Share

Bab 2

Penulis: Shana
Nabila yang menunggu di dalam ruangan itu menyipitkan mata indahnya.

Hasil pemeriksaan itu tidak akan membawa keuntungan apa pun bagi Keluarga Feno.

Selir Utama pasti yakin kalau Nadine sudah tidak perawan dan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat masalah.

Jika ternyata "Nadine" masih perawan, Selir Utama pasti akan curiga meski hal itu bisa mengadang niat buruk selir laknat itu.

Andai saja pihak istana tahu kalau Nabila hanya pengganti, hal itu akan dihitung sebagai penipuan. Pasti pihak kerajaan akan memberi hukuman yang setimpal pada Keluarga Feno!

Nabila melihat lurus ke depan, dia menggunakan tangannya yang biasa dia gunakan untuk memegang pedang itu dan menodongkannya ke hiasan kepalanya sendiri dengan tenang.

Gurunya mengajarkannya seni bela diri dan pengabdian pada negara.

Istri gurunya telah mengajarinya cara mengurus rumah tangga, termasuk beberapa teknik mengurus harem, tapi Nabila merasa dia tidak akan pernah menerapkannya meski sudah mempelajarinya dengan baik.

Nabila mempunyai ambisi yang tinggi, dia tidak mau mengurus rumah tangga atau hanya menjadi istri yang berdiam diri di rumah dan dituntut untuk selalu patuh pada suaminya.

Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain.

Di luar ruangan.

Kasim berdiri di depan pintu dengan sikap mengancam, di belakangnya ada pelayan wanita yang siap memeriksa tubuh Nabila.

"Nyonya, ini perintah Selir Utama, apa kalian mau membangkang?"

Mirna mengadang di depan pintu, dia tidak mau membiarkan mereka masuk sejengkal pun.

"Meskipun ini perintah Selir Utama, tapi dia juga tidak boleh berbuat seenaknya! Kalian sudah merendahkan putri Keluarga Feno!"

Kasim itu mengangkat alisnya, tatapannya terlihat mengejek.

Ternyata Keluarga Feno begitu menyayangi putri mereka dan menganggapnya sebagai burung phoenix?

Tapi apa artinya burung phoenix yang sudah kehilangan bulu indahnya?

"Kalian tidak mau mengikuti aturan kerajaan? Kalian sudah melanggar hukum!" Kasim itu menaikkan suaranya, ekspresinya terlihat garang.

Dia melambaikan tangannya dan memberi perintah pada pelayan di belakangnya.

Mirna tercengang.

Saat ini mereka sedang berada di kediaman Keluarga Feno.

Apa yang mereka lakukan benar-benar sudah melewati batas!

Saat utusan istana hendak menahan Mirna, tiba-tiba sebuah suara lembut namun tegas terdengar dari dalam ruangan.

"Keluarga Feno sudah menghasilkan 13 orang Ratu, semuanya punya reputasi yg baik.

"Tapi ternyata kalian meragukan kesucianku, aku juga punya alasan untuk curiga. Sebenarnya apa yang membuat kalian meragukanku?"

"Ini masalahku, aku tidak mau melibatkan Keluarga Feno. Cara membuktikan tekadku hanya dengan mati."

"Ibu, tolong siapkan kain sutra putih setinggi tiga kaki untukku. Tunggu sampai aku mati dan biarkan mereka memeriksa mayatku. Saat itu mereka akan tahu bahwa tubuhku masih sangat terjaga."

"Dengan cara ini, nama baik Keluarga Feno tidak akan tercoreng!"

Wajah Mirna memucat, dia berkata, "Jangan lakukan itu!"

Kasim yang sedari tadi memperlihatkan keangkuhannya itu saat ini mulai merasa ragu. Dia kembali melambaikan tangannya dan meminta pelayan untuk berhenti.

Dia maju beberapa langkah dan berpura-pura hormat pada orang yang berada dalam ruangan.

"Nona, tidak perlu berbuat begitu."

"Kalau nona memang tidak bersalah, tidak perlu takut untuk diperiksa."

