Share

Bab 2

Author: Shana
Nabila yang menunggu di dalam ruangan itu menyipitkan mata indahnya.

Hasil pemeriksaan itu tidak akan membawa keuntungan apa pun bagi Keluarga Feno.

Selir Utama pasti yakin kalau Nadine sudah tidak perawan dan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat masalah.

Jika ternyata "Nadine" masih perawan, Selir Utama pasti akan curiga meski hal itu bisa mengadang niat buruk selir laknat itu.

Andai saja pihak istana tahu kalau Nabila hanya pengganti, hal itu akan dihitung sebagai penipuan. Pasti pihak kerajaan akan memberi hukuman yang setimpal pada Keluarga Feno!

Nabila melihat lurus ke depan, dia menggunakan tangannya yang biasa dia gunakan untuk memegang pedang itu dan menodongkannya ke hiasan kepalanya sendiri dengan tenang.

Gurunya mengajarkannya seni bela diri dan pengabdian pada negara.

Istri gurunya telah mengajarinya cara mengurus rumah tangga, termasuk beberapa teknik mengurus harem, tapi Nabila merasa dia tidak akan pernah menerapkannya meski sudah mempelajarinya dengan baik.

Nabila mempunyai ambisi yang tinggi, dia tidak mau mengurus rumah tangga atau hanya menjadi istri yang berdiam diri di rumah dan dituntut untuk selalu patuh pada suaminya.

Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain.

Di luar ruangan.

Kasim berdiri di depan pintu dengan sikap mengancam, di belakangnya ada pelayan wanita yang siap memeriksa tubuh Nabila.

"Nyonya, ini perintah Selir Utama, apa kalian mau membangkang?"

Mirna mengadang di depan pintu, dia tidak mau membiarkan mereka masuk sejengkal pun.

"Meskipun ini perintah Selir Utama, tapi dia juga tidak boleh berbuat seenaknya! Kalian sudah merendahkan putri Keluarga Feno!"

Kasim itu mengangkat alisnya, tatapannya terlihat mengejek.

Ternyata Keluarga Feno begitu menyayangi putri mereka dan menganggapnya sebagai burung phoenix?

Tapi apa artinya burung phoenix yang sudah kehilangan bulu indahnya?

"Kalian tidak mau mengikuti aturan kerajaan? Kalian sudah melanggar hukum!" Kasim itu menaikkan suaranya, ekspresinya terlihat garang.

Dia melambaikan tangannya dan memberi perintah pada pelayan di belakangnya.

Mirna tercengang.

Saat ini mereka sedang berada di kediaman Keluarga Feno.

Apa yang mereka lakukan benar-benar sudah melewati batas!

Saat utusan istana hendak menahan Mirna, tiba-tiba sebuah suara lembut namun tegas terdengar dari dalam ruangan.

"Keluarga Feno sudah menghasilkan 13 orang Ratu, semuanya punya reputasi yg baik.

"Tapi ternyata kalian meragukan kesucianku, aku juga punya alasan untuk curiga. Sebenarnya apa yang membuat kalian meragukanku?"

"Ini masalahku, aku tidak mau melibatkan Keluarga Feno. Cara membuktikan tekadku hanya dengan mati."

"Ibu, tolong siapkan kain sutra putih setinggi tiga kaki untukku. Tunggu sampai aku mati dan biarkan mereka memeriksa mayatku. Saat itu mereka akan tahu bahwa tubuhku masih sangat terjaga."

"Dengan cara ini, nama baik Keluarga Feno tidak akan tercoreng!"

Wajah Mirna memucat, dia berkata, "Jangan lakukan itu!"

Kasim yang sedari tadi memperlihatkan keangkuhannya itu saat ini mulai merasa ragu. Dia kembali melambaikan tangannya dan meminta pelayan untuk berhenti.

Dia maju beberapa langkah dan berpura-pura hormat pada orang yang berada dalam ruangan.

"Nona, tidak perlu berbuat begitu."

"Kalau nona memang tidak bersalah, tidak perlu takut untuk diperiksa."

"Dua pelayan istana ini sudah sangat berpengalaman, mereka pasti akan memperlakukan nona dengan baik."

Perkataan kasim itu menunjukkan bahwa jika Nabila tidak mau menjalani pemeriksaan, itu artinya ada sesuatu yang gadis itu sembunyikan.

