Marriage Contract: My Jerk Bestfriend

Marriage Contract: My Jerk Bestfriend

last updateTerakhir Diperbarui : 2021-11-12
Oleh:  Al_lucardOn going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
20Bab
2.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sinopsis

Lyra terpaksa membayar semua kesalahan yang terjadi dengan menikahi Efram, sahabat dekat yang diam-diam dia cintai kini berubah membencinya karena kecelakaan yang menimpa ibu serta tunangan Efram.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Retaknya Persahabatan Kita

Retaknya Persahabatan Kita

“Aku ingin mengatakan kebenaran ini padamu!”

Seorang laki-laki paruh baya mengatakan itu secara tiba-tiba di depan seorang pemuda yang baru saja turun dari mobilnya—ketika sang sopir datang membawa payung untuk melindungi pemuda itu dari guyuran hujan. Pemuda itu dibuat terkejut oleh pria paruh baya yang merupakan tetangganya—menghampirinya di tengah hujan deras seperti ini. tak sampai di situ, beberapa saat kemudian seorang gadis berlari ke arah mereka yang semakin membuat pemuda itu keheranan.

“Nak, maafkan aku menghampirimu seperti ini. Tetapi aku tak sanggup lagi jika harus merahasiakan ini,” ucap pria paruh baya itu setengah berteriak.

“Ayah, sebaiknya kita pulang. Saat ini sedang hujan dan aku tidak ingin ayah sakit nanti.” Dia adalah Lyra, seorang gadis yang merupakan tetangga sekaligus sahabat Efram sejak masih duduk di bangku sekolah itu kini tengah membujuk ayahnya. Lyra tidak mengerti harus bagaimana menghentikan aksi ayahnya ini. Ayahnya itu sangat mencintainya sehingga cintanya mampu membuat Lyra dalam masalah sekarang.

“Tidak, Nak, biarkan Ayah bicara. Jangan khawatir.” Pria paruh baya itu meyakinkan putrinya. Lyra tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Melihat perdebatan antara anak dan ayah itu membuat Efram mengerutkan kening. Ia tak memahami apa yang sedang terjadi. Ia mengangkat dagu seolah sedang bertanya kepada Lyra, tetapi gadis itu malah menunduk dan menggeleng.

“Paman Zen, mari kita masuk ke dalam. Nanti Paman dan Lyra bisa sakit karena kehujanan seperti ini.” Efram ikut berteriak karena suara hujan mampu meredam suaranya.

“Tidak! NakEfram, aku harus mengatakan ini sekarang. Aku tidak ingin menundanya lagi.” Zen masih bersikukuh menghentikan Efram.

“Ayah ...,” lirih Lyra atas sikap ayahnya yang keras kepala.

“Baiklah, jika Paman ingin mengatakan sesuatu padaku, katakan. Tetapi berjanjilah setelah itu Paman dan Lyra akan berteduh.”

Zen mengangguk atas pernyataan Efram, sementara wajah Lyra sudah pias di tempat. “Berjanjilah padaku, Nak, kau tidak akan marah setelah mendengar kebenaran ini.”

Entah kenapa perasaan Efram menjadi tidak enak setelah mendengar kalimat terakhir Zen. Sebelumnya Zen tak pernah melakukan tindakan seperti ini padanya. Meski keluarga mereka sangat dekat, tetapi Zen tak pernah sampai senekat ini menyusulnya di tengah hujan deras hanya untuk berbicara kepadanya. Zen bersikap seolah-olah esok hari sudah tidak ada lagi.

“Aku berjanji.”Eframmengangguk.

Lyra meremas roknya yang basah karena hujan. Ia menggigit bibirnya dengan kuat—mengalirkanrasa takutnya. Ia tidak siap menerima apa pun yang terjadi selanjutnya.

“Nak,” panggil Zen pada Efram.“Putriku Lyra, dia ... sebenarnya telah mencintaimu sejak lama.”

