Share

Bab 10

Author: Shana
Sepertinya dia baru saja keluar dari Istana Giok. Saat berpapasan dengan Ratu, dia langsung memberi hormat.

"Salam hormat, Kakak Ipar!"

Rio memanggil Nabila dengan sebutan Kakak Ipar, bukan Ratu. Sepertinya dia cukup akrab dengan Kaisar.

Sifa tercengang saat melihat Rio.

Pangeran Rio tampan sekali! Kulitnya putih, sikapnya sopan dan elegan! Sifatnya ini jauh lebih baik dari si Kaisar Tiran yang tidak berperasaan itu!

Andai saja Nabila menikah dengannya ....

Saat memikirkan hal itu, Sifa langsung menghentikan pemikiran konyolnya.

Aturan istana sangat ketat, tidak seperti di kamp militer di mana dirinya bisa berbicara bebas dengan laki-laki.

Saat Nabila hendak pergi, Rio kembali berbicara.

"Saat menyaksikan eksekusi kemarin, apa Ratu merasa terkejut?"

Nabila terlihat fokus, dia lantas menjawab dengan cuek. "Tidak."

"Kebetulan aku melihat langsung saat kakak Ipar berhasil menaklukkan kuda itu, Kakak Ipar memang hebat! Sebenarnya Kaisar menyukai wanita yang bisa menaklukkan kuda. Bisa jadi suatu saat nanti Kaisar akan menyukai Anda."

Rio berkata dengan lembut, seolah telah mengenal Nabila sejak lama.

Nabila mempunyai kesan baik terhadap Rio. Melihat dia memakai pakaian putih, ingatan yang telah lama terkunci itu terlintas di benaknya. Rasa cinta dan sakit hati bergumul di hatinya.

"Terima kasih banyak."

Nabila tidak membutuhkan cinta dari Yohan.

Dia belajar bela diri bukan untuk menyenangkan hati laki-laki.

Di dalam Istana Giok.

Ibu Suri sedang memberi arahan pada Nabila.

"Sebagai Ratu, kamu harus bertanggung jawab atas semua selir di Istana Harem, bahkan pelayan."

"Selain itu kamu juga berkewajiban menegur hal-hal yang kurang pantas."

"Misalnya, saat ini Kaisar hanya mencintai Selir Utama, seorang Ratu harus menegurnya agar Kaisar bisa membagi kasih sayangnya kepada seluruh selirnya secara merata. Dengan begitu, hak dan kewajiban semua pihak bisa berjalan seimbang."

"Jangan meremehkan Istana Harem, di balik para selir itu ada dinasti sebelumnya."

Nabila terlihat menyimak nasihat Ibu Suri dengan serius, tapi sebenarnya dia sedang memikirkan hal lain.

Dia sudah tinggal di istana selama dua hari, tentu saja dia tidak lupa dengan dendam yang dibawanya.

Malam ini, Nabila berniat menyelidiki Paviliun Dharma Senja.

Sementara itu di Paviliun Dharma Senja.

Pembordir istana mengirimkan gaun baru, permukaan gaun yang terbuat dari satin itu berkilau dengan mewah.

Seorang pelayan berkata dengan nada bicara memuji.

"Selir Utama, Kaisar begitu mencintai Anda. Kaisar mempersembahkan kain satin berkilau terbaik dari Daerah Binta khusus untuk anda. Kalau anda memakainya malam ini saat melayani Kaisar, beliau pasti tidak bisa mengalihkan pandangannya dari anda!"

Cindy tersenyum dengan menawan.

Tapi tiba-tiba senyumannya memudar. Dia menatap ke arah bordiran bunga bakung di pakaian itu. Ekspresinya terlihat marah.

"Apa-apaan bordiran itu?!"

"Selir Utama, tolong jangan marah."

"Bunga bakung itu berjumlah 80 kuntum, bawa pergi benda ini dari sini!" Selir Utama berkata dengan pelan, dia membuang gaun baru itu tanpa meliriknya sedikit pun.

Pelayan itu juga merasa bahwa ini terlalu kejam, bunga bakung berjumlah 80 kuntum, itu ada hubungannya dengan kematian.