"Dua pelayan istana ini sudah sangat berpengalaman, mereka pasti akan memperlakukan nona dengan baik."

Perkataan kasim itu menunjukkan bahwa jika Nabila tidak mau menjalani pemeriksaan, itu artinya ada sesuatu yang gadis itu sembunyikan.

Tepat saat kasim itu mengira dirinya berhasil mendesak Nabila, tiba-tiba dia mendengar pertanyaan dari dalam ruangan.

"Kasim, sebenarnya siapa yang meragukan kesucianku? Selir Utama atau Kaisar sendiri?"

Kasim itu mengerutkan keningnya.

Dia belum sempat menjawab, tapi Nabila tiba-tiba menjawab pertanyaannya sendiri.

"Tapi sepertinya ini bukan keinginan Selir Utama.

"Dia cuma selir, bagaimana mungkin dia berani melakukan sesuatu di luar batas? Mana mungkin dia curiga padaku yang merupakan Ratu sekaligus istri sah Kaisar?"

"Mungkin saja yang menaruh curiga itu Kaisar atau Ibu Suri, mereka hanya meminjam nama Selir Utama untuk menjalankan perintah ini."

Punggung kasim itu langsung berkeringat dingin setelah mendengar perkataan Nabila.

Dia langsung membantah.

"Kenapa Nona lancang sekali!"

Nabila terlihat tenang, dia sama sekali tidak terkejut.

"Kalau keluarga kerajaan mencurigaiku, aku sebagai putri dari Keluarga Feno tidak akan menerima alasan tidak masuk akal ini."

"Kalau pernikahan ini dibatalkan, aku harus pergi ke makam Kaisar Gunung Yunda untuk mengeluh tentang kejadian hari ini!"

Kasim yang mendengarnya pun mulai panik, kelopak matanya berkedut.

Bisa gawat kalau masalah ini menjadi semakin besar!

Dia berpikir, sejak kapan Nadine menjadi pemberani seperti ini?

Istana Kekaisaran.

Paviliun Dharma Senja.

Selir Utama Kaisar menyandarkan tubuhnya dengan malas di kursi empuk, beberapa pelayan istana sedang memijat pundak dan kakinya.

Mendengar laporan kasim, mata menawannya yang seperti rubah itu terlihat sedikit dingin.

"Si Nadine jalang itu benar-benar berkata seperti itu?"

Kasim mengangguk berkali-kali.

Tatapan selir itu terlihat dingin, dia menendang pelayan yang sedang memijati kakinya dan berdiri.

"Dia berani masuk istana tanpa takut ketahuan kalau dia sudah tidak perawan di saat malam pertama, apa jangan-jangan aku sudah salah menerima informasi? Apa dia memang masih perawan?"

Kasim segera berlutut dan berkata, "Hamba juga tidak tahu."

....

Tandu pengantin memasuki istana. Sesuai aturan kerajaan, tandu yang ditumpangi Nabila diletakkan di samping istana. Dia akan memasuki istana utama di waktu yang tepat untuk memberi penghormatan.

Pelayan Keluarga Feno yang bernama Sifa jauh lebih gugup daripada Nabila, dia hanya berdiri mematung di samping.

"Nona, orang-orang bilang kalau Kaisar sangat kejam. Dia pernah membunuh belasan menteri dalam sehari. Wanita-wanita di harem yang menawarkan diri untuk melayani Kaisar juga dihukum mati dengan cara yang kejam.

Bahkan ada mengatakan kalau Kaisar adalah reinkarnasi dari Dewa Kematian yang kejam dan haus darah!"

Nabila memang pernah mendengar rumor itu dari orang-orang di daerah perbatasan.

Kaisar Yohan adalah seorang Kaisar yang lalim dan sewenang-wenang.

Sifa masih terus berbicara.

"Tapi awalnya Kaisar tidak kejam seperti ini. Sifatnya berubah total setelah Selir Kehormatan yang sangat dicintainya meninggal.

