Semua Bab Terjebak Asmara Tuan Argen : Bab 21 - Bab 30

56 Bab

BAB 21

Dia letakkan lagi sendok yang berdenting, meraih minuman dingin, meneguknya dua kali."Kak Argen kan berjanji mau menikah dengan saya, kenapa sekarang." Hiks, suara menyedihkan mulai terdengar. Angela mengeluarkan suara terisak. "Ibu bilang, Kak Argen akan menikah dengan pilihan tuan besar. Kenapa Kak Argen jahat sekali." Rambut yang terurai ia selipkan lagi ke telinga. Mengusap ujung matanya walau tidak terlihat ada airmata.Aktingmu buruk sekali, gumam Argen. Semakin membuatnya mual, aroma makanan yang ada di atas meja membuatnya berdenyut pusing."Kak Argen, ini tidak benar kan, Kak Argen tidak akan menikah dengan wanita itu kan." Ibu melirik khawatir reaksi anaknya. Argen masih terlihat bisa mengendalikan emosinya. Kalau dia sendiri, sekarang semenjak dia dewasa, ibu sangat hati-hati bersikap apalagi kalau sedang berhadapan begini. "Kak Argen jahat." Angela kembali bicara sambil menggoyangkan tubuh dan tangannya.Angela itu cantik, mungkin suaranya akan terdengar menggemaskan dan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-26
Baca selengkapnya

BAB 22

Kejadian yang terjadi di toko roti.Semua makanan sudah terhidang di atas meja makan. Ale, Ana dan Lila pun sudah duduk manis di tempat duduk. Lila sudah memainkan sendoknya tapi belum ada yang menyentuh makanan karena Ale belum memulainya. Mereka sedang menunggu Miria yang sedang menelepon tidak jauh dari mereka duduk. Suara Miria tidak terdengar."Apa Kak Argen yang menelepon Nona Miria?" Ana memperhatikan dari kejauhan bahasa tubuh yang ditunjukkan Miria."Sepertinya begitu, dia sampai menundukkan badan begitu walaupun hanya di telepon." Terlihat Miria beberapa kali menundukkan badan seperti orang yang sedang minta maaf.Pasti berat sekali pekerjaan Anda ya. Semoga sedikit makanan ini bisa menjadi semangat untuk Anda. Eh, aku mikir apa si. Ale melihat deretan makanan yang sudah terhidang di meja makan.Ada balado udang dan irisan buncis, tumis timun telur dengan bumbu simpel bawang putih yang dicincang kesukaan Ana, ada tumis brokoli dan irisan daging slice yang dia masak dengan me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-26
Baca selengkapnya

BAB 23

Hati Miria kembali mendapat pukulan telak. Hati nuraninya kembali terpanah oleh kepolosan kakak beradik di depannya. Rumor seputar pengawal Argen dibuat agar tidak ada yang mendekatinya untuk mengancam Tuan Argen. Sepertinya yang termakan rumor itu bukan hanya musuh Tuan Argen, namun dua orang di depannya sekarang."Apa Nona takut padanya?"Ah, lucunya mereka, kagetnya bisa bareng begitu.Wajah Ale dan Ana terlihat menegang dan mengkerut bersamaan."Anda tidak perlu takut padanya.""Dia terlihat galak dan menakutkan." Dengan polosnya Ana mengeluarkan isi hatinya. "Ah, maaf bukan maksud saya menjelekkan orang, saya hanya sedikit takut.""Dia memang menakutkan kok, kakak saja ngeri kalau melihatnya. Apalagi kalau cuma berdiri diam di belakang Argen, membuatku merinding walau cuma bersitatap."Ahhh, lucunya mereka. Miria sampai ingin tertawa mengeluarkan suara. Seperti dua bocah yang sedang mengadu pada ibunya kalau ada teman sekolah yang nakal. Tapi Miria bisa mengendalikan diri dan han
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-26
Baca selengkapnya

