Share

Bab 4

Author: Shana
Mendengar Kaisar akan segera menemuinya, Nabila pun menyuruh Sifa untuk menyanggul rambutnya kembali. Tapi tangan Sifa sedikit gemetaran, sepertinya dia merasa takut pada Kaisar yang akan segera datang.

Tangan Sifa bergetar, jadi dia tidak bisa menghindari kesalahan.

Saat Sifa mengambil beberapa helai rambut yang hendak disanggul untuk ketiga kalinya, Nabila mulai tidak sabar dan berkata dengan nada bicara dingin.

"Pergilah, biar aku sendiri yang melakukannya." Nabila ahli dalam teknik penyamaran, menata rambut adalah keahlian yang perlu dia kuasai.

Dia mampu merapikan sanggulnya dalam waktu yang cukup cepat. Sifa yang melihatnya pun terkejut karena merasa kagum.

"Ratu terampil sekali ya!"

Tapi saat mereka sedang bersiap menyambut Kaisar, pelayan istana yang menunggu di luar kembali memberi kabar.

"Ratu, Selir Utama sedang sakit kepala. Saat ini Kaisar sedang dalam perjalanan menuju Paviliun Dharma Senja."

Sifa yang mendengarnya pun membuka mulutnya lebar-lebar, dia tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar.

Selir Utama pasti berpura-pura sakit, mana mungkin dia bisa sakit kepala di saat seperti ini. Ini pasti bukan sebuah kebetulan.

Pasti dia tahu Kaisar telah pulang ke istana, makanya dia melakukan itu.

Saat mendengar pelayan istana itu menyebut nama Selir Utama, Nabila langsung teringat dengan Nadine.

Nadine sudah disiksa dengan kejam sampai hal itu membuatnya memilih untuk bunuh diri. Dia pasti akan membalaskan dendam untuk adiknya!

Tapi sebelum membalas dendam, Nabila harus mengenali musuhnya dengan baik terlebih dulu.

Kaisar sangat mencintai Cindy, pasti ada banyak pelayan dan pengawal yang khusus ditugaskan untuk menjaganya.

Nabila tidak boleh bertindak gegabah.

...

Istana Giok.

Ibu Suri memutar tasbih di tangannya, amarahnya belum juga mereda.

Dia memarahi pelayan-pelayannya.

"Di upacara pernikahan yang sakral ini, kenapa Kaisar malah menyuruh Pangeran Rio untuk menggantikannya? Apa tidak ada seorang pun di antara kalian yang mengingatkannya?"

Para pelayan yang berdiri di depannya hanya bisa menundukkan kepala.

"Kami tidak tahu apa-apa."

Kaisar mengambil tindakan sendiri, ini tidak ada hubungannya dengan Ibu Suri.

Tapi orang-orang akan menganggap bahwa dirinya tidak bisa mengajari putranya dengan baik.

Ibu Suri terlihat sedih, seolah menyimpan banyak kesulitan.

"Meskipun aku bukan ibu kandungnya, aku telah membesarkannya dengan sepenuh hati. Tapi kenapa sekarang malah menjadi musuh?"

Para pelayan istana yang mengetahuinya pun mendukung Ibu Suri dan menganggap bahwa Kaisar adalah anak durhaka.

Yang memperpanas suasana adalah ketika ada pelayan yang melapor ke Ibu Suri.

"Ibu Suri, Kaisar sudah kembali ke istana. Tapi dia malah pergi ke Paviliun Dharma Senja."

"Lancang sekali!" Ibu Suri marah dan menggebrak meja teh dengan kuat.

Cindy si jalang itu berani membuat masalah di hari pernikahan ini, dia sudah sangat dimanja dan menjadi selir yang tidak tahu diri!

Apa Nadine dari Keluarga Feno itu hanya diam saja? Apa dia mau membiarkan Cindy menginjak harga dirinya begitu saja?

Awalnya, dia mengira kalau Nadine akan melawan Cindy, tapi ternyata gadis itu tidak bisa melakukan apa-apa.

Tidak hanya Ibu Suri yang berpikir demikian, selir-selir lainnya juga mempunyai pemikiran yang sama.

Beberapa selir yang mempunyai hubungan baik pun berkumpul dan mulai berdiskusi.

"Kaisar bahkan tidak mau menghabiskan malam pertamanya dengan Ratu, sudah pasti dia akan jadi mainan baru Selir Utama!"

