Share

Simpanan CEO Beristri
Simpanan CEO Beristri
Penulis: Miss Nonce

Bab 1

Penulis: Miss Nonce
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-23 16:02:47

Anulika Chandara tidak bisa menghentikan tangisnya kala ia terbangun dan melihat bosnya terbaring tepat di sampingnya. Dia baru sadar, jika dia ada di kamar hotel sang bos, membuat dirinya bertanya-tanya, kesalahan apa yang dia lakukan tadi malam? Sampai -sampai mereka harus tidur seranjang dan... tanpa busana.

Hiks.. Hiks.. Hikss..

Suara tangis yang awalnya pelan kini meraung mewarnai kamar hotel Australia yang megah dan mahal itu. 

“Diam dulu, Lika.” sentak Bayanaka Rasyid Gasendra, yang biasa dipanggil Naka. Pria itu mulai merasa terganggu karena gadis itu terus menangis, sementara ia pusing berusaha memutar otak.

“Hiks, gimana saya mau diam pak. Saya habis kehilangan keperawanan saya, huaaaa!” Suara tangis itu makin menjadi.

Pria berperawakan tinggi besar itu mengusap wajahnya frustasi, menyesali kelakuan dirinya sendiri yang di luar nalar. Tidak mendapat kehangatan selama hampir dua tahun dari istrinya, membuatnya khilaf menyentuh seorang gadis perawan yang sialnya adalah asistennya sendiri di perusahaan.

“Sial,” umpatnya begitu ingat kejadian semalam.

Ia berada di Australia bersama asisten barunya. Selama itu, mereka bersikap biasa saja, layaknya atasan dan bawahan, hingga tadi malam saat klien mengajaknya merayakan kerjasama bisnis, Naka hilang kendali dan minum banyak.

Permasalahan dalam hidupnya membuat ia melepas penat dengan alkohol.

Naka tidak waspada pada dirinya sendiri, dan ternyata asisten bodohnya malah ikut minum, bersama para asisten klien-nya. Entah permainan siapa, minuman Lika dibumbui obat perangsang, yang malah membuat Naka kerepotan. Membantu asistennya melepas dahaga, juga dahaganya yang sudah tidak bersentuhan dengan sang istri.

Sibuk memaki, Naka mulai memikirkan solusi. Tapi tetap saja nihil karena otak cerdasnya tidak biasa berpikir sesuatu yang licik. Ia membalik tubuhnya, gadis itu masih menutupi tubuhnya dengan selimut dan menangis.

Naka melirik seprei putih yang kini sudah ada noda merah, membuatnya kembali membenci diri sendiri karena Naka dengan buas melahapnya dan mengambil keperawanannya semalam.

Berusaha tenang, Naka berjalan mendekati asistennya. “Lika, saya tahu saya salah. Tapi, ini juga karena kebodohan kamu yang ikut-ikutan minum. Jadi, ini salah kita berdua, paham?”

“Kan Lika ditawari pak. Kalau nolak nanti dikira sombong.” ucap Lika pelan, mengusap pipi yang dibanjiri air mata itu.

Jawaban gadis polos itu membuat Naka mendengus. Siapa yang menerima gadis ini bekerja di perusahaan besarnya, rasa-rasanya Naka ingin memecat orang itu. Gadis ini terlalu polos untuk bekerja dengannya yang selalu dikelilingi orang-orang licik.

“Sudahlah. Sekarang mandi, setelah itu kita makan. Saya akan memikirkan solusinya,”

“Solusi apa pak? Mengembalikan kesucian saya?”

Naka terbelalak, gadis itu bertanya dengan wajah serius. Mana bisa itu dikembalikan, bahkan dokter hebat pun tak mampu melakukannya.

“Likaaaaaaa…” geram Naka.

“Mandi dulu,” ujarnya setelah merasa sedikit tenang.

“Nggak bisa, sakit.” ringis Lika saat ingin berdiri. Naka yang sadar gadis itu masih perawan, akhirnya mengalah. Ia mengisi bathtub agar gadis itu berendam merilekskan tubuhnya, kemudian ia membantu memapah. Karena lama, Naka menggendongnya.