Tepat saat kasim itu mengira dirinya berhasil mendesak Nabila, tiba-tiba dia mendengar pertanyaan dari dalam ruangan.

"Kasim, sebenarnya siapa yang meragukan kesucianku? Selir Utama atau Kaisar sendiri?"

Kasim itu mengerutkan keningnya.

Dia belum sempat menjawab, tapi Nabila tiba-tiba menjawab pertanyaannya sendiri.

"Tapi sepertinya ini bukan keinginan Selir Utama.

"Dia cuma selir, bagaimana mungkin dia berani melakukan sesuatu di luar batas? Mana mungkin dia curiga padaku yang merupakan Ratu sekaligus istri sah Kaisar?"

"Mungkin saja yang menaruh curiga itu Kaisar atau Ibu Suri, mereka hanya meminjam nama Selir Utama untuk menjalankan perintah ini."

Punggung kasim itu langsung berkeringat dingin setelah mendengar perkataan Nabila.

Dia langsung membantah.

"Kenapa Nona lancang sekali!"

Nabila terlihat tenang, dia sama sekali tidak terkejut.

"Kalau keluarga kerajaan mencurigaiku, aku sebagai putri dari Keluarga Feno tidak akan menerima alasan tidak masuk akal ini."

"Kalau pernikahan ini dibatalkan, aku harus pergi ke makam Kaisar Gunung Yunda untuk mengeluh tentang kejadian hari ini!"

Kasim yang mendengarnya pun mulai panik, kelopak matanya berkedut.

Bisa gawat kalau masalah ini menjadi semakin besar!

Dia berpikir, sejak kapan Nadine menjadi pemberani seperti ini?

Istana Kekaisaran.

Paviliun Dharma Senja.

Selir Utama Kaisar menyandarkan tubuhnya dengan malas di kursi empuk, beberapa pelayan istana sedang memijat pundak dan kakinya.

Mendengar laporan kasim, mata menawannya yang seperti rubah itu terlihat sedikit dingin.

"Si Nadine jalang itu benar-benar berkata seperti itu?"

Kasim mengangguk berkali-kali.

Tatapan selir itu terlihat dingin, dia menendang pelayan yang sedang memijati kakinya dan berdiri.

"Dia berani masuk istana tanpa takut ketahuan kalau dia sudah tidak perawan di saat malam pertama, apa jangan-jangan aku sudah salah menerima informasi? Apa dia memang masih perawan?"

Kasim segera berlutut dan berkata, "Hamba juga tidak tahu."

....

Tandu pengantin memasuki istana. Sesuai aturan kerajaan, tandu yang ditumpangi Nabila diletakkan di samping istana. Dia akan memasuki istana utama di waktu yang tepat untuk memberi penghormatan.

Pelayan Keluarga Feno yang bernama Sifa jauh lebih gugup daripada Nabila, dia hanya berdiri mematung di samping.

"Nona, orang-orang bilang kalau Kaisar sangat kejam. Dia pernah membunuh belasan menteri dalam sehari. Wanita-wanita di harem yang menawarkan diri untuk melayani Kaisar juga dihukum mati dengan cara yang kejam.

Bahkan ada mengatakan kalau Kaisar adalah reinkarnasi dari Dewa Kematian yang kejam dan haus darah!"

Nabila memang pernah mendengar rumor itu dari orang-orang di daerah perbatasan.

Kaisar Yohan adalah seorang Kaisar yang lalim dan sewenang-wenang.

Sifa masih terus berbicara.

"Tapi awalnya Kaisar tidak kejam seperti ini. Sifatnya berubah total setelah Selir Kehormatan yang sangat dicintainya meninggal.

"Apa Nona tahu alasan Kaisar begitu mencintai Selir Utama karena wajahnya mirip sekali dengan Selir Kehormatan. Wajah selir-selir lain di istana harem juga kurang lebih mirip dengannya."

"Tapi kalau Kaisar tidak suka dengan salah satu wanita di istana harem, dia akan ...."

Sifa melihat ke arah Nabila dengan penuh kekhawatiran.

Nabila sama sekali tidak mirip dengan Selir Kehormatan, Sifa khawatir Kaisar tidak menyukai Nabila dan mungkin akan dicampakkan oleh Kaisar bengis itu.

Dia khawatir malam pertama yang akan dijalani Nabila tidak akan berjalan sesuai keinginan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (67)
goodnovel comment avatar
Nurfadillah
oke juga ceritanya
goodnovel comment avatar
Yulia Aguzz
lanjut kk,,, jd tmbh penasaran sama crita nya
goodnovel comment avatar
Indah Lestari
lupa. zan a
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 3

    Istana Giok, kediaman Ibu Suri.Setelah mendengar tentang kejadian di Kediaman Keluarga Feno, ekspresi Ibu Suri terlihat senang. Dia lantas memberi perintah pada pelayan di sampingnya."Aku pernah bertemu dengan Nadine di pesta ulang tahunku tahun lalu. Sifat Nadine terlalu lembut, waktu itu aku beranggapan kalau dia pasti akan kesulitan saat menjadi Ratu nanti.""Siapa sangka dia berani menolak perintah Cindy dengan tegas.""Aku benar-benar dibuat kagum olehnya."Pelayan yang biasa dipanggil Bibi Asih itu sudah menjadi pelayan Ibu Suri selama bertahun-tahun, dia paham betul dengan pergolakan cinta dan kebencian di istana. Dia menuangkan teh hangat untuk Ibu Suri."Tapi Kaisar begitu mencintai Selir Utama, sepertinya meski Ratu sangat pintar dan berani, dia akan mengalami kesulitan saat harus bersaing dengan selir dari Paviliun Dharma Senja itu. Malam ini, Selir Utama pasti akan melakukan sesuatu."Sepertinya pelayan itu tidak memiliki jalan pikiran yang sama dengan Ibu Suri. Dia menga

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 4

    Mendengar Kaisar akan segera menemuinya, Nabila pun menyuruh Sifa untuk menyanggul rambutnya kembali. Tapi tangan Sifa sedikit gemetaran, sepertinya dia merasa takut pada Kaisar yang akan segera datang.Tangan Sifa bergetar, jadi dia tidak bisa menghindari kesalahan.Saat Sifa mengambil beberapa helai rambut yang hendak disanggul untuk ketiga kalinya, Nabila mulai tidak sabar dan berkata dengan nada bicara dingin."Pergilah, biar aku sendiri yang melakukannya." Nabila ahli dalam teknik penyamaran, menata rambut adalah keahlian yang perlu dia kuasai.Dia mampu merapikan sanggulnya dalam waktu yang cukup cepat. Sifa yang melihatnya pun terkejut karena merasa kagum."Ratu terampil sekali ya!"Tapi saat mereka sedang bersiap menyambut Kaisar, pelayan istana yang menunggu di luar kembali memberi kabar."Ratu, Selir Utama sedang sakit kepala. Saat ini Kaisar sedang dalam perjalanan menuju Paviliun Dharma Senja."Sifa yang mendengarnya pun membuka mulutnya lebar-lebar, dia tidak percaya denga

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 5

    Sesampai di kamar pengantin, ibu inang yang sedari tadi selalu berwajah murung itu memerintahkan para pelayan menyiapkan air mandi untuk ratu.Dia mendorong Sifa dan tersenyum pada Nabila."Ratu, selama bertahun-tahun, Kaisar tidak pernah menghabiskan malam dengan selir lain kecuali Selir Utama, Anda jadi perempuan pertama yang dipilih olehnya."Sifa berdiri di samping sambil menatap ibu inang itu dengan bingung.Dia belum pernah melihat pelayan tua itu melayaninya dengan penuh perhatian. Di istana ini memang berlaku hukum rimba, yang kuat akan dipuja, yang lemah akan ditindas.Ternyata kedudukan perempuan di istana harem tergantung perlakuan Kaisar. Seorang perempuan tidak akan dihormati jika Kaisar tidak mencintainya, meski perempuan itu adalah seorang Ratu.Ibu inang berbicara banyak hal pada Nabila, tapi gadis itu sama sekali tidak menggubrisnya.Dia memberi perintah dengan nada bicara dingin. "Kalian semua boleh pergi, biar Sifa saja yang melayaniku di aula dalam."...Setelah mem

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 6

    Sifa yang mendengar keributan pun langsung bergegas menuju aula dalam."Ratu, apa yang ter ...."Sebelum Sifa menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba dia mendengar kata "Pergi!" yang berasal dari dalam kelambu tempat tidur Nabila.Suara laki-laki!Sifa merasa ketakutan, dia pun ingin meminta bantuan.Tiba-tiba, seorang kasim datang dan segera menahannya, lalu berkata dengan marah."Dasar bodoh! Dia itu Yang Mulia!"Sifa tercengang.Yang Mulia?! Kaisar tiran yang sudah membunuh banyak orang itu?Ini sudah sangat malam, kenapa tiba-tiba dia datang?!Di dalam kelambu.Telapak tangan besar Kaisar itu menekan satu pundak Nabila, sementara tangannya yang satu lagi mencengkeram pergelangan tangan Nabila yang memegang belati. Dia menindih tubuh Nabila, seperti singa yang siap menerkam mangsanya.Nabila bisa saja melawan, tapi setelah tahu siapa laki-laki itu, dia pun mengurungkan niatnya.Dia tidak bisa melihat wajah laki-laki itu karena gelap.Tapi aura membunuh yang terpancar dari laki-laki it

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 7

    Malam ini ditakdirkan untuk menjadi bencana, Nabila sudah menebaknya.Sejujurnya daripada harus menyerahkan kesuciannya pada Kaisar, tidak ada salahnya kalau Nabila harus melukai dirinya sendiri.Setidaknya dia tidak harus terus ditindih oleh Kaisar.Nabila merobek bagian bawah piamanya dan menjadikannya sapu tangan untuk dijadikan alas yang biasa digunakan pengantin baru untuk membuktikan bahwa dirinya masih perawan.Dia lantas mengangkat bagian bawah piamanya dengan satu tangan, satu tangannya memegang belati dengan posisi terbalik.Nabila sudah memutuskan untuk melakukannya, dia tidak bisa menolaknya.Dia berusaha menghibur dirinya sendiri, anggap saja ini luka biasa.Dari kecil sampai sekarang, dia sudah sering mendapat luka saat berlatih bela diri, 'kan?Setelah itu, dia dengan sekuat tenaga ....Pada saat ini, sebuah kekuatan besar menahan pergelangan tangannya.Nabila mengerutkan alisnya.Yohan kembali merampas belati itu. Kali ini dia berkata dengan nada bicara yang lebih tajam

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 8

    Nabila sama sekali tidak terlihat seperti istri yang sedih karena dicampakkan suaminya. Dia mengenakan pakaian ratu yang mewah, seperti burung phoenix yang turun ke dunia.Tatapannya terlihat cuek dan datar, memancarkan sifat yang tidak mudah didekati seperti batu giok.Warna kulitnya tidak putih pucat seperti standar ratu kerajaan, kulitnya terlihat kemerahan dan kencang.Wajahnya berwibawa dan memancarkan aura bangsawan yang kuat, dia terlihat cantik dan dingin seperti putri es.Para pelayan istana sudah terbiasa melihat selir yang mempunyai sedikit kemiripan dengan Selir Kehormatan. Mereka merasa takjub saat melihat kecantikan Nabila.Putri bangswan yang tercantik memang tidak bisa disamakan dengan wanita biasa.Sejak terjun di dunia persilatan, menyamar dan berpura-pura sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh Nabila.Kecantikan menjadi masalah baginya, terutama di kamp militer.Istri gurunya mengatakan bahwa Nabila sudah menyia-nyiakan kecantikannya. Dia tidak tega melihat waja

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 9

    Rio merasa sedikit kesal dan mencoba menasihatinya."Apa yang Kaisar lakukan terhadap Ratu itu kejam."Yohan sudah pergi, hanya punggungnya yang terlihat. Meski demikian, wibawanya tetap terasa.Ujung pakaian Yohan tertiup angin, dia menuruni tangga dan melihat ke arah yang jauh. Dia dapat melihat pemandangan seluruh taman istana dan peternakan kuda, termasuk Ratu yang berhasil menaklukkan kuda.Nabila yang menunggangi kuda itu terlihat seperti gadis dalam ingatannya....Karena masih merasa syok, Ibu Suri kembali ke Istana Giok terlebih dulu.Sementara Nabila kembali ke istananya sendiri, Istana Rubi.Menurut aturan kerajaan, para selir harus memberi hormat pada Ratu.Tapi selir yang datang untuk memberi hormat pada Nabila hanya sedikit. Kebanyakan dari mereka mengeluh sakit atau sedang mempunyai urusan lain.Nabila juga tidak mau berbasa-basi dengan mereka. Setelah menyapa sebentar, dia lantas menyuruh mereka untuk pergi.Beberapa saat kemudian, seorang pelayan datang untuk menyampai