Hari ini, ada 30 orang lebih penjahit di pembordir istana mati secara misterius. Orang-orang di istana panik, mereka takut hal ini bisa memantik kemarahan Cindy.

Malam harinya, Kaisar mendatangi Paviliun Dharma Senja. Terdengar suara manja tiada henti dari dalam tempat itu.

"Yang Mulia, bordiran itu terlalu jelek, bagaimana mungkin aku memakainya ke luar istana? Apa menurut Kaisar, aku bersalah?"

"Kamu tidak salah, pembordir itu layak dibunuh." Kaisar memang sangat memanjakan Selir Utama.

Tiba-tiba, Kaisar melihat ke arah langit-langit. Dia mengayunkan jubah panjangnya, sebuah senjata rahasia yang keluar dari jubah panjangnya terbang melesat ke arah langit-langit.

Senjata tersembunyi itu melesat terbang menembus langit-langit, sesosok bayangan hitam terlihat di atas atap.

Pada saat ini, penjaga paviliun baru menyadari kalau ternyata ada pembunuh yang mencoba menyusup ke Paviliun Dharma Senja. Mereka mengeluarkan senjata mereka dan bersiap menyerang penyusup itu.

Mereka naik ke atap dan mencoba mengepung si penyusup. Tapi ternyata penyusup itu menghilang menjadi kepulan asap dengan cepat dan tanpa jejak. Sepertinya penyusup itu sudah sangat terlatih.

Para pengawal itu belum pernah melihat keanehan ini sebelumnya, mereka semua bertatapan dengan bingung.

Sebenarnya itu adalah salah satu keahlian Nabila.

Bahkan gurunya juga memuji bakat Nabila yang langka ini.

Malam ini, Nabila berhasil menyelinap ke Paviliun Dharma Senja, bahkan berhasil mengelabui pengawal dan menghindari mekanisme jebakan rahasia. Tapi sayangnya dia tidak bisa menghindari Kaisar Tiran itu.

Sepertinya tenaga dalam yang dikuasai Kaisar sudah sangat tinggi, dia bisa merasakan keberadaan orang lain.

Sepertinya Nabila sudah terlalu meremehkan musuhnya.

Saat dirinya hendak meninggalkan Paviliun Dharma Senja, tiba-tiba sesosok bayangan menghalangi jalannya.

Rambut hitam laki-laki itu terlihat acak-acakan. Bagian depan jubah hitam yang dikenakannya sedikit terbuka. Jakun yang terlihat di lehernya memanjang sampai otot dan tulang bagian bawah lehernya. Aura kejam dan suram memancar dari tubuhnya.

Laki-laki itu tidak membawa senjata apa-apa, dia menyerang Nabila dengan tangan kosong.

Nabila bisa merasakan bahwa orang yang berada di hadapannya itu sangat kuat.

Tapi Nabila tidak mau menyerah begitu saja. Dengan menggunakan pakaian yang praktis, dia bisa bergerak di kegelapan malam dengan cekatan. Gadis itu berhasil menghindari setiap serangan laki-laki itu dan mampu melakukan gerakan jungkir balik di udara dengan luwes. Dia mendarat di belakang laki-laki itu seperti ikan kecil yang melompati gerbang naga.

Pada saat ini, Nabila mengeluarkan panah pendek dari dalam lengan bajunya.

Yohan mengerutkan keningnya.

Penyusup ini sangat kuat!

Kecepatannya saja lebih hebat darinya.

Tapi bukan berarti penyusup itu tidak mempunyai kekurangan.

Dia memiringkan badannya untuk menghindari panah itu dan meletakkan telapak tangannya di pinggang Nabila pada saat bersamaan.

Tubuh Nabila terhuyung ke arah depan, dia lantas menggertakkan telapak kakinya dan membalikkan badannya dengan cepat.

Rambut panjangnya tergerai dan membentuk lengkungan indah di udara.

Yohan menyipitkan matanya.

Wanita?

Nabila mengerutkan keningnya.

Ada bekas luka di belakang pinggangnya.

Tidak disangka pria itu bisa melihatnya dan menyerang bagian itu.