Seorang selir berpakaian hijau bersimpati pada Nabila. Dia berkata, "Kehidupan ratu juga tidak menyenangkan. Dona, besok siapkan kipas giok besok, aku akan memberikannya kepada Ratu."

"Baik."

Salah satu selir menghela napas dan berkata, "Selir Utama begitu mirip dengan Selir Kehormatan, pantas saja Kaisar begitu menyukainya. Kalau ratu cukup cerdik, dia pasti akan menuruti omongan Kaisar dan tidak membuat masalah."

Setelah selir itu selesai berbicara, tiba-tiba seorang pelayan istana datang dan memberi kabar.

"Para selir sekalian, Ratu pergi ke Paviliun Dharma Senja!"

Para selir pun saling berpandangan dan menggelengkan kepala.

"Ratu sudah melakukan hal yang tidak pantas!"

"Ratu sudah melakukan kesalahan besar! Kalau begini, Kaisar pasti akan benci kepadanya!"

"Ini namanya cari masalah, Kaisar begitu mencintai Selir Utama, Ratu tidak seharusnya melakukan hal ini!"

Para selir mengharapkan seorang ratu yang cakap, seperti ratu-ratu sebelumnya dari Keluarga Feno yang mampu menjaga keharmonisan istana harem. Dengan begitu, para selir bisa bekerja sama melayani Kaisar dengan baik dan menghindari persaingan tidak sehat.

Tapi sepertinya Ratu yang baru ini tidak bisa diharapkan.

Padahal Cindy belum mengeluarkan "jurus pemungkasnya," tapi Ratu sama sekali tidak bisa melawan.

Bagian luar Paviliun Dharma Senja.

Nabila mengenakan gaun pengantin dengan mahkota phoenix di kepalanya yang melambangkan status sosialnya sebagai bangsawan.

Seorang Ratu yang diganggu oleh Selir Utama di malam pertamanya pasti akan diremehkan dan dipandang sebelah mata oleh pelayan istana.

Diabaikan oleh Kaisar saat malam pertama saja sudah sangat memalukan, ditambah lagi Kaisar malah pergi ke kamar selir!

Para penjaga yang berjaga di luar Paviliun Dharma Senja mengira bahwa Nabila akan meminta Kaisar untuk menginap di kamarnya. Sebelum Nabila mulai bicara, salah satu penjaga itu memutuskan untuk angkat bicara.

"Ratu, Kaisar sudah memerintahkan tabib istana untuk memeriksa keadaan Selir Utama, tidak ada seorang pun yang boleh masuk. Maaf, kami hanya menjalankan perintah."

Pada saat ini, pelayan wanita yang ditugaskan untuk melayani Nabila juga mencoba mengingatkan.

"Ratu, sudahlah, ini tidak ada gunanya. Selir Utama adalah penguasa istana harem. Hamba rasa Anda tidak bisa bertemu dengan Kaisar di saat seperti ini."

Di bawah sinar bulan, hiasan bunga di mahkota yang dikenakan Nabila terlihat sangat menawan. Sinar di ujung matanya terlihat meredup.

Dia lantas balik bertanya dengan tenang.

"Siapa bilang aku datang ke sini untuk menemui Kaisar?"

Semua orang terdiam.

Kalau begitu, apa tujuannya datang kemari?

Apa dia mau melihat pemandangan? Apa dia mau Kaisar bermesraan dengan Selir Utama?

Nabila memberi isyarat pada Sifa. Pelayan itu lantas memberikan sebuah kotak kayu pada penjaga paviliun.

"Aku dengar Selir Utama menderita sakit kepala, aku mendapatkan obat ini dari saudaraku yang tinggal di perbatasan. Keampuhan obat ini tidak diragukan lagi, Selir Utama bisa mencobanya."

Para pelayan dan penjaga istana pun saling berpandangan.

Kedatangan Ratu kemari hanya untuk mengantarkan obat pada Selir Utama?

Tidak mungkin ratu bisa bersikap sebaik itu! Dia pasti hanya berpura-pura baik!

Penjaga itu merasa sedikit ragu, dia pun masuk ke paviliun untuk menunggu perintah.

Tidak lama kemudian, seorang tabib istana pun keluar dan menerima obat itu. Dia melihat dengan cermat dan memuji obat itu seolah dirinya sedang memegang harta karun.

"Ini obat langka yang sangat berharga!"

