Share

Bab 6

Auteur: Musim Gugur
Reza tidak mengangkat kepalanya sama sekali dan hanya membaca dokumen yang ada di tangannya dengan ekspresi dingin dan tidak tersentuh. Setelah itu lelaki tersebut menoleh dan tersenyum sambil bertanya, “Sonia, kamu jadi guru les?”

Dia tahu perempuan itu tinggal di daerah timur dan kondisi ekonominya juga tidak bagus. Sedangkan di sini merupakan kawasan elit, otomatis Reza menganggap Sonia datang untuk menjadi guru bimbingan.

“Untung saja ketemu dengan kamu,” jawab Sonia sambil tersenyum tipis.

Kenapa dia bisa melupakan kalau Tasya adalah anak dari kakaknya Reza dan merupakan keponakan dari lelaki itu.

Dulu, dalam tiga tahun mereka nyaris tidak pernah bertemu satu kali pun. Sekarang, dalam satu minggu bisa bertemu sebanyak tiga kali. Sonia berpikiran apakah Sang Cupid baru saja terbangun dari tidurnya dan tengah mencoba menyatukan mereka?

Tasya menatap Sonia dan memperkenalkan perempuan itu pada Reza. “Dia Om aku yang kedua, Om Reza.”

Sonia bersikap seakan tidak kenal dan menganggukkan kepalanya. “Pak Reza,” sapa Sonia.

Wajah Reza terangkat ke atas ketika mendengar nada suara tersebut tidak asing. Sorot matanya terlihat aneh dan matanya menyipit. Perempuan itu hanya menggenggam payungnya dengan gugup, tetapi ekspresinya terlihat tenang.

Namun tidak ada yang tahu bahwa jantungnya tengah berdegup sangat cepat. Sonia berusaha menenangkan dirinya sambil mengatakan bahwa Reza hanya akan mengingatnya sebagai teman kuliahnya dulu, jadi untuk apa dirinya panik?

Tasya memang memiliki sifat yang sangat ramah dan bersahabat, perempuan itu langsung mengajak Sonia untuk berbincang. “Melia lagi mengejar Andre, ya?”

Ingatan akan kejadian kemarin terlintas di benak Sonia dan menjawab, “Kayaknya iya.”

“Semua orang di sekolah tahu kalau Andre suka sama kamu selama tiga tahun, kalian berdua begitu dekat, mana mungkin Andre bisa tertarik dengan Melia?” ujar Tasya sambil tersenyum miring.

Tanpa sadar Sonia melirik sekilas ke arah Reza dan tersenyum tipis sambil berkata, “Aku dan Andre hanya teman biasa saja. Dia mau pacaran dengan siapa, nggak ada hubungannya juga denganku.”

Tasya melemparkan sebuah tatapan seperti tidak percaya pada ucapan perempuan di depannya ini yang membuat Sonia hanya bisa pasrah. Tidak peduli apakah hubungan pernikahannya didasari perjanjian kontrak atau tidak, sekarang dia sudah merupakan seorang istri.

Dalam perjalanan kembali, terdapat sebuah kecelakaan di depan jalan. Mobil-mobil tampak berhenti dan membuat jalanan tersebut macet. Tasya memegang perutnya dan berkata, “Kapan jalanannya normal? Aku sudah lapar! Gimana kalau kita pergi makan dulu?”

“Aku turun di sini saja. Aku balik ke kampus sendiri saja,” sahut Sonia dengan cepat.

“Ngapain balik kampus? Sudah jam segini! Kita pergi makan bersama saja,” kata Tasya dengan penuh penekanan.

Reza yang tidak bersuara sedikit pun selama perjalanan tadi melirik jam tangan yang ada di pergelangannya dan memerintahkan Robi, “Berhenti di tepi.”

Sebelah kanan mereka kebetulan adalah restoran Italia. Ketiga orang tersebut memutuskan untuk makan di sana. Tasya khawatir Sonia belum pernah makan di restoran mahal seperti ini sehingga dia menanyakan tipe masakan kesukaan perempuan itu dan membantu Sonia memesan makanan.