“Arkh, pak saya mau diapain. Masih sakit pak,” teriak Lika.

“Saya mau gendong kamu kekamar mandi, kamu lama!” ketus Naka, Lika mengerti lalu mengangguk. Turun di bathtube besar yang tidak ada dikamarnya, Lika mulai berendam.

Entah aromaterapi apa yang bosnya gunakan, namun sangat menenangkan sekali. Bangun tadi tubuhnya hampir copot rasanya, seperti habis ditimpa tronton, berat sekali. Apalagi inti tubuhnya, rasanya luar biasa. Nyeri, pegal, sakit, stress semua jadi satu yang kini gadis itu rasakan.

“Gue masa udah nggak perawan sih. Mana sama bos galak lagi. Cakep sih, tapi percuma kalau udah punya istri, sial banget sih.” Batin Lika menyesali nasib.

Meski baru bekerja kurang dari dua bulan, ia tahu kabar kalau bos Naka sudah memiliki istri, karena bosnya itu selalu menjadi perbincangan hangat teman sesama karyawan.

Mulai dari gaya berpakaian Naka hari itu, hingga galaknya yang terkenal disatu kantor. Sombongnya Naka semua sudah paham, tidak akan menegur karyawannya. Entah mengapa dengan Naka itu, padahal itu Perusahaan keluarga yang turun menurun diwariskan.

Diluar sana, Naka menerima panggilan telepon dari istrinya. Ia harus pulang besok, karena masih ada satu kerjasama besar lagi yang harus ia gol-kan. Terkait masalah Lika, ia kesampingkan dulu. Bermaksud untuk menyelesaikan masalah satu persatu.

*

*

Gasendra Corp yang bergerak dibidang kontruksi terbesar di negaranya itu kini duduk di ruang rapat di Australia, hatinya berdebar-debar. Di depannya terdapat berkas kerjasama yang dapat mengubah arah bisnis perusahaannya. Kesepakatan ini bukan hanya tentang keuntungan finansial, tetapi juga tentang memperluas jangkauan perusahaan ke pasar internasional.

Naka dan timnya sudah bekerja dengan keras untuk hal ini, mulai dari merancang proposal, melakukan presentasi, dan akhirnya, menegosiasikan perjanjian ini.

Seketika, pintu ruang rapat terbuka, dan pihak mitra bisnis dari Australia memasuki ruangan. Kepala delegasi mengulurkan tangan dengan senyuman, "Selamat atas kesepakatan ini, Mr. Gasendra. Kami yakin kerjasama ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak." Ucapan yang sangat ingin Naka dengar kini ia dapatkan, senyum mengembang di bibir tipisnya.

Naka tersenyum dan berjabat tangan dengan penuh kepuasan karena berhasil mencapai tujuan besar ini.

Setelah menandatangani berkas kerjasama, Naka ruangan rapat. Ia berjalan di koridor hotel yang mewah itu dengan perasaan lega. Ini bukan hanya sukses bagi perusahaan, tetapi juga karir pribadi Naka yang seolah lepas dari nama besar keluarga.

Meski menjalani rapat sendirian, ia tidak canggung. Asisten kurang ajarnya itu merajuk tidak bisa ikut karena kesakitan. Naka mengerti hal itu, ia juga salah karena semalam Naka menggila.

Mendapatkan tubuh suci milik Lika membuatnya lupa diri, hingga jelang pagi ia baru selesai menghajarnya. Meski gadis itu terus meringis namun Naka tidak mau berhenti, tubuh Lika membuatnya candu semalam.

Body montok, kulit cokelat yang seksi, gunung kembar yang belum terjamah siapa-siapa, ah Naka masih mengingat bagaimana bentuknya, indah sekali. Bahkan gunung terindah yang pernah ia liat. Bulat berisi, bersih, lembut dan menyegarkan.

“Shit.” umpatnya, Ketika lagi-lagi teringat tubuh seksi asistennya itu. Hari ini Naka banyak mengeluarkan umpatan karena terdistraksi oleh wajah cantik Lika.

‘Pak Naka ... aku udah gak tahan ... Ah!'

‘Gak usah ditahan, keluarkan aja, sayang ...'

‘Ungh!'