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 10

    Sepertinya dia baru saja keluar dari Istana Giok. Saat berpapasan dengan Ratu, dia langsung memberi hormat."Salam hormat, Kakak Ipar!"Rio memanggil Nabila dengan sebutan Kakak Ipar, bukan Ratu. Sepertinya dia cukup akrab dengan Kaisar.Sifa tercengang saat melihat Rio.Pangeran Rio tampan sekali! Kulitnya putih, sikapnya sopan dan elegan! Sifatnya ini jauh lebih baik dari si Kaisar Tiran yang tidak berperasaan itu!Andai saja Nabila menikah dengannya ....Saat memikirkan hal itu, Sifa langsung menghentikan pemikiran konyolnya.Aturan istana sangat ketat, tidak seperti di kamp militer di mana dirinya bisa berbicara bebas dengan laki-laki.Saat Nabila hendak pergi, Rio kembali berbicara."Saat menyaksikan eksekusi kemarin, apa Ratu merasa terkejut?"Nabila terlihat fokus, dia lantas menjawab dengan cuek. "Tidak.""Kebetulan aku melihat langsung saat kakak Ipar berhasil menaklukkan kuda itu, Kakak Ipar memang hebat! Sebenarnya Kaisar menyukai wanita yang bisa menaklukkan kuda. Bisa jadi

Latest chapter

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1150

    Di dalam sebuah rumah besar di luar istana.Di sinilah Nadine bertemu dengan kakak yang dia rindukan.Dia sangat terkejut. Begitu ingin memeluknya, sekilas dia melihat perut Nabila yang membuncit."Kak, kamu ini ...."Nadine memikirkan sesuatu, tetapi merasa tidak mungkin.Nabila mengangguk dengan sorot mata lembut."Aku hamil."Nadine melongo dengan tidak percaya, "Benarkah!?"Ini kabar gembira!Kedua saudari itu duduk. Mereka sudah lama tidak bertemu dan banyak hal yang ingin mereka bicarakan.Ruangan sebelah.Yohan dan Lukas tinggal bersama.Raut wajah Lukas tidak sebaik sebelumnya, dengan kantong mata hitam dan kesedihannya terlihat jelas.Yohan bertanya tanpa memahami apa pun."Bagaimana rasanya menjadi suami permaisuri?"Lukas menunduk, mencela dirinya sendiri dengan sedih."Aku tidak berbakat dan tidak bisa kompeten."Yohan mengerutkan kening.Mengapa dia terlihat sangat sedih?Mungkinkah Nadine menyukai pria baru dan tidak menyukai dirinya lagi, juga memiliki pria kesayangan?L

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1149

    Nadine terlihat sedih.Dua orang di hadapannya ini adalah ibu dan suaminya.Tidak satu pun dari mereka memercayainya."Sebagai seorang penguasa, kalau bekerja keras untuk mengatur pemerintahan, apa artinya sakit kepala?""Saat Bibi menjadi kepala negara, dia terluka berkali-kali dan nyaris kehilangan nyawanya beberapa kali, tapi dia tidak menyerah begitu saja. Kenapa kalian ingin aku menyerah?""Aku tahu kakak dan yang lainnya sudah mengatur pengganti, tapi aku bisa melakukan lebih baik daripada pengganti. Untuk apa mengambil risiko?""Kalian tidak tahu kakak begitu jauh dan tidak tahu seberapa besar bahaya yang dihadapi Kerajaan Puanin saat ini.""Kerajaan Sahara dan Kerajaan Suari telah mengutus begitu banyak mata-mata ke sini. Istana telah disusupi oleh mereka dan mereka telah mengerahkan puluhan ribu pasukan yang menunggu untuk menyerang Kerajaan Puanin. Yang disebut waktu adalah karena identitasku sebagai pemimpin kerajaan.""Begitu mereka tahu aku palsu dan bukan Ratu Negara Naki