Setelah selesai memesan, Tasya pergi ke toilet dan meninggalkan kedua orang tersebut. Reza bersandar pada sofa dengan posisi yang terlihat bermalas-malasan sambil menunduk dan melihat ponsel di tangannya. Wajah tampan lelaki itu membuat semua orang tidak mampu mengalihkan tatapan mereka.

Tatapan Sonia berhenti pada wajah rupawan tersebut dan mendadak teringat pada kejadian malam itu. Lelaki di depannya ini bersikap lembut dan juga panas di waktu yang sama. Gerakannya sangat menyeramkan sekali. Berbanding terbalik sekali seperti sikapnya sekarang yang terlihat mahal dan anggun.

Malam itu, Sonia merasa sangat emosi ketika sudah pulang. Lupakan saja kenyataan bahwa dirinya kehilangan harta berharganya begitu saja, tetapi kenapa dia masih harus membayar dua ratus ribu?!

Namun ketika sekarang dia duduk di sini dan menatap lelaki di depannya yang begitu rupawan, dalam hatinya berbisik bahwa uang tersebut sangat sebanding!

Mungkin saja Reza menyadari ada yang memperhatikannya sehingga dia menaikkan wajahnya sedikit dan menatap Sonia. Perempuan yang ditatap itu hanya bersikap seakan tidak terjadi sesuatu dan membuang tatapannya ke arah jendela dengan telinga memerah dan wajah memanas.

Sorot mata Reza terlihat penasaran, dengan suara pelan dia bertanya, “Nama kamu siapa?”

Punggung Sonia menegang seketika. Dia melihat mata gelap lelaki itu dan dengan pelan bersuara, “Sonia.”

Ekspresi Reza terlihat normal dan biasa saja, tatapan matanya juga tidak terlihat sorot terkejut. Jelas sekali dia asing dengan namanya. Lelaki itu tidak ingat! Sonia berbisik dalam hati kalau lelaki itu bahkan tidak ingat dengan nama orang yang dia nikahi.

Kebetulan sekali seorang pelayan datang dengan membawa makanan ringan bersamaan dengan adanya pesan masuk di ponsel Sonia. Perbincangan keduanya terputus begitu saja.

Sonia membuka ponselnya dan melihat pesan yang dikirimkan oleh Ranty.

“Sonia, coba tebak aku ketemu siapa? Reza! Dia sedang makan dengan seorang perempuan dan sedang memunggungiku! Aku nggak bisa melihat muka perempuan itu dengan jelas. Baru pulang dia sudah kencan dengan pelakor! Dia tahu nggak kalau dia sudah menikah?!”

Sonia memandangi ponselnya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Beberapa saat kemudian baru dia membalas pesan tersebut.

“Maaf, aku adalah pelakor yang kamu katakan itu.”

Ranty adalah teman baik dan juga musuhnya selama bertahun-tahun. Ranty merupakan satu-satunya orang yang tahu dirinya menikah dengan Reza selain ayahnya. Perempuan itu membalas pesannya dengan sebuah ekspresi terkejut diikuti dengan sebaris kalimat yang bertuliskan,

“Kenapa kamu bisa bersama dengan Reza? Kalian sudah saling mengakui?”

Mengakui? Sonia terlihat tercenung sesaat ketika membaca tulisan tersebut. Dia melayangkan tatapannya sekilas pada lelaki itu sebelum membalas pesan Ranty, “Nggak, kebetulan ketemu saja. Nanti aku ceritakan lengkapnya seperti apa.”

Rasa ingin tahu Ranty yang begitu tinggi digantung oleh Sonia. Dia yang memang memiliki jiwa ingin tahu tidak terima dengan respons yang seperti ini. “Aku ada di lantai tiga. Aku turun dan cari kamu.”

“Diam di sana! Jangan bergerak!” balas Sonia secepat kilat dengan kening berkerut.

Sebuah pesan dengan ekspresi memelas terlihat di ponselnya lagi, tetapi Sonia memutuskan untuk mengabaikannya saja. Tiba-tiba sebuah aroma parfum yang begitu wangi dan segar tercium di dekat mereka. Seorang perempuan yang mengenakan terusan berwarna krem terlihat berjalan ke arah mereka dan langsung duduk di samping Reza.