‘Jangan biarkan yang lain menyentuhmu, karena kamu milikku, Lika ...’

Naka tidak sadar jika dia mencap Lika sebagai miliknya sejak malam itu.

Ting..

Pintu lift terbuka, mengakhiri kegilaan Naka yang mengingat kejadian semalam. Bahkan Ketika Lika memanggilnya Naka, tanpa embel-embel ‘Pak’, itu sangat seksi sekali. Rambut panjangnya tergerai indah, dan sebagaian menutupi wajahnya yang lembab karena keringat.

"Sial ... kenapa aku terus memikirkan adegan itu?" batin Naka.

Menarik napasnya panjang, Naka memasuki kamarnya, gelap karena lampu dimatikan. Naka melangkah mendekati ranjang, ia melihat gadis itu tidur nyenyak dengan memakai kemejanya, mungkin ia ambil sendiri di lemari.

Naka menggeram, karena Lika tidak pindah kekamarnya.

“Lika! Kamu benar-benar ya!” teriak Naka kencang yang langsung membangunkan gadis itu.

“Aduh pak Naka ada apa sih. Kok teriak-teriak.” ringis Lika beranjak duduk, Naka menyalakan semua lampu kamarnya.

“Apa yang kamu lakukan? Kamu seharusnya pindah ke kamarmu dsndiri! Dan apa ini? Lancang sekali kamu mengenakan kemeja saya!” bentak Naka. Dia memang terkenal galak pada karyawannya, namun Lika sudah terbiasa dengan hal itu.

Lika menunduk ketakutan, ia memang salah. Tapi rasa kantuk dan lelah ditambah tubuhnya yang seperti habis ditiban truk gandeng, membuatnya malas pindah kamar.

“Lika numpang sebentar pak, badan Lika sakit semua. Maaf pak.” lirihnya. Kemudian turun dengan pelan dari ranjang.

Begitu kakinya menyentuh lantai, ia memungut pakaiannya dan segera ke pintu keluar.

Naka melihat gadis itu mengenakan kemejanya, dan malah tambak seksi. Oh sial, kenapa gadis itu keluar dengan kemeja Naka, bagaimana kalau ada yang melihat. Apalagi kamar Lika ada di satu lantai dibawah kamarnya, otomatis gadis itu harus naik lift.

Tergesa Naka mengejarnya, “Lika.” teriaknya, dan segera menarik tangan gadis itu.

Grep..

Tubuh jatuh tepat didada Naka, “Ganti dulu pakaianmu.” bisiknya.

“Oh pak Naka takut kemejanya saya bawa ambil yah? Nih pak saya kembalikan.” Dengan bodohnya Lika membuka kancing itu diluar, Naka seperti mau menghardiknya habis-habisan.

“Jangan gila Lika, apa yang kamu lakukan.” Naka langsung menyambar tubuh gadis itu, menggendongnya masuk kamar. Bahaya jika ada yang melihat mereka, akan jadi gossip panas yang mendebarkan.

“Ih pak Naka senang banget sih gendong-gendong Lika.” jeritnya, karena Naka memikulnya dibahu serasa membawa karung beras.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Strawberry
Nemu Miss Nonce di sini, kemarin bolak balik di FZ kangen Novel Miss Nonce
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 2

    Pagi ini mereka kembali ke negaranya, setelah tadi malam Naka tidak melihatnya, kini ia melihat wajah Lika yang nampak pucat. Semalam Lika tidak keluar kamar untuk makan malam, Naka membiarkan saja.Keduanya memilih untuk mempertahankan sikap diam. Mereka meninggalkan hotel menuju bandara untuk pulang ke Indonesia. Meskipun berada dalam satu pesawat, namun suasana di antara mereka begitu dingin, dan Naka memutuskan untuk merenung dalam diam.Lika, yang berada di sampingnya di kursi pesawat, mencoba memejamkan matanya karena kepanya sakit sejak semalam. Sejak diusir Naka dengan kasar, ia memilih untuk merenung hingga akhirnya menangis semalam, seperti lagu saja ia. Duduk di dekat jendela menatap keindahan malam di negeri Kangguru itu, baru pertama keluar negeri malah pengalaman tidak enak menimpanya. Ah sial sekali dirinya ini.Sedangkan Naka tampak fokus pada majalah di tangannya, sementara pikirannya sepertinya melayang jauh. Rasa bersalah menimbun dalam hati, bersalah pada istrinya,