"Apa Nona tahu alasan Kaisar begitu mencintai Selir Utama karena wajahnya mirip sekali dengan Selir Kehormatan. Wajah selir-selir lain di istana harem juga kurang lebih mirip dengannya."

"Tapi kalau Kaisar tidak suka dengan salah satu wanita di istana harem, dia akan ...."

Sifa melihat ke arah Nabila dengan penuh kekhawatiran.

Nabila sama sekali tidak mirip dengan Selir Kehormatan, Sifa khawatir Kaisar tidak menyukai Nabila dan mungkin akan dicampakkan oleh Kaisar bengis itu.

Dia khawatir malam pertama yang akan dijalani Nabila tidak akan berjalan sesuai keinginan.

Komen (60)
goodnovel comment avatar
Mita Ita
seruu banget
goodnovel comment avatar
Geunaseh Hat
makin penasaran aja
goodnovel comment avatar
Siti M
lanjut, makin penasaran
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 3

    Istana Giok, kediaman Ibu Suri.Setelah mendengar tentang kejadian di Kediaman Keluarga Feno, ekspresi Ibu Suri terlihat senang. Dia lantas memberi perintah pada pelayan di sampingnya."Aku pernah bertemu dengan Nadine di pesta ulang tahunku tahun lalu. Sifat Nadine terlalu lembut, waktu itu aku beranggapan kalau dia pasti akan kesulitan saat menjadi Ratu nanti.""Siapa sangka dia berani menolak perintah Cindy dengan tegas.""Aku benar-benar dibuat kagum olehnya."Pelayan yang biasa dipanggil Bibi Asih itu sudah menjadi pelayan Ibu Suri selama bertahun-tahun, dia paham betul dengan pergolakan cinta dan kebencian di istana. Dia menuangkan teh hangat untuk Ibu Suri."Tapi Kaisar begitu mencintai Selir Utama, sepertinya meski Ratu sangat pintar dan berani, dia akan mengalami kesulitan saat harus bersaing dengan selir dari Paviliun Dharma Senja itu. Malam ini, Selir Utama pasti akan melakukan sesuatu."Sepertinya pelayan itu tidak memiliki jalan pikiran yang sama dengan Ibu Suri. Dia menga

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 4

    Mendengar Kaisar akan segera menemuinya, Nabila pun menyuruh Sifa untuk menyanggul rambutnya kembali. Tapi tangan Sifa sedikit gemetaran, sepertinya dia merasa takut pada Kaisar yang akan segera datang.Tangan Sifa bergetar, jadi dia tidak bisa menghindari kesalahan.Saat Sifa mengambil beberapa helai rambut yang hendak disanggul untuk ketiga kalinya, Nabila mulai tidak sabar dan berkata dengan nada bicara dingin."Pergilah, biar aku sendiri yang melakukannya." Nabila ahli dalam teknik penyamaran, menata rambut adalah keahlian yang perlu dia kuasai.Dia mampu merapikan sanggulnya dalam waktu yang cukup cepat. Sifa yang melihatnya pun terkejut karena merasa kagum."Ratu terampil sekali ya!"Tapi saat mereka sedang bersiap menyambut Kaisar, pelayan istana yang menunggu di luar kembali memberi kabar."Ratu, Selir Utama sedang sakit kepala. Saat ini Kaisar sedang dalam perjalanan menuju Paviliun Dharma Senja."Sifa yang mendengarnya pun membuka mulutnya lebar-lebar, dia tidak percaya denga

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 5

    Sesampai di kamar pengantin, ibu inang yang sedari tadi selalu berwajah murung itu memerintahkan para pelayan menyiapkan air mandi untuk ratu.Dia mendorong Sifa dan tersenyum pada Nabila."Ratu, selama bertahun-tahun, Kaisar tidak pernah menghabiskan malam dengan selir lain kecuali Selir Utama, Anda jadi perempuan pertama yang dipilih olehnya."Sifa berdiri di samping sambil menatap ibu inang itu dengan bingung.Dia belum pernah melihat pelayan tua itu melayaninya dengan penuh perhatian. Di istana ini memang berlaku hukum rimba, yang kuat akan dipuja, yang lemah akan ditindas.Ternyata kedudukan perempuan di istana harem tergantung perlakuan Kaisar. Seorang perempuan tidak akan dihormati jika Kaisar tidak mencintainya, meski perempuan itu adalah seorang Ratu.Ibu inang berbicara banyak hal pada Nabila, tapi gadis itu sama sekali tidak menggubrisnya.Dia memberi perintah dengan nada bicara dingin. "Kalian semua boleh pergi, biar Sifa saja yang melayaniku di aula dalam."...Setelah mem