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1148

    Pada awal Mei, hawa dingin telah mereda.Nabila dan Yohan memulai perjalanan ke barat dengan santai dan mengunjungi berbagai negara kota di sepanjang jalan.Evan memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Verto untuk membantu menangkap Jacob yang melarikan diri dan membasmi Sekte Manusia Obat....Kerajaan Puanin.Nadine telah menerima surat dari kakak yang mengatakan dia telah mengirimkan pengganti.Akan tetapi, Nadine tidak bisa tenang kalau menyerahkan urusan negara Kerajaan Puanin kepada penggantinya dan masih tetap menjadi pemimpin kerajaan.Pertama, dia takut pengganti akan terungkap dan menimbulkan masalah. Kedua, dia secara bertahap mulai terbiasa dengan urusan Kerajaan Puanin. Karena dirinya adalah keturunan keluarga Kerajaan Puanin, dia harus memikul tanggung jawab dan melakukan sesuatu untuk negara ini.Lukas terus membujuknya, berharap Nadine akan kembali ke Negara Naki bersamanya tanpa tidak berani mengatakan yang sebenarnya, yakni takut penyakit lamanya akan kambuh.Hari ini sete

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1147

    "Tuan Muda Rega, tolong tunggu sebentar lagi. Mi akan segera siap!"Sifa menikmatinya, tetapi dia tidak tahu semua usahanya ini menjadi beban bagi Rega.Tidak lama kemudian, mi sudah siap.Sifa meletakkan mi di atas meja dan menatap Rega penuh harap."Tuan Muda Rega, semoga panjang umur seperti Tardin ... cuih! Apa yang kukatakan? Tuan Muda Rega berbeda dengan penjahat seperti Tardin."Rega tidak makan mi dan hanya bertanya pada Sifa."Apa kamu senang?"Sifa tertegun."Tentu saja aku senang. Orang-orang jahat mendapat balasannya. Terlebih lagi, tabib bilang hari ini matamu sudah membaik. Aku yakin kamu akan segera dapat melihat cahaya lagi ....""Sifa, tidak ada kemungkinan bagi kita berdua." Rega mengerucutkan bibir. Dia tidak menyangka akan mengatakan sampai mengatakan hal ini.Sifa tertegun sejenak, lalu tersenyum lega."Tuan Muda Rega, aku tahu kamu adalah kerabat Kaisar dan aku ....""Ini bukan tentang statusmu, Sifa. Aku jauh lebih tua darimu dan aku tidak mau menunda hidupmu."S

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1146

    Fiona selalu menyukai wanita. Kalau menyangkut pria, dialah yang mempermainkan mereka sesuka hati.Kini menghadapi sikap baik Pangeran Rio, dia merasa bingung harus berbuat apa.Pangeran Rio juga jelas menyukai pria ....Melihat reaksinya, Pangeran Rio buru-buru menjelaskan."Kita punya pengalaman yang sama, bukankah menyenangkan hidup bersama?""Kalau kamu pergi, aku harus menikah dengan orang lain. Tidak ada orang yang cocok sepertimu untukku.""Aku juga masih harus menyembunyikan diri dengan hati-hati, kenapa kita tidak terus begini saja?"Mendengar ucapannya, Fiona menghela napas lega."Jadi itu maksudmu."Dia mengira Pangeran Rio benar-benar memiliki niat jahat terhadapnya....Kejahatan Tardin diumumkan dan menimbulkan kegemparan besar.Sulit bagi orang-orang untuk percaya Tardin bisa hidup begitu lama."Orang ini pasti punya kemampuan untuk hidup selamanya. Kaisar takut padanya, jadi dia dipenggal.""Kasus manusia obat ini sangat rumit. Sebelumnya dikatakan pelaku sebenarnya ada

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1145

    Sorot mata Yohan berkilat."Seorang wanita bergandengan dengan suami untuk membawa perdamaian ke dunia. Suami permaisuri tetaplah suami."Setelah mendengar jawaban ini, akhirnya Pangeran Rio pun cemas.Dia segera menangkupkan tangan dan menasihati."Kaisar, kamu tidak boleh melakukan ini!"Sebagai raja suatu negara, bagaimana kamu bisa menjadi bawahan seorang wanita?"Kalau ada yang tahu, takutnya mereka akan mentertawakanmu!"Biasanya Pangeran Rio acuh tak acuh. Akan tetapi begitu menyangkut sesuatu yang dia pedulikan, dia menjadi sangat keras kepala.Yohan menghardik."Makanya kubilang akan lebih baik kalau hanya segelintir orang yang mengetahui masalah ini."Pangeran Rio diam-diam bergumam.Ternyata kaisar juga tahu artinya aib."Apa Yang Mulia Ratu juga setuju kamu menjadi suami permaisuri?"Yohan mengerutkan kening, "Mana mungkin dia tidak setuju? Mungkinkah dia bisa menikah dengan pria lain?"Pangeran Rio terperangah."Bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertanya apa Yang Mulia R

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1144

    Setelah diinterogasi oleh Pangeran Rio, bawahan Jacob mengaku dengan jujur."Ka ... kami yang melakukannya.""Tardin menginginkan darah Pangeran, jadi menyuruh Jacob menanganinya.""Tapi itu adalah Pangeran dan seni bela dirinya luar biasa, jadi Jacob menggunakan siasat untuk membuat mendiang kaisar curiga terhadap Pangeran Rufus sebelum memalsukan bukti pemberontakannya."Pangeran Rio sudah mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.Meski ayahnya difitnah, dia tetap setia kepada kaisar.Kalau kaisar ingin menterinya mati, dia harus mati.Sampai diasingkan, ayahnya tidak mengumpulkan pasukan untuk menyelamatkan diri.Dia juga berharap mendiang kaisar akan mengetahui bahwa dia tidak bersalah.Akan tetapi, pada akhirnya, tidak disangka Sekte Manusia Obat sangat ingin membunuhnya, sehingga mereka membunuhnya dalam perjalanan ke pengasingan.Kebenaran terungkap dan beban berat yang Pangeran Rio tanggung seolah telah terangkat. Akan tetapi bagaimanapun juga, orangnya telah tiada dan tidak dap

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1143

    Dunia mempermainkan manusia, ternyata Evan terlambat satu langkah. Setelah tiba di penjara, Tardin sudah meninggal.Melihat mayat Tardin, Evan meninju dinding dan berteriak.Dikatakan orang baik selalu hidup dalam usia pendek dan itu memang benar adanya.Orang seperti Tardin bisa hidup hingga usia lebih dari 200 tahun, sementara orang seperti Joka dibunuh bahkan sebelum bisa mencapai masa puncaknya.Memikirkan hal ini, kebencian mulai melanda diri Evan. Akan tetapi, dia tidak tahu harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa.Karena emosi yang berlebihan, Evan pingsan di bawah terik matahari begitu keluar dari penjara.Istana.Nabila tinggal di Istana Safir untuk sementara waktu.Dia hamil lebih dari tiga bulan dan perlahan mulai menunjukkan kehamilannya. Baru pada saat itulah dia merasakan kehamilan yang sebenarnya, memang ada seorang anak yang tumbuh di dalam.Tabib kekaisaran yang diatur oleh Yohan akan datang untuk memeriksa denyut nadinya setiap hari.Saat ini kondisi janinnya su

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 1142

    Terakhir kali Tardin melihat Kaisar Taziar, dia sekarat di kasur."Tardin ... Dik, kamu tahu isi hatiku. Masih ada banyak urusan yang belum selesai, pemerintahan baru belum dibangun. Putra Mahkota masih muda ... Tardin, aku hanya benci kalau langit tidak berbelas kasihan dan tidak membiarkanku hidup beberapa tahun lagi. Tidak masalah kalau bisa hidup satu tahun lagi ... banjir di selatan, kelaparan di utara. Negara Naki dikelilingi oleh musuh, Kerajaan Jaming menindasku, ada pemberontakkan di dalam ... tapi Raja Neraka menginginkan nyawaku, a ... aku terpaksa menyerah. Dik, kuserahkan semua masalah negara di tanganmu. Kamu bantulah Putra Mahkota. Kamu adalah paman sekaligus ayah angkatnya. Dik, aku hanya percaya padamu."Kaisar Taziar dalam ingatannya sama persis dengan yang ada di depan.Tardin terisak pelan, punggungnya terlihat lemah."Kak! Aku sudah melakukan apa yang kamu minta! Kamu akan hidup selamanya dan Negara Naki ini akan makmur di bawah pemerintahanmu. Kelak kamu akan mend

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status