BAB 24

Malam sudah menggantikan keperkasaan matahari. Lelah pun sudah berangsur menghilang ketika tubuh kembali ke pelukan keluarga dan rumah.Namun, ada seseorang yang disambut kesunyian ketika dia sudah kembali pulang. Ruang-ruang sepi di apartemennya, kosong dan sunyi seperti hatinya. Dialah Argen, statusnya tidak bisa mengubur ruang hampa di hatinya. Semenjak memutuskan untuk pergi dari rumah ibu dan tinggal sendiri, dia sudah berteman dengan kesendirian untuk sekian lama.Setelah memasukkan botol air dinginnya ke dalam kulkas, dia belum beranjak dari dapur. Argen berdiri diam di depan kulkas, tangannya terangkat perlahan, menyentuh memo kecil berwarna pink yang sengaja ia tempelkan di depan pintu kulkas. Pesan Ana yang dia temukan di dalam tas kotak bekalnya secara tidak sengaja waktu itu. Kesalahan besar Miria karena tidak melihatnya. Namun, karena makan siang yang bukan hanya enak di lidahnya, namun hati dan perutnya ikut merasakan kehangatan. Argen memaafkan Miria, dia tidak mengungki
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-26
Baca selengkapnya

BAB 25

Ale dan Ana berjalan memasuki sebuah restoran, seorang pelayan wanita berjalan di depan mereka sebagai pemandu arah. Dress warna biru muda yang di pakai Ana adalah baju yang dikirim Argen. Begitupula dengan kemeja warna biru tua yang dipakai Ale sekarang. "Silahkan masuk dan menunggu di dalam Tuan dan Nona." "Terimakasih." Pelayan ini menundukkan kepala, meninggalkan kedua kakak beradik yang terlihat gelisah. Bukan hanya karena restoran yang mereka datangi terasa asing, namun, dengan siapa Argen nanti akan datang menjadi salah satu alasan kecemasan mereka."Kak, kita cuma mau makan dengan Kak Argen kan? Tidak ada keluarga yang lainnya kan, seperti ibu atau kakeknya." Jujur saja, keringat bahkan keluar dari telapak tangan Ana karena dia sedang gelisah. "Kak Argen bahkan mengirimi kita pakaian mewah begini." Ana tahu, baju yang dia pakai adalah brand itu, yang setara dengan dua kali lipat gaji Dalila di toko roti."Nona Miria bilang begitu, tenanglah, Argen kan tidak menyuruh kita m
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-26
Baca selengkapnya

BAB 26

Taman kota masih ramai di jam-jam sekarang ini, banyak pasangan muda mudi bergandengan tangan atau duduk menikmati camilan yang di jual di pinggir danau kota. Danau buatan yang berukuran tidak terlalu besar. Taman kota dengan danau buatannya adalah ikon kebanggaan penduduk. Sebuah supermarket besar milik Domaz Group terlihat terang dikejauhan, dengan pengunjung yang hilir mudik. Mobil dan motor keluar dari area parkir. Jalan sedikit saja, para pengunjung supermarket sudah bisa menikmati pemandangan malam di taman kota. Pemilihan lokasi supermarket itu sangat strategis.Semilir angin menggoyangkan rambut Ana yang terurai di bahunya. Gadis itu menyelipkannya di telinga. Tidak lama, pengawal Argen berlari mendekat. Membawa jas milik Argen. Setelah menyerahkan jas dia berdiri menjauh dari ketiganya. Terlihat kesepian menatap danau dan langit malam secara bergantian.Sementara itu, ketiga orang itu duduk di undakan-undakan kecil yang berderet mengelilingi danau, sengaja di buat sebagai tem
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 27

Setelah kepergian Ale "Terimakasih Ya Kak." Tiba-tiba Ana bersuara ketika Ale sudah jauh dari pandangan. "Sudah menjaga Kak Ale dan menjadi teman terbaik kakakku." Hubungan persahabatan kalian terlalu menggemaskan batin Ana. Bisa-bisa, aku bahkan cemburu dengan kakakku sendiri."Terimakasih sudah membantu kami menjaga toko Daisy. Toko itu sangat berharga untuk kami, banyak kenangan dan cinta ayah dan ibu di sana." Argen mencengkeram tangannya saat mendengar Ana bicara. Namun, segera ia gelengkan kepalanya. Semua yang dia lakukan juga untuk melindungi Ana. Kalau dia secara terang-terangan menunjukkan perasaannya pada Ana, dan kekek menolaknya. Argen tidak mau membayangkan, bahaya yang mengancam gadis yang ia sukai. Para paman bisa saja menargetkannya menjadi kelemahan terbesar Argen.Maaf, karena aku ingin memiliki. Lirih bisikan hati Argen."Kak, Kak Argen mendengarkan aku kan." Ana menyenggol bahu Argen."Hemmm."Ih, gemasnya, dia acuh tapi mendengarkan ku. Sepertinya budak cinta
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 28

