Semua Bab Terjebak Asmara Tuan Argen : Bab 31 - Bab 40

56 Bab

BAB 31

Hari ini, akan merubah hidup banyak orang. Aleando berdiri dengan bola mata sembab, dia menangis dengan beragam alasan. Saat melihat Ana yang sedang merias diri. Setelah adiknya berganti pakaian, entah kenapa, wajah cantik itu membuatnya terpesona, bahagia, sekaligus bersedih secara bersamaan."Anda tidak apa-apa?" Miria mengulurkan sapu tangannya untuk menyeka ujung mata Ale.Maaf ya Tuhan, dia sedang menangis, tapi kenapa dia manis sekali. Aku jadi ingin mengusap kepalanya kan. Ekspresi tenang di wajah Miria, namun hati dipenuhi gejolak.Padahal Miria tidak pernah merasakan hal begitu pada adik-adiknya. Kenapa, karena kepribadian adiknya tidak ada manis-manisnya, prilaku adiknya tidak jauh dengannya dari pola hidup dan sikap. Dia bahkan tidak pernah melihat adiknya menangis atau melihat mereka bertampang imut dan memelas begitu.Lingkungan dia bekerja jauh dari hal yang menggemaskan seperti saat ini."Nona Miria, tolong jaga Ana ya. Hiks." Mengusap ujung matanya lagi. "Aku masih t
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 32

Kakek tua gila! Kau senang menciptakan ketegangan seperti itu dulu. Sebelum duduk mari memaki dulu, begitu hati Argen bicara."Terimakasih Tuan." Argen mendorong Ale ke tempat duduk. Dia malas mendengar ucapan terimakasih berkepanjangan yang pasti akan keluar dari mulut Ale. Kakek tidak pantas mendapatkan kehormatan mendapatkan kata terimakasih darimu. Itu terlalu berharga.Seperti yang sudah di duga, duduknya Ale di depan kakek langsung merubah suasana. Mereka sudah seperti kumbang yang berdengung. Benar yang dikatakan Miria mereka hanya merasa iri. Apalagi saat tuan besar memberikan kesempatan laki-laki itu duduk di depannya. Perasaan tidak terima semakin bermunculan. Para paman dan sepupu-sepupu Argen mengeram di pojokan. Mereka bahkan tidak pernah punya kesempatan duduk di depan tuan besar, apalagi ini di depan publik yang mendapat sorotan dan perhatian orang seperti ini. Tuan besar mantan Presdir Domaz Group menerima keluarga calon mempelai wanita, walaupun hanya pemilik toko r
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 33

Ana memaksakan diri tersenyum. Saat Ana sedang menyamarkan kegelisahan hatinya dengan senyuman dan menutup telinganya, supaya tidak mendengar pembicaraan ibu dan grupnya, pintu ruang tunggu terbuka. Pengawal pribadi tuan besar masuk, menahan pintu, lalu tuan besar dan pelayan wanitanya masuk. Semua orang yang ada di ruangan langsung membeku diam. Ibu berdiri dengan tangan gemetar. Dulu, waktu dia menikah sekalipun, kakek tua itu tidak menunjukkan batang hidungnya di ruang tunggu. Seperti dia dilempar batu kekalahan."Ayah, ada apa ayah kemari?"Ibu mendekat, melihat Ana yang juga bangun dari duduk. Pengantin wanita itu terlihat pias, dia meraih tangan Rene dalam genggamannya. Memberinya ketenangan."Tuan besar membawa hadiah untuk calon istri Tuan Argen." Pelayan wanitanya yang bicara.Apa! Hadiah? Ana Semua orang saling pandang penuh keterkejutan. Apalagi ibu."Berikan padanya." Kakek bicara singkat."Baik Tuan." Pelayan wanita berjalan mendekati Ana, menyodorkan sebuah kotak ke dep
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 34

