Share

Istri Kesayangan Sang CEO
Istri Kesayangan Sang CEO
Author: santi.santi

Bab 1

Author: santi.santi
last update Last Updated: 2025-02-27 17:04:45

Kamu pikir Perusahaan ini badan amal?"

Sentak seorang wanita yang membuat Kanaya terkesiap.

Belum habis keterkejutan Naya karena kabar yang ia terima dari rumah sakit mengenai ayahnya yang kecelakaan, dia harus kembali dikejutkan dengan bentakan dari managernya, Mirna.

Keadaan saat ini sungguh tidak memberi kesempatan bagi Naya untuk sedikit saja menenangkan diri.

Jantungnya yang masih berdetak dengan cemas, kini harus ditambah dengan bulir-bulir air mata yang kembali turun membasahi pipinya.

"Kamu itu baru dua bulan kerja di sini! Berani-beraninya kamu mau pinjam uang dan meminta cuti? Kamu pikir perusahaan ini milik nenek moyang kamu ya??!!"

Suara wanita dengan bibir merah merona itu kembali terdengar menggelegar di lorong perusahaan yang sepi hingga menarik perhatian banyak karyawan lalu lalang.

Sebelum ini, Naya telah meminta Mirna untuk berbicara di ruangan wanita itu agar niatnya untuk meminta bantuan tidak didengar oleh orang lain. Namun, Mirna menolak dengan alasan tidak memiliki banyak waktu.

Naya berusaha maklum karena memahami kesibukan Mirna sebagai Manager. Namun, setelah melihat bagaimana Mirna mengeraskan suaranya barusan, Kanaya langsung tahu kalau atasannya itu memang sengaja ingin membuatnya malu.

"Tapi, saya benar-benar membutuhkan uang itu untuk biaya operasi ayah saya di rumah sakit, Bu Mirna. Ayah saya kecelakaan dan terkena gegar otak. Karena itu saya butuh sekali tanda tangan Ibu untuk mencairkan dana pinjaman perusahaan.."

Naya memang berkata jujur.

Pagi tadi, petugas administrasi rumah sakit menelponnya dan mengabarkan bahwa ayahnya dalam kondisi kritis karena kecelakaan, sehingga segera memerlukan tindakan operasi.

Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga sudah memberi tahu Naya tentang rincian biaya yang harus ditanggung untuk melakukan operasi dan rawat inap selama pemulihan.

Namun, Naya yang baru saja lulus kuliah dan bekerja dua bulan di NN Group sama sekali belum memiliki tabungan. Apalagi untuk membayar biaya operasi yang mencapai ratusan juta.

Itulah yang membuat Naya langsung meminta bantuan dari managernya setelah mendengar adanya program pinjaman dana darurat bagi karyawan.

Namun, bukan bantuan yang ia dapatkan, Naya justru mendapat caci maki yang hampir membuatnya tak bisa membendung air mata.

"Jangan ngelunjak! Nggak ada urusan antara ayah kamu dan perusahaan. Jadi, nggak usah desak-desak saya lagi!"

Respon final Mirna membuat Kanaya memejamkan mata pasrah dan kembali memutar otak untuk mengumpulkan jumlah uang yang kurang.

Baru saja Naya berpikir untuk pulang dan mendaftar pinjaman online, suara bariton yang terdengar begitu dingin sudah lebih dulu menyapa telinganya.

“Ada apa ini?!”

Dari belakang kerumunan karyawan, sosok Aksa Satya Wardana berdiri dengan berwibawa. Tubuhnya yang tinggi menjulang di tengah keramaian dan terlihat begitu agung.

Aura itu langsung membuat Mirna menciut dan membuat Naya takut hingga menundukan kepala.

Pria dengan setelan jas mahal itu mendekati Mirna yang suaranya menggelegar ke mana-mana dan menimbulkan keributan yang tidak efisien.

“Apa yang kamu lakukan?” Aksa bertanya dan langsung dijawab oleh Mirna.

"Saya sedang mendisiplinkan karyawan baru, Pak.” Wanita itu berkata dengan bangga.

