About Me: Alshameyzea

About Me: Alshameyzea

By:  litrcse  Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
4Chapters
35views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

"Jadi, benda langit apa yang paling bikin kamu terpukau?" tanyanya dengan antusias. "Bintang dan bulan," jawabku tanpa ragu, mataku terpaku pada bintang-bintang yang berkelip di langit. Ada rasa kagum yang selalu timbul saat aku menatap mereka. "Bintang? Kenapa bintang?" Dia tampak tertarik, alisnya sedikit terangkat. Dia tahu aku sering menatap bulan, tapi bintang... "Ada yang pernah bilang," aku memulai dengan nada tenang, "bahwa cahaya bintang yang kita lihat telah melakukan perjalanan ribuan tahun melintasi ruang angkasa hanya untuk sampai ke mata kita. Jadi, saat kita menatap langit malam, kita sebenarnya melihat potret masa lalu yang memukau dari alam semesta." Dia tersenyum lembut, mengangguk pelan seolah memahami sepenuhnya apa yang kumaksud. "Dan saat mata kita menangkap cahaya mereka," lanjutnya, suaranya penuh rasa kagum, "kita juga menangkap keabadian." ---- Saksikan perjalanan seorang gadis yang tidak menyadari apa yang telah disiapkan takdir untuknya. Seorang gadis yang berjuang untuk memahami konsep cinta sampai dia bertemu 'dia', seorang laki-laki yang membimbingnya menuju jalan yang lebih cerah dalam hidup. Yuk rasakan suka duka perjalanan hidup gadis ini di setiap chapternya.

View More
About Me: Alshameyzea Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

No Comments
4 Chapters

Bab 1. Kalung, Buku, dan Takdir

"Apa yang kita anggap hilang mungkin sebenarnya hanya menunggu untuk ditemukan kembali dalam bentuk yang lebih bermakna.".....Jam istirahat berlanjut dengan ritme yang monoton, sementara tumpukan tugas Kimia menyelimuti meja kelas kami. Tempat yang biasanya digunakan untuk istirahat sejenak kini dipenuhi buku dan catatan, menciptakan sebuah pulau kecil di tengah lautan kebisingan sekolah. Suasana di kelas terasa seperti dunia terisolasi, di mana tawa riuh dari luar hanya menjadi gema samar yang mengganggu kekhusyukan kami dalam hitungan angka dan unsur. Kami tenggelam dalam setiap rumus dan formula, seakan-akan dunia di luar jendela tidak pernah ada."Al, aku masih bingung nih. Gimana sih cara mengetahui jumlah proton?" tanya Aline, tangannya sibuk membolak-balik halaman buku paket Kimia. Meskipun jam istirahat, kami memutuskan untuk menyelesaikan tugas Kimia yang diberikan Bu Aminah, sehingga jajanan kami terpaksa ditunda."Jumlah proton itu sama dengan nomor atom unsur, Lin. Misal
Read more

Bab 2. Bolehkah Aku Mengenalmu?

"Menelusuri kedalaman hati adalah seni yang memerlukan keleluasaan, di mana setiap tanya membuka tabir baru dari keindahan yang tersembunyi."°°°°Setelah bel sekolah berbunyi, kami berenam melangkah keluar dari sekolah dengan semangat baru. Keenan, yang selalu tahu cara menghibur, mengajakku, Aline, Kafka, Abhi, dan Nevan ke toko buku yang kami kunjungi kemarin. Berharap buku itu udah restock hari ini. Aku bisa merasakan kegembiraan di setiap langkahku saat kami memasuki toko buku yang penuh keajaiban ini. Udara di dalam toko terasa berbeda, mengalir dengan aroma buku-buku baru yang membangkitkan rasa ingin tahuku.Ruang yang luas dan rak-rak buku yang tertata rapi di hadapanku seolah-olah memanggilku untuk menjelajah. Aku menggerakkan tanganku di sepanjang rak buku, berharap menemukan buku yang selama ini aku cari. Namun, rasa harapanku seakan lenyap saat aku tidak menemukan edisi langka yang aku impikan.Keenan menatapku dengan penuh perhatian, seolah membaca setiap ekspresi di waj
Read more

Bab 3. Kilasan Perasaan

"Kadang, sentuhan singkat dari emosi mampu mengubah seluruh lanskap hati kita." *** Kantin SMAN Cendana terasa seperti tempat yang akrab dan menenangkan. Dengan dinding-dinding berwarna cerah dan lampu gantung yang memberikan cahaya lembut, suasana di sini penuh dengan kenyamanan. Meja-meja kayu dan kursi empuk mengundang kami untuk bersantai. Aku dan Aline duduk di meja dekat jendela besar, yang menghadap ke lapangan olahraga. Sinar matahari memancarkan kehangatan pada meja kami, menciptakan suasana yang nyaman dan tenang. Aline duduk di hadapanku, semangatnya tampak jelas saat dia mengaduk semangkok bakso. Aku menyantap makanan yang sama, merasakan kenikmatan sederhana dari hidangan tersebut. Namun, hari ini kantin ini terasa berbeda. Aline terus menatapku sambil berbicara, membuatku merasa sedikit gelisah. “Kamu nggak mau nyalonkan jadi kandidat ketua OSIS?” Aline bertanya, suaranya penuh rasa ingin tahu. Dia terus mengaduk bakso di sendoknya, seolah mencari jawabannya di sana.
Read more

Bab 4. Berharap?

“Ketika malam menyelimuti dunia, keheningan menjadi panggung bagi perasaan yang belum terungkap, menunggu saat yang tepat untuk bersinar.”°°°°KRING! KRING! KRING!!!Akhir dari dua jam pelajaran yang terasa begitu panjang. Begitu suara bel menggema di seluruh ruangan, Bu Sri telah meninggalkan kelas setelah berpamitan. Kami semua segera bersiap-siap untuk pulang. Di saat yang sama, aku melihat Nevan dan Abhi berlari masuk, masing-masing menenteng tas Kafka dan Keenan. Wajah mereka basah oleh keringat, tapi tidak lama kemudian, mereka kembali keluar dengan langkah terburu-buru, tas masih erat di tangan."Al, ikut ke kantin, yuk? Aku mau beli-beli nih," Aline tiba-tiba menarik tanganku tanpa menunggu jawabanku.Kami berjalan menyusuri koridor sekolah yang ramai dengan para siswa yang bersiap-siap pulang. Aline sibuk berbicara tentang rencana-rencananya membeli camilan, sementara aku hanya mengangguk sambil sesekali tersenyum. Ketika kami sampai di kantin, suasana terlihat sedikit kacau
Read more
DMCA.com Protection Status