Nabila penasaran, siapa sebenarnya laki-laki itu?

Apa dia pengawal rahasia Kaisar?

Para pengawal berkumpul dari segala arah.

Nabila harus mengakhiri pertarungan ini, dia mengeluarkan bom asap sekali lagi dan melarikan diri secepat kilat.

Namun, penglihatan Yohan sangat tajam. Dia mampu menangkap pergerakan sosok misterius yang melarikan diri dengan kecepatan tinggi itu.

Istana Rubi.

Begitu Nabila tiba, Sifa langsung membantunya berganti pakaian dan menyembunyikan baju yang dikenakannya tadi.

"Ratu baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja." Nabila mengerutkan alisnya dengan kuat.

Luka lama di pinggangnya kembali kambuh karena serangan laki-laki tadi.

Nabila mandi dengan menggunakan air hangat. Begitu Sifa keluar dari aula dalam, dia bertemu seseorang.

Laki-laki itu berjalan keluar dari cahaya dan bayangan, wajahnya tampan, dia mengenakan jubah naga untuk menunjukkan statusnya yang tinggi. Rambutnya diikat, dia mengenakan mahkota yang dihiasi batu giok berwarna ungu.

Sepertinya dia Kaisar.

Sifa tercengang saat melihat wajah Kaisar untuk pertama kalinya.

Dia tidak menyangka bahwa ternyata Kaisar setampan itu. Kaisar terlihat seperti iblis yang diceritakan di buku bergambar, begitu tampan dan menawan.

Tapi ... dia juga terlihat menyeramkan, seperti Dewa Neraka yang siap mencabut nyawa!

"Hamba memberi hormat pada Kaisar!"

Yohan berjalan masuk menuju aula dalam.

Dia yakin kalau penyusup itu masuk ke Istana Rubi.

Ada luka di bagian belakang pinggangnya, Kaisar hanya perlu memeriksanya.

Saat Nabila masih berendam di bak mandi, seseorang tiba-tiba menerobos masuk.

Dia membelakangi laki-laki itu dan berkata, "Kaisar, tolong maafkan Hamba yang tidak bisa berdiri untuk memberi hormat."

Tatapan Yohan terlihat tajam.

Untuk apa dia mandi tengah malam begini?

"Ratu, berdirilah!"

Nabila menggenggam tangannya dengan kuat.

Apa Kaisar menaruh curiga padanya?

"Ratu, apa kamu tidak dengar?" Kaisar berjalan mendekat.

Nabila duduk di dalam bak mandi tanpa mengenakan sehelai pakaian pun.

Dia bisa merasakan tatapan tajam laki-laki yang berdiri di belakangnya.

Tatapannya bagaikan panah yang menusuknya.

Kalau dia berdiri, bekas luka di pinggangnya akan terlihat.

Pada saat ini, tatapan Yohan terlihat dingin.

Dilihat dari sudut ini, siluet tubuh Ratu dan penyusup tadi terlihat mirip.

Kaisar melangkah dengan langkah besar, dia mencengkeram pundak Nabila dan memaksanya keluar dari bak mandi.

Zrasss!

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (120)
goodnovel comment avatar
Nila Kanya
gak jelas aplikasi ini, udah jauh2 baca balik lagi dari awal, jelek aplikasi ini udah pake uang klo mau baca, buruk banget bikin kecewa
goodnovel comment avatar
Pustikasari Tuti
udah diakhir episode eh balik ke chapter awal...hadeuh
goodnovel comment avatar
Dini Aiman
...️ next page...next page... next page...next page... next page...next page...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 11