"Gen," Nuansa sendu langsung tercipta saat suara lembut Ale terdengar. "Aku berikan Ana padamu, berjanjilah untuk membuatnya bahagia. Hiks." Kakak yang hatinya selembut donat itu mulai berkaca-kaca lagi. "Tolong jaga dia dan jangan membuatnya menangis.""Terimakasih sudah mengizinkanku menikah dengan adikmu." Suara tegas Argen menjawab.Para tamu sedang termangu melihat dua sahabat yang sedang berdialog dengan keharuan. Kakek menatap Argen dan Ale masih dengan pandangan penuh selidik. "Hiks maaf aku malah menangis di hari bahagia ini, berbahagialah adikku Ana." Ale mengusap kepala Ana dengan penuh kasih sayang. Lalu dia mendekati Argen dan meraih bahu laki-laki itu dalam pelukannya. Menepuk-nepuk bahu Argen. Menunjukkan sejauh apa kedekatan mereka.Melihat adegan mengharukan itu tanpa sadar ada yang bertepuk tangan. Akhirnya susul menyusul orang bertepuk tangan. Apalagi saat melihat tangan Argen yang menepuk bahu sabahatnya yang sekarang sudah menjadi kakak iparnya. Persahabatan yan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 35

"Cih, dia sombong sekali.""Karena hanya dia yang menikah dan dihadiri kakek langsung, dia sudah besar kepala.""Istrinya cantik juga, walaupun dari keluarga yang tidak punya apa-apa. Hahaha.""Jangan ganggu dia, kau tidak lihat kalung yang dipakai olehnya."Glek, mereka meneguk minuman masing-masing. Mereka tahu arti kalung itu bagi anggota keluarga Domaz Group. Para wanita yang ada dalam keluarga, bermimpi mendapatkan kalung itu. Entah itu anak, menantu, atau cucu kakek, semua menginginkannya "Ah, ikut aku. Aku kesal melihat wajah Argen yang tersenyum senang begitu." Mereka berjalan menuju tempat yang lebih sepi. "Sebentar lagi dia juga tidak akan bisa tersenyum sesenang itu, kalau dia harus menyelesaikan masalah pasokan stok buah yang tiba-tiba terhenti masuk ke supermarket.""Kita lihat, apa kakek masih akan membanggakannya.""Haha, membayangkan dia dituding tidak becus saja sudah membuatku senang."Para tikus yang bukannya bekerja keras dan menjilat kakek, malah hanya sibuk bers
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 36

Ini kisah hidup asisten Rene, seseorang yang mungkin suatu hari nanti akan menjadi bagian penting dalam Domaz Group.Irene, begitulah nama panjang gadis itu. Orang-orang terdekatnya memanggilnya Rene. Rambutnya lurus pendek menutupi telinga. Panjangnya mungkin hanya sampai menutup leher. Tubuhnya tinggi semampai, tidak gemuk namun juga tidak kurus. Otot lengannya kuat, ketika berjabat tangan dengannya, bisa dirasakan seberapa keras gadis itu sudah bekerja. Melalui ketebalan telapak tangannya. Dia sudah makan banyak asam garam kehidupan sebagai pekerja sambilan, pekerja tidak tetap, atau pesuruh serabutan.Rene adalah anak tunggal dari seorang ibu baik hati. Keluarganya hanyalah keluarga menengah dari segi ekonomi. Namun, sejak kecil Rene selalu di ajarkan arti berbagi dan menyayangi. Ibunya adalah pemilik panti di sebuah pinggiran kota. Tempat dia menampung anak-anak yang dibuang dan tidak diinginkan keluarga. Anak-anak yang diasuh dengan kasih sayang. Semoga kelak, ketika mereka dewa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-30
Baca selengkapnya

BAB 37

Sambil menenangkan diri dan menahan gemetar, Rene meminta izin berganti pakaian. Tenanglah Rene, tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Kau hanya perlu menggantikan Nona Angela berlutut dan memohon pengampunan. Kau sudah dimarahi di kantor sekali lagi dimarahi tidak akan melukaimu.Begitulah akhirnya untuk pertama kalinya dia berdiri di depan Presdir Domaz Group. Selama ini jika bertemu, dia pun tidak berani melihat langsung. Laki-laki yang tidak pernah terlihat tersenyum itu duduk di sofa dengan tenang. Di belakangnya pengawal pribadinya, di samping pengawal nona sekretaris yang menjemputnya. Dalam perjalanan tadi, mereka bahkan tidak bicara, Rene sibuk menyusun kata-kata permohonan di pikirannya."Toko pakaian pernikahan." Suara dingin Argen memecah keheningan.Rene langsung ambruk, duduk berlutut, dengan kepala tertunduk. Bibirnya gemetar bicara."Maaf, maafkan saya Tuan, saya mewakili Nona Angela memohon maaf Tuan." Tangan Rene terlihat ikut gemetar menahan berat tubuhnya.Bagaimana ini,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-30
Baca selengkapnya