Bagai disambar petir, kalimat itu berhasil membuat Efram terkejut bukan main. Ia tak percaya apa yang tengah di dengar oleh telinganya sendiri. Sementara Lyra, gadis itu telah menunduk untuk menyembunyikan wajahnya.

“Dia mencintaimu sejak lama. Dia menyembunyikan perasaannya terhadapmu sejak kalian masih di bangku sekolah. Namun, cintanya terpaksa harus dipendam karena kau telah memilih perempuan lain sebagai pasanganmu.” Zen masih melanjutkan.

“Saat cintanya tak terbalas, putriku begitu kuat menahan rasa sakit itu sendirian selama bertahun-tahun. Namun, aku tak tahan melihatnya menderita saat kau akan bertunangan dengan gadis lain.”

Efram kehilangan kata-katanya. Tangannya yang berada di sisi jarit celana mengepal seketika. Entah kenapa kebenaran ini berhasil membuat luka di relung hatinya.

“Maafkan aku karena telah lancang mengatakan ini kepadamu, Nak. Jika aku bisa berharap, aku ingin putriku mendapatkan kebahagiaannya bersama dengan orang yang dicintainya—”

“Cukup!” Efram mengangkat tangannya yang seketika membuat Zen menutup mulutnya. Mereka terdiam sesaat. Pria paruh baya itu hendak membuka mulut lagi, tetapi Lyra menghentikannya dengan menarik lengannya. Melalui tatapan matanya yang terluka, Lyra memberitahu agar ayahnya tidak berbicara lebih banyak lagi.

“Apa ini? Apa kalian sedang bercanda saat pertunanganku tinggal sebentar lagi?"

Efram menatap Lyra yang bersembunyi di balik punggung ayahnya. Rambut dan pakaian gadis itu sudah basah akibat hujan yang terus mengguyurnya.

“Lyra, ada apa ini? Kenapa kau diam? Kalian bercanda, bukan?” Suara itu menusuk telinga Lyra. Gadis itu mendongak seketika. Saat matanya beradu dengan netra tajam milik Efram, tiba-tiba ia menjadi sangat gugup.

“Lyra, katakan padaku kalau kalian sedang bercanda. Ayolah, hujan sangat deras. Kalian bisa sakit. Sebaiknya pulang dan hangatkan tubuh kalian,” kata Efram mencoba tak mempercayai perkataan Zen.

“Tetapi Paman tidak bercanda. Untuk apa aku menyusulmu di tengah hujan seperti ini jika hanya untuk mengatakan sebuah lelucon?” Zen bersuara kembali. Sorot matanya benar-benar serius sehingga Efram hanya melihat kejujuran di mata itu. Selama ini, Zen sangat mencintai Lyra dan rela melakukan apa pun untuk kebahagiaan putrinya. Bukan hal yang mustahil jika pria paruh baya itu tiba-tiba mengatakan kebenaran tentang putrinya kepadanya. Yang pasti, Efram merasa Zen berharap agar ia tak menikahi gadis lain selain putrinya.

Efram benar-benar tak menyangka. Ia benar-benar dibuat terkejut saat pesta pertunangannya hanya tinggal menghitung jam, seorang ayah tiba-tiba mengatakan bahwa putrinya mencintainya. Terlebih lagi, gadis itu adalah sahabat baiknya sejak mereka masih remaja. Sementara kedua keluarga ini sangat berhubungan baik layaknya hubungan saudara, tetapi apa ini? Apakah ini adalah tanda-tanda bahwa pernikahannya sedang terancam?

“Diammu menjawab semuanya Lyra.” Efram jelas kecewa kepada gadis itu. Mengapa harus kepadanya Lyra jatuh cinta? Selama bertahun-tahun, mengapa baru sekarang ia tahu tentang perasaan gadis itu?

“Aku tidak menyangka akan mendengar kenyataan ini. Aku akan melangsungkan pertunanganku malam ini dan tiba-tiba Paman mengatakan hal ini kepadaku. Sebenarnya apa tujuan Paman? Kalian ingin aku membatalkan pertunanganku di saat semuanya sudah dipersiapkan?”