“Kanaya ini baru bekerja dua bulan, tapi sudah berani minta ACC Pinjaman Dana Darurat perusahaan dengan alasan yang tidak bisa dibuktikan. Oleh karena itu, saya yakin kalau itu hanya akal-akalannya saja, Pak. Bukankah itu berarti dia harus dipecat?"

Perkataan Mirna itu sontak membuat Kanaya terbelalak dan menyadari seberapa parah politik di kantor sebenarnya.

Bahkan, managernya sendiri berani menukar fakta dengan kebohongan untuk mendepak Kanaya keluar dari kantor.

Mendengar itu, Naya langsung mengangkat kepalanya untuk melakukan klarifikasi di depan Sang Presdir. Dia tidak mau di pecat.

“Tolong percaya pada saya, Pak. Saya tidak berbohong, ayah saya memang kecelakaan dan membutuhkan uang untuk biaya operasi."

Naya tak lagi punya rasa malu meski harus menunjukkan air matanya di depan pemimpin perusahaannya itu. Bahkan kini air matanya jatuh semakin deras hingga membuatnya sesenggukan.

“Pak Aksa bisa mengecek nama ayahnya yang terdaftar di Rumah Sakit Medika.” lanjut Naya lagi yang langsung membuat Seno, Sekretaris Aksa, mengangguk dan menelepon seseorang di ponselnya.

Pria itu sama sekali tidak berbicara dan hanya mengamati Naya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.

Meski begitu, Naya sama sekali tidak ambil pusing karena satu-satunya hal yang mengambil alih pikirannya adalah kondisi sang ayah.

Naya sangat cemas kalau-kalau ayahnya tak bisa bertahan, karena tiga tahun lalu, ibunya juga berpulang dengan cara yang sama.

Mengingat itu, air mata Naya mengalir semakin deras. Beberapa kali dia melihat ponsel untuk memastikan jam bergerak lebih lambat. Sebab, dengan begitu dia masih punya waktu lebih untuk mencari pinjaman lain.

Satu menit kemudian, Seno kembali dan berbisik di telinga Arkan yang langsung membuat pria itu mengangguk singkat.

"Kanaya?" Aksa menatap Naya dengan datar, membuat Naya terkesiap.

"Ke ruangan saya, sekarang!"

Perintah Aksa membuat Mirna menyunggingkan senyum kemenangan dan melakukan lambaian kecil kepada Naya. Mengejeknya dalam diam.

Namun, Naya tak mempedulikan Mirna dan buru-buru mengikuti Aksa untuk pergi ke ruangannya yang terletak di lantai 46.

Aksa berjalan lurus ke tempat duduknya, sementara Naya berdiri dengan gugup di depan pria itu. Meski tubuh mereka berbatasan meja, ternyata Naya masih merasa udara di sekitarnya begitu pengap. Penuh dengan tekanan dari Aksa.

Setelah beberapa detik berlalu, Aksa akhirnya bersuara dan mengeluarkan pertanyaan yang semuanya dijawab oleh Naya dengan baik.

"Danu Prameswara. Kecelakaan di Jalan Perintis pada jam 4 pagi tadi dan terindikasi mengalami gegar otak. Itu ayah kamu kan?"

Kanaya tersentak sebelum menjawab dengan suara parau. "Benar, Pak. Rumah sakit mengabarkan kalau ayah saya perlu dioperasi. Jadi, saya berniat untuk meminjam—"

“Berapa tepatnya jumlah yang dibutuhkan rumah sakit?”

Penolakan dari mana-mana membuat ucapan dari Aksa terdengar sebagai penghiburan bagi hati Naya.

Oleh karena itu, dia buru-buru menjawab dengan mata yang penuh pengharapan. “Kurang lebih tujuh puluh juta, Pak. Namun, tampaknya bisa lebih tergantung seberapa lama pemulihan ayah saya.”

Aksa mengangguk-angguk sebelum kemudian mengeluarkan sebuah dokumen dari dalam laci dan menyerahkannya pada Naya.

“Saya bisa menjamin semua biaya yang diperlukan ayah kamu, tapi..”

Kanaya sontak mengucapkan terima kasih dengan mata yang berbinar-binar sebelum maju untuk mengambil dokumen di atas meja.

Namun, setelah dibuka, dokumen yang Naya kira merupakan berkas kesepakatan hutang ternyata merupakan kertas dengan tulisan lain.