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-23
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 3

    Naka duduk di ruang kerjanya, tatapan matanya menatap layar komputer tanpa fokus. Rasa bersalah melingkupi hatinya seperti kabut tebal yang sulit dihindari. Ia merenung pada tindakan-tindakan yang telah dilakukannya, khususnya terhadap asistennya, Lika.Ia sudah menyiapkan solusi, namun sayangnya gadis itu sudah dua hari tidak masuk kerja, dengan alasan sakit. Hal itu membuat Naka harus sabar menunggu, padahal ia sudah tidak tahan untuk menyelesaikannya dengan cepat.Keputusan sudah diambilnya, ia menyadari bahwa tindakannya tidak hanya merugikan hubungan profesional mereka, tetapi juga menciptakan suasana kerja yang tidak nyaman.Meski sedikit khawatir dengan kondisi Lika, namun Naka mencoba mengabaikannya. Lika gadis sehat dan kuat berbeda dengan Indira yang sangat membutuhkannya.Hingga hari ini, asistennya masuk kerja kembali. Posisi Lika kini kembali menjadi sekretaris Naka, baru masa percobaan. Tugasnya mudah hanya membantu Bara saja mengurus administrasi yang dibutuhkan Naka."

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-23
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 4

    Anulika Chandara duduk di tepi ranjangnya, tangannya menggenggam erat cek yang diberikan Naka. Matanya sayu memandang ke luar jendela, memikirkan keputusan yang harus dia ambil. "Aku tidak bisa menerima ini," gumamnya lirih, sambil memegang cek tersebut erat. Lika teringat akan semua yang telah terjadi, malam itu, tawaran itu, dan sekarang dilema yang menghantui pikirannya.“Tapi sayang, 10 miliar kan gede juga.” Ah jadi dilema Lika ini.Dia menghela napas berat, perasaan dilema menggelayuti setiap pikirannya. Lika tahu dia membutuhkan pekerjaan ini, tapi harga dirinya sebagai wanita juga penting baginya. "Bagaimana kalau aku hamil karena kesalahan malam itu?" pikirnya dengan rasa takut. Bayangan masa depan yang suram mulai menghantui, takut tak ada pria yang mau menerimanya lagi.Itu yang Anulika takutkan, hamil! Maka keadaan akan berubah semua. Hidupnya akan jungkir balik, apalagi jika tidak ada suami disisinya.Dengan keputusan yang masih terombang-ambing, Lika berdiri dan berjal

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-23
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 5 Nikah Kilat

    Esoknya, Bara yang tidak tahu apa-apa dibuat kelimpungan saat pak bos memintanya mencari penghulu, lebih terkejut lagi karena bosnya yang akan jadi pengantin. Tambah mengejutkan lagi dengan Anulika rekan kernya yang menjadi mempelai wanitanya. “Apa-apaan ini?” pekiknya sendirian, namun tetap saja dia mengerjakan apa yang diperintahkan sang bos. Sedangkan gadis cantik itu memberengut saja dari tadi, ia kira menikah dengan bos besar walau hanya secara agama, ia akan memakai gaun putih yang cantik dan mahal. Tapi ini apa, ia hanya memakai baju kerjanya. Sederhana namun terasa berat oleh beban yang tak kasat mata. Selendang putih menutupi kepala mereka berdua, simbol kesederhanaan yang mereka junjung. Dengan perasaan yang campur aduk, Lika menatap Naka yang kini resmi menjadi suaminya. Sesuai dengan kesepakatan, mereka menikah secara sederhana di ruangan kecil dengan hadirnya dua saksi yang seolah muncul begitu saja dari balik pintu. Setelah akad nikah yang berlangsung singkat dan diuc

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-15
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 6 Kecupan Nakal