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 6

    Sifa yang mendengar keributan pun langsung bergegas menuju aula dalam."Ratu, apa yang ter ...."Sebelum Sifa menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba dia mendengar kata "Pergi!" yang berasal dari dalam kelambu tempat tidur Nabila.Suara laki-laki!Sifa merasa ketakutan, dia pun ingin meminta bantuan.Tiba-tiba, seorang kasim datang dan segera menahannya, lalu berkata dengan marah."Dasar bodoh! Dia itu Yang Mulia!"Sifa tercengang.Yang Mulia?! Kaisar tiran yang sudah membunuh banyak orang itu?Ini sudah sangat malam, kenapa tiba-tiba dia datang?!Di dalam kelambu.Telapak tangan besar Kaisar itu menekan satu pundak Nabila, sementara tangannya yang satu lagi mencengkeram pergelangan tangan Nabila yang memegang belati. Dia menindih tubuh Nabila, seperti singa yang siap menerkam mangsanya.Nabila bisa saja melawan, tapi setelah tahu siapa laki-laki itu, dia pun mengurungkan niatnya.Dia tidak bisa melihat wajah laki-laki itu karena gelap.Tapi aura membunuh yang terpancar dari laki-laki it

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 7

    Malam ini ditakdirkan untuk menjadi bencana, Nabila sudah menebaknya.Sejujurnya daripada harus menyerahkan kesuciannya pada Kaisar, tidak ada salahnya kalau Nabila harus melukai dirinya sendiri.Setidaknya dia tidak harus terus ditindih oleh Kaisar.Nabila merobek bagian bawah piamanya dan menjadikannya sapu tangan untuk dijadikan alas yang biasa digunakan pengantin baru untuk membuktikan bahwa dirinya masih perawan.Dia lantas mengangkat bagian bawah piamanya dengan satu tangan, satu tangannya memegang belati dengan posisi terbalik.Nabila sudah memutuskan untuk melakukannya, dia tidak bisa menolaknya.Dia berusaha menghibur dirinya sendiri, anggap saja ini luka biasa.Dari kecil sampai sekarang, dia sudah sering mendapat luka saat berlatih bela diri, 'kan?Setelah itu, dia dengan sekuat tenaga ....Pada saat ini, sebuah kekuatan besar menahan pergelangan tangannya.Nabila mengerutkan alisnya.Yohan kembali merampas belati itu. Kali ini dia berkata dengan nada bicara yang lebih tajam

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 8

    Nabila sama sekali tidak terlihat seperti istri yang sedih karena dicampakkan suaminya. Dia mengenakan pakaian ratu yang mewah, seperti burung phoenix yang turun ke dunia.Tatapannya terlihat cuek dan datar, memancarkan sifat yang tidak mudah didekati seperti batu giok.Warna kulitnya tidak putih pucat seperti standar ratu kerajaan, kulitnya terlihat kemerahan dan kencang.Wajahnya berwibawa dan memancarkan aura bangsawan yang kuat, dia terlihat cantik dan dingin seperti putri es.Para pelayan istana sudah terbiasa melihat selir yang mempunyai sedikit kemiripan dengan Selir Kehormatan. Mereka merasa takjub saat melihat kecantikan Nabila.Putri bangswan yang tercantik memang tidak bisa disamakan dengan wanita biasa.Sejak terjun di dunia persilatan, menyamar dan berpura-pura sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh Nabila.Kecantikan menjadi masalah baginya, terutama di kamp militer.Istri gurunya mengatakan bahwa Nabila sudah menyia-nyiakan kecantikannya. Dia tidak tega melihat waja