‘Kontrak Pernikahan’

“Pak, ini.. Maksudnya..” Naya mencicit sembari membelalakkan mata.

Melihat Naya yang terkejut, Aksa melipat tangannya di perut dan bertopang kaki. “Tapi kamu mau menikah dengan saya.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 2

    “Bagaimana?” Aksa kembali bertanya setelah melihat Naya tak kunjung memberi jawaban. "Bapak nggak sedang bercanda kan? Bagaimana bisa sebuah pernikahan—" "Sama sekali tidak, Naya.” Aksa menjawab dengan tenang. “Pernikahan ini bersifat rahasia dan hanya bertujuan untuk mendapat hak asuh atas keponakan saya. Jadi, kita bisa bercerai setelah itu terjadi.” Mendengar itu, Naya mulai agak paham dan rasa khawatirnya berangsur-angsur mulai turun. "Saya memilih kamu karena situasi kita saat ini sama sehingga kita bisa bekerja sama. Kamu mengerti kan?” tambah Aksa lagi. Naya mengangguk paham meski sebagian hatinya merasa dilema karena harus mempermainkan pernikahan. Apalagi dia kini harus membuang prinsipnya yang hanya akan menikah satu kali seumur hidup. Namun, situasi begitu mendesak serta menyangkut hidup dan mati. Jika ia tidak menyetujui permintaan Aksa, maka dari mana lagi ia bisa mendapatkan uang untuk mengoperasi ayahnya? Kalau Naya menyetujui, bagaimana dengan im

    Last Updated : 2025-02-27
  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 3

    Keesokan harinya, Naya terbangun di sebelah tubuh ayahnya yang kini bergantung pada berbagai macam alat. Subuh tadi, setelah Aksa kembali ke Jakarta, dokter yang menangani ayahnya berkata bahwa tubuh ayahnya sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan, sehingga status pasiennya telah resmi berubah menjadi koma. Setiap memikirkan itu, hati Naya terasa semakin sakit. Apalagi saat melihat tangan ayahnya yang semakin keriput dan lemah. Diam-diam, Naya terus menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menjaga ayahnya dan membiarkan ayahnya terus bekerja di ladang hingga berakhir ditabrak mobil saat ingin memindahkan beras yang telah digiling pulang. Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul enam, Naya dengan berat hari bersiap untuk kembali ke Jakarta dan membahas kelanjutan kerja samanya dengan Aksa. Sebab, mau tak mau, berkas-berkas itu harus di-input ke persidangan agar proses perebutan hak asuh bisa segera dilakukan. Naya lalu mencium punggung tangan ayahnya

    Last Updated : 2025-02-27
  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 4

    Namun, baru saja Naya keluar dari lift khusus eksekutif dan hendak berbelok ke arah lobi, sebuah suara telah lebih dulu menghentikan langkahnya. “Bukannya kamu cuti? Untuk apa kamu keluar dari lift eksekutif?!” Naya terkesiap mendapati Mirna ada di sana dengan melipat kedua tangannya di depan dada. Benar-benar menunjukkan keangkuhannya. "Jangan bilang, kamu dari ruangan Pak Aksa lagi ya? Kamu mau jual air mata lagi?" "Maaf Bu, saya memang dari ruangan Pak Aksa. Tapi saya bukan orang yang seperti itu!" Naya tidak tahan lagi selalu di rendahkan oleh Mirna. "Halah, saya tau. Kamu pasti besar kapala karena Pak Aksa memberikan cuti terus sekarang kamu mulai cari muka lagi, iya kan?!!" "Maaf Bu Mirna, Pak Aksa tidak suka mendengar keributan di kantor ini. Bukannya Bu Mirna sudah tidak bekerja di kantor ini lagi? Kenapa Bu Mirna masih mengusik karyawan di kantor ini?" Mirna kelabakan karena tiba-tiba Seno muncul di sana. Pria itu adalah orang yang paling ditakuti selain Aksa di

    Last Updated : 2025-02-27
  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 5