    Saat Kaisar mengangkat tubuh Nabila dengan paksa, percikan air di dalam bak mandi itu menimbulkan riak.Nabila dengan refleks menutup bagian depan tubuhnya dengan kedua tangannya.Bagian belakang tubuhnya terlihat.Tanpa memikirkan apa-apa, tatapan Kaisar tertuju pada bagian belakang pinggang Nabila.Tidak ada bekas luka di pinggangnya.Pinggangnya terlihat bersih dan kencang.Yohan mengerutkan alisnya, tatapannya terlihat dingin dalam waktu yang lama.Telapak tangan Nabila terasa panas, dahinya sedikit berkeringat.Baru saja dia mengalihkan kekuatannya untuk melenyapkan bekas lukanya dengan sangat cepat.Namun karena dia melakukannya dengan sangat cepat, tenaga dalamnya banyak terkuras.Saat ini dia sangat lemah.Kaisar Tiran itu tidak lantas percaya begitu saja.Setelah itu, Kaisar memegang pinggang Nabila dari samping dengan telapak tangannya yang besar. Dia lantas menekan ujung ibu jarinya dengan keras ke arah belakang pinggang Nabila."Aarrgghh!!!" Nabila tidak bisa menahan teriak

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 12

    Ruang Kerja Istana.Kaisar yang sedang melakukan evaluasi itu menghentikan gerakannya, tatapannya terlihat dingin."Ratu menginginkan Cap Emas?"Kasim yang menyampaikan pesan itu terlihat gemetaran."Benar, Yang Mulia. Ratu menunggu di luar untuk meminta Cap Emas."Saat ini, Cap Emas itu berada di tangan Cindy.Bukankah Ratu sengaja mencari masalah?!Kasim itu ketakutan dan berkeringat dingin, dia takut Kaisar akan melampiaskan kemarahan padanya.Sesosok bayangan terlihat dari jendela di belakang takhta berukir naga.Cahaya terang dan gelap terlihat di wajah Kaisar, mata panjangnya yang sipit itu terlihat tajam dan berbahaya seperti mata elang."Katakan padanya, kalau dia terus merasa gelisah, aku akan membuangnya.""Hamba mengerti!"....Di luar Ruang Kerja Istana.Tatapan Nabila terlihat tenang, ekspresinya datar, dia terlihat seperti tidak peduli dengan urusan dunia.Kasim itu menyampaikan pesan kasar dan mencoba membujuk Nabila."Ratu, sebaiknya anda kembali ke Istana Rubi saja.""

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 13

    Di Paviliun Dharma Senja, Cindy merasakan sakit kepala yang tak tertahankan.Di aula dalam, tabib sedang memberikan akupunktur untuk meredakan rasa sakitnya.Di kursi kayu cendana di aula luar, Kaisar duduk dengan penuh wibawa seraya mengerutkan alisnya."Mana orang yang dikirimkan ke Istana Rubi?""Begitu selesai mengatakannya, seorang pelayan istana pun datang dengan tergopoh-gopoh."Yang Mulia! Ratu bilang kalau obatnya hanya sedikit, jadi tidak bisa diberikan ...."Tatapan Yohan yang setajam bilah pedang membuat sang lawan bicara menjadi gelisah."Suruh Ratu segera ke sini!"Kemarahan sang Kaisar membuat tak seorang pun berani menunda perintahnya.Tidak lama kemudian, kasim yang dikirim untuk kedua kalinya ke Istana Rubi telah kembali.Kasim itu menyampaikan laporan sambil berlutut di tanah dengan gemetaran."Yang Mulia, Ratu ... Ratu sudah istirahat."Prang!Yohan mengibaskan lengan rampingnya, cangkir kaca yang berada di atas meja seketika hancur berkeping-keping karenanya.Dia k

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 14

    Istana Giok.Ibu Suri tampak penuh kasih sayang, tetapi perkataannya penuh dengan pertimbangan."Ratu, kamu sudah memegang Cap Emas sekarang. Jadi, mengatur urusan harem pasti menjadi jauh lebih mudah.""Misalnya, memperjelas aturan jadwal tidur para selir.""Tidak masalah buat selir yang baru masuk. Tapi yang sudah lama tentu saja tidak boleh diabaikan.""Terutama yang sudah senior seperti Selir Felicia dan Selir Nita. Mereka tidak boleh sampai kecewa.""Apalagi kalau kamu bisa memastikan agar Kaisar memperlakukan semua selir dengan adil. Mereka pasti akan menghormati dan menghargaimu, juga mendukungmu.""Dengan begitu, kamu juga bisa mengelola harem dengan lebih baik ...."Nabila mengangguk menandakan persetujuan."Yang Ibu Suri katakan memanglah benar.""Saat di rumah, ibuku juga selalu mengajarkan bahwa ketenangan dalam rumah tangga sangat penting. Dengan begitu, kepala keluarga bisa fokus dengan urusan luar. Itulah kewajiban seorang wanita."Ibu Suri pun mengangguk puas."Aku lega

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 15

    Ibu Suri kemudian bertanya kepada pelayan yang melaporkan kejadian itu, "Ada apa ini sebenarnya? Kenapa tiba-tiba ribut begini? Siapa yang memulai?"Pelayan itu pun menjawab."Beberapa selir ... mereka kesal dengan Selir Nita. Awalnya mereka berdebat, tapi kemudian malah bertengkar secara fisik. Selir Nita dikepung beberapa orang sampai tidak bisa membela diri ....""Begitu rupanya!" Ibu Suri yang hanya menyaksikan dari jauh, langsung merasa cemas setelah mendengar sang keponakan mengalami kesulitan."Di mana Ratu? Apa dia cuma diam saja?"...Istana Rubi.Nita yang lahir di keluarga kaya jelas tidak pernah mendapat penghinaan seperti ini.Sejak masuk istana, Kaisar tak pernah mengasihinya, itu membuat gadis sepertinya begitu menderita.Kini, ada yang berani mengolok-oloknya. Mereka mengatakan bahwa dia tak pantas berada di posisinya, terlebih lagi karena hanya mengandalkan Ibu Suri, yang merupakan bibinya.Tentu saja hal itu membuatnya tak mampu menahan amarahnya.Entah siapa yang mem

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 16

    Dalam ruang bawah tanah yang gelap dan sempit, mereka bertemu pada saat yang tidak seharusnya.Sebuah pertarungan antara hidup dan mati.Alis pria itu menukik tajam. Mata sipitnya menyiratkan hasrat membunuh yang terasa begitu nyata.Nabila tidak mengenakan jubah untuk menyamar ataupun penutup wajah.Jika tak yakin mampu membunuhnya dalam sekali serangan, ada baiknya dia tak bergerak. Andai terbongkar bahwa dirinya mahir bela diri, maka identitasnya sebagai pembunuh pasti akan terbongkar.Terlebih lagi, dia berbeda dengan Kaisar. Dia tak pernah membunuh seseorang yang tak bersalah.Pria ini bukanlah orang yang kejam dan jahat, dia hanya sekadar menjalankan perintah.Sembari berpacu dengan pikirannya, Nabila mencari celah untuk melarikan diri."Siapa kamu? Kenapa bisa ada di sini?"Yohan menatap dengan tajam.Ternyata sang Ratu tak mengenali dirinya.Wajar saja, mereka hanya pernah bertemu dua kali.Pada malam pernikahan, di dalam tenda yang remang-remang.Lalu, pada malam saat menangka

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 17

    Tatapan Nabila menjadi dingin.Nabila tidak ingin melakukan banyak penjelasan. Meski dia mau menawarkan racun ini, tidak mungkin semudah itu, dia butuh melakukan akupunktur berkala sesuai kondisi pasien. Pertama-tama, dia tidak mungkin menawar racun dalam sekali pengobatan. Kedua, orang yang terkena racun, juga tidak bisa tahan kalau langsung menawar racun."Beri tahu aku siapa yang memberimu racun ini?"Ancam dia?Nada bicara Yohan juga sangat tegas."Tawar racun ini dulu."Keduanya sangat keras kepala hanya karena tidak percaya.Tatapan Yohan menjadi dingin. "Kalau tidak menawarkan racun ini, kamu tidak perlu keluar dari sini lagi ...."Karena Nabila sudah mengetahui rahasianya, dia tidak berencana membiarkan Nabila hidup.Setelah mendengar ini, tatapan Nabila menjadi dingin.Benar-benar bocah yang tak tahu berterima kasih!Tiba-tiba, tatapan Nabila menatap ke kasur yang putih.Dia menemukan kalau pembuka pintu rahasia itu ada di kasur.Setelah dia tekan, tiba-tiba keluar lubang.Saa