BAB 38

"Apa Anda bersedia bekerja untuk Tuan Argen Nona Rene? Itu tujuan Anda dibawa ke mari."Dia pandai menutup mulutnya, dia juga berfikir dengan dewasa sebelum bicara. Dia juga setia, dan menyayangi adik-adiknya. Padahal statusnya mereka tidak berhubungan darah.Terlepas aku ingin membalas apa yang kau lakukan untuk Ana, terlalu sayang membiarkanmu berasa di tangan orang-orang bodoh itu. Apalagi Presdir cabul itu. "Rene, tugasmu hanya menjalankan perintahku melalui Miria. Kalau selama satu bulan ini kau lulus dari penilaian ku." Argen bangun dari duduk. "Kau akan jadi bagian dari Domaz Group."Argen meregangkan bahunya. Aku lelah gumamnya. "Apa jawabanmu."Rene gelagapan, tidak punya pilihan yang lain. Laki-laki dingin di depannya atau Presdir menjijikkan itu. Tentu tali yang ingin dia pegang adalah benang harapan, bahwa sebenarnya Tuan Argen adalah laki-laki baik seperti yang pernah dituturkan pengawal pribadinya."Terimakasih Tuan, Terimakasih atas kebaikan Anda. Saya tidak akan meng
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-30
Baca selengkapnya

BAB 39

Di atas meja makan, makanan yang sama sekali tidak mengundang selera. Tersaji. Telur orak-arik ada campuran daun hijau, berantakan ditaruh Ana di mangkuk. Sosis yang sepertinya dia goreng setelah dia potong tidak beraturan, sudah terlihat menciut. Dua piring nasi, satu diletakkan di depan jangkauan Argen satunya di depan Ana.Ah, bagaimana ini, walaupun Ana yang membuatnya dan aku makan dengannya, apa aku bisa menelannya. Tidak, tidak, ini buatan Ana. Memo pink itu saja menyelamatkanku saat makan. Apalagi sekarang aku duduk di depannya langsung."Maaf Kak, aku cuma bisa memasak ini." Wajah sedih Ana langsung membuat Argen meraih sendoknya."Aku makan ya, kau pasti sudah bekerja keras menyiapkannya sejak pagi." Sesuap telur orak Arik masuk ke dalam mulutnya. Krek, krek, yang dia takuti terjadi. Ana membuat telur orak Arik dengan menambahkan beberapa serpihan kulit telur di dalamnya.Bagaimana sebenarnya kau mengajari adikmu kakak sialan.Sambil mengunyah Argen melihat wajah Ana, gadis
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-30
Baca selengkapnya

BAB 40

"Ah, kakak jangan meledekku." Mereka tergelak bersama, melihat senyuman dan tawa kecil Argen hati Ana langsung bergemuruh dengan debaran yang kuat. Dia sampai ikut-ikut minum teh jahe. Hangat, gumamnya. Kak Ale memang yang terbaik.Seperti itu, saling pandang sampai teh jahe di gelas mereka habis. Argen menggeser gelasnya, pusing dikepalanya sudah berangsur pergi. Dia terlihat akan mulai bicara serius. Ana memindahkan piring kotor ke tempat cuci piring."Biarkan itu, duduklah, ada yang mau kubicarakan.""Baik Kak."Ah, Kak Argen mau bicara apa?Mereka sudah duduk saling berhadapan. "Ale mungkin sudah mengatakannya, tentang sekolahmu. Kau bisa tetap kuliah seperti biasanya, tapi ada beberapa hal yang harus kau perhatikan."Ah, perkara kuliah ya. Apa tentang biaya kuliah. Aku kan sudah punya beasiswa. "Jaga sikapmu dengan laki-laki di luar sana."Eh, maksudnya? Apa Kak Argen berfikir aku akan berselingkuh dengan laki-laki lain."Walaupun kau tidak dipublikasikan secara terbuka oleh D
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-30
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status