Dandanan perempuan itu sangat bagus dengan aura elegan yang begitu luar biasa. Perempuan tersebut menyapu pandangannya pada sosok Sonia sekilas kemudian berbicara pada Reza.

“Tadi pagi aku ajak kamu makan, kamu bilang kamu nggak ada waktu. Ternyata kamu sudah janji sama orang lain.”

“Selalu ada istilah siapa yang duluan dan siapa yang terakhir, bukan?” jawab Reza dengan ekspresi datar.

Perempuan itu hanya tersenyum tipis dan menatap Sonia dengan sorot mata tajam sambil berkata, “Kenalan dulu! Namaku Hana, kamu?”

Sonia menyadari aura persaingan yang diberikan oleh perempuan itu. Baru saja dia hendak membuka mulutnya, tiba-tiba Reza menyodorkan piring kue kecil ke hadapannya. Lelaki itu berbicara dengan nada biasa saja tetapi entah kenapa memberikan kesan mesra.

“Bukannya kamu suka cranberry mousse? Makanlah.”

Sebenarnya dia tidak menyukai makanan manis tersebut, tetapi Sonia tetap mengambil sendok dari meja.

Ekspresi Hana terlihat keruh, tetapi dia tetap berusaha mempertahankan senyuman di bibirnya. “Kenapa protektif sekali? Hanya tanya namanya saja, aku nggak akan makan dia.”

Reza terlihat sedikit kesal dan menjawab, “Dia penakut, nggak biasa sama orang asing.”

Sonia menyendokkan kue tersebut sambil berusaha keras menelannya ketika mendengar ucapan lelaki itu. Sedangkan Hana terlihat menahan tawanya dan berkata dengan nada sinis, “Penakut? Kenapa aku justru merasa dia sangat berani sekali. Mentang-mentang dia cantik makanya sembarangan tebar pesona. Reza, kamu harus hati-hati.”

Lelaki itu menyilangkan kakinya kemudian tersenyum miring sambil berkata, “Yang penting cantik, aku juga nggak ingin hal lainnya dari dia.”

Tangan Sonia yang tengah memegang sendok bergetar sesaat, kuenya bahkan sudah nyaris tidak sanggup dia telan lagi. Perempuan itu bertanya dalam hati apakah mereka tidak bisa memikirkan perasaannya?

Hana memasang muka judes secara terang-terangan karena Reza terlihat jelas sedang melindungi perempuan ini. Hatinya memanas tetapi dia juga tidak berani marah langsung di hadapan lelaki itu. Selain itu, Hana juga tidak berhak cemburu.

Hubungan keluarga mereka cukup baik. Ayah Hana memang berniat mendekatkan mereka berdua, tetapi Reza yang tidak pernah bersedia. Oleh karena itu dia berusaha untuk tidak memberikan kesan yang jelek pada lelaki di depannya ini.

Hana bangkit berdiri dan tersenyum dengan anggun sambil berkata, “Kalau gitu aku nggak ganggu kalian makan lagi. Nanti aku cari waktu kosong buat ketemu sama tante saja di rumah.”

Reza hanya memberikan respons dehaman saja yang membuat Hana semakin kesal. Dia meninggalkan tempat tersebut dengan emosi dan hati yang panas.

Kue di piring Sonia sudah tinggal setengah ketika dia meletakkan sendoknya saat melihat perempuan itu telah pergi. Reza langsung mengangkat wajahnya dan dengan suara yang seperti sedia kala berkata, “Jangan salah paham dengan pembicaraan yang tadi.”

Sonia juga terdengar sangat tenang dan menjawab, “Aku mengerti, Bapak mentraktir aku makan dan aku membantu Bapak. Kita berdua impas.”

