Ayahnya. Sementara Gavin, CEO dari NN Group harus segera menikah demi mendapatkan hak asuh anak Kakaknya sendiri yang telah meninggal. Mereka berdua yang sama-sama membutuhkan akhirnya terjebak dalam sebuah pernikahan atas dasar perjanjian. Apakah hubungan yang terjalin atas keterpaksaan itu akan berbuah manis di kemudian hari? Atau mereka akan tetap berpisah saat tujuan dari pernikahan itu sudah selesai?
View MoreSetelah menunggu Naya membereskan barang-barang penting yang akan dibawa dari kos-kosannya, mobil milik Aksa membawa Naya ke halaman rumah yang begitu megah. Rumah tingkat dua itu begitu besar hingga Naya tidak berani membayangkan betapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membangunnya. Seketika rasa gugup kembali menyerang meski dia sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa. Jadi, saat melihat Aksa mendekat ke arah pintu untuk masuk, Naya hanya bisa mengikutinya dari belakang sambil berusaha untuk rileks. “Tidak usah gugup, ada saya.” Naya menatap Aksa dan tersenyum tipis. “Terima kasih, Pak.” “Ayo masuk!” “Iya, Pak” Naya mengekor di belakang Aksa dan berusaha untuk menegakkan dirinya agar sebisa mungkin memperlihatkan gerak tubuh yang natural. Sejak kesepakatan itu dibuat, Aksa sudah begitu baik kepadanya. Jadi, sekarang adalah saatnya bagi Naya untuk membalas budi. “Gaviinnn!” Aksa berseru memanggil nama yang Naya tau sebagai keponakannya. “Papaaa!!!” Naya menata
Setelah menunggu Naya membereskan barang-barang penting yang akan dibawa dari kos-kosannya, mobil milik Aksa membawa Naya ke halaman rumah yang begitu megah.Rumah tingkat dua itu begitu besar hingga Naya tidak berani membayangkan betapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membangunnya.Seketika rasa gugup kembali menyerang meski dia sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa. Jadi, saat melihat Aksa mendekat ke arah pintu untuk masuk, Naya hanya bisa mengikutinya dari belakang sambil berusaha untuk rileks.“Tidak usah gugup, ada saya.”Naya menatap Aksa dan tersenyum tipis. “Terima kasih, Pak.”“Ayo masuk!” “Iya, Pak”Naya mengekor di belakang Aksa dan berusaha untuk menegakkan dirinya agar sebisa mungkin memperlihatkan gerak tubuh yang natural. Sejak kesepakatan itu dibuat, Aksa sudah begitu baik kepadanya. Jadi, sekarang adalah saatnya bagi Naya untuk membalas budi.“Gaviinnn!” Aksa berseru memanggil nama yang Naya tau sebagai keponakannya.“Papaaa!!!” Naya menatap anak yang
Keesokan harinya, Naya terbangun di sebelah tubuh ayahnya yang kini bergantung pada berbagai macam alat. Subuh tadi, setelah Aksa kembali ke Jakarta, dokter yang menangani ayahnya berkata bahwa tubuh ayahnya sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan, sehingga status pasiennya telah resmi berubah menjadi koma. Setiap memikirkan itu, hati Naya terasa semakin sakit. Apalagi saat melihat tangan ayahnya yang semakin keriput dan lemah. Diam-diam, Naya terus menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menjaga ayahnya dan membiarkan ayahnya terus bekerja di ladang hingga berakhir ditabrak mobil saat ingin memindahkan beras yang telah digiling pulang. Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul enam, Naya dengan berat hari bersiap untuk kembali ke Jakarta dan membahas kelanjutan kerja samanya dengan Aksa. Sebab, mau tak mau, berkas-berkas itu harus di-input ke persidangan agar proses perebutan hak asuh bisa segera dilakukan. Naya lalu mencium punggung tangan ayahnya
“Bagaimana?” Aksa kembali bertanya setelah melihat Naya tak kunjung memberi jawaban. "Bapak nggak sedang bercanda kan? Bagaimana bisa sebuah pernikahan—" "Sama sekali tidak, Naya.” Aksa menjawab dengan tenang. “Pernikahan ini bersifat rahasia dan hanya bertujuan untuk mendapat hak asuh atas keponakan saya. Jadi, kita bisa bercerai setelah itu terjadi.” Mendengar itu, Naya mulai agak paham dan rasa khawatirnya berangsur-angsur mulai turun. "Saya memilih kamu karena situasi kita saat ini sama sehingga kita bisa bekerja sama. Kamu mengerti kan?” tambah Aksa lagi. Naya mengangguk paham meski sebagian hatinya merasa dilema karena harus mempermainkan pernikahan. Apalagi dia kini harus membuang prinsipnya yang hanya akan menikah satu kali seumur hidup. Namun, situasi begitu mendesak serta menyangkut hidup dan mati. Jika ia tidak menyetujui permintaan Aksa, maka dari mana lagi ia bisa mendapatkan uang untuk mengoperasi ayahnya? Kalau Naya menyetujui, bagaimana dengan im
Kamu pikir Perusahaan ini badan amal?" Sentak seorang wanita yang membuat Kanaya terkesiap. Belum habis keterkejutan Naya karena kabar yang ia terima dari rumah sakit mengenai ayahnya yang kecelakaan, dia harus kembali dikejutkan dengan bentakan dari managernya, Mirna. Keadaan saat ini sungguh tidak memberi kesempatan bagi Naya untuk sedikit saja menenangkan diri. Jantungnya yang masih berdetak dengan cemas, kini harus ditambah dengan bulir-bulir air mata yang kembali turun membasahi pipinya. "Kamu itu baru dua bulan kerja di sini! Berani-beraninya kamu mau pinjam uang dan meminta cuti? Kamu pikir perusahaan ini milik nenek moyang kamu ya??!!" Suara wanita dengan bibir merah merona itu kembali terdengar menggelegar di lorong perusahaan yang sepi hingga menarik perhatian banyak karyawan lalu lalang. Sebelum ini, Naya telah meminta Mirna untuk berbicara di ruangan wanita itu agar niatnya untuk meminta bantuan tidak didengar oleh orang lain. Namun, Mirna menolak dengan a
Kamu pikir Perusahaan ini badan amal?" Sentak seorang wanita yang membuat Kanaya terkesiap. Belum habis keterkejutan Naya karena kabar yang ia terima dari rumah sakit mengenai ayahnya yang kecelakaan, dia harus kembali dikejutkan dengan bentakan dari managernya, Mirna. Keadaan saat ini sungguh tidak memberi kesempatan bagi Naya untuk sedikit saja menenangkan diri. Jantungnya yang masih berdetak dengan cemas, kini harus ditambah dengan bulir-bulir air mata yang kembali turun membasahi pipinya. "Kamu itu baru dua bulan kerja di sini! Berani-beraninya kamu mau pinjam uang dan meminta cuti? Kamu pikir perusahaan ini milik nenek moyang kamu ya??!!" Suara wanita dengan bibir merah merona itu kembali terdengar menggelegar di lorong perusahaan yang sepi hingga menarik perhatian banyak karyawan lalu lalang. Sebelum ini, Naya telah meminta Mirna untuk berbicara di ruangan wanita itu agar niatnya untuk meminta bantuan tidak didengar oleh orang lain. Namun, Mirna menolak dengan a...
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments