Share

Bab 9

Author: Shana
Rio merasa sedikit kesal dan mencoba menasihatinya.

"Apa yang Kaisar lakukan terhadap Ratu itu kejam."

Yohan sudah pergi, hanya punggungnya yang terlihat. Meski demikian, wibawanya tetap terasa.

Ujung pakaian Yohan tertiup angin, dia menuruni tangga dan melihat ke arah yang jauh. Dia dapat melihat pemandangan seluruh taman istana dan peternakan kuda, termasuk Ratu yang berhasil menaklukkan kuda.

Nabila yang menunggangi kuda itu terlihat seperti gadis dalam ingatannya.

...

Karena masih merasa syok, Ibu Suri kembali ke Istana Giok terlebih dulu.

Sementara Nabila kembali ke istananya sendiri, Istana Rubi.

Menurut aturan kerajaan, para selir harus memberi hormat pada Ratu.

Tapi selir yang datang untuk memberi hormat pada Nabila hanya sedikit. Kebanyakan dari mereka mengeluh sakit atau sedang mempunyai urusan lain.

Nabila juga tidak mau berbasa-basi dengan mereka. Setelah menyapa sebentar, dia lantas menyuruh mereka untuk pergi.

Beberapa saat kemudian, seorang pelayan datang untuk menyampaikan pesan dari Kaisar.

"Ratu, Kaisar sudah tahu kalau anda bisa menaklukkan kuda dan menyelamatkan Ibu Suri. Kaisar ingin memberikan sepasang giok untuk anda sebagai hadiah spesial. Selain itu Anda juga diperintahkan untuk menonton eksekusi pemenggalan kuda itu."

Sifa yang mendengarnya merasa sangat tertekan.

Bagaimana bisa Kaisar menyuruh seorang Ratu untuk menonton pemenggalan kuda?

Lagi pula, kuda itu sedang hamil.

Ternyata dia memang seorang Kaisar tiran yang tidak mempunyai perasaan!

Nabila tetap terlihat tenang, dia tidak terlihat sedih atau marah.

Pelayan istana yang menyampaikan pesan tersebut menjadi bingung.

Ratu yang satu ini benar-benar tahan banting.

Lihat saja nanti dia bisa bertahan berapa lama di istana ini!

Sore hari.

Arena pacuan kuda.

Pawang kuda sudah mengeluarkan kuda betina itu dari kandangnya untuk dieksekusi.

Para pawang kuda begitu menyayangi kuda-kuda yang mereka rawat, karena itu mereka memohon belas kasih pada Nabila.

"Ratu, apa Anda benar-benar akan memenggal kuda ini? Kuda ini adalah kuda terbaik yang pernah ikut berperang!"

Nabila memegang tali kendali kuda dan mengelus perut kuda itu dengan lembut.

Dia menatap kuda itu dengan tenang, mata keduanya saling bertatapan.

Setelah itu Nabila berkata dengan tenang.

"Penggal saja!"

Kuda itu pun dibawa ke tempat penjagalan. Algojo hanya perlu memotong tali panjang dan belati besar yang tergantung di atas akan terjatuh dan memenggal kepala kuda secara otomatis.

Nabila duduk di kursi pengawas yang berjarak beberapa meter.

Mata indahnya menatap jauh dengan dingin tanpa kelembutan sedikit pun. Tatapannya jauh lebih dingin dari algojo.

Namun saat belati besar itu nyaris jatuh, pergelangan pawang kuda istana yang bertugas untuk memegang tali kendali kuda itu tiba-tiba mati rasa.

Saat dia melonggarkan tali kendali kuda, kuda itu mengangkat kaki depannya dan berlari dengan sangat cepat.

Algojo dan para pengawal terkejut.

"Cepat hentikan kuda itu!"

Nabila melihat dari kejauhan dengan tenang, seolah dia tidak terlibat.

Sifa bisa melihat dengan jelas kalau Ratu sengaja melempar batu sebagai senjata tersembunyi untuk melemahkan pergelangan tangan pawang kuda istana, dengan begitu kuda betina malang itu punya kesempatan untuk kabur.