    Bab 5 "Gavin tidak mau!! Gavin mau Papa!! Kamu pasti mau ambil Papa dari Gavin kan??!!" "Gavin!!" Suara Aksa sontak membuat Gavin terdiam. Naya terkejut karena ternyata Aksa sudah berada di sana. Yang lebih membuat Naya terdiam tanpa kata adalah, penampilan Aksa yang jauh berbeda dari biasanya. Sejak pertama melihat Aksa hingga kemarin, Naya hanya melihat seorang Aksa yang selalu memakai jas mahal untuk membalut tubuh tinggi atletisnya, serta rambut yang di sisir klimis. Tapi kali ini, Aksa hanya memakai celana training dan juga kaos serta rambut setengah basahnya yang dibiarkan sedikit berantakan tanpa di sisir. Naya tersadar dari kekagumannya itu saat Aksa ikut duduk di bawah berhadapan dengan Naya dan Gavin. "Kenapa Gavin seperti itu sama Mama?" Tanya Aksa dengan lembut. Naya sempat takut jika Aksa akan memarahi Gavin karena penolakannya. "Gavin tidak suka dia!!" "Ini Mama kamu sekarang, bukan dia!" Tekan Aksa sekarang lebih tegas. Dengan mata yang mulai berk

    Last Updated : 2025-02-27
  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 6

    "Siapa kamu?!!" Wanita itu menatap Naya yang kini mematung karena tak menyangka akan bertemu dengan Nyonya besar keluarga Wardana. Naya gelagapan, dia tidak tau harus menjawab apa di hadapan Nyonya besar itu. "Ada apa Mama pagi-pagi ke sini?" Kedatangan Aksa di belakang Naya membuat Naya merasa terselamatkan. "Siapa dia Aksa? Pembantu baru kamu?" Widuri menatap Naya dengan sinis. "Ini Naya, istriku Ma!" "Jangan bercanda Aksa!" Widuri tertawa sumbang karena mengira ucapan Aksa adalah kebohongan belaka. "Kami sudah menikah Ma, Naya benar-bener istriku!" Aksa menegaskan sekali lagi pada Mamanya. "Berani-beraninya kamu menikah tanpa persetujuan dan ijin dari Mama Aksa!! Kamu tidak bisa sembarangan menikah dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya!" Hati Naya merasa tersentil dengan ucapan Widuri. Dia adalah anak dari Ayah dan Ibunya, dia bukan wanita yang disebutkan oleh Nyonya Widuri tadi. "Hey kamu!" Pasti kamu punya niat terselubung dengan menikah sama anak saya

    Last Updated : 2025-03-01
  • Istri Kesayangan Sang CEO   Tinggi dan kokoh

    "Kurang ajar! Ternyata Aksa cerdik juga!" Alisa melempar ponselnya dengan asal ke atas sofa. "Ada apa Honey? Kenapa marah-marah?" Serang pria memeluk pinggang ramping Alisa dari belakang. "Sepertinya kita akan susah mendapatkan Gavin. Aksa tidak mau kalah, dia kemarin sudah menikahi sorang wanita. Pasti itu rencananya agar bisa mendapatkan Gavin!" "Benarkah?" Pria itu tampak terkejut. "Hmm, aru saja Nenek tua itu menghubungi ku. Tapi kalau bener, kita harus bagaimana Gio?" Alisa terlihat panik dan berbalik menatap pria yang menjadi kekasihnya itu. Rencananya yang sudah di depan mata tampaknya akan gagal karena perlawanan dari Aksa. "Kamu tenang saja Honey, aku akan cari acara supaya Aksa tidak bisa mendapatkan Gavin!" "Tapi apa yang akan kamu lakukan? Jangan nekat lagi, aku tidak mau kalau sampai kita berkahir di dalam penjara!" "Itu tidak akan terjadi Honey, kamu tenang saja!" Gio langsung menyambar bibir merah milik Alisa yang selalu membuatnya candu. "Kena