Di lain tempat, di waktu yang bersamaan dengan kejadian di taman kota.Ibu Argen berdiri di depan ruang tamu, pelayan wanita yang mengantarnya diam di depan pintu. Menoleh padanya."Kenapa Anda harus keras kepala seperti ini Nyonya, posisi Anda tidak akan tergantikan karena Anda adalah ibu tuan muda." Itu terdengar seperti kalimat merendahkan di telinga ibu. Namun ibu menahan diri karena wanita di depannya adalah pelayan pribadi kakek. Kakek sudah duduk di sofa ketika ibu masuk. Setelah sopan santun dan salam kakek mengizinkan ibu untuk duduk. Pelayan maupun pengawal pribadi kakek tidak beranjak dari tempatnya. Ibu meremas tangannya mengumpulkan keberanian."Apa Anda benar-benar mengizinkan Argen menikah dengan keluarga yang hanya memiliki toko roti?" Kakek terlihat tidak terkejut dengan pertanyaan menantunya."Padahal aku sudah bilang untuk jangan ikut campur soal pernikahan Argen." Suara kakek membuat mimik wajah ibu pias dan tertekan, semakin kuat kuku tangannya menekan. Supaya t
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 29

Ana buru-buru mengusir keluh kesah dan kegalauan hatinya. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk cukup mencintai Kak Argen dan tidak mengharapkan selain kak Argen memperlakukannya dengan baik."Maaf Nona Ana, bisa kita mulai." Ana yang tadi termangu mengagumi keindahan baju pengantinnya tersenyum malu."Maaf, saya malah melamun. Bajunya cantik sekali. Terimakasih atas kerja keras kalian semua." Ana menyusuri pakaian yang tergantung di manekin dengan tangannya."Terimakasih Nona, kami merasa bahagia dan terhormat karena Anda menyukainya. Silahkan berganti dalaman dulu Nona." Seorang pelayan membantu Ana, mendorong pembatas, untuk Ana melepas pakaiannya. Setiap melepas kancing bajunya Ana berdebar antusias.Aku deg, degkan. Aaaaaa!"Maaf Nona Ana, saya keluar sebentar, menjawab telepon Tuan Argen." Suara Miria terdengar di luar pembatas."Ia Kak." Langkah kaki Miria terdengar menghilang, hanya suara para pelayan toko dan pemilik toko. Ana sudah memakai dalaman putih, bahannya t
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

BAB 30

"Kau!" Mengeram pada Miria dengan kesal. "Ayo pergi!" Rene terperanjat ketika suara keras itu tertuju untuknya. Saat Angela sudah keluar dari ruangan VVIP dia harus membereskan sisa kejadian di tempat ini."Ma, maafkan Nona Angela, nona sekretaris, saya mewakili Nona Angela benar-benar minta maaf." Rene menundukkan tubuhnya dalam. Tetesan kopi jatuh ke lantai."Kenapa Kakak yang minta maaf." Ana bergerak cepat mendekat, menyentuh bahu Rene. Membuat gadis itu gelagapan mengangakat kepala. Ana mengusap wajah Rene dengan lembut, menghapus sisa noda kopi dengan kain basah yang dia minta dari pelayan toko. "Kakak kan sudah menerima siraman kopi melindungi saya, seharusnya saya yang minta maaf kan."Rene bahkan tidak bisa berkata apa-apa, saat gadis manis bertubuh mungil di depannya membersihkan noda kopi di pakaiannya."Terimakasih, Domaz Group akan membayar apa yang sudah Anda lakukan untuk Nona Ana, calon istri Tuan Argen." Miria mengantar Rene keluar dari ruang VVIP. Rene hanya bisa me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status