Lyra menggeleng cepat. Kedua matanya hampir melebar,karena tak pernah sebersit pun terpikirkan olehnya untuk menghentikan pertunangan Efram. “Tidak,” lirihnya.

“Paman,” suara Efram melembut. Ia tidak akan lupa sedang berbicara dengan ayah Lyra yang sudah ia anggap sebagai ayahnya juga. “Aku tidak ingin mendengar apa pun lagi soal ini. Lupakan kejadian ini dan aku harap kita tidak akan membahasnya lagi karena aku akan segera bertunangan. Maafkan aku jika aku telah menyakiti kalian.” Efram menyatukan tangannya berniat meminta maaf.

Mata Zen berkaca-kaca. Efram ikut merasakan sedih karenanya. Zen selalu menempatkan posisi Efram seperti putra sulungnya sendiri dan sebagai kakak laki-laki yang dia percayai untuk melindungi putrinya. Dan hari ini adalah hari yang menyakitkan baginya. Ayah mana yang akan tega melihat putri kesayangannya berduka.

Efram tak bisa mengambil risiko. Laki-laki berusia 22 tahun itu memerintahkan sopirnya untuk memberi payungnya kepada Zen dan mengantarnya pulang. Meski Zen sempat menolak, tetapi ia menurut kemudian saat Lyra yang memintanya.

“Tunggu.” Efram menahan lengan Lyra saat Zen dibawa pergi oleh sopirnya. Kini air hujan juga membasahi tubuh Efram yang tanpa perlindungan apa-apa. Lyra memandang lengannya, tangan Efram, lalu beralih pada matanya yang begitu tajam menatapnya.

“Aku tidak tahu aku harus percaya atau tidak, tetapi yang jelas aku kecewa pada dirimu. Katakan padaku bahwa itu tidak benar, Lyra.”

Entah kenapa Lyra marah mendengarnya. Efram begitu apatis dan menganggap bahwa perasaannya hanya lelucon belaka. “Sayangnya ayahku tidak bercanda, Efram.”

Sebenarnya Efram masih berharap Lyra akan mengatakan bahwa mereka sedang bercanda, tetapi jawaban Lyra benar-benar membuatnya kesal pada gadis itu. “Aku akan segera menikah, Lyra. Bagaimana bisa tiba-tiba kau mencintai calon suami orang?”

Mata Lyra terasa panas meski udara semakin membuat tubuhnya kedinginan. Pertanyaan itu menyakiti hatinya. Menampar Lyra pada kenyataan yang sesungguhnya. Lyra memejam sesaat membuat air matanya luruh seketika. Beruntung hujan telah menyamarkannya sehingga Efram tak perlu melihat rasa sakit yang amat melukainya.

“Jika kau berpikir bahwa aku mencintai calon suami orang, kau salah. Aku hanya sedang mencintai sahabat yang sama yang masih kucintai sejak bertahun-tahun lalu. Aku mencintaimu bukan ingin merebutmu dari orang lain. Aku tahu diri kau tidak mencintaiku, oleh karena itu aku menyembunyikan perasaanku dan rencananya akan tetap seperti itu.”

“Berbeda dengan ayahku. Dia tidak bisa melihatku bersedih sendirian, maka dari itu, aku tak bisa menahannya untuk tidak mengatakan kebenaran ini kepadamu. Dia mungkin berharap ... agar rasa sakitku bisa dibagi.” Lyra tersenyum dalam tangisnya.Efram terdiam lama mendengar itu.

“Aku tidak menyangka kalian ingin merusak hari pertunanganku,” ucap Efram. Nada suaranya terdengar begitu dingin. Lyra menutup mulutnya, tak percaya Efram berpikir demikian.

“Apa kau bilang?” tanya Lyra, tak percaya. “Dengar, aku memang mencintaimu, tetapi aku tidak pernah ingin bersama dengan orang yang tidak pernah mencintaiku.”