    Tubuh seorang Bayanaka Rasyid Gasendra membeku, tegang dikecup tiba-tiba oleh seorang gadis cantik yang sialnya, pernah ia rasakan tubuhnya. Tidak ada yang berubah masih manis, dengan perlahan Lika memberanikan diri memagut bibir Naka dengan kakunya. Merasakan sensasi yang lain, meski awalnya Naka diam namun lama kelamaan semakin tergoda, hingga tanpa sadar Naka membalasnya, malah kini Lika yang kehabisan napasnya. Keduanya saling memejamkan mata, menikmati lumatan dan belitan lidah yang hangat itu. Naka menekan tengkuk Lika, agar ia bisa melesakkan lidahnya kedalam dan semakin dalam. Eungh.. Lenguhan bernada sensual dari mulut Lika terdengar. Membuat Naka makin dalam lagi melumat bibit mania yang sepertinya akan membuatnya candu. Sesuatu yang terasa panas mulai menjalar ditubuh Naka, sebagai pria normal tentu dia sangat tertarik dengan tubuh Lika, apalai kini dia sudah sah menjadi istrinya. Hingga tangan Naka mulai nakal menjalar ke area punggung, dia memberi usapan le

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-16
  • Simpanan CEO Beristri   BAB 7 Memikirkan Istri Kedua

    Diruangan Naka, pria itu masih berkutat dengan berkas di meja. “Bagaimana Lika disana Bara?” tanya pada sang asisten, yang sudah paham mengapa Naka menikahi gadis itu.Ia juga tadi sedikit disalahkan, karena sakitnya Naka haurs mengajak Lika dinas ke luar negeri yang berakhir kekacauan.“Baik pak, sudah bisa beradaptasi dengan baik. Ya paling resikonya, hmm digodain pekerja Gudang pak.” jawab Bara, sengaja agar Naka berbaik hati memindahkan Lika kembali ke jalurnya. Dia juga sedikit terbantu dengan adanya Lika, si gadis lugu yang bagus dalam pekerjaannya.Naka mendengus, sudah bagus disana mau dipindahkan kemana. Gudang adalah tempat yang paling jauh darinya, namun masih bisa ia pantau. Berbeda jika di kantor cabang, lokasi yang jarang Naka jarang datangi.“Lika akan tetap disana pak?” tanya Bara memberanikan diri.“Disana saja.” jawabnya tegas.Ketika sendiri di ruangannya, Naka mulai memejamkan matanya. Tingkah lugu istri barunya benar-benar diluar nalar, seenaknya duduk diruanganny

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-16
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 8 Memikirkan Istri Nakal

    Malamnya, Naka makin gelisah. Ada rasa entah apa namanya, dia selalu memikirkan Lika. Suaranya yang manja, sikapnya yang absurd terkadang menggodanya dan menjengkelkan. Tapi Naka suka, membuat harinya begitu berbeda dan berwarna.Dengan membuang rasa ego, Naka menghubungi Lika. Mau tahu dimana gadis ini sekarang. Hari sudah beranjak malam dan turun hujan.Sekali dua kali, tidak kunjung diangkat. Sampai Naka memeriksa kembali apa nomornya benar atau tidak. Kembali Naka menghubungi istri kecilnya itu.“Angkat Lika, angkat.” Ujarnya menggeram sendiri.Saat Naka mendengar suara Lika di ujung telepon, rasa lega sejenak menyelimuti hatinya. Namun, rasa lega itu segera tergantikan oleh gelombang kecurigaan. "Masih di jalan." kata Lika dengan suara yang terdengar lelah, menjawab panggilan suaminya.“Dijalan?” beo Naka, sudah malam masih keluyuran.“Iya, nanti di hubungi lagi.”“Lika.”“Apa?”“Dimana?” tanya Naka kembali memastikan.“Dibilang dijalan.” Sentak Lika kesal.“Sama siapa?”“Teman.”