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 9

    Rio merasa sedikit kesal dan mencoba menasihatinya."Apa yang Kaisar lakukan terhadap Ratu itu kejam."Yohan sudah pergi, hanya punggungnya yang terlihat. Meski demikian, wibawanya tetap terasa.Ujung pakaian Yohan tertiup angin, dia menuruni tangga dan melihat ke arah yang jauh. Dia dapat melihat pemandangan seluruh taman istana dan peternakan kuda, termasuk Ratu yang berhasil menaklukkan kuda.Nabila yang menunggangi kuda itu terlihat seperti gadis dalam ingatannya....Karena masih merasa syok, Ibu Suri kembali ke Istana Giok terlebih dulu.Sementara Nabila kembali ke istananya sendiri, Istana Rubi.Menurut aturan kerajaan, para selir harus memberi hormat pada Ratu.Tapi selir yang datang untuk memberi hormat pada Nabila hanya sedikit. Kebanyakan dari mereka mengeluh sakit atau sedang mempunyai urusan lain.Nabila juga tidak mau berbasa-basi dengan mereka. Setelah menyapa sebentar, dia lantas menyuruh mereka untuk pergi.Beberapa saat kemudian, seorang pelayan datang untuk menyampai

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 10

    Sepertinya dia baru saja keluar dari Istana Giok. Saat berpapasan dengan Ratu, dia langsung memberi hormat."Salam hormat, Kakak Ipar!"Rio memanggil Nabila dengan sebutan Kakak Ipar, bukan Ratu. Sepertinya dia cukup akrab dengan Kaisar.Sifa tercengang saat melihat Rio.Pangeran Rio tampan sekali! Kulitnya putih, sikapnya sopan dan elegan! Sifatnya ini jauh lebih baik dari si Kaisar Tiran yang tidak berperasaan itu!Andai saja Nabila menikah dengannya ....Saat memikirkan hal itu, Sifa langsung menghentikan pemikiran konyolnya.Aturan istana sangat ketat, tidak seperti di kamp militer di mana dirinya bisa berbicara bebas dengan laki-laki.Saat Nabila hendak pergi, Rio kembali berbicara."Saat menyaksikan eksekusi kemarin, apa Ratu merasa terkejut?"Nabila terlihat fokus, dia lantas menjawab dengan cuek. "Tidak.""Kebetulan aku melihat langsung saat kakak Ipar berhasil menaklukkan kuda itu, Kakak Ipar memang hebat! Sebenarnya Kaisar menyukai wanita yang bisa menaklukkan kuda. Bisa jadi

Bab terbaru

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 965

    Setelah melihat Mirna keluar, raut wajah Meisi langsung berubah, dia berjalan ke depan sambil tersenyum."Kakak."Mirna melangkah dengan cepat dan menaiki kereta kuda bersama Meisi.Di dalam kereta kuda, Mirna berkata sambil tersenyum lebar."Meisi, sebenarnya hati Ratu sangat baik. Kita semua adalah satu keluarga, Ratu akan merawatmu dan putrimu dengan baik di masa depan."Meisi merasa sedikit curiga saat mendengar ini.Apakah Ratu benar-benar memercayainya atau ini hanya trik untuk menunda waktu?Jika itu adalah trik untuk menunda waktu, maka Ratu benar-benar lebih licik daripada perkiraannya.Benak Meisi dipenuhi dengan banyak pikiran dan tidak mendengar ucapan Mirna dengan jelas.Karena baginya itu semua adalah omong kosong....Kediaman Letnan Jenderal.Setelah Vincent tiba di kediaman, Hannah segera menariknya ke dalam kamar dan berkata dengan gembira."Suamiku, hari ini Ibu bilang kalau dia akan pergi ke Provinsi Zenas.""Kenapa tiba-tiba sekali?" tanya Vincent dengan bingung.H