    Last Updated : 2025-03-02

Latest chapter

  • Istri Kesayangan Sang CEO   Tinggi dan kokoh

    "Kurang ajar! Ternyata Aksa cerdik juga!" Alisa melempar ponselnya dengan asal ke atas sofa. "Ada apa Honey? Kenapa marah-marah?" Serang pria memeluk pinggang ramping Alisa dari belakang. "Sepertinya kita akan susah mendapatkan Gavin. Aksa tidak mau kalah, dia kemarin sudah menikahi sorang wanita. Pasti itu rencananya agar bisa mendapatkan Gavin!" "Benarkah?" Pria itu tampak terkejut. "Hmm, aru saja Nenek tua itu menghubungi ku. Tapi kalau bener, kita harus bagaimana Gio?" Alisa terlihat panik dan berbalik menatap pria yang menjadi kekasihnya itu. Rencananya yang sudah di depan mata tampaknya akan gagal karena perlawanan dari Aksa. "Kamu tenang saja Honey, aku akan cari acara supaya Aksa tidak bisa mendapatkan Gavin!" "Tapi apa yang akan kamu lakukan? Jangan nekat lagi, aku tidak mau kalau sampai kita berkahir di dalam penjara!" "Itu tidak akan terjadi Honey, kamu tenang saja!" Gio langsung menyambar bibir merah milik Alisa yang selalu membuatnya candu. "Kena

  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 6

    "Siapa kamu?!!" Wanita itu menatap Naya yang kini mematung karena tak menyangka akan bertemu dengan Nyonya besar keluarga Wardana. Naya gelagapan, dia tidak tau harus menjawab apa di hadapan Nyonya besar itu. "Ada apa Mama pagi-pagi ke sini?" Kedatangan Aksa di belakang Naya membuat Naya merasa terselamatkan. "Siapa dia Aksa? Pembantu baru kamu?" Widuri menatap Naya dengan sinis. "Ini Naya, istriku Ma!" "Jangan bercanda Aksa!" Widuri tertawa sumbang karena mengira ucapan Aksa adalah kebohongan belaka. "Kami sudah menikah Ma, Naya benar-bener istriku!" Aksa menegaskan sekali lagi pada Mamanya. "Berani-beraninya kamu menikah tanpa persetujuan dan ijin dari Mama Aksa!! Kamu tidak bisa sembarangan menikah dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya!" Hati Naya merasa tersentil dengan ucapan Widuri. Dia adalah anak dari Ayah dan Ibunya, dia bukan wanita yang disebutkan oleh Nyonya Widuri tadi. "Hey kamu!" Pasti kamu punya niat terselubung dengan menikah sama anak saya

  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 5

    Bab 5 "Gavin tidak mau!! Gavin mau Papa!! Kamu pasti mau ambil Papa dari Gavin kan??!!" "Gavin!!" Suara Aksa sontak membuat Gavin terdiam. Naya terkejut karena ternyata Aksa sudah berada di sana. Yang lebih membuat Naya terdiam tanpa kata adalah, penampilan Aksa yang jauh berbeda dari biasanya. Sejak pertama melihat Aksa hingga kemarin, Naya hanya melihat seorang Aksa yang selalu memakai jas mahal untuk membalut tubuh tinggi atletisnya, serta rambut yang di sisir klimis. Tapi kali ini, Aksa hanya memakai celana training dan juga kaos serta rambut setengah basahnya yang dibiarkan sedikit berantakan tanpa di sisir. Naya tersadar dari kekagumannya itu saat Aksa ikut duduk di bawah berhadapan dengan Naya dan Gavin. "Kenapa Gavin seperti itu sama Mama?" Tanya Aksa dengan lembut. Naya sempat takut jika Aksa akan memarahi Gavin karena penolakannya. "Gavin tidak suka dia!!" "Ini Mama kamu sekarang, bukan dia!" Tekan Aksa sekarang lebih tegas. Dengan mata yang mulai berk