Setelah tabib itu masuk, tidak lama kemudian seorang kasim keluar dan mengucapkan terima kasih pada Nabila dengan penuh hormat.

"Ratu, Selir Utama sudah meminum obat dan sudah merasa baikan. Kaisar sangat berterima kasih dan menyuruh Anda untuk bersiap menyambutnya di kamar pengantin."

Kasim itu mengira Nabila akan merasa sangat senang setelah mendengar kabar itu.

Tapi ternyata Nabila sama sekali tidak merasa senang.

Nabila yakin kalau Kaisar pasti berwajah jelek.

Kaisar menyuruhnya menunggu di kamar pengantin? Sepertinya itu hanya imbalan baginya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (32)
goodnovel comment avatar
Nova Silvia
chayo aku dukungbkamu buat balas dendam
goodnovel comment avatar
Siti M
makin seru nihh
goodnovel comment avatar
elvi nora
saya tertarik utk mwmbaca kyk nya seru ceritanya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 5

    Sesampai di kamar pengantin, ibu inang yang sedari tadi selalu berwajah murung itu memerintahkan para pelayan menyiapkan air mandi untuk ratu.Dia mendorong Sifa dan tersenyum pada Nabila."Ratu, selama bertahun-tahun, Kaisar tidak pernah menghabiskan malam dengan selir lain kecuali Selir Utama, Anda jadi perempuan pertama yang dipilih olehnya."Sifa berdiri di samping sambil menatap ibu inang itu dengan bingung.Dia belum pernah melihat pelayan tua itu melayaninya dengan penuh perhatian. Di istana ini memang berlaku hukum rimba, yang kuat akan dipuja, yang lemah akan ditindas.Ternyata kedudukan perempuan di istana harem tergantung perlakuan Kaisar. Seorang perempuan tidak akan dihormati jika Kaisar tidak mencintainya, meski perempuan itu adalah seorang Ratu.Ibu inang berbicara banyak hal pada Nabila, tapi gadis itu sama sekali tidak menggubrisnya.Dia memberi perintah dengan nada bicara dingin. "Kalian semua boleh pergi, biar Sifa saja yang melayaniku di aula dalam."...Setelah mem

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 6

    Sifa yang mendengar keributan pun langsung bergegas menuju aula dalam."Ratu, apa yang ter ...."Sebelum Sifa menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba dia mendengar kata "Pergi!" yang berasal dari dalam kelambu tempat tidur Nabila.Suara laki-laki!Sifa merasa ketakutan, dia pun ingin meminta bantuan.Tiba-tiba, seorang kasim datang dan segera menahannya, lalu berkata dengan marah."Dasar bodoh! Dia itu Yang Mulia!"Sifa tercengang.Yang Mulia?! Kaisar tiran yang sudah membunuh banyak orang itu?Ini sudah sangat malam, kenapa tiba-tiba dia datang?!Di dalam kelambu.Telapak tangan besar Kaisar itu menekan satu pundak Nabila, sementara tangannya yang satu lagi mencengkeram pergelangan tangan Nabila yang memegang belati. Dia menindih tubuh Nabila, seperti singa yang siap menerkam mangsanya.Nabila bisa saja melawan, tapi setelah tahu siapa laki-laki itu, dia pun mengurungkan niatnya.Dia tidak bisa melihat wajah laki-laki itu karena gelap.Tapi aura membunuh yang terpancar dari laki-laki it

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 7

    Malam ini ditakdirkan untuk menjadi bencana, Nabila sudah menebaknya.Sejujurnya daripada harus menyerahkan kesuciannya pada Kaisar, tidak ada salahnya kalau Nabila harus melukai dirinya sendiri.Setidaknya dia tidak harus terus ditindih oleh Kaisar.Nabila merobek bagian bawah piamanya dan menjadikannya sapu tangan untuk dijadikan alas yang biasa digunakan pengantin baru untuk membuktikan bahwa dirinya masih perawan.Dia lantas mengangkat bagian bawah piamanya dengan satu tangan, satu tangannya memegang belati dengan posisi terbalik.Nabila sudah memutuskan untuk melakukannya, dia tidak bisa menolaknya.Dia berusaha menghibur dirinya sendiri, anggap saja ini luka biasa.Dari kecil sampai sekarang, dia sudah sering mendapat luka saat berlatih bela diri, 'kan?Setelah itu, dia dengan sekuat tenaga ....Pada saat ini, sebuah kekuatan besar menahan pergelangan tangannya.Nabila mengerutkan alisnya.Yohan kembali merampas belati itu. Kali ini dia berkata dengan nada bicara yang lebih tajam

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 8

    Nabila sama sekali tidak terlihat seperti istri yang sedih karena dicampakkan suaminya. Dia mengenakan pakaian ratu yang mewah, seperti burung phoenix yang turun ke dunia.Tatapannya terlihat cuek dan datar, memancarkan sifat yang tidak mudah didekati seperti batu giok.Warna kulitnya tidak putih pucat seperti standar ratu kerajaan, kulitnya terlihat kemerahan dan kencang.Wajahnya berwibawa dan memancarkan aura bangsawan yang kuat, dia terlihat cantik dan dingin seperti putri es.Para pelayan istana sudah terbiasa melihat selir yang mempunyai sedikit kemiripan dengan Selir Kehormatan. Mereka merasa takjub saat melihat kecantikan Nabila.Putri bangswan yang tercantik memang tidak bisa disamakan dengan wanita biasa.Sejak terjun di dunia persilatan, menyamar dan berpura-pura sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh Nabila.Kecantikan menjadi masalah baginya, terutama di kamp militer.Istri gurunya mengatakan bahwa Nabila sudah menyia-nyiakan kecantikannya. Dia tidak tega melihat waja

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 9

    Rio merasa sedikit kesal dan mencoba menasihatinya."Apa yang Kaisar lakukan terhadap Ratu itu kejam."Yohan sudah pergi, hanya punggungnya yang terlihat. Meski demikian, wibawanya tetap terasa.Ujung pakaian Yohan tertiup angin, dia menuruni tangga dan melihat ke arah yang jauh. Dia dapat melihat pemandangan seluruh taman istana dan peternakan kuda, termasuk Ratu yang berhasil menaklukkan kuda.Nabila yang menunggangi kuda itu terlihat seperti gadis dalam ingatannya....Karena masih merasa syok, Ibu Suri kembali ke Istana Giok terlebih dulu.Sementara Nabila kembali ke istananya sendiri, Istana Rubi.Menurut aturan kerajaan, para selir harus memberi hormat pada Ratu.Tapi selir yang datang untuk memberi hormat pada Nabila hanya sedikit. Kebanyakan dari mereka mengeluh sakit atau sedang mempunyai urusan lain.Nabila juga tidak mau berbasa-basi dengan mereka. Setelah menyapa sebentar, dia lantas menyuruh mereka untuk pergi.Beberapa saat kemudian, seorang pelayan datang untuk menyampai

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 10

    Sepertinya dia baru saja keluar dari Istana Giok. Saat berpapasan dengan Ratu, dia langsung memberi hormat."Salam hormat, Kakak Ipar!"Rio memanggil Nabila dengan sebutan Kakak Ipar, bukan Ratu. Sepertinya dia cukup akrab dengan Kaisar.Sifa tercengang saat melihat Rio.Pangeran Rio tampan sekali! Kulitnya putih, sikapnya sopan dan elegan! Sifatnya ini jauh lebih baik dari si Kaisar Tiran yang tidak berperasaan itu!Andai saja Nabila menikah dengannya ....Saat memikirkan hal itu, Sifa langsung menghentikan pemikiran konyolnya.Aturan istana sangat ketat, tidak seperti di kamp militer di mana dirinya bisa berbicara bebas dengan laki-laki.Saat Nabila hendak pergi, Rio kembali berbicara."Saat menyaksikan eksekusi kemarin, apa Ratu merasa terkejut?"Nabila terlihat fokus, dia lantas menjawab dengan cuek. "Tidak.""Kebetulan aku melihat langsung saat kakak Ipar berhasil menaklukkan kuda itu, Kakak Ipar memang hebat! Sebenarnya Kaisar menyukai wanita yang bisa menaklukkan kuda. Bisa jadi

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 11

    Saat Kaisar mengangkat tubuh Nabila dengan paksa, percikan air di dalam bak mandi itu menimbulkan riak.Nabila dengan refleks menutup bagian depan tubuhnya dengan kedua tangannya.Bagian belakang tubuhnya terlihat.Tanpa memikirkan apa-apa, tatapan Kaisar tertuju pada bagian belakang pinggang Nabila.Tidak ada bekas luka di pinggangnya.Pinggangnya terlihat bersih dan kencang.Yohan mengerutkan alisnya, tatapannya terlihat dingin dalam waktu yang lama.Telapak tangan Nabila terasa panas, dahinya sedikit berkeringat.Baru saja dia mengalihkan kekuatannya untuk melenyapkan bekas lukanya dengan sangat cepat.Namun karena dia melakukannya dengan sangat cepat, tenaga dalamnya banyak terkuras.Saat ini dia sangat lemah.Kaisar Tiran itu tidak lantas percaya begitu saja.Setelah itu, Kaisar memegang pinggang Nabila dari samping dengan telapak tangannya yang besar. Dia lantas menekan ujung ibu jarinya dengan keras ke arah belakang pinggang Nabila."Aarrgghh!!!" Nabila tidak bisa menahan teriak

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 12

    Ruang Kerja Istana.Kaisar yang sedang melakukan evaluasi itu menghentikan gerakannya, tatapannya terlihat dingin."Ratu menginginkan Cap Emas?"Kasim yang menyampaikan pesan itu terlihat gemetaran."Benar, Yang Mulia. Ratu menunggu di luar untuk meminta Cap Emas."Saat ini, Cap Emas itu berada di tangan Cindy.Bukankah Ratu sengaja mencari masalah?!Kasim itu ketakutan dan berkeringat dingin, dia takut Kaisar akan melampiaskan kemarahan padanya.Sesosok bayangan terlihat dari jendela di belakang takhta berukir naga.Cahaya terang dan gelap terlihat di wajah Kaisar, mata panjangnya yang sipit itu terlihat tajam dan berbahaya seperti mata elang."Katakan padanya, kalau dia terus merasa gelisah, aku akan membuangnya.""Hamba mengerti!"....Di luar Ruang Kerja Istana.Tatapan Nabila terlihat tenang, ekspresinya datar, dia terlihat seperti tidak peduli dengan urusan dunia.Kasim itu menyampaikan pesan kasar dan mencoba membujuk Nabila."Ratu, sebaiknya anda kembali ke Istana Rubi saja.""

Latest chapter

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1150

    Di dalam sebuah rumah besar di luar istana.Di sinilah Nadine bertemu dengan kakak yang dia rindukan.Dia sangat terkejut. Begitu ingin memeluknya, sekilas dia melihat perut Nabila yang membuncit."Kak, kamu ini ...."Nadine memikirkan sesuatu, tetapi merasa tidak mungkin.Nabila mengangguk dengan sorot mata lembut."Aku hamil."Nadine melongo dengan tidak percaya, "Benarkah!?"Ini kabar gembira!Kedua saudari itu duduk. Mereka sudah lama tidak bertemu dan banyak hal yang ingin mereka bicarakan.Ruangan sebelah.Yohan dan Lukas tinggal bersama.Raut wajah Lukas tidak sebaik sebelumnya, dengan kantong mata hitam dan kesedihannya terlihat jelas.Yohan bertanya tanpa memahami apa pun."Bagaimana rasanya menjadi suami permaisuri?"Lukas menunduk, mencela dirinya sendiri dengan sedih."Aku tidak berbakat dan tidak bisa kompeten."Yohan mengerutkan kening.Mengapa dia terlihat sangat sedih?Mungkinkah Nadine menyukai pria baru dan tidak menyukai dirinya lagi, juga memiliki pria kesayangan?L

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1149

    Nadine terlihat sedih.Dua orang di hadapannya ini adalah ibu dan suaminya.Tidak satu pun dari mereka memercayainya."Sebagai seorang penguasa, kalau bekerja keras untuk mengatur pemerintahan, apa artinya sakit kepala?""Saat Bibi menjadi kepala negara, dia terluka berkali-kali dan nyaris kehilangan nyawanya beberapa kali, tapi dia tidak menyerah begitu saja. Kenapa kalian ingin aku menyerah?""Aku tahu kakak dan yang lainnya sudah mengatur pengganti, tapi aku bisa melakukan lebih baik daripada pengganti. Untuk apa mengambil risiko?""Kalian tidak tahu kakak begitu jauh dan tidak tahu seberapa besar bahaya yang dihadapi Kerajaan Puanin saat ini.""Kerajaan Sahara dan Kerajaan Suari telah mengutus begitu banyak mata-mata ke sini. Istana telah disusupi oleh mereka dan mereka telah mengerahkan puluhan ribu pasukan yang menunggu untuk menyerang Kerajaan Puanin. Yang disebut waktu adalah karena identitasku sebagai pemimpin kerajaan.""Begitu mereka tahu aku palsu dan bukan Ratu Negara Naki