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-17
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 9 Menginap di Kamar istri Kecil

    Lika mengerjap kaget ketika Naka mengatakan akan menginap disini. Maksudnya bagaimana, kenapa pak bosnya mau menginap di apartemen mungilnya ini. lebih enak dirumahnya sendiri, Lika yakin ranjang milik Naka lebih besar dari miliknya.“Kamu tidak tuli bukan?” sindir Naka kesal, karena Lika seolah menolak kehadirannya.“No. Big no, bapak pulang saja. Tempat ini terlalu sempit buat berdua.” Lika mendekati Naka dan menarik tangan bosnya itu. Enak saja menumpang nginap, memang ia tidak punya rumah."Kenapa? Kamu lupa kalau kita juga pernah tidur bersama. Bahkan tanpa pakaian." sinis Naka, mengingatkan Lika tragedi malam berdarahnya. Lika berdecak, kesal jika diingatkan akan malam itu.“Bapak nggak punya rumah, sampai menumpang menginap dirumah karyawannya?” sindir Lika.Namun tenaganya kalah dari Naka, dan malah ditarik balik oleh Naka, hingga mereka berdua jatuh diatas ranjang kecil itu. Naka menahan napasnya ketika Lika ada diatas tubuhnya. Kedua mata itu saling pandang, menegaskan jika

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-18

Bab terbaru

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 112 Kepergian Ivanka Gasendra

    Kamar rumah sakit yang sunyi itu hanya terdengar desah napas yang berat dari Ivanka, istri pertama Naka yang sudah lama berjuang melawan kanker. Lika, istri kedua Naka, yang baru saja melahirkan anak kembar, terpaku di depan pintu, menatap lemahnya sosok wanita yang telah banyak berbagi cerita dengannya selama penyakit itu menggerogoti tubuhnya.Dengan langkah gontai, Lika mendekati tempat tidur Ivanka. "Kak Iva," suaranya serak, penuh emosi. Ivanka, mendengar suara Lika, perlahan membuka mata yang sudah sangat sayu, dan dengan sisa kekuatan yang ada, dia mencoba mengedipkan mata sebagai isyarat bahwa dia mendengar.“Kak Iva.. Ini Lika,” lirihnya. Ivanka bahkan menganggap Lika sebagai adiknya, karena memang Lika masih sangat muda.Dalam detik-detik terakhir, keinginan terbesar Ivanka adalah bertemu dengan Lika sekali lagi. Dia ingin memeluk Lika, memberikan seluruh cinta dan restunya, sebuah pelukan terakhir yang penuh dengan harapan dan doa untuk kebahagiaan keluarga yang akan diting

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 111 Mengikhlaskan

    Benedito dan Nyra segera ke ruang rawat Ivanka, mereka menjenguk menantu pertama mereka itu.“Ivanka,” panggil Papa Ben dengan lembut.Ivanka hanya memberi tatapan sayunya, papa Ben memegang tangan menantunya dengan lembut, memberi usapan tanda penyemangat darinya.“Sembuh sayang, sehat..”“Papa..” lirih Ivanka mengedipkan matanya pelan.Nyra menatap menantunya, demi apapun sejak dulu dia tidak pernah menyukai Ivanka. Karena putri dari Adela, dia terpaksa menikahkannya dengan Naka, agar tidak lagi diancam Adela perihal jati diri Naka. Namun kini semua sudah terungkap, dan lagi Ivanka sedang terbaring lemah karena penyakitnya.“Ma,” panggil Papa Ben, meminta istrinya mendekat.Dengan mata berkaca-kaca, Nyra mendekat ke arah ranjang.“Mama,” lirih Ivanka, tangannya bergerak dan reflek Nyra mengenggamnya.“Ma..” Ivanka memanggil lagi.Nyra mengangguk pelan, “Maafkan mama ya,” gumam Nyra pelan sekali. Ivanka membalas dengan senyuman tipisnya.Dia sudah sangat siap untuk pergi, dulu dia pe

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 110 Ivanka..