  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 4

    Namun, baru saja Naya keluar dari lift khusus eksekutif dan hendak berbelok ke arah lobi, sebuah suara telah lebih dulu menghentikan langkahnya. “Bukannya kamu cuti? Untuk apa kamu keluar dari lift eksekutif?!” Naya terkesiap mendapati Mirna ada di sana dengan melipat kedua tangannya di depan dada. Benar-benar menunjukkan keangkuhannya. "Jangan bilang, kamu dari ruangan Pak Aksa lagi ya? Kamu mau jual air mata lagi?" "Maaf Bu, saya memang dari ruangan Pak Aksa. Tapi saya bukan orang yang seperti itu!" Naya tidak tahan lagi selalu di rendahkan oleh Mirna. "Halah, saya tau. Kamu pasti besar kapala karena Pak Aksa memberikan cuti terus sekarang kamu mulai cari muka lagi, iya kan?!!" "Maaf Bu Mirna, Pak Aksa tidak suka mendengar keributan di kantor ini. Bukannya Bu Mirna sudah tidak bekerja di kantor ini lagi? Kenapa Bu Mirna masih mengusik karyawan di kantor ini?" Mirna kelabakan karena tiba-tiba Seno muncul di sana. Pria itu adalah orang yang paling ditakuti selain Aksa di

  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 3

    Keesokan harinya, Naya terbangun di sebelah tubuh ayahnya yang kini bergantung pada berbagai macam alat. Subuh tadi, setelah Aksa kembali ke Jakarta, dokter yang menangani ayahnya berkata bahwa tubuh ayahnya sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan, sehingga status pasiennya telah resmi berubah menjadi koma. Setiap memikirkan itu, hati Naya terasa semakin sakit. Apalagi saat melihat tangan ayahnya yang semakin keriput dan lemah. Diam-diam, Naya terus menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menjaga ayahnya dan membiarkan ayahnya terus bekerja di ladang hingga berakhir ditabrak mobil saat ingin memindahkan beras yang telah digiling pulang. Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul enam, Naya dengan berat hari bersiap untuk kembali ke Jakarta dan membahas kelanjutan kerja samanya dengan Aksa. Sebab, mau tak mau, berkas-berkas itu harus di-input ke persidangan agar proses perebutan hak asuh bisa segera dilakukan. Naya lalu mencium punggung tangan ayahnya

  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 2

    “Bagaimana?” Aksa kembali bertanya setelah melihat Naya tak kunjung memberi jawaban. "Bapak nggak sedang bercanda kan? Bagaimana bisa sebuah pernikahan—" "Sama sekali tidak, Naya.” Aksa menjawab dengan tenang. “Pernikahan ini bersifat rahasia dan hanya bertujuan untuk mendapat hak asuh atas keponakan saya. Jadi, kita bisa bercerai setelah itu terjadi.” Mendengar itu, Naya mulai agak paham dan rasa khawatirnya berangsur-angsur mulai turun. "Saya memilih kamu karena situasi kita saat ini sama sehingga kita bisa bekerja sama. Kamu mengerti kan?” tambah Aksa lagi. Naya mengangguk paham meski sebagian hatinya merasa dilema karena harus mempermainkan pernikahan. Apalagi dia kini harus membuang prinsipnya yang hanya akan menikah satu kali seumur hidup. Namun, situasi begitu mendesak serta menyangkut hidup dan mati. Jika ia tidak menyetujui permintaan Aksa, maka dari mana lagi ia bisa mendapatkan uang untuk mengoperasi ayahnya? Kalau Naya menyetujui, bagaimana dengan im

  • Istri Kesayangan Sang CEO   Bab 1

    Kamu pikir Perusahaan ini badan amal?" Sentak seorang wanita yang membuat Kanaya terkesiap. Belum habis keterkejutan Naya karena kabar yang ia terima dari rumah sakit mengenai ayahnya yang kecelakaan, dia harus kembali dikejutkan dengan bentakan dari managernya, Mirna. Keadaan saat ini sungguh tidak memberi kesempatan bagi Naya untuk sedikit saja menenangkan diri. Jantungnya yang masih berdetak dengan cemas, kini harus ditambah dengan bulir-bulir air mata yang kembali turun membasahi pipinya. "Kamu itu baru dua bulan kerja di sini! Berani-beraninya kamu mau pinjam uang dan meminta cuti? Kamu pikir perusahaan ini milik nenek moyang kamu ya??!!" Suara wanita dengan bibir merah merona itu kembali terdengar menggelegar di lorong perusahaan yang sepi hingga menarik perhatian banyak karyawan lalu lalang. Sebelum ini, Naya telah meminta Mirna untuk berbicara di ruangan wanita itu agar niatnya untuk meminta bantuan tidak didengar oleh orang lain. Namun, Mirna menolak dengan a

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status