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 18

    Nabila hanya mengetahui informasi yang disampaikan ibunya pada hari pernikahan saat itu.Kali ini, Yumba mengungkapkan lebih banyak."Setelah nona dikembalikan, dia terus muntah-muntah.""Yang dia muntahkan bukanlah sisa makanan, melainkan sisa kotoran manusia.""Mereka memaksa nona menelan semua itu ....""Bahkan, tidak cuma sekadar menghina nona, mereka juga dengan kejamnya memakai penjepit besi yang dipanaskan buat menyiksa nona ... tabib mengatakan, nona tidak akan bisa punya anak lagi!"Tidak bisa memiliki anak adalah sebuah bencana besar bagi seorang wanita.Yumba tersedak beberapa kali hingga tak mampu melanjutkan perkataannya.Pada akhirnya, dia hanya bisa menutupi wajahnya sambil menangis pilu.Bibir Nabila mengeras hingga membentuk sebuah garis lurus, matanya dipenuhi dengan amarah, yang memancarkan hasrat untuk membunuh.Ruangan yang sempit itu pun dipenuhi aura dingin yang mengerikan.Perlu waktu yang lama sebelum emosi Yumba akhirnya mereda.Lalu, dia kembali berlutut di h

Latest chapter

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1150

    Di dalam sebuah rumah besar di luar istana.Di sinilah Nadine bertemu dengan kakak yang dia rindukan.Dia sangat terkejut. Begitu ingin memeluknya, sekilas dia melihat perut Nabila yang membuncit."Kak, kamu ini ...."Nadine memikirkan sesuatu, tetapi merasa tidak mungkin.Nabila mengangguk dengan sorot mata lembut."Aku hamil."Nadine melongo dengan tidak percaya, "Benarkah!?"Ini kabar gembira!Kedua saudari itu duduk. Mereka sudah lama tidak bertemu dan banyak hal yang ingin mereka bicarakan.Ruangan sebelah.Yohan dan Lukas tinggal bersama.Raut wajah Lukas tidak sebaik sebelumnya, dengan kantong mata hitam dan kesedihannya terlihat jelas.Yohan bertanya tanpa memahami apa pun."Bagaimana rasanya menjadi suami permaisuri?"Lukas menunduk, mencela dirinya sendiri dengan sedih."Aku tidak berbakat dan tidak bisa kompeten."Yohan mengerutkan kening.Mengapa dia terlihat sangat sedih?Mungkinkah Nadine menyukai pria baru dan tidak menyukai dirinya lagi, juga memiliki pria kesayangan?L

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1149

    Nadine terlihat sedih.Dua orang di hadapannya ini adalah ibu dan suaminya.Tidak satu pun dari mereka memercayainya."Sebagai seorang penguasa, kalau bekerja keras untuk mengatur pemerintahan, apa artinya sakit kepala?""Saat Bibi menjadi kepala negara, dia terluka berkali-kali dan nyaris kehilangan nyawanya beberapa kali, tapi dia tidak menyerah begitu saja. Kenapa kalian ingin aku menyerah?""Aku tahu kakak dan yang lainnya sudah mengatur pengganti, tapi aku bisa melakukan lebih baik daripada pengganti. Untuk apa mengambil risiko?""Kalian tidak tahu kakak begitu jauh dan tidak tahu seberapa besar bahaya yang dihadapi Kerajaan Puanin saat ini.""Kerajaan Sahara dan Kerajaan Suari telah mengutus begitu banyak mata-mata ke sini. Istana telah disusupi oleh mereka dan mereka telah mengerahkan puluhan ribu pasukan yang menunggu untuk menyerang Kerajaan Puanin. Yang disebut waktu adalah karena identitasku sebagai pemimpin kerajaan.""Begitu mereka tahu aku palsu dan bukan Ratu Negara Naki

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1148

    Pada awal Mei, hawa dingin telah mereda.Nabila dan Yohan memulai perjalanan ke barat dengan santai dan mengunjungi berbagai negara kota di sepanjang jalan.Evan memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Verto untuk membantu menangkap Jacob yang melarikan diri dan membasmi Sekte Manusia Obat....Kerajaan Puanin.Nadine telah menerima surat dari kakak yang mengatakan dia telah mengirimkan pengganti.Akan tetapi, Nadine tidak bisa tenang kalau menyerahkan urusan negara Kerajaan Puanin kepada penggantinya dan masih tetap menjadi pemimpin kerajaan.Pertama, dia takut pengganti akan terungkap dan menimbulkan masalah. Kedua, dia secara bertahap mulai terbiasa dengan urusan Kerajaan Puanin. Karena dirinya adalah keturunan keluarga Kerajaan Puanin, dia harus memikul tanggung jawab dan melakukan sesuatu untuk negara ini.Lukas terus membujuknya, berharap Nadine akan kembali ke Negara Naki bersamanya tanpa tidak berani mengatakan yang sebenarnya, yakni takut penyakit lamanya akan kambuh.Hari ini sete

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1147

    "Tuan Muda Rega, tolong tunggu sebentar lagi. Mi akan segera siap!"Sifa menikmatinya, tetapi dia tidak tahu semua usahanya ini menjadi beban bagi Rega.Tidak lama kemudian, mi sudah siap.Sifa meletakkan mi di atas meja dan menatap Rega penuh harap."Tuan Muda Rega, semoga panjang umur seperti Tardin ... cuih! Apa yang kukatakan? Tuan Muda Rega berbeda dengan penjahat seperti Tardin."Rega tidak makan mi dan hanya bertanya pada Sifa."Apa kamu senang?"Sifa tertegun."Tentu saja aku senang. Orang-orang jahat mendapat balasannya. Terlebih lagi, tabib bilang hari ini matamu sudah membaik. Aku yakin kamu akan segera dapat melihat cahaya lagi ....""Sifa, tidak ada kemungkinan bagi kita berdua." Rega mengerucutkan bibir. Dia tidak menyangka akan mengatakan sampai mengatakan hal ini.Sifa tertegun sejenak, lalu tersenyum lega."Tuan Muda Rega, aku tahu kamu adalah kerabat Kaisar dan aku ....""Ini bukan tentang statusmu, Sifa. Aku jauh lebih tua darimu dan aku tidak mau menunda hidupmu."S

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1146

    Fiona selalu menyukai wanita. Kalau menyangkut pria, dialah yang mempermainkan mereka sesuka hati.Kini menghadapi sikap baik Pangeran Rio, dia merasa bingung harus berbuat apa.Pangeran Rio juga jelas menyukai pria ....Melihat reaksinya, Pangeran Rio buru-buru menjelaskan."Kita punya pengalaman yang sama, bukankah menyenangkan hidup bersama?""Kalau kamu pergi, aku harus menikah dengan orang lain. Tidak ada orang yang cocok sepertimu untukku.""Aku juga masih harus menyembunyikan diri dengan hati-hati, kenapa kita tidak terus begini saja?"Mendengar ucapannya, Fiona menghela napas lega."Jadi itu maksudmu."Dia mengira Pangeran Rio benar-benar memiliki niat jahat terhadapnya....Kejahatan Tardin diumumkan dan menimbulkan kegemparan besar.Sulit bagi orang-orang untuk percaya Tardin bisa hidup begitu lama."Orang ini pasti punya kemampuan untuk hidup selamanya. Kaisar takut padanya, jadi dia dipenggal.""Kasus manusia obat ini sangat rumit. Sebelumnya dikatakan pelaku sebenarnya ada

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1145

    Sorot mata Yohan berkilat."Seorang wanita bergandengan dengan suami untuk membawa perdamaian ke dunia. Suami permaisuri tetaplah suami."Setelah mendengar jawaban ini, akhirnya Pangeran Rio pun cemas.Dia segera menangkupkan tangan dan menasihati."Kaisar, kamu tidak boleh melakukan ini!"Sebagai raja suatu negara, bagaimana kamu bisa menjadi bawahan seorang wanita?"Kalau ada yang tahu, takutnya mereka akan mentertawakanmu!"Biasanya Pangeran Rio acuh tak acuh. Akan tetapi begitu menyangkut sesuatu yang dia pedulikan, dia menjadi sangat keras kepala.Yohan menghardik."Makanya kubilang akan lebih baik kalau hanya segelintir orang yang mengetahui masalah ini."Pangeran Rio diam-diam bergumam.Ternyata kaisar juga tahu artinya aib."Apa Yang Mulia Ratu juga setuju kamu menjadi suami permaisuri?"Yohan mengerutkan kening, "Mana mungkin dia tidak setuju? Mungkinkah dia bisa menikah dengan pria lain?"Pangeran Rio terperangah."Bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertanya apa Yang Mulia R

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1144

    Setelah diinterogasi oleh Pangeran Rio, bawahan Jacob mengaku dengan jujur."Ka ... kami yang melakukannya.""Tardin menginginkan darah Pangeran, jadi menyuruh Jacob menanganinya.""Tapi itu adalah Pangeran dan seni bela dirinya luar biasa, jadi Jacob menggunakan siasat untuk membuat mendiang kaisar curiga terhadap Pangeran Rufus sebelum memalsukan bukti pemberontakannya."Pangeran Rio sudah mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.Meski ayahnya difitnah, dia tetap setia kepada kaisar.Kalau kaisar ingin menterinya mati, dia harus mati.Sampai diasingkan, ayahnya tidak mengumpulkan pasukan untuk menyelamatkan diri.Dia juga berharap mendiang kaisar akan mengetahui bahwa dia tidak bersalah.Akan tetapi, pada akhirnya, tidak disangka Sekte Manusia Obat sangat ingin membunuhnya, sehingga mereka membunuhnya dalam perjalanan ke pengasingan.Kebenaran terungkap dan beban berat yang Pangeran Rio tanggung seolah telah terangkat. Akan tetapi bagaimanapun juga, orangnya telah tiada dan tidak dap

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1143

    Dunia mempermainkan manusia, ternyata Evan terlambat satu langkah. Setelah tiba di penjara, Tardin sudah meninggal.Melihat mayat Tardin, Evan meninju dinding dan berteriak.Dikatakan orang baik selalu hidup dalam usia pendek dan itu memang benar adanya.Orang seperti Tardin bisa hidup hingga usia lebih dari 200 tahun, sementara orang seperti Joka dibunuh bahkan sebelum bisa mencapai masa puncaknya.Memikirkan hal ini, kebencian mulai melanda diri Evan. Akan tetapi, dia tidak tahu harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa.Karena emosi yang berlebihan, Evan pingsan di bawah terik matahari begitu keluar dari penjara.Istana.Nabila tinggal di Istana Safir untuk sementara waktu.Dia hamil lebih dari tiga bulan dan perlahan mulai menunjukkan kehamilannya. Baru pada saat itulah dia merasakan kehamilan yang sebenarnya, memang ada seorang anak yang tumbuh di dalam.Tabib kekaisaran yang diatur oleh Yohan akan datang untuk memeriksa denyut nadinya setiap hari.Saat ini kondisi janinnya su

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1142

    Terakhir kali Tardin melihat Kaisar Taziar, dia sekarat di kasur."Tardin ... Dik, kamu tahu isi hatiku. Masih ada banyak urusan yang belum selesai, pemerintahan baru belum dibangun. Putra Mahkota masih muda ... Tardin, aku hanya benci kalau langit tidak berbelas kasihan dan tidak membiarkanku hidup beberapa tahun lagi. Tidak masalah kalau bisa hidup satu tahun lagi ... banjir di selatan, kelaparan di utara. Negara Naki dikelilingi oleh musuh, Kerajaan Jaming menindasku, ada pemberontakkan di dalam ... tapi Raja Neraka menginginkan nyawaku, a ... aku terpaksa menyerah. Dik, kuserahkan semua masalah negara di tanganmu. Kamu bantulah Putra Mahkota. Kamu adalah paman sekaligus ayah angkatnya. Dik, aku hanya percaya padamu."Kaisar Taziar dalam ingatannya sama persis dengan yang ada di depan.Tardin terisak pelan, punggungnya terlihat lemah."Kak! Aku sudah melakukan apa yang kamu minta! Kamu akan hidup selamanya dan Negara Naki ini akan makmur di bawah pemerintahanmu. Kelak kamu akan mend

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status