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1148

    Pada awal Mei, hawa dingin telah mereda.Nabila dan Yohan memulai perjalanan ke barat dengan santai dan mengunjungi berbagai negara kota di sepanjang jalan.Evan memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Verto untuk membantu menangkap Jacob yang melarikan diri dan membasmi Sekte Manusia Obat....Kerajaan Puanin.Nadine telah menerima surat dari kakak yang mengatakan dia telah mengirimkan pengganti.Akan tetapi, Nadine tidak bisa tenang kalau menyerahkan urusan negara Kerajaan Puanin kepada penggantinya dan masih tetap menjadi pemimpin kerajaan.Pertama, dia takut pengganti akan terungkap dan menimbulkan masalah. Kedua, dia secara bertahap mulai terbiasa dengan urusan Kerajaan Puanin. Karena dirinya adalah keturunan keluarga Kerajaan Puanin, dia harus memikul tanggung jawab dan melakukan sesuatu untuk negara ini.Lukas terus membujuknya, berharap Nadine akan kembali ke Negara Naki bersamanya tanpa tidak berani mengatakan yang sebenarnya, yakni takut penyakit lamanya akan kambuh.Hari ini sete

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1147

    "Tuan Muda Rega, tolong tunggu sebentar lagi. Mi akan segera siap!"Sifa menikmatinya, tetapi dia tidak tahu semua usahanya ini menjadi beban bagi Rega.Tidak lama kemudian, mi sudah siap.Sifa meletakkan mi di atas meja dan menatap Rega penuh harap."Tuan Muda Rega, semoga panjang umur seperti Tardin ... cuih! Apa yang kukatakan? Tuan Muda Rega berbeda dengan penjahat seperti Tardin."Rega tidak makan mi dan hanya bertanya pada Sifa."Apa kamu senang?"Sifa tertegun."Tentu saja aku senang. Orang-orang jahat mendapat balasannya. Terlebih lagi, tabib bilang hari ini matamu sudah membaik. Aku yakin kamu akan segera dapat melihat cahaya lagi ....""Sifa, tidak ada kemungkinan bagi kita berdua." Rega mengerucutkan bibir. Dia tidak menyangka akan mengatakan sampai mengatakan hal ini.Sifa tertegun sejenak, lalu tersenyum lega."Tuan Muda Rega, aku tahu kamu adalah kerabat Kaisar dan aku ....""Ini bukan tentang statusmu, Sifa. Aku jauh lebih tua darimu dan aku tidak mau menunda hidupmu."S

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1146

    Fiona selalu menyukai wanita. Kalau menyangkut pria, dialah yang mempermainkan mereka sesuka hati.Kini menghadapi sikap baik Pangeran Rio, dia merasa bingung harus berbuat apa.Pangeran Rio juga jelas menyukai pria ....Melihat reaksinya, Pangeran Rio buru-buru menjelaskan."Kita punya pengalaman yang sama, bukankah menyenangkan hidup bersama?""Kalau kamu pergi, aku harus menikah dengan orang lain. Tidak ada orang yang cocok sepertimu untukku.""Aku juga masih harus menyembunyikan diri dengan hati-hati, kenapa kita tidak terus begini saja?"Mendengar ucapannya, Fiona menghela napas lega."Jadi itu maksudmu."Dia mengira Pangeran Rio benar-benar memiliki niat jahat terhadapnya....Kejahatan Tardin diumumkan dan menimbulkan kegemparan besar.Sulit bagi orang-orang untuk percaya Tardin bisa hidup begitu lama."Orang ini pasti punya kemampuan untuk hidup selamanya. Kaisar takut padanya, jadi dia dipenggal.""Kasus manusia obat ini sangat rumit. Sebelumnya dikatakan pelaku sebenarnya ada