Setelah itu, Ratu menyerang para pengawal secara diam-diam dan sengaja membuat mereka seakan tersandung batu di lapangan.

Tentu saja mereka tidak sanggup mengejar kuda yang mampu berlari ribuan mil itu. Mereka hanya bisa melihat kuda itu berlari semakin jauh sampai menghilang ke hutan di dekat arena pacuan kuda tanpa bisa melakukan apa-apa.

Ruang kerja istana.

Bayangan dan cahaya tumpang tindih di sekitar laki-laki yang duduk di takhta berukir naga.

Tatapannya terlihat tegas dan dingin.

Bordiran naga emas di atas jubah yang dikenakan laki-laki itu memiliki cakar yang menakutkan dan tatapan yang tajam.

Namun tetap saja itu semua tidak sebanding dengan tatapan mengintimidasi laki-laki yang mengenakan jubah tersebut, membuat orang lain tidak berani menatapnya secara langsung.

Para pengawal berlutut di tanah.

"Yang Mulia, kuda itu kabur dari arena dan ... menghilang di hutan tanpa jejak."

Laki-laki yang duduk di takhta dengan ukiran naga itu tidak berbicara, tatapan dinginnya membuat para pelayan merasa seperti berjalan di atas es tipis.

Tidak lama kemudian, seorang pelayan kembali datang dan memberi laporan.

"Yang Mulia, Ratu menunggu di luar untuk meminta maaf!"

Akhirnya Kaisar angkat bicara.

"Ratu gagal menjalankan tugasnya, dia harus dihukum selama satu tahun. Sementara yang lain harus dicopot dari jabatannya."

Pelayan itu keluar untuk menyampaikan pesan pada Ratu, setelah itu kembali lagi untuk memberi laporan pada Kaisar.

"Yang Mulia, Ratu mengucapkan terima kasih atas kebaikan Anda."

Suasana di tempat itu tiba-tiba terasa menakutkan.

Kaisar yang semula duduk tiba-tiba berdiri.

Laki-laki bertubuh tinggi itu seperti jaring raksasa yang menutupi para pelayan di bawahnya. Mereka seakan tidak berani bernapas.

"Ratu, bagus sekali." Hati Kaisar sangat sulit dipahami.

Meski begitu, sebenarnya belum itu memang pertanda bagus.

Sementara itu di Istana Giok. Ibu Suri merasa kalau Ratu sudah mendapat perlakuan tidak adil.

"Ratu baru saja masuk istana, masih ada banyak hal yang harus diurus. Kaisar memberi hukuman padanya, bagaimana dia bisa menjalankan tugasnya!"

Bahkan seorang Ibu Suri tidak punya wewenang untuk menghentikan perintah Kaisar.

Paviliun Dharma Senja.

"Selir Utama, Ratu baru saja menikah, tapi hari ini Kaisar sudah memberinya hukuman!"

Cindy merasa senang, memang ini yang dia harapkan.

Kaisar memang selalu memperlakukan wanita yang tidak disukainya dengan kejam.

Keesokan harinya.

Saat dalam perjalanan menuju Istana Giok, Nabila bertemu dengan seorang pemuda berpakaian putih.

Dia langsung tahu kalau laki-laki itu adalah Rio, pangeran yang menggantikan Yohan saat upacara pernikahan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (24)
goodnovel comment avatar
Miranti azqa
penasaran dengan ceritanya
goodnovel comment avatar
Siti M
kenapa gak sama Rio aja?
goodnovel comment avatar
Licha Licha
memang cerdik
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 10

    Sepertinya dia baru saja keluar dari Istana Giok. Saat berpapasan dengan Ratu, dia langsung memberi hormat."Salam hormat, Kakak Ipar!"Rio memanggil Nabila dengan sebutan Kakak Ipar, bukan Ratu. Sepertinya dia cukup akrab dengan Kaisar.Sifa tercengang saat melihat Rio.Pangeran Rio tampan sekali! Kulitnya putih, sikapnya sopan dan elegan! Sifatnya ini jauh lebih baik dari si Kaisar Tiran yang tidak berperasaan itu!Andai saja Nabila menikah dengannya ....Saat memikirkan hal itu, Sifa langsung menghentikan pemikiran konyolnya.Aturan istana sangat ketat, tidak seperti di kamp militer di mana dirinya bisa berbicara bebas dengan laki-laki.Saat Nabila hendak pergi, Rio kembali berbicara."Saat menyaksikan eksekusi kemarin, apa Ratu merasa terkejut?"Nabila terlihat fokus, dia lantas menjawab dengan cuek. "Tidak.""Kebetulan aku melihat langsung saat kakak Ipar berhasil menaklukkan kuda itu, Kakak Ipar memang hebat! Sebenarnya Kaisar menyukai wanita yang bisa menaklukkan kuda. Bisa jadi

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 11

    Saat Kaisar mengangkat tubuh Nabila dengan paksa, percikan air di dalam bak mandi itu menimbulkan riak.Nabila dengan refleks menutup bagian depan tubuhnya dengan kedua tangannya.Bagian belakang tubuhnya terlihat.Tanpa memikirkan apa-apa, tatapan Kaisar tertuju pada bagian belakang pinggang Nabila.Tidak ada bekas luka di pinggangnya.Pinggangnya terlihat bersih dan kencang.Yohan mengerutkan alisnya, tatapannya terlihat dingin dalam waktu yang lama.Telapak tangan Nabila terasa panas, dahinya sedikit berkeringat.Baru saja dia mengalihkan kekuatannya untuk melenyapkan bekas lukanya dengan sangat cepat.Namun karena dia melakukannya dengan sangat cepat, tenaga dalamnya banyak terkuras.Saat ini dia sangat lemah.Kaisar Tiran itu tidak lantas percaya begitu saja.Setelah itu, Kaisar memegang pinggang Nabila dari samping dengan telapak tangannya yang besar. Dia lantas menekan ujung ibu jarinya dengan keras ke arah belakang pinggang Nabila."Aarrgghh!!!" Nabila tidak bisa menahan teriak

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 12

    Ruang Kerja Istana.Kaisar yang sedang melakukan evaluasi itu menghentikan gerakannya, tatapannya terlihat dingin."Ratu menginginkan Cap Emas?"Kasim yang menyampaikan pesan itu terlihat gemetaran."Benar, Yang Mulia. Ratu menunggu di luar untuk meminta Cap Emas."Saat ini, Cap Emas itu berada di tangan Cindy.Bukankah Ratu sengaja mencari masalah?!Kasim itu ketakutan dan berkeringat dingin, dia takut Kaisar akan melampiaskan kemarahan padanya.Sesosok bayangan terlihat dari jendela di belakang takhta berukir naga.Cahaya terang dan gelap terlihat di wajah Kaisar, mata panjangnya yang sipit itu terlihat tajam dan berbahaya seperti mata elang."Katakan padanya, kalau dia terus merasa gelisah, aku akan membuangnya.""Hamba mengerti!"....Di luar Ruang Kerja Istana.Tatapan Nabila terlihat tenang, ekspresinya datar, dia terlihat seperti tidak peduli dengan urusan dunia.Kasim itu menyampaikan pesan kasar dan mencoba membujuk Nabila."Ratu, sebaiknya anda kembali ke Istana Rubi saja.""

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 13

    Di Paviliun Dharma Senja, Cindy merasakan sakit kepala yang tak tertahankan.Di aula dalam, tabib sedang memberikan akupunktur untuk meredakan rasa sakitnya.Di kursi kayu cendana di aula luar, Kaisar duduk dengan penuh wibawa seraya mengerutkan alisnya."Mana orang yang dikirimkan ke Istana Rubi?""Begitu selesai mengatakannya, seorang pelayan istana pun datang dengan tergopoh-gopoh."Yang Mulia! Ratu bilang kalau obatnya hanya sedikit, jadi tidak bisa diberikan ...."Tatapan Yohan yang setajam bilah pedang membuat sang lawan bicara menjadi gelisah."Suruh Ratu segera ke sini!"Kemarahan sang Kaisar membuat tak seorang pun berani menunda perintahnya.Tidak lama kemudian, kasim yang dikirim untuk kedua kalinya ke Istana Rubi telah kembali.Kasim itu menyampaikan laporan sambil berlutut di tanah dengan gemetaran."Yang Mulia, Ratu ... Ratu sudah istirahat."Prang!Yohan mengibaskan lengan rampingnya, cangkir kaca yang berada di atas meja seketika hancur berkeping-keping karenanya.Dia k

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 14

    Istana Giok.Ibu Suri tampak penuh kasih sayang, tetapi perkataannya penuh dengan pertimbangan."Ratu, kamu sudah memegang Cap Emas sekarang. Jadi, mengatur urusan harem pasti menjadi jauh lebih mudah.""Misalnya, memperjelas aturan jadwal tidur para selir.""Tidak masalah buat selir yang baru masuk. Tapi yang sudah lama tentu saja tidak boleh diabaikan.""Terutama yang sudah senior seperti Selir Felicia dan Selir Nita. Mereka tidak boleh sampai kecewa.""Apalagi kalau kamu bisa memastikan agar Kaisar memperlakukan semua selir dengan adil. Mereka pasti akan menghormati dan menghargaimu, juga mendukungmu.""Dengan begitu, kamu juga bisa mengelola harem dengan lebih baik ...."Nabila mengangguk menandakan persetujuan."Yang Ibu Suri katakan memanglah benar.""Saat di rumah, ibuku juga selalu mengajarkan bahwa ketenangan dalam rumah tangga sangat penting. Dengan begitu, kepala keluarga bisa fokus dengan urusan luar. Itulah kewajiban seorang wanita."Ibu Suri pun mengangguk puas."Aku lega

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 15

    Ibu Suri kemudian bertanya kepada pelayan yang melaporkan kejadian itu, "Ada apa ini sebenarnya? Kenapa tiba-tiba ribut begini? Siapa yang memulai?"Pelayan itu pun menjawab."Beberapa selir ... mereka kesal dengan Selir Nita. Awalnya mereka berdebat, tapi kemudian malah bertengkar secara fisik. Selir Nita dikepung beberapa orang sampai tidak bisa membela diri ....""Begitu rupanya!" Ibu Suri yang hanya menyaksikan dari jauh, langsung merasa cemas setelah mendengar sang keponakan mengalami kesulitan."Di mana Ratu? Apa dia cuma diam saja?"...Istana Rubi.Nita yang lahir di keluarga kaya jelas tidak pernah mendapat penghinaan seperti ini.Sejak masuk istana, Kaisar tak pernah mengasihinya, itu membuat gadis sepertinya begitu menderita.Kini, ada yang berani mengolok-oloknya. Mereka mengatakan bahwa dia tak pantas berada di posisinya, terlebih lagi karena hanya mengandalkan Ibu Suri, yang merupakan bibinya.Tentu saja hal itu membuatnya tak mampu menahan amarahnya.Entah siapa yang mem

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 16

    Dalam ruang bawah tanah yang gelap dan sempit, mereka bertemu pada saat yang tidak seharusnya.Sebuah pertarungan antara hidup dan mati.Alis pria itu menukik tajam. Mata sipitnya menyiratkan hasrat membunuh yang terasa begitu nyata.Nabila tidak mengenakan jubah untuk menyamar ataupun penutup wajah.Jika tak yakin mampu membunuhnya dalam sekali serangan, ada baiknya dia tak bergerak. Andai terbongkar bahwa dirinya mahir bela diri, maka identitasnya sebagai pembunuh pasti akan terbongkar.Terlebih lagi, dia berbeda dengan Kaisar. Dia tak pernah membunuh seseorang yang tak bersalah.Pria ini bukanlah orang yang kejam dan jahat, dia hanya sekadar menjalankan perintah.Sembari berpacu dengan pikirannya, Nabila mencari celah untuk melarikan diri."Siapa kamu? Kenapa bisa ada di sini?"Yohan menatap dengan tajam.Ternyata sang Ratu tak mengenali dirinya.Wajar saja, mereka hanya pernah bertemu dua kali.Pada malam pernikahan, di dalam tenda yang remang-remang.Lalu, pada malam saat menangka

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 17

    Tatapan Nabila menjadi dingin.Nabila tidak ingin melakukan banyak penjelasan. Meski dia mau menawarkan racun ini, tidak mungkin semudah itu, dia butuh melakukan akupunktur berkala sesuai kondisi pasien. Pertama-tama, dia tidak mungkin menawar racun dalam sekali pengobatan. Kedua, orang yang terkena racun, juga tidak bisa tahan kalau langsung menawar racun."Beri tahu aku siapa yang memberimu racun ini?"Ancam dia?Nada bicara Yohan juga sangat tegas."Tawar racun ini dulu."Keduanya sangat keras kepala hanya karena tidak percaya.Tatapan Yohan menjadi dingin. "Kalau tidak menawarkan racun ini, kamu tidak perlu keluar dari sini lagi ...."Karena Nabila sudah mengetahui rahasianya, dia tidak berencana membiarkan Nabila hidup.Setelah mendengar ini, tatapan Nabila menjadi dingin.Benar-benar bocah yang tak tahu berterima kasih!Tiba-tiba, tatapan Nabila menatap ke kasur yang putih.Dia menemukan kalau pembuka pintu rahasia itu ada di kasur.Setelah dia tekan, tiba-tiba keluar lubang.Saa

Latest chapter

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1150

    Di dalam sebuah rumah besar di luar istana.Di sinilah Nadine bertemu dengan kakak yang dia rindukan.Dia sangat terkejut. Begitu ingin memeluknya, sekilas dia melihat perut Nabila yang membuncit."Kak, kamu ini ...."Nadine memikirkan sesuatu, tetapi merasa tidak mungkin.Nabila mengangguk dengan sorot mata lembut."Aku hamil."Nadine melongo dengan tidak percaya, "Benarkah!?"Ini kabar gembira!Kedua saudari itu duduk. Mereka sudah lama tidak bertemu dan banyak hal yang ingin mereka bicarakan.Ruangan sebelah.Yohan dan Lukas tinggal bersama.Raut wajah Lukas tidak sebaik sebelumnya, dengan kantong mata hitam dan kesedihannya terlihat jelas.Yohan bertanya tanpa memahami apa pun."Bagaimana rasanya menjadi suami permaisuri?"Lukas menunduk, mencela dirinya sendiri dengan sedih."Aku tidak berbakat dan tidak bisa kompeten."Yohan mengerutkan kening.Mengapa dia terlihat sangat sedih?Mungkinkah Nadine menyukai pria baru dan tidak menyukai dirinya lagi, juga memiliki pria kesayangan?L

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1149

    Nadine terlihat sedih.Dua orang di hadapannya ini adalah ibu dan suaminya.Tidak satu pun dari mereka memercayainya."Sebagai seorang penguasa, kalau bekerja keras untuk mengatur pemerintahan, apa artinya sakit kepala?""Saat Bibi menjadi kepala negara, dia terluka berkali-kali dan nyaris kehilangan nyawanya beberapa kali, tapi dia tidak menyerah begitu saja. Kenapa kalian ingin aku menyerah?""Aku tahu kakak dan yang lainnya sudah mengatur pengganti, tapi aku bisa melakukan lebih baik daripada pengganti. Untuk apa mengambil risiko?""Kalian tidak tahu kakak begitu jauh dan tidak tahu seberapa besar bahaya yang dihadapi Kerajaan Puanin saat ini.""Kerajaan Sahara dan Kerajaan Suari telah mengutus begitu banyak mata-mata ke sini. Istana telah disusupi oleh mereka dan mereka telah mengerahkan puluhan ribu pasukan yang menunggu untuk menyerang Kerajaan Puanin. Yang disebut waktu adalah karena identitasku sebagai pemimpin kerajaan.""Begitu mereka tahu aku palsu dan bukan Ratu Negara Naki

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1148

    Pada awal Mei, hawa dingin telah mereda.Nabila dan Yohan memulai perjalanan ke barat dengan santai dan mengunjungi berbagai negara kota di sepanjang jalan.Evan memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Verto untuk membantu menangkap Jacob yang melarikan diri dan membasmi Sekte Manusia Obat....Kerajaan Puanin.Nadine telah menerima surat dari kakak yang mengatakan dia telah mengirimkan pengganti.Akan tetapi, Nadine tidak bisa tenang kalau menyerahkan urusan negara Kerajaan Puanin kepada penggantinya dan masih tetap menjadi pemimpin kerajaan.Pertama, dia takut pengganti akan terungkap dan menimbulkan masalah. Kedua, dia secara bertahap mulai terbiasa dengan urusan Kerajaan Puanin. Karena dirinya adalah keturunan keluarga Kerajaan Puanin, dia harus memikul tanggung jawab dan melakukan sesuatu untuk negara ini.Lukas terus membujuknya, berharap Nadine akan kembali ke Negara Naki bersamanya tanpa tidak berani mengatakan yang sebenarnya, yakni takut penyakit lamanya akan kambuh.Hari ini sete

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1147

    "Tuan Muda Rega, tolong tunggu sebentar lagi. Mi akan segera siap!"Sifa menikmatinya, tetapi dia tidak tahu semua usahanya ini menjadi beban bagi Rega.Tidak lama kemudian, mi sudah siap.Sifa meletakkan mi di atas meja dan menatap Rega penuh harap."Tuan Muda Rega, semoga panjang umur seperti Tardin ... cuih! Apa yang kukatakan? Tuan Muda Rega berbeda dengan penjahat seperti Tardin."Rega tidak makan mi dan hanya bertanya pada Sifa."Apa kamu senang?"Sifa tertegun."Tentu saja aku senang. Orang-orang jahat mendapat balasannya. Terlebih lagi, tabib bilang hari ini matamu sudah membaik. Aku yakin kamu akan segera dapat melihat cahaya lagi ....""Sifa, tidak ada kemungkinan bagi kita berdua." Rega mengerucutkan bibir. Dia tidak menyangka akan mengatakan sampai mengatakan hal ini.Sifa tertegun sejenak, lalu tersenyum lega."Tuan Muda Rega, aku tahu kamu adalah kerabat Kaisar dan aku ....""Ini bukan tentang statusmu, Sifa. Aku jauh lebih tua darimu dan aku tidak mau menunda hidupmu."S

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1146

    Fiona selalu menyukai wanita. Kalau menyangkut pria, dialah yang mempermainkan mereka sesuka hati.Kini menghadapi sikap baik Pangeran Rio, dia merasa bingung harus berbuat apa.Pangeran Rio juga jelas menyukai pria ....Melihat reaksinya, Pangeran Rio buru-buru menjelaskan."Kita punya pengalaman yang sama, bukankah menyenangkan hidup bersama?""Kalau kamu pergi, aku harus menikah dengan orang lain. Tidak ada orang yang cocok sepertimu untukku.""Aku juga masih harus menyembunyikan diri dengan hati-hati, kenapa kita tidak terus begini saja?"Mendengar ucapannya, Fiona menghela napas lega."Jadi itu maksudmu."Dia mengira Pangeran Rio benar-benar memiliki niat jahat terhadapnya....Kejahatan Tardin diumumkan dan menimbulkan kegemparan besar.Sulit bagi orang-orang untuk percaya Tardin bisa hidup begitu lama."Orang ini pasti punya kemampuan untuk hidup selamanya. Kaisar takut padanya, jadi dia dipenggal.""Kasus manusia obat ini sangat rumit. Sebelumnya dikatakan pelaku sebenarnya ada

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1145

    Sorot mata Yohan berkilat."Seorang wanita bergandengan dengan suami untuk membawa perdamaian ke dunia. Suami permaisuri tetaplah suami."Setelah mendengar jawaban ini, akhirnya Pangeran Rio pun cemas.Dia segera menangkupkan tangan dan menasihati."Kaisar, kamu tidak boleh melakukan ini!"Sebagai raja suatu negara, bagaimana kamu bisa menjadi bawahan seorang wanita?"Kalau ada yang tahu, takutnya mereka akan mentertawakanmu!"Biasanya Pangeran Rio acuh tak acuh. Akan tetapi begitu menyangkut sesuatu yang dia pedulikan, dia menjadi sangat keras kepala.Yohan menghardik."Makanya kubilang akan lebih baik kalau hanya segelintir orang yang mengetahui masalah ini."Pangeran Rio diam-diam bergumam.Ternyata kaisar juga tahu artinya aib."Apa Yang Mulia Ratu juga setuju kamu menjadi suami permaisuri?"Yohan mengerutkan kening, "Mana mungkin dia tidak setuju? Mungkinkah dia bisa menikah dengan pria lain?"Pangeran Rio terperangah."Bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertanya apa Yang Mulia R

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1144

    Setelah diinterogasi oleh Pangeran Rio, bawahan Jacob mengaku dengan jujur."Ka ... kami yang melakukannya.""Tardin menginginkan darah Pangeran, jadi menyuruh Jacob menanganinya.""Tapi itu adalah Pangeran dan seni bela dirinya luar biasa, jadi Jacob menggunakan siasat untuk membuat mendiang kaisar curiga terhadap Pangeran Rufus sebelum memalsukan bukti pemberontakannya."Pangeran Rio sudah mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.Meski ayahnya difitnah, dia tetap setia kepada kaisar.Kalau kaisar ingin menterinya mati, dia harus mati.Sampai diasingkan, ayahnya tidak mengumpulkan pasukan untuk menyelamatkan diri.Dia juga berharap mendiang kaisar akan mengetahui bahwa dia tidak bersalah.Akan tetapi, pada akhirnya, tidak disangka Sekte Manusia Obat sangat ingin membunuhnya, sehingga mereka membunuhnya dalam perjalanan ke pengasingan.Kebenaran terungkap dan beban berat yang Pangeran Rio tanggung seolah telah terangkat. Akan tetapi bagaimanapun juga, orangnya telah tiada dan tidak dap

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1143

    Dunia mempermainkan manusia, ternyata Evan terlambat satu langkah. Setelah tiba di penjara, Tardin sudah meninggal.Melihat mayat Tardin, Evan meninju dinding dan berteriak.Dikatakan orang baik selalu hidup dalam usia pendek dan itu memang benar adanya.Orang seperti Tardin bisa hidup hingga usia lebih dari 200 tahun, sementara orang seperti Joka dibunuh bahkan sebelum bisa mencapai masa puncaknya.Memikirkan hal ini, kebencian mulai melanda diri Evan. Akan tetapi, dia tidak tahu harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa.Karena emosi yang berlebihan, Evan pingsan di bawah terik matahari begitu keluar dari penjara.Istana.Nabila tinggal di Istana Safir untuk sementara waktu.Dia hamil lebih dari tiga bulan dan perlahan mulai menunjukkan kehamilannya. Baru pada saat itulah dia merasakan kehamilan yang sebenarnya, memang ada seorang anak yang tumbuh di dalam.Tabib kekaisaran yang diatur oleh Yohan akan datang untuk memeriksa denyut nadinya setiap hari.Saat ini kondisi janinnya su

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1142

    Terakhir kali Tardin melihat Kaisar Taziar, dia sekarat di kasur."Tardin ... Dik, kamu tahu isi hatiku. Masih ada banyak urusan yang belum selesai, pemerintahan baru belum dibangun. Putra Mahkota masih muda ... Tardin, aku hanya benci kalau langit tidak berbelas kasihan dan tidak membiarkanku hidup beberapa tahun lagi. Tidak masalah kalau bisa hidup satu tahun lagi ... banjir di selatan, kelaparan di utara. Negara Naki dikelilingi oleh musuh, Kerajaan Jaming menindasku, ada pemberontakkan di dalam ... tapi Raja Neraka menginginkan nyawaku, a ... aku terpaksa menyerah. Dik, kuserahkan semua masalah negara di tanganmu. Kamu bantulah Putra Mahkota. Kamu adalah paman sekaligus ayah angkatnya. Dik, aku hanya percaya padamu."Kaisar Taziar dalam ingatannya sama persis dengan yang ada di depan.Tardin terisak pelan, punggungnya terlihat lemah."Kak! Aku sudah melakukan apa yang kamu minta! Kamu akan hidup selamanya dan Negara Naki ini akan makmur di bawah pemerintahanmu. Kelak kamu akan mend

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status