Share

Bab 1479

Author: Erlina
Setelah mereka pergi, Caden menemani Baby sembari memikirkan cara untuk menenangkan Naomi.

Menjelang siang, Naomi pun bangun. Saat ini, Caden sedang menemani Baby main di ruang tamu. Naomi menuruni tangga, lalu bertanya, “Kenapa cuma kalian berdua di rumah? Di mana yang lain?”

Caden menatapnya dengan tatapan lembut. “Papa dan Mama keluar untuk belanja sayuran. Rayden ada di ruang baca lantai atas. Braden dan Hayden pergi bersama Kakek Bungsu. Apa kamu sudah lapar? Papa sudah masak buat kamu. Aku pergi keluarkan dulu.”

Naomi mencium putrinya, lalu bertanya, “Braden dan Hayden ikut Kakek ke mana?”

Caden berlagak tenang. “Aku juga nggak tahu. Aku cuma tahu mungkin mereka akan keluar selama beberapa hari.”

Naomi terbengong sejenak. “Keluar selama beberapa hari? Tapi, kamu nggak tahu mereka ke mana?”

Caden berkata, “Kata Braden dan Hayden, suasana hati Kakek lagi nggak bagus, mereka ingin keluar untuk menemaninya selama beberapa hari. Aku nggak enak untuk menolak, jadi aku menyetujuinya.”

N
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1480

    Waktu itu, Dinala juga berada di tempat. Saking syoknya, wajahnya pun memucat. Ketika dia maju hendak melindungi Steven, sekujur tubuhnya gemetar. Dinala menutupi bagian luka Steven untuk menghentikan aliran darah. Darah pun mengalir dari celah jari tangan Dinala.Steven tidak ingin membuat Caden khawatir. Jadi, dia pun tidak memberi tahu Caden. Namun, pengawal merasa tidak tenang. Hari ini dia pun memberi tahu masalah itu kepada Caden.Mengenai mata-mata yang diutus orang misterius, tentu saja nasib mereka juga tidak berakhir bagus. Inilah hasil dari perbuatan yang mereka lakukan. Berhubung mereka berani menjadi monster, mereka pun mesti memiliki keberanian untuk menanggung akibatnya.Steven tidak lapor polisi, melainkan langsung membuang mereka ke rumah sakit jiwa. Dia juga berpesan kepada dokter, menyuruh dokter untuk lebih “menjaga” mereka. Jika diperlukan, disetrum dan dipukul saja.Dengan adanya tusukan itu, sementara waktu ini, Steven tidak bisa meninggalkan Kota Amari. Kebetul

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1

    “Percayalah padaku, aku akan bertanggung jawab! Aku juga akan membuatmu jadi wanita paling bahagia dan dihormati di dunia ini!” bisik pria itu dengan nada tegas.Naomi menggeleng kuat dan berseru, “Jangan ... jangan .... Ah!”Begitu pria itu mengerahkan kekuatannya, Naomi pun berteriak kesakitan dan langsung pingsan saking sakitnya. Saat tersadar kembali, sudah tidak ada lagi orang di sisinya, hanya terlihat tumpukan tisu dan pakaiannya yang berserakan di atas lantai. Semua itu adalah bukti kegilaan yang baru saja terjadi sebelumnya.Naomi menggigit bibirnya sambil mencengkeram seprai dengan kuat. Pandangannya berangsur-angsur kabur ....Naomi Tandi sudah menikah. Hari ini, dia datang ke bandara untuk menjemput suaminya. Namun, dia tidak bertemu suaminya, malah kehilangan kesuciannya. Apa ini termasuk perselingkuhan? Selanjutnya, apa yang harus dia lakukan? Bagaimana dia bisa menghadapi suaminya?Saat Naomi datang menjemput suaminya, tiba-tiba terjadi kekacauan di bandara. Dalam kepani

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2

    Enam tahun kemudian, di stasiun kereta api Kota Jawhar. Naomi yang membawa 3 putra kembarnya keluar dari stasiun kereta api langsung menarik perhatian semua orang. Naomi sendiri berpenampilan sederhana, tetapi luar biasa cantik meski tidak berdandan. Gerak-geriknya mampu membuat orang-orang terpana. Sementara itu, anak-anaknya juga terlihat sangat menggemaskan. Mereka memakai masker sehingga hanya menunjukkan mata besar yang sangat jernih dan bulu mata yang panjang. Namun, semua itu sudah cukup untuk meluluhkan hati semua orang.Naomi mengabaikan tatapan orang-orang. Dia berdiri di depan gerbang stasiun kereta api sambil menatap lingkungan di sekitar yang terasa familier nan asing dengan perasaan campur aduk.Dulu, Naomi langsung diceraikan tanpa mendapatkan apa-apa karena Caden menuduhnya berselingkuh. Sebulan kemudian, dia dinyatakan hamil dan tuduhan Caden terbukti. Gosip-gosip yang timbul hampir mematahkan semangat hidupnya.Orang tua asuh Naomi merasa dia sangat memalukan dan sud

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 3

    Berhubung tidak sempat menghentikan Hayden, Braden pun memapah Jayden untuk berdiri sambil bertanya dengan penuh kasih sayang, “Jayden, mana yang sakit?”“Bagian sini ... sama sini,” jawab Jayden dengan terisak sambil menunjuk bokong dan kakinya.Begitu mengangkat celana Jayden, Braden langsung tercengang. Sebab, ada memar besar yang menghiasi kaki mulus Jayden. Braden langsung mengepalkan tangannya dan merasa sangat marah. Dia awalnya tidak berharap Hayden menimbulkan masalah. Sekarang, dia justru mendukung Hayden memberi pelajaran pada orang itu. Apa orang itu mengira Jayden bisa ditindas dengan seenaknya?“Nggak apa-apa. Jayden, Kakak bantu tiup, ya. Habis ditiup, lukanya nggak akan sakit lagi,” hibur Braden.Jayden mengangguk dan menjawab dengan tampang sedih, “Emm.”Di sisi lain, Hayden sudah mengejar Jessica sampai ke luar stasiun kereta api. Begitu melihat Jessica hendak naik ke mobil, dia segera mengadang di hadapan Jessica dan bertanya dengan tampang garang, “Woi, Jelek! Beran

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 4

    Pada saat yang sama, Hayden sudah berkumpul kembali dengan Naomi.Naomi tidak tahu masalah besar apa yang sudah ditimbulkan Hayden. Saat melihat Hayden berlari kembali, dia bertanya dengan khawatir, “Hayden, kamu ke mana saja? Mama sudah cari kamu dari tadi.”Melihat sikap ibunya, Hayden tahu bahwa ibunya yang polos itu pasti belum tahu apa yang sudah terjadi. Dia pun menjawab sambil tersenyum, “Mama, nggak usah khawatir. Karena baru pertama kali datang, aku pun penasaran, jadi aku jalan-jalan ke sekeliling. Tempat ini ramai banget, ya!”“Tentu saja! Ini adalah salah satu kota terbesar di negara ini! Jadi, kamu nggak boleh keluyuran, ya! Kalau kamu diculik orang, bagaimana dengan Mama, Braden, dan Jayden?”Hayden memukul dadanya sembari menjawab, “Mama, nggak usah khawatir. Kalau ada penculik yang ingin menangkapku, seharusnya Mama khawatir sama penculiknya. Siapa suruh mamaku melahirkan anak sepintar aku. Mana mungkin aku bisa diculik?”“Kamu memang paling jago melawan!” tegur Naomi.

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 5

    Saat melihat Naomi, ada kilatan aneh yang juga melintasi mata Caden. Dia bereaksi seperti itu bukan karena Naomi sangat cantik, melainkan merasa Naomi lumayan familier .... Caden merasa seperti pernah bertemu dengan Naomi sebelumnya. Namun, setelah mengamati Naomi dengan saksama, dia tetap tidak ingat di mana mereka pernah bertemu. Setelah itu, dia pun berjalan ke depan meja rapat dan duduk dengan ekspresi dingin.Saat melihat tatapan membunuh Naomi, Caden mau tak mau mengerutkan keningnya. Putra Naomi sudah merusak mobilnya, tetapi Naomi bukannya meminta maaf, malah menatapnya dengan tatapan seperti sedang memelototi musuh. Meskipun berperawakan kecil, Naomi benar-benar bernyali seperti putranya.“Kenapa kamu suruh anakmu merusak mobilku?” tanya Caden. Dia langsung menyalahkan Naomi atas perbuatan Hayden.Naomi masih mengepalkan tangannya dan memelototi Caden. Berhubung terlalu emosi, seluruh tubuhnya pun gemetar. Begitu mendengar ucapan Caden, dia merasa agak bingung. Apa pria itu t

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 6

    Sangat jelas bahwa Caden telah menyalahartikan maksud Naomi. Dia merasa Naomi sedang merayunya di depan umum. Dia pun memaki, “Dasar nggak tahu malu!”Naomi membelalak dan tahu bahwa Caden telah salah paham. Dia buru-buru menjelaskan, “Kamu salah paham. Aku cuma mau lihat ....” (Apa ada bekas gigitan di bahumu atau nggak!)Setelah pingsan dulu, Naomi sempat tersadar lagi karena kesakitan. Jadi, dia pun menggigit bahu pria itu dengan kuat. Dengan kekuatan seperti itu, gigitannya pasti akan meninggalkan bekas di kulit orang normal. Apabila ada bekas gigitan di bahu Caden, dia sudah bisa membuktikan bahwa Caden adalah pria bajingan itu. Namun, sebelum Naomi menyelesaikan kalimatnya, ponsel Caden tiba-tiba berdering. Dia pun mengangkat teleponnya dan bertanya, “Ada apa?”Entah apa yang dikatakan orang di ujung telepon sehingga membuat ekspresi Caden berubah drastis. Kemudian, terdengar Caden menjawab, “Aku akan segera pulang.”Setelah memutuskan sambungan telepon, Caden langsung pergi den

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 7

    “Rayden ....”“Kamu keluar saja. Aku mau tenangkan diri.”Caden merasa tidak berdaya dan hanya bisa meninggalkan Rayden untuk sementara. Begitu keluar dari kamar, ekspresinya langsung berubah. Baru saja dia hendak pergi ke rumah Jessica, Jessica yang berlinang air mata tiba-tiba muncul di ruang tamu lantai 1.Begitu melihat Caden keluar dari kamar Rayden, Jessica buru-buru menghampirinya dan bertanya dengan penuh perhatian, “Caden, bagaimana keadaan Rayden?”Ekspresi Caden sangat dingin, tetapi dia tidak langsung meluapkan emosinya. Bagaimanapun juga, Jessica adalah penyelamat Rayden. Dulu, Jessica yang menemukan Rayden di depan pintu sehingga berhasil menyelamatkan nyawanya. Caden pernah curiga apakah benar ada kejadian yang begitu kebetulan? Dia sempat berpikir mungkin saja demi mendekatinya, Jessica menyembunyikan ibu kandung Rayden, lalu sengaja meletakkan Rayden yang baru lahir di depan pintunya dan berpura-pura menyelamatkan Rayden agar dia merasa berterima kasih pada Jessica. D

Latest chapter

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1480

    Waktu itu, Dinala juga berada di tempat. Saking syoknya, wajahnya pun memucat. Ketika dia maju hendak melindungi Steven, sekujur tubuhnya gemetar. Dinala menutupi bagian luka Steven untuk menghentikan aliran darah. Darah pun mengalir dari celah jari tangan Dinala.Steven tidak ingin membuat Caden khawatir. Jadi, dia pun tidak memberi tahu Caden. Namun, pengawal merasa tidak tenang. Hari ini dia pun memberi tahu masalah itu kepada Caden.Mengenai mata-mata yang diutus orang misterius, tentu saja nasib mereka juga tidak berakhir bagus. Inilah hasil dari perbuatan yang mereka lakukan. Berhubung mereka berani menjadi monster, mereka pun mesti memiliki keberanian untuk menanggung akibatnya.Steven tidak lapor polisi, melainkan langsung membuang mereka ke rumah sakit jiwa. Dia juga berpesan kepada dokter, menyuruh dokter untuk lebih “menjaga” mereka. Jika diperlukan, disetrum dan dipukul saja.Dengan adanya tusukan itu, sementara waktu ini, Steven tidak bisa meninggalkan Kota Amari. Kebetul

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1479

    Setelah mereka pergi, Caden menemani Baby sembari memikirkan cara untuk menenangkan Naomi.Menjelang siang, Naomi pun bangun. Saat ini, Caden sedang menemani Baby main di ruang tamu. Naomi menuruni tangga, lalu bertanya, “Kenapa cuma kalian berdua di rumah? Di mana yang lain?”Caden menatapnya dengan tatapan lembut. “Papa dan Mama keluar untuk belanja sayuran. Rayden ada di ruang baca lantai atas. Braden dan Hayden pergi bersama Kakek Bungsu. Apa kamu sudah lapar? Papa sudah masak buat kamu. Aku pergi keluarkan dulu.”Naomi mencium putrinya, lalu bertanya, “Braden dan Hayden ikut Kakek ke mana?”Caden berlagak tenang. “Aku juga nggak tahu. Aku cuma tahu mungkin mereka akan keluar selama beberapa hari.”Naomi terbengong sejenak. “Keluar selama beberapa hari? Tapi, kamu nggak tahu mereka ke mana?”Caden berkata, “Kata Braden dan Hayden, suasana hati Kakek lagi nggak bagus, mereka ingin keluar untuk menemaninya selama beberapa hari. Aku nggak enak untuk menolak, jadi aku menyetujuinya.”N

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1478

    Satu-satunya permasalahan adalah ….“Kita mesti cari alasan yang bagus untuk membohongi Mama. Kalau sampai Mama tahu, dia pasti akan merasa nggak tenang.”Kening Caden berkerut. Dia tidak membalas.Braden berkata lagi, “Kamu nggak usah khawatir dengan keselamatan kami. Hayden, Putih, dan Master Bercodet sangat hebat. Ditambah lagi dengan kondisi lingkungan di dalam pegunungan, kalau orang misterius berani mengikuti kami, bisa jadi malah akan terjadi sesuatu sama dia.”Bagi Braden, Hayden, dan Putih, pegunungan itu mirip seperti Kota Karl orang misterius. Siapa yang berkuasa di wilayahnya, dialah yang menentukan! Kalau orang misterius itu masuk ke gunung, pasti dia yang akan dirugikan.“Selain itu, kalau kami yang pergi, nggak akan mudah menimbulkan kecurigaan dari orang misterius itu. Dia pasti nggak akan menyangka, kamu berani menyerahkan barang sepenting itu kepadaku dan Hayden. Dia hanya akan mengawasi dirimu, bukan kami. Jadi, aku dan Hayden adalah pilihan yang paling tepat.”Kenin

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1477

    Berhubung mereka tahu jelas tujuan Caden ke Kota Amari, saat ini Braden dan Rayden merasa sangat gugup!Kening Rayden berkerut. “Papa begitu cepat meninggalkan Kota Amari, apa dia sudah menemukan virus? Atau petunjuknya terputus?”Raut wajah Braden kelihatan serius. “Kita tanya dia.”Kedua abang beradik tidak pergi mengetuk pintu kamar, melainkan mengirim pesan untuk bertanya.[ Papa tiba-tiba ke Kota Haidi. Apa masalah di Kota Amari sudah diselesaikan? ]Caden yang berada di kamar lantai 3 kelihatan sangat lembut ketika melihat Naomi yang sedang tidur nyenyak. Saat membaca pesan dari putranya, Caden pun membalas.[ Nanti aku akan cari kalian untuk bahas detailnya. ]Braden membalas. [ Oke, Kakek dan Nenek bawa Hayden dan Baby keluar. Aku dan Rayden tunggu Papa di ruang baca lantai 2. ]Caden tidak membalas. Dia mencium kening istrinya, lalu pergi ke kamar mandi. Sekitar 10 menit kemudian, Caden berpakaian rapi pergi ke ruang baca lantai 2.Saat Braden dan Rayden melihatnya, mereka se

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1476

    Ketika melihat Caden, Naomi terbengong sejenak. “Suamiku?”Caden melihat Naomi telah membuka matanya. Dia pun membalas dengan suara serak, “Emm, apa aku sudah membangunkanmu?”Naomi seperti tidak sedang mendengar saja. Dia mengusap wajah Caden. “Kamu memang suamiku. Aku memimpikanmu lagi.”Sambil berbicara, Naomi mendekati bibir Caden untuk menciumnya. Kemudian, dia tersenyum, seolah-olah telah mendapat keuntungan saja.Selesai mencium, Naomi memejamkan matanya, lalu memasukkan Caden ke dalam pelukannya. “Kupeluk.”Jakun Caden tidak berhenti bergerak. Dia memeluk Naomi dengan patuh.Naomi mencari posisi yang nyaman di dalam pelukan Caden, lalu mulai ketiduran.Caden terdiam membisu. Dia mengira Naomi sudah sadar, ternyata dia sedang mimpi.Caden berusaha untuk bersabar lagi, tidak menggoda Naomi. Dia memeluk Naomi yang sudah memejamkan matanya, lalu tidur bersamanya.Keesokan paginya.Setelah Naomi bangun, belum sempat dia meregangkan tubuhnya, dia pun menyadari ada yang aneh. Ada sese

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1475

    Yang Caden pedulikan, yang sangat Caden pedulikan ….Orang yang sangat dipedulikan Caden sangatlah sedikit. Selain Naomi dan anak-anak yang muncul belakangan, orang tuanya yang sudah meninggal dini, Steven, dan Andrew, masih ada dia!Dylan, cuma dia saja!Namun sepertinya ada yang aneh. Dirinya mencurigai Dylan adalah orang misterius. Tidak mungkin dia menggunakan dirinya sendiri untuk mengancam Caden!Namun, siapa lagi kalau bukan dia?Caden tidak kepikiran lagi!Pada saat ini, kepala Caden berdengung. Dia tidak bisa berpikir dengan kepala dingin. Ketika melihat video yang ditinggalkan orang tuanya, Caden pun merasa kesal dan marah! Ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, membuatnya merasa sangat tidak nyaman!Pada saat ini, Caden semakin kesal lagi dengan adanya telepon dari orang misterius!Rasa benci Caden terhadap orang misterius sudah memuncak. Dia ingin sekali langsung pergi ke hadapan orang misterius, lalu bertarung dengannya! Namun ketika kepikiran dengan akhirnya, Cade

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1474

    Menyuruh Steven mengatasi masalah ini juga demi melindungi mereka.Steven memahami maksud Caden. Dia pun mengangguk. “Kamu pergi dengan tenang. Serahkan masalah di sini kepadaku!”Selesai membereskan barang, Caden mengenakan jaketnya, lalu berkata dengan raut dingin, “Setelah aku pergi, kamu langsung atur pengawal untuk beraksi. Berapa pun bukan masalah. Habisi mereka semua!”“Emm! Jaga dirimu!”Baru saja Caden pergi, Steven pun menerima panggilan dari pengawal. “Kak Steven, sudah terjadi sesuatu dengan Dinala. Seorang pria yang bernama Lojel mengancamnya dengan menggunakan adiknya. Sekarang dia sedang diinterogasi.”Kening Steven berkerut. “Apa Dinala terluka?”“Dia diculik oleh komplotan Lojel.”Amarah Steven meluap. “Bagaimana kalian mengawasinya?”Pengawal merasa tidak berdaya. “Lojel adalah temannya Dinala. Dia langsung pergi ke rumah Dinala. Kita juga nggak berhasil mewaspadainya, juga nggak berani bertindak gegabah.”Kening Steven berkerut. “Sekarang aku ke sana. Kalian cari kes

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1473

    “Kak Caden, aku curiga ada pengkhianat dalam tim penjemputan! Pengkhianat itu diam-diam menghubungi Paman Darman dan juga Bibi Wanda, sedangkan Paman Darman dan Bibi Wanda nggak tahu mereka adalah pengkhianat. Mereka bertemu secara diam-diam, lalu memberikan virus palsu kepada mereka.”“Sementara, pengkhianat itu nggak tahu kalau virus itu palsu. Setelah mendapatkannya, mereka segera mengutus orang untuk membunuh Paman Darman dan Bibi Wanda! Saat menyadari virus itu palsu, Paman Darman dan Bibi Wanda sudah meninggal. Mereka sama sekali nggak bisa mencari tahu keberadaan virus asli. Jadi, mereka hanya bisa memfokuskan perhatian ke dirimu!”Steven mengepal erat tangannya sembari menganalisis dengan sangat gusar.Kening Caden berkerut. Raut wajahnya sangat muram. Sekeliling terasa dingin!Steven juga sudah mengerti. Dia juga semakin paham lagi. Tanpa perlu curiga lagi, kenyataan memang seperti itu!Tim yang ditugaskan untuk menjemput Darman dan Wanda saat itu tidak seperti yang dikatakan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1472

    “Karena aku dan mamamu khawatir ada pengkhianat. Nirman pernah mengingatkan kami untuk lebih berwaspada. Selain itu, kalau negara langsung mengambil tindakan, targetnya akan terlalu mencolok dan kemungkinan besar akan terdeteksi oleh Negara Amuriko.”“Jadi, kami berencana mencari seseorang yang dapat dipercaya untuk membawa virus ini kembali ke negara kita terlebih dahulu. Sementara itu, kami akan membawa virus versi palsu untuk diserahkan kepada tim penjemput. Inilah yang kumaksud.”Darman mengangkat sebuah kotak kecil dan menunjukkannya ke depan kamera. Kotak itu hampir identik dengan yang ditemukan Caden.Darman membuka kotak. Di dalamnya terdapat sebuah tabung. “Ini yang palsu. Kalau semuanya berjalan lancar, setelah kami kembali dari luar negeri, aku akan segera kembali untuk mengambil yang asli dari Kota Amari, lalu menyerahkannya kepada negara.”“Kalau sampai aku dan mamamu mati, virus asli juga nggak akan jatuh ke tangan orang jahat! Caden, ingat, kalau terjadi sesuatu dengan a

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status