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 964

    Jaila merasa sangat cemas."Ibu, bagaimana ini! Siapa yang mencelakai kita!""Orang yang iri pada kita pasti memberi tahu hal ini pada Bibi!"Raut wajah Meisi mendingin dan menunjukkan ekspresi licik seorang pedagang."Bukan orang lain, tapi Ratu.""Ratu?" Jaila merasa sangat terkejut.Jaila kembali bertanya, "Kenapa Ratu menyelidiki kita? Kita bahkan tidak menyinggungnya."Ini hanya tebakan Meisi, tapi sangat mendekati."Bibimu langsung menanyakan kejadian saat itu setelah meninggalkan istana, jadi pasti Ratu yang kasih tahu hal ini padanya."Jaila tiba-tiba memahami hal ini.Benar juga!Tidak ada orang lain selain Ratu!"Ibu, apa kata Bibi? Apakah Bibi akan mengabaikan kita?"Meisi mendengus."Aku adalah adik kandungnya dan satu-satu keluarganya. Tidak ada orang yang bisa mengganggu hubungan kami.""Tidak ada orang yang mengenalnya lebih baik dariku. Dia adalah orang yang berhati lembut."Hari ini dia sudah berlutut dan menangis di hadapan Kakak, yang sudah cukup untuk menggerakkan h

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 963

    Kediaman Letnan Jenderal.Meisi sedang berlutut di lantai dan berkata sambil menangis."Kakak, saat itu aku terlalu impulsif dan manja.""Aku iri dan juga tidak terima karena kamu bisa memasuki Kediaman Feno. Jelas-jelas akulah yang lebih dulu mengenal Nadif dan diam-diam bersama dengannya, hanya tinggal satu langkah terakhir lagi. Tapi keputusannya tiba-tiba berubah dan malah menikahimu saat dia datang untuk melamar.""Bagaimana aku bisa menerima perubahan besar seperti ini?""Saat itu aku baru melewati upacara kedewasaan dan dimanjakan oleh Kakak, Ayah dan Ibu. Bagaimana mungkin aku bisa menerima semua ini!""Aku benar-benar menyukainya, jadi ... jadi aku dengan bodohnya melakukan hal itu."Mirna mendengar dalam diam, hatinya seperti sedang diiris dengan pisau.Meisi memang merupakan anak yang paling dimanjakan semua orang saat masih kecil, Meisi akan mendapatkan apa pun yang dia inginkan dan semua orang menyukainya.Orang seperti ini pasti akan melakukan hal yang tidak masuk akal sa

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 962

    Kediaman Letnan Jenderal.Mirna sudah sadar pada dua jam sebelumnya, tapi dia menolak saran Kaisar dan Ratu yang memintanya untuk beristirahat di istana.Karena ada beberapa hal yang harus dia bicarakan secara langsung dengan Meisi.Mirna diantar kembali oleh pelayan istana, raut wajahnya terlihat pucat saat ini.Hannah membantu Mirna untuk duduk di tempat tidur dan bertanya dengan khawatir."Ibu, bagaimana kondisi Anda? Apakah masih merasa tidak nyaman?"Hannah mendengar dari pengawal jika ibunya pingsan di istana.Apa yang terjadi saat ibunya berada di dalam istana?Mirna menepuk punggung tangan Hannah, "Aku baik-baik saja. Kalau ada tamu yang datang, langsung bawa dia ke sini.""Baik."Meisi datang tidak lama kemudian.Setelah memberi salam pada Meisi, Hannah berkata pada Mirna, "Ibu, aku menemani Nini dulu."Nini adalah putrinya dengan Vincent. Nini sudah berusia dua tahun sekarang di mana sangat suka menempel dengan orang tuanya.Mirna mengangguk pada Hannah, "Hm, pergilah. Tolong