 
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Misra Wati
sedih baget
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Related chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 7

    Sebersit sorot curiga melintas di mata Reza. Dia menatap perempuan itu sekali lagi. Kebetulan Tasya sudah kembali dari toilet dan langsung mendaratkan bokongnya di sisi Sonia. Dengan senyuman lebar perempuan itu bercerita,“Aku ketemu sama teman SMA dan ngobrol sebentar.”Pelayan datang dan membawa makanan mereka. Ketiga orang tersebut mulai makan dengan lahap. Terkadang Tasya akan mengeluarkan celetukan dan membicarakan hal-hal mengenai kampus dengan Sonia.Setelah selesai makan, mereka bertiga keluar dari restoran dan secara kebetulan ketemu dengan Ranty dan beberapa orang yang lain. Perempuan itu tengah makan dengan kliennya. Mereka bertemu di depan pintu dengan Ranty yang memberikan lirikan penuh arti pada Sonia.Kedua perempuan itu berpura-pura saling tidak mengenal dan hanya saling melewati saja. Justru dua orang klien Ranty yang merupakan CEO tua tampak mengenali Reza. Mereka menyapa lelaki itu dengan sikap yang terlihat sangat santun.Hujan di luar sana sudah berhenti, jalanan

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 8

    Reza menyapukan pandangannya ke wajah Sonia yang mulus dan polos. Kulit putih perempuan itu terlihat sedikit merah dan membuat perempuan itu terlihat sangat bocah sekali, tidak seperti seorang mahasiswi melainkan anak SMA.Mungkin karena sifatnya sebagai seseorang yang lebih tua, Reza berusaha menahan emosinya dan mengusir Max. Setelah itu dia berkata dengan nada datar, “Sekarang sudah boleh turun.”Sonia menoleh ke belakang sejenak dan setelah memastikan tidak ada Max lagi di sana, dia melompat turun dengan ekspresi pura-pura datar. Perempuan itu langsung berdiri di belakang tubuh Reza dan berusaha menghindari mata anjing tersebut yang sedari tadi melihat ke arahnya. Lelaki itu tertawa kecil kemudian melangkah mendekati Max.Dia memandangi punggung lelaki itu dan baru menyadari jaraknya tadi sangat dekat sekali dengan Reza. Saking dekatnya bahkan dia bisa menghirup aroma lelaki itu yang seperti rintikan hujan yang membentuk genangan air di pegunungan bercampur dengan aroma kayu. Begit

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 9

    Sonia tanpa sadar ingin menyembunyikan tangannya ke balik punggungnya. Akan tetapi menyadari gerakan tersebut terlalu mencurigakan sehingga dia berusaha tidak membuat respons berlebihan apa pun.Dalam permainan tadi dia baru saja meledakkan Tandy dan dirinya sendiri juga telah mati di bunuh lawan. Bocah lelaki itu menahan dirinya untuk tidak menendang Sonia saat ini juga. Padahal tadi perempuan itu berjanji mau bilang pada Pamannya dan membantunya.“Om, tugasku sudah selesai!”Reza terlihat sedikit terkejut ketika mendengar ucapan keponakannya itu. Dia melirik wajah Sonia kemudian berjalan ke arah meja belajar dan berkata, “Coba Om lihat!”Tandy memberikan buku tugasnya pada Reza dan ternyata memang sudah selesai dan juga telah diperiksa. Bagian yang salah sudah diperbaiki bahkan ada beberapa penjelasan penyelesaian dari tugas tersebut.Lelaki itu semakin merasa aneh. Dia menoleh dan melihat Sonia yang juga tengah menatapnya dengan matanya yang polos dan jernih. “Aku janji pada Tandy u

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 10

    Pukul sepuluh malam hari, Tasya sudah tiba di rumahnya dan melihat sosok Reza yang duduk di sofa. Dia memutar bola matanya dan memberi kode melalui pandangan mata pada pelayannya yang tiba-tiba buru-buru naik ke lantai atas.“Sini!” Lelaki itu bersandar pada punggung sofa dengan sebelah tangannya yang memegang sebuah buku. Detik selanjutnya Tasya tahu dia sudah tidak bisa menutupinya lagi. Lebih baik dia bersikap pura-pura tenang dan berjalan ke arah lelaki itu sambil bertanya,“Om, kok belum tidur?”Reza meliriknya dan berkata, “Pantasan begitu buru-buru mau cari guru les. Ternyata kamu ingin pergi berkencan? Sudah ada pacar?”“Nggak!” sahut Tasya sambil menggelengkan kepalanya kuat-kuat.“Aku hanya jalan sama temanku.”“Pacarmu itu teman kampus?” tanya Reza lagi dengan nada suara lebih berat.Perempuan itu tahu kalau dia tidak bisa membohongi pamannya yang cerdik ini. Dia duduk di hadapan Reza dan berkata jujur,“Iya, aku memang sudah ada pacar. Aku juga tahu kalau keluarga kita sedi