“Terserah apa pun itu,” balas Efram. Ia menaik tangan gadis di hadapannya sehingga membuat tubuh mereka sangat dekat. Lyra terkejut. Efram menunduk, membisikkan sesuatu di telinga Lyra yang mampu membuat gadis itu semakin terluka.

“Jangan sampai kau dan ayahmu menjadi penyebab pesta pertunanganku gagal malam ini. Atau jika perlu jangan pernah menampakkan diri kalian lagi.”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen

Tidak ada komentar
20 Bab
Retaknya Persahabatan Kita
Retaknya Persahabatan Kita“Aku ingin mengatakan kebenaran ini padamu!” Seorang laki-laki paruh baya mengatakan itu secara tiba-tiba di depan seorang pemuda yang baru saja turun dari mobilnya—ketika sang sopir datang membawa payung untuk melindungi pemuda itu dari guyuran hujan. Pemuda itu dibuat terkejut oleh pria paruh baya yang merupakan tetangganya—menghampirinya di tengah hujan deras seperti ini. tak sampai di situ, beberapa saat kemudian seorang gadis berlari ke arah mereka yang semakin membuat pemuda itu keheranan. “Nak, maafkan aku menghampirimu seperti ini. Tetapi aku tak sanggup lagi jika harus merahasiakan ini,” ucap pria paruh baya itu setengah berteriak. “Ayah, sebaiknya kita pulang. Saat ini sedang hujan dan aku tidak ingin ayah sakit nanti.” Dia adalah Lyra, seorang gadis yang merupakan tetangga sekaligus sahabat Efram sejak masih duduk di bangku sekol
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-14
Baca selengkapnya
Hari Pertunangan
                                                                Hari PertunanganSeorang pemuda berperawakan tinggi tegap turun dari lamborgininya. Sepatu pantofel mewahnya berjalan di atas karpet merah, semua orang kini menyambutnya dengan hormat. Ia memasuki sebuah gedung di mana pesta pertunangannya malam ini akan berlangsung.Efram menyapa beberapa tamu yang merupakan rekan kerja ayahnya di aula. Atas kejadian di halaman rumahanya siang tadi, Efram telah meminta ibunya untuk berangkat bersama Jessie—calon tunangannya itu dari rumahnya. Efram tak menceritakan ini kepada siapa pun, bahkan ia memerintahkan sopirnya untuk menutup
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Insiden di Malam Pertunangan
“Joe! Mengapa kau di sini? Seharusnya kau bersama ibuku sekarang, bukannya malah bersama gadis ini!” tanya Efram pada Joe. Ia terang-terangan menunjuk Lyra saat gadis itu berani datang ke pesta pertunangannya padahal Efram sudah memintanya untuk tidak muncul lagi.Joe menundukkan kepalanya dengan hormat. “Maaf, Tuan Muda, tetapi nyonya besar sendiri lah yang memerintahkanku untuk mengantar Nona Lyra ke mari.”“Lalu di mana sekarang ibuku?” tanya Erland tak bisa santai. Kekhawatiran di wajahnya masih belum hilang.  Sementara Efram berpikir bahwa adiknya itu terlalu cemas tanpa alasan.“Tenanglah,” ucap Efram pada Erland.“Jika kau ditugaskan untuk mengantar gadis ini, lalu bersama siapa ibuku sekarang?” tanya Efram pada Joe.“Nyonya besar meminta Tuan Zen untuk mengawalnya bersama Nona Jessie dengan mobil yang akan digunakan khusus untuk menjemput Nona Jessie—seperti yang T
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Satu Atap
Cengkeraman di pergelangan tangannya membuat Lyra sedikit meringis karenanya. Hatinya telah hancur melihat ayahnya terluka parah akibat kecelakaan, kini dihancurkan lebih keras lagi dengan tuduhan yang dilayangkan Efram kepada ayahnya. Mulut Lyra terbuka memandang laki-laki yang merupakan sahabatnya dulu. Laki-laki yang kini penuh dengan amarah ketika melihatnya. “Ayahku juga terbaring di sana, bagaimana bisa kau menuduh ayahku ingin membunuh ibu dan calon tunanganmu?” ucap Lyra lemah. Suaranya menjadi serak akibat menangisi hari yang buruk ini. An yang tak mengerti perkataan Efram, menghampiri mereka berdua. “Efram, apa yang kau katakan? Apa maksudmu dengan mengatakan itu?” Efram menatap An sesaat lalu beralih menatap Lyra dengan amarah di wajahnya. “Joe mengirimiku pesan, Bibi. Bahwa ada yang menyabotase rem mobil yang ditumpangi oleh Ibu dan Jessie. Joe bilang, semuanya masih baik-baik saja saat ibuku berangkat dari rumah. Dia telah memeriksa semua mesin,
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Ikat Rambut Lyra
“I—ini ... ikat rambutku yang terbawa oleh ayah,” ucap Lyra yang terkejut memandang ikat rambut di tangannya.“Tidak salah lagi.” Efram bersuara membuat Lyra menoleh padanya. Sorot mata tajam laki-laki itu mengarah padanya. “Ayahmu yang telah merencanakan kecelakaan ini! Dan dia telah membunuh ibuku!” suara Efram sudah meninggi tanpa dia sadari, semua kekacauan yang terjadi membuat Efram begitu terpukul dan sulit mengontrol emosinya. “Tidak! Ayahku tidak mungkin pembunuhnya!” Lyra membantah tuduhan Efram. Tak terima Efram mengatakan bahwa ayahnya adalah seorang pembunuh.“Tetapi semua bukti mengarah pada ayahmu! Dia berusaha membunuh ibu dan tunanganku dengan merusak rem mobilnya!” teriak Efram di depan wajah Lyra.“Untuk saat ini, kami belum bisa memutuskan siapa pelakunya. Kami akan terus menyelidikinya lebih lanjut. Barang bukti akan kami ambil kembali.” Polisi memberi
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Perintah Sang Penguasa
Erland terduduk di samping ranjangnya—menatap gamang pada bingkai foto keluarga di tangannya. Sepasang suami istri dengan dua anak laki-laki mereka. Salah satu anak tersenyum lebar menghadap kamera, sementara anak laki-laki lebih kecil berada di gendongan ibunya. Jari-jemari Erland meraba gambar wajah wanita itu. Wanita yang baru saja meninggalkannya tanpa bisa ia duga akan secepat itu. Dadanya terasa sakit mengingat kejadian yang tidak seharusnya terjadi itu. Kejadian yang berhasil merenggut nyawa ibunya.Tubuh Erland merosot. Meringkuk di lantai dingin kamarnya. Kasih sayang ibunya adalah kasih sayang yang tak bisa digantikan dengan apa pun. Sebagai anak bungsu, Erland belum bisa hidup tanpa kasih sayang sang ibu. Ia masih membutuhkan kehadiran wanita itu untuk menjadi penyokong hidupnya.Erland masih membutuhkan kasih sayang sang ibu untuk melengkapi hari hari-harinya. Sayangnya, hal itu tidak akan pernah bisa ia dapatkan lagi.Baru saja 8 bulan lalu ay
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Kekangan Efram
“Tolong, biarkan aku bertemu dengan ayahku, Efram. Aku harus menemaninya.” Lyra memohon pada Efram.Efram memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening.Kali ini amarahnya harus diuji karena gadis itu. “Kau tidak dengar apa yang kukatakan?” Tanya Efram masih berusaha sabar.“Aku tidak mengizinkanmu menemui ayahmu. Tidak hari ini.” Efram mengulangi perkataannya.Lyra merasa kecewa.“Tapi … kenapa?”“Kalau tidak, ya tidak.Tidak perlu banyak Tanya,” ucap Erland telak.Lyra benar-benar semakin merasa sedih mendengarnya.Ia tak bisa berjauhan dengan ayahnya sekali saja. Lyra  berpikir bahwa ia harus menemani ayahnya dan selalu berada di sampingnya, tetapi karena kemarahan Efram, laki-laki itu sampai tak mengizinkannya untuk bertemu dengan ayahnya.“Efram sebentar sa—”“Ada apa Joe?”Lyra baru saja ingin mencoba bernegosiasi lagi pada Efram,
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Beraninya kau!
Dua hari usai Erland jatuh pingsan di dalam kamarnya, adik Efram itu memtusukan untuk kembali ke asrama kampusnya. Sebenarnya Efram masih tak tega melihat keadaan adiknya yang menderita setelah kepergian ibu mereka. Namun, Erland meyakinkan Efram bahwa dirinya ingin menjalankan kegiatannya kembali agar bisa melupakan kesedihannya.Efram memeluk Erland setelah mengantarnya sampai depan rumah besar mereka.“Aku berjanji akan menemukan pelakunya,” ucap Efram pada Erland.“Tidak perlu. Lagipula, ibu tidak akan kembali.” Erland membalasnya lemah. Tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih kembali. Duka yang menyelimuti keluarga mereka belum berakhir.“Tidak. Kita tidak bisa membiarkan pelaku pembunuh ibu hidup dengan tenang,” ucap Efram tegas.Erland mengingat bagaimana kakaknya itu menyalahkan Lyra atas semua kejadian yang menimpa keluarga mereka. Sampai-sampai kakaknya itu mengambil rumah yang mereka sewakan kepada Lyra
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Kemarahan Efram
“Kau sudah pulang? Kebetulan sekali makanannya sudah matang.”Itu adalah suara Bibi Wan—asisten rumah tangga keluarga Efram yang telah bekerja dengannya sejak dirinya masih anak-anak. Keberadaan mini bar dapur memang cukup jauh dari pintu utama, tetapi karena tak ada pembatas antara mini bar dengan ruang tamu, Bibi dapat melihat dengan jelas kedatangan Efram dari balik pintu.Mencium sedapnya aroma yang makanan menghantarkan Efram untuk melangkah ke meja makanan, wajah lelahnya seketika berubah cerah menatap sup kesukaannya tersaji di atas meja.“Dari mana Bibi tahu aku pulang lebih cepat hari ini?” tanya Efram pada wanita paruh baya itu. Sup yang masih mengepul ditiupnya perlahan.Sembari mencuci tangannya yang mulai mengeriput, Bibi menjawab. “Bibi tidak tahu kalau kau akan pulang cepat. Saudara jauh Bibi sedang berkunjung ke rumah, jadi Bibi menyelesaikan pekerjaan lebih awal agar bisa menemui saudara Bibi.”
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Semakin Cantik Wajahnya, Semakin Jahat Orangnya
Lyra mengaduh karena pergelangan tangannya terasa sakit kala Efram menariknya keluar dari mobil dan menyeretnya ke dalam rumahnya. Efram menghempaskan Lyra hingga gadis itu hampir terhuyung. Bibi yang berada di dapur terkejut ketika mereka datang dan tiba-tiba Efram memperlakukan Lyra seperti itu.Lyra terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya pada sikap Efram yang kasar kepadanya.  “Tidak bisakah kau sedikit lembut kepadaku?” tanya Lyra. Ia tak ingin menangis di depan Efram kali ini. Ia tak ingin terlihat sebagai gadis yang lemah di hadapan laki-laki yang tidak bisa mencintainya itu.Efram membuang muka sesaat, lalu menatap Lyra dengan manik tajamnya. “Siapa yang mengizinkanmu untuk menjenguk ayahmu?”“Maaf, aku tidak bertanya dulu padamu. Karena jika aku bertanya kau pasti tidak akan mengizinkanku.”Efram tahu Lyra sedang menyindirnya. Laki-laki itu tersenyum sinis. Langkah kakinya mendekat pada Lyra, menatap
last updateTerakhir Diperbarui : 2021-09-15
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status