    “Suara bayi!” pekik Benedito, menunggu di luar ruang bersalin Lika bersama Nyra dan Elise.“Iya, sudah lahir,” ujar Mama Elise, mengucap syukurnya.“Tinggal satu lagi,” kata Papa Ben dengan cepat. Dia dihubungi Bara, asisten anaknya. Mengatakan jika menantunya telah ada di rumah sakit untuk melahirkan tentu saja, Ben tidak mau ketinggalan momen berharga ini.Semua bersorak, menyambut kelahiran cucu mereka. Nyra menundukkan pandangannya, matanya panas sekali. Cucunya sudah lahir, tapi apa ini bisa disebut sebagai cucunya, jika Naka saja bukan anak kandungnya.Melihat keterdiaman Nyra Gasendra, Mama Elise menarik tangannya lembut. “Selamat Bu Nyra, cucunya sudah lahir.” Elise mengucapkan dengan senyum tulus, membuat Nyra salah tingkah karena sikapnya yang memang tidak baik pada Elise, namun dibalas dengan kelembutan.Nyra yakin Elise mengetahui semua cerita tentang dirinya dan Naka, diberitahu Lika. Tapi bukannya membalas perbuatannya dengan ejekan, tapi Elise malah menyambutnya dengan

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 109 Tunggu Si Kembar

    Naka merasa jantungnya terkoyak dua. Di satu sisi, Lika, istri keduanya, sekarang sedang berjuang melahirkan putra mereka di rumah sakit. Sementara di sisi lain, Ivanka, istri pertamanya, terbaring lemah di rumah, menghadapi tahap akhir kanker yang mematikan. Suasana kamar yang suram hanya diterangi oleh cahaya lampu remang-remang, menambah berat suasana hati Naka.“Ivanka.. Lika akan melahirkan,” kata Naka dengan nada paniknya. Ivanka tersenyum, lalu mengangguk. “Temani dia.. Tolong jaga Lika dan anak kita," bisik Ivanka dengan suara yang nyaris tak terdengar, matanya yang sembab memandang Naka dengan penuh kasih.Naka merasa seakan-akan sebuah pisau mengaduk perutnya, rasa bersalah dan kepedihan bercampur menjadi satu. Tangannya gemetar saat dia menggenggam tangan Ivanka yang sudah sangat kurus."Aku akan kembali, dengan si kembar. Tunggu aku, ya? Tolong tunggu kami," Naka mencoba menguatkan suaranya, meski hatinya remuk. Dia mencium kening Ivanka, mencoba menahan air mata yang ingi

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 108 Sebuah Perasaan..

    Naka mulai dilemma, satu sisi ia ingin menemani Ivanka yang terbaring di rumah sakit, dengan keadaan yang semakin kritis. Di satu sisi, Anulika juga membutuhkan dirinya.Dalam sambungan telepon, Naka meminta Lika untuk banyak istirahat. “Sayang, ditemani mama ya tidurnya,” kata Naka dengan lembut.“Iya mas, jangan khawatir. Ada mama, Bik Lilis dan pelayan lain. Aku aman kok, Kak Ivanka gimana, mas?”“Masih kritis sayang, sedang di ruang operasi. Setelah itu aka nada observasi.” Naka menjelaskan, kemudian menghela napas lelahnya. “Entahlah, semoga ada keajaiban.”“Yakin mas, aku yakin Kak Ivanka pulih. Dia janji kok mau lihat si kembar lahir, mas.” lika penuh dengan keyakinan, karena Ivanka janji akan menunggu kedua anaknya lahir.“Ya berdoa saja sayang,” ucap Naka.Mengucapkan beberapa wajangan kepada istrinya dan meminta maaf karena tidak bisa menemani, beruntung Lika begitu pengertian sekali. Membuat Naka merasa lega, memiliki istri seperti Lika.**Di ruang putih steril rumah saki

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 107 Permintaan Terakhir Ivanka

    Naka menerobos lorong rumah sakit dengan langkah-langkah besar, napasnya tersengal-sengal seolah-olah setiap detik adalah pertarungan. Begitu mendengar kabar dari dokter, tubuhnya seakan tak memiliki pilihan selain bergegas ke ruang rawat dimana Ivanka, istrinya, berjuang antara hidup dan mati."Apa yang terjadi, Suster Mirna?" suaranya serak penuh kekhawatiran saat ia menghampiri suster yang bertugas di sisi tempat tidur Ivanka.Suster Mirna menoleh dengan wajah penuh simpati, "Kondisi Bu Ivanka kritis, Tuan. Kanker yang diidapnya memperburuk keadaan."Air mata mulai menggenang di sudut mata Naka, tangannya gemetar saat ia meraih tangan Ivanka yang terkulai lemah di atas selimut. Kulitnya pucat, hampir transparan, dengan selang oksigen terpasang di hidungnya.“Ivanka..” lirih Naka memanggil istri pertamanya itu.Tiba saat itu, dokter masuk dan ingin berbicara dengannya.“Silakan,” ujar dokter mempersilakan Naka keluar ruangan. "Dokter, tolong selamatkan dia," pintanya pada dokter ya