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 961

    Perasaan Mirna sangat kacau balau saat ini dan menangis.Dia mendengar Bibi Gita kembali melanjutkan ucapannya."Nyonya Besar Resa tetap tidak mengalah meskipun Meisi mengandung anak Tuan Muda.""Nyonya Besar memberi banyak uang pada Keluarga Anderson yang bisa membuat mereka hidup nyaman, tapi ada dua syarat. Syarat pertama adalah Meisi harus menggugurkan anaknya dan jangan pernah bermimpi untuk memasuki Kediaman Feno lagi. Sedangkan yang kedua adalah ...."Bibi Gita menatap Mirna, "Memutus hubungan dengan Nyonya."Mirna sama sekali tidak menyangka jika kebenarannya adalah seperti ini.Masalah selanjutnya diceritakan oleh Nabila."Uang itu pada awalnya bisa memenuhi kehidupan Keluarga Anderson. Tapi putra mereka suka minum arak, berjudi dan berzina yang menghabiskan semua harta keluarganya.""Sedangkan Bibi sama sekali tidak menggugurkan anaknya. Dia menikah jauh dengan seorang pedagang dengan membawa anak dan maskawin yang besar.""Keluarga Anderson pernah pergi ke Kota Gido untuk me

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 960

    Mirna sama sekali tidak bisa menerima hal ini, tidak disangka adik kandungnya diam-diam melahirkan anak Nadif!Mirna bisa menerima Meisi menikah dengan Nadif, tapi Mirna tidak bisa menerima mereka menipu dan mengkhianatinya!Usia Jaila kira-kira sama dengan Vincent.Jika ucapan Nabila benar, maka sebelum dia menikah dengan Nadif, Meisi sudah ....Napas Mirna terasa sangat berat, dia menggenggam tangan Nabila dengan erat dan menatapnya dengan penuh harap."Nabila, apakah ini benar? Mereka benar-benar ...."Daripada terus berlarut-larut, lebih baik diselesaikan sekarang.Nabila mengangguk."Benar, aku tidak akan menggunakan hal ini untuk membohongi Anda."Sulit untuk meyakinkan ibunya hanya dengan ucapan darinya.Jadi Nabila juga mendatangkan saksi mata.Dua jam kemudian, Baron membawa seorang wanita tua ke Istana Rubi.Rambut wanita tua itu sudah memutih, dia berjalan dengan pincang.Baron berdiri di luar istana dan membiarkannya masuk sendiri.Wanita tua itu memberi hormat pada Nabila,

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 959

    Mirna merasa bersalah pada Meisi, ini adalah pertama kalinya Meisi memohon padanya untuk menghadiri Perjamuan Musim Gugur selama beberapa tahun ini. Mirna berpikir tidak peduli bagaimanapun juga dia harus memenuhi keinginan Meisi.Keesokan harinya, Mirna memasuki istana untuk bertemu dengan Ratu.Di dalam Istana Rubi.Mirna dan Nabila duduk bersama sambil dilayani oleh Arin, tidak ada yang perlu dirahasiakan darinya.Mirna berkata dengan serius."Ratu, hanya tersisa bibimu di keluarga kakekmu.""Dia adalah adik kandungku, aku tidak pernah merawatnya dengan baik selama beberapa tahun ini.""Suaminya mati cepat dan jadi seorang janda sekarang. Kehidupannya sama sekali tidak ...."Nabila acuh tak acuh terhadap ucapan Mirna dan langsung bertanya."Apa yang mau Anda katakan?"Mirna menjadi tergagap saat ucapannya disela oleh Nabila.Ratu memang putri kandungnya, tapi tidak dibesarkan olehnya. Ratu sering berada di perkemahan militer yang membuatnya memiliki sikap yang tegas dan kejam yang m

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 958

    Nabila melirik ratusan prajurit baru, lalu memerintah Baron."Mereka semua tidak akan dapat nilai dalam ujian seni perang."Baron menegakkan lehernya untuk menunjukkan kesombongannya."Baik!"Pupil para prajurit baru bergetar, mereka semua tidak terima dengan hal ini.Para prajurit baru harus mengikuti ujian seni militer, berkuda dan memanah, menggambar peta dan lain-lain.Hasil ujian mereka menentukan mereka akan bergabung dengan pasukan apa.Pasukan tengah adalah yang paling terbaik.Peringkat terbaik kedua adