Ada sesuatu yang menggelitik tentang cerita 'Duduk di Pangkuan CEO' yang bikin susah berhenti scrolling. Novel ini mengisahkan Mira, gadis biasa yang kerja sebagai sekretaris di perusahaan gede. Tanpa disangka, hidupnya berubah 180 derajat ketika sang CEO, Ardan, tiba-tiba memaksanya jadi 'pengalih perhatian' dari calon istri pilihan keluarga. Dari situ, mulai deh petualangan awkward mereka—dari pura-pura mesra di depan orang, sampe beneran jatuh cinta beneran. Yang seru itu chemistry mereka! Mulai dari gesekan karakter sampe baperan ala-ala enemies to lovers, dikemas dengan dialog sarkastik tapi lucu.
Plotnya mungkin terdengar cliché, tapi charm-nya justru ada di bagaimana penulis membangun dinamika hubungan kedua karakter. Ardan yang dingin tapi protective vs Mira yang cerewet tapi insecure. Bonus point buat adegan-adegan 'forced proximity' yang bikin gemes, kayak pas Mira harus duduk di pangkuan Ardan di depan keluarga besarnya. Endingnya? Well, tentu saja happy ending dengan twist corporate drama yang cukup menyenangkan.