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 106 Pengakuan Elvan Daarwish

    Ivanka terbaring lemah di ranjang rumah sakit, infus masih menancap di tangannya. Rambutnya yang sudah rontok sebagian menambah kesan pucat pada wajahnya. Sinar matahari sore menyelinap masuk melalui jendela, memberi sedikit kehangatan di ruangan steril itu. Elvan Daarwish memasuki ruangan dengan langkah gontai, membawa buket bunga mawar kuning yang melambangkan persahabatan dan dukungan. Warna kesukaan Ivanka, entahlah dia ingin membawa saja.Ceklek!Elvan membuka pintu, sudah di izinkan Suster Mirna di luar. Karena Elvan membawa perdamaian, tidak mengajak ribut."Papa akhirnya menjengukku," sapa Ivanka dengan suara serak, matanya berbinar sejenak melihat sosok ayahnya.Elvan meletakkan bunga di meja samping tempat tidur dan duduk di kursi yang telah disediakan. Dia menghela napas panjang, matanya menatap Ivanka dengan perasaan campur aduk. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Elvan meragu.Ivanka tersenyum, baru kali ini papanya bertanya keadaannya.“Aku baik Pa, jangan khawatir.”Elvan men

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 105 Jangan Salahkan Mama, Naka!

    v“Tante,” sapa Lika, melihat kedatangan mama mertua di rumah. Nyra melirik, ah gadis ini, sedang hamil besar, mengandung cucu yang bukan cucu kandungnya.Betapa Naka mencintai gadis ini, sampai rela menikahinya. Bukan hanya karena tengah mengandung buah hatinya, namun karena Naka benar-benar mencintainya.“Di mana Naka?” tanya Nyra, masih dengan nada pongah berbicara dengan Lika.“Mas Naka ada di kamar, Tante.”“Panggilkan!” serunya.Mama Elise yang kebetulan lewat, langsung tersentak mendengar nada perintah dari besannya ini.“Lagaknya seperti bos saja,” sindirnya, Lika langsung menggandeng tangan mamanya, untuk menghentikan sindiran itu. “Ma, sudah,” bisiknya. Tidak perlu cari ribut, suasana sedang tidak kondusif.Nyra yang melihat kedatangan besannya, enggan menanggapi juga. Dia bisa kalah, karena posisinya sedang terjepit juga. Jangan sampai Naka melihat dia bertengkar dengan mama mertuanya, sadar diri jika dia yang akan kalah.“Sebentar, Lika panggilkan Mas Naka.” Lika kemudian

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 104 Terlukanya Hati Seorang Putra

    Lika ingin mendekati suaminya, namun sepertinya Naka butuh waktu untuk sendiri. Lika membiarkan Naka di dalam ruang kerja, sibuk dengan pikiran yang entah kemana saja.“Di mana Naka?” tanya Mama Elise pada putrinya.Lika menoleh, tersenyum melihat mamanya yang baru kembali dari rumah sakit menjenguk Ivanka kembali.“Di ruang kerja, Ma.” Mama Elise menasehati Lika, agar menemani suaminya Naka yang sedih. Karena tahu dia bukan anak kandung mamanya. "Temani Naka, hibur dia," Kata Mama Elise. Lika mengangguk, lalu mendekati suaminya.Walau bingung harus bagaimana, dia menuruti nasehat sang mama. Suaminya butuh dia di sini, mungkin jika ada Ivanka, maka wanita itu yang akan menghibur Naka.Di ruang kerja yang sepi, hanya terdengar suara detak jam dinding yang menambah kesan sunyi. Lika menghampiri Naka yang terduduk lesu di sofa, matanya sayu menatap ke luar jendela. Lika duduk di sampingnya, menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara.“Mas,” panggilnya dengan suara yang mendayu, Naka ha

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status