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1145

    Sorot mata Yohan berkilat."Seorang wanita bergandengan dengan suami untuk membawa perdamaian ke dunia. Suami permaisuri tetaplah suami."Setelah mendengar jawaban ini, akhirnya Pangeran Rio pun cemas.Dia segera menangkupkan tangan dan menasihati."Kaisar, kamu tidak boleh melakukan ini!"Sebagai raja suatu negara, bagaimana kamu bisa menjadi bawahan seorang wanita?"Kalau ada yang tahu, takutnya mereka akan mentertawakanmu!"Biasanya Pangeran Rio acuh tak acuh. Akan tetapi begitu menyangkut sesuatu yang dia pedulikan, dia menjadi sangat keras kepala.Yohan menghardik."Makanya kubilang akan lebih baik kalau hanya segelintir orang yang mengetahui masalah ini."Pangeran Rio diam-diam bergumam.Ternyata kaisar juga tahu artinya aib."Apa Yang Mulia Ratu juga setuju kamu menjadi suami permaisuri?"Yohan mengerutkan kening, "Mana mungkin dia tidak setuju? Mungkinkah dia bisa menikah dengan pria lain?"Pangeran Rio terperangah."Bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertanya apa Yang Mulia R

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1144

    Setelah diinterogasi oleh Pangeran Rio, bawahan Jacob mengaku dengan jujur."Ka ... kami yang melakukannya.""Tardin menginginkan darah Pangeran, jadi menyuruh Jacob menanganinya.""Tapi itu adalah Pangeran dan seni bela dirinya luar biasa, jadi Jacob menggunakan siasat untuk membuat mendiang kaisar curiga terhadap Pangeran Rufus sebelum memalsukan bukti pemberontakannya."Pangeran Rio sudah mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.Meski ayahnya difitnah, dia tetap setia kepada kaisar.Kalau kaisar ingin menterinya mati, dia harus mati.Sampai diasingkan, ayahnya tidak mengumpulkan pasukan untuk menyelamatkan diri.Dia juga berharap mendiang kaisar akan mengetahui bahwa dia tidak bersalah.Akan tetapi, pada akhirnya, tidak disangka Sekte Manusia Obat sangat ingin membunuhnya, sehingga mereka membunuhnya dalam perjalanan ke pengasingan.Kebenaran terungkap dan beban berat yang Pangeran Rio tanggung seolah telah terangkat. Akan tetapi bagaimanapun juga, orangnya telah tiada dan tidak dap

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1143

    Dunia mempermainkan manusia, ternyata Evan terlambat satu langkah. Setelah tiba di penjara, Tardin sudah meninggal.Melihat mayat Tardin, Evan meninju dinding dan berteriak.Dikatakan orang baik selalu hidup dalam usia pendek dan itu memang benar adanya.Orang seperti Tardin bisa hidup hingga usia lebih dari 200 tahun, sementara orang seperti Joka dibunuh bahkan sebelum bisa mencapai masa puncaknya.Memikirkan hal ini, kebencian mulai melanda diri Evan. Akan tetapi, dia tidak tahu harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa.Karena emosi yang berlebihan, Evan pingsan di bawah terik matahari begitu keluar dari penjara.Istana.Nabila tinggal di Istana Safir untuk sementara waktu.Dia hamil lebih dari tiga bulan dan perlahan mulai menunjukkan kehamilannya. Baru pada saat itulah dia merasakan kehamilan yang sebenarnya, memang ada seorang anak yang tumbuh di dalam.Tabib kekaisaran yang diatur oleh Yohan akan datang untuk memeriksa denyut nadinya setiap hari.Saat ini kondisi janinnya su

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1142

    Terakhir kali Tardin melihat Kaisar Taziar, dia sekarat di kasur."Tardin ... Dik, kamu tahu isi hatiku. Masih ada banyak urusan yang belum selesai, pemerintahan baru belum dibangun. Putra Mahkota masih muda ... Tardin, aku hanya benci kalau langit tidak berbelas kasihan dan tidak membiarkanku hidup beberapa tahun lagi. Tidak masalah kalau bisa hidup satu tahun lagi ... banjir di selatan, kelaparan di utara. Negara Naki dikelilingi oleh musuh, Kerajaan Jaming menindasku, ada pemberontakkan di dalam ... tapi Raja Neraka menginginkan nyawaku, a ... aku terpaksa menyerah. Dik, kuserahkan semua masalah negara di tanganmu. Kamu bantulah Putra Mahkota. Kamu adalah paman sekaligus ayah angkatnya. Dik, aku hanya percaya padamu."Kaisar Taziar dalam ingatannya sama persis dengan yang ada di depan.Tardin terisak pelan, punggungnya terlihat lemah."Kak! Aku sudah melakukan apa yang kamu minta! Kamu akan hidup selamanya dan Negara Naki ini akan makmur di bawah pemerintahanmu. Kelak kamu akan mend

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status