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 11

    Dosen pelajaran bahasa asing kali ini berasal dari luar negeri dengan wajah yang tampan. Chenny kerap bilang padanya kalau dosennya yang ini merupakan sosok idamannya yang sempurna.Saat masuk ke dalam kelas, banyak mata yang memandang Sonia. Sepertinya mereka semua sudah melihat atau mendengar apa yang baru saja terjadi di lantai bawah. Tatapan semua orang terlihat ada yang kagum, menertawakan bahkan ada yang meremehkan sikap Sonia.Tidak ada perubahan ekspresi yang berarti di wajah perempuan itu. Dia dan Chenny memilih tempat duduk dan mengeluarkan peralatan kuliahnya sambil fokus mendengarkan pelajaran.Setelah jam kuliah tersebut telah selesai, Chenny memanfaatkan kesempatan untuk bertanya pada sang dosen agar bisa mendekatkan dirinya dengan lelaki itu. Sedangkan Sonia hanya duduk di tempatnya sambil menunggu perempuan itu.Sekitar sepuluh menit kemudian, tidak ada tanda-tanda Chenny yang akan menyudahi kegiatannya. Sonia memutuskan untuk berdiri dan pergi ke toilet dulu. Ketika di

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 12

    Chenny menunggu Sonia di lantai bawah ruangan Santo. Melihat perempuan itu keluar, dia langsung bergegas menghampirinya dan bertanya, “Gimana? Petugas konseling ada bilang mau menghukum kamu, nggak?”Sonia yang mengenakan tas sandang hanya memegang dua tali tas yang menggantung di samping tubuhnya sambil menjawab dengan nada santai, “Kenapa harus menghukumku? Aku hanya sedang melindungi diri!”Chenny menatapnya dengan tidak percaya dan berkata, “Melia patah tulang dan papanya datang dengan emosi yang begitu membludak. Memangnya dia bisa diam saja?”“Pokoknya sudah beres!” sahut Sonia sambil tertawa lebar.Walaupun Chenny masih merasa ragu dan curiga, dia juga merasa lega. Perempuan itu mengikuti langkah Sonia keluar dari area universitas sambil berceloteh ria.“Salah aku juga, coba kalau aku nggak nempelin pangeranku, kita sudah balik dari tadi! Nggak akan ada kejadian seperti ini.”Dengan santai Sonia berkata, “Melia sudah mempersiapkan semuanya. Siapa tahu dia menungguku di suatu tem

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 13

    Akhirnya Sonia tahu alasan dibalik berhentinya para guru les bocah lelaki itu. Anak keluarga orang kaya tidak bisa diajar dengan menggunakan kekerasan. Jika dengan ucapan nasihat, maka mereka akan protes kita cerewet. Kalau membujuknya dengan ucapan manis, maka akan dikatakan kekanakan. Rasa tidak berdaya seperti itu membuat siapa pun akan menyerah.Sonia bangkit dan melihat anak panah yang tergeletak di atas meja. Dia melirik papan panah kemudian melayangkan anak panah dalam satu gerakan dan mendarat tepat di bagian tengah!Ketika anak panah ketiga masih mengenai bagian tengah papan panah, Tandy mengangkat wajahnya dan menatap dia dengan raut terkejut. Sonia mengambil anak panah dengan kedua tangannya, setelah itu dia melayangkan anak panah tanpa melihatnya di waktu yang bersamaan.Kedua anak panah tersebut melayang dengan kecepatan yang sama. Dua buah anak panah tersebut menjatuhkan anak panah yang sebelumnya tertancap dan menggantikannya berada di posisi bagian tengah papan.Tandy b

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 14

    ”Hmmm? Aku nggak ketawa,” ujar Sonia dengan ekspresi bingung.Reza mengangkat alisnya dan bertanya, “Kamu takut sekali denganku? Kamu itu temannya Tasya dan guru lesnya Tandy. Kamu boleh ikut mereka panggil aku Om. Biasanya aku selalu penuh toleransi terhadap orang yang menjadi juniorku.”Sonia semakin ingin terbahak, tetapi dia berusaha tetap bersikap tenang dan mengangguk berkata, “Ok.”Mata Reza menatap wajah perempuan di sampingnya sekilas, kemudian mengarah ke depan dan berkata lagi, “Lain kali kalau ketemu Hana lagi, kamu nggak perlu peduliin dia.”“Dia menutupi jalanku,” jawab Sonia membela diri.“Bukannya kamu pintar menendang orang?” balas Reza.Sonia mengangkat alisnya dan bertanya balik, “Hana juga boleh ditendang?”“Tentu saja! Kamu tendang saja sesuka hatimu, biar aku yang urus,” jawab Reza dengan nada datar.Kedua alis Sonia terangkat lagi ke atas. Kalimat tersebut menunjukkan sikap dan karakter lelaki itu dalam menyelesaikan sebuah masalah. Mungkin Reza menyadarinya dan

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2083

    Sekujur tubuh Aminah gemetar. Dia hampir saja pingsan karena emosi.“Sekarang semua itu ide siapa sudah tidak penting lagi. Hal yang penting adalah Sonia sama sekali tidak ingin bertemu dengan kalian. Hendri dan Reviana sudah menulis pengumuman dengan sangat jelas. Sonia adalah anak yang diadopsi mereka. Sekarang, bahkan masalah adopsi itu palsu. Bisa ada hubungan apa lagi Sonia dengan Keluarga Dikara kalian?” ucap Reza dengan nada datar. Kemudian, Reza menoleh untuk berpesan kepada Fadin, “Usir mereka semua. Kelak jangan izinkan Keluarga Dikara injak kaki mereka di Kediaman Keluarga Herdian!”“Baik!” jawab Fadin. Dia memanggil pelayan dan pengawal di luar untuk membawa pergi anggota Keluarga Dikara.“Sonia, anggap Kakek mohon sama kamu!” Tobias didorong keluar oleh orang-orang, tetapi dia masih belum menyerah. Dengan suara tersendat dan penuh kepedihan, Tobias mencoba menarik simpati. “Warisan Keluarga Dikara adalah hasil jerih payah beberapa generasi. Aku tidak bisa membiarkannya ha

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2082

    Setelah membuka pintu dan keluar kamar, Reza masih sedang menunggu Sonia. Dia membawa Sonia ke lantai bawah untuk sarapan.Lysa melihat mereka berdua menuruni tangga. Dia pun duluan berdiri untuk menghampiri mereka. Tatapannya kelihatan lembut ketika melihat Sonia. “Apa tidurmu nyenyak semalam?”“Emm!” Sonia mengangguk. “Hanya saja, aku bangun kesiangan!”“Nggak siang. Masih kepagian untuk makan siang!” Tasya berjalan kemari, lalu berkata dengan nada bercanda.Sonia tersenyum sembari mengangkat-angkat pundaknya.“Kalau masih kepagian untuk makan siang, kita sarapan dulu saja!” Lysa membawa Sonia ke ruang makan. Pelayan pun menyuguhkan sarapan yang hangat.“Aku nggak makan banyak di pagi hari. Aku temani Sonia makan sedikit.” Tasya juga menghampiri.Tandy juga ikut meramaikan. “Pangsit hari ini enak sekali. Aku juga mau tambah lagi!”Alhasil, mereka yang tadinya sudah selesai sarapan makan lagi demi menemani Sonia.Selesai makan, Lysa baru berkata, “Sonia, anggota Keluarga Dikara kemari

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2081

    Reza membantu Sonia untuk memeriksa satu per satu. Panggilan terbanyak adalah panggilan dari kediaman lama Keluarga Dikara. Ada juga pesan masuk, semuanya adalah permintaan tolong. Mereka memohon Sonia untuk melepaskan mereka.Reza menghapus semuanya.Ada sebuah nomor asing. Reza merasa agak familier dengan nomor itu. Dia melihat sekali lagi, baru menyadari ternyata adalah nomor Celine.Celine mengirim pesan.[ Sonia, Keluarga Dikara memang nggak ada budi sama kamu, tapi juga nggak pernah menganggap Keluarga Dikara. Kalau nggak, kenapa kamu merahasiakan masalah pernikahanmu dengan Tuan Reza! Sekarang kamu sudah memiliki segalanya. Untuk apa kamu mendesak Keluarga Dikara ke jalan buntu? ][ Lepaskan mereka. Kakek sudah tua, nggak sanggup menerima siksaan ini lagi. Aku dengar-dengar, ibumu juga jatuh sakit dan sedang diopname di rumah sakit. Kamu juga bermarga Dikara. Kita semua sekeluarga. Apa mesti menghancurkan keluarga sendiri? ]Kening Reza berkerut. Kenapa dia melupakan Celine?Set

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2080

    Hendri terpaksa meminjam ponsel orang lain untuk menghubungi Stella. Setelah panggilan berdering beberapa kali, akhirnya Stella mengangkatnya.Begitu panggilan terhubung, Hendri segera berkata, “Stella, apa kamu sudah baca pesan yang aku kirim? Ibumu benar-benar lagi operasi. Penyakitnya sangat parah. Kami butuh uang. Dana perusahaan sudah dikosongkan sama kalian. Uang di rumah juga sudah kamu ambil semuanya. Apa kamu benar-benar tega tidak peduli dengan hidup matinya ibumu? Bagaimanapun, kami sudah membesarkanmu selama 20-an tahun!”Stella terdiam beberapa saat, kemudian berkata dengan datar, “Ibu masih ada uang investasi. Apa mungkin kalian nggak punya uang? Jangan bohongi aku!”Saking emosinya, wajah Hendri pun menjadi pucat. “Apa kamu melihat berita? Apa kamu tidak tahu kondisi Keluarga Dikara? Uang investasi ibumu tidak bisa dicairkan dalam waktu singkat. Meskipun bisa dicairkan, rekening kami juga akan segera diblokir oleh pihak bank. Ibumu butuh uang untuk menyelamatkan nyawanya

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2079

    Ada juga yang mengatakan, Keluarga Dikara ingin bergabung dengan Keluarga Tamara. Alhasil, mereka pun dikelabui oleh Keluarga Tamara!Asli palsunya masalah masih tidak diketahui. Hanya saja, hal yang bisa dipastikan adalah riwayat Keluarga Dikara sudah berakhir!Penagih utang berbondong-bondong datang mengepung kediaman kuno, kediaman Bagas, dan kediaman Hendri.Anehnya, perusahaan keluarga Harun masih berjalan seperti biasa, juga tidak ada yang mengganggu Harun dan keluarganya. Mereka pun menjadi satu-satunya Keluarga Dikara yang dalam keadaan amat. Para warganet yang doyan gosip menyadari ada yang aneh.Semalam King baru saja kembali dari luar negeri. Dia membuktikan dirinya tidak bersalah dan menuduh Keluarga Tamara bersekongkol dengan Keluarga Dikara untuk mencelakainya. Dalam waktu satu malam, riwayat Keluarga Tamara dan Keluarga Dikara sudah berakhir.Ada yang mengungkapkan bahwa saat King difitnah habis-habisan, hanya keluarganya Harun saja yang membela Sonia dan berani menegak

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2078

    Stella yang ditampar merasa semakin benci ketika mendengar Reviana menyebutnya sebagai anak haram. Dia juga tidak berpura-pura lagi. “Kamu sudah lama ingin menyebutku sebagai anak haram, ‘kan? Terserah kamu saja mau pukul atau marah! Kamu bilang aku itu durhaka, apa kalian benar-benar menganggapku sebagai putri kandung kalian?”“Kalau kalian benar-benar menganggapku sebagai putri kandung, waktu itu kamu pasti akan sepenuhnya mendukungku untuk menjalankan studioku, bukan malah menyuruhku memelas orang-orang, bahkan dibohongi sama pria berengsek yang bernama Edward itu!”Reviana merasa kaget dengan ucapannya. Dia terbengong sejenak, lalu melangkah mundur dengan terhuyung-huyung.Hendri segera memapah Reviana, lalu berkata dengan murka, “Stella, kamu benar-benar keterlaluan sekali! Apa kami tidak menganggapmu sebagai putri kandung kami? Apa kamu lupa bagaimana kami menjaga dan membesarkanmu selama beberapa tahun ini? Demi kamu, ibumu bahkan sudah mengusir Sonia!”“Kalian membesarkanku dem

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2077

    Felix mengira Hendri ingin mencairkan aset dan mengira Welly memang sengaja dimasukkan ke perusahaan olehnya, jadi Felix pun tidak berani ikut campur dalam urusan itu.Akibatnya, Welly menjadi semakin semena-mena saja. Dia diam-diam menerima suap dari klien dan menyalahgunakan dana pembayaran barang, membuat produk menjadi kacau balas. Hendri malah tidak mengetahui masalah ini sama sekali.Hari ini, saat menemukan masalah dalam laporan keuangan, Hendri memanggil Felix dan staf keuangan. Saat itu, Hendri baru mengetahui bahwa Welly telah meraup keuntungan sebesar itu.Tentu saja, semua itu tidak terlepas dari bantuan Stella. Jika dugaannya tidak salah, Stella bahkan membantu Welly diam-diam mencap stempel resmi perusahaan.Saat perjalanan pulang, Hendri sudah emosi tinggi!Stella sungguh merasa syok dan tidak berhenti melangkah mundur. “Aku nggak tahu. Aku nggak tahu apa-apa.”“Welly apaan?” tanya Reviana dengan kaget.Hendri menceritakan secara ringkas kondisi perusahaan, lalu bertanya

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2076

    Stella benar-benar tidak habis pikir. Jelas-jelas Sonia telah diinjak mati-matian. Kenapa dia masih bisa bangkit kembali?Cucu perempuan dari Keluarga Bina, Bos dari GK Jewelry, istri dari Presdir Herdian Group … bagaimana Sonia bisa melakukannya!Selama ini, Sonia tidak pernah kembali dan merespons. Apakah dia sedang menunggu untuk menghancurkan mereka di saat paling bahagia mereka?Pasti seperti itu. Sonia memang licik.Panggilan Keluarga Tamara tidak terhubung, sepertinya mereka tidak bisa diandalkan lagi. Keluarga Dikara telah celaka. Reza dan Keluarga Bina tidak akan melepaskan Keluarga Dikara!Ketika melihat Reviana yang semakin emosi, Stella membalikkan tubuhnya berjalan ke lantai atas dengan tatapan datar. Dia kembali ke kamarnya sendiri, lalu menelepon, “Kamu lagi di mana?”Welly membalas, “Kak, apa sudah terjadi sesuatu dengan Keluarga Dikara?”“Iya!”“Kalau begitu, kamu cepat pergi, jangan tunda waktu lagi!” Welly merendahkan suaranya. “Lagi pula, aku sudah mendapatkan uang.

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2075

    Sejak lahir, Sonia sudah berjalan berlawanan arah dengan Keluarga Dikara. Sekarang dia sudah memiliki begitu banyak, tidak mungkin baginya untuk kembali dan mencari kembali kekurangan dari Keluarga Dikara.Selama belasan tahun hidup di luar, setiap harinya dia hanya memikirkan bagaimana caranya untuk bertahan hidup, sedangkan setiap harinya Stella berpikir bagaimana menikmati hidupnya di Keluarga Dikara. Stella yang seperti itu lebih cocok dengan Reviana. Sonia pun merupakan satu-satunya yang tidak cocok di antara mereka!Jadi, saat bertemu waktu itu, mereka pun sudah ditakdirkan untuk memiliki akhir seperti ini.“Boleh serakah!” Reza menatap wajah indah Sonia. “Aku akan memberimu semua yang kamu inginkan!”“Jangan bohongi aku! Kamu bahkan nggak kasih aku makan es krim!” Sonia tersenyum lebar.“Kamu boleh coba minta yang lain!” Terdengar nada hasutan dari suara Reza.Sonia memutar bola matanya. “Bagaimana dengan kasih seorang ibu?”Reza langsung menunjukkan ekspresi canggung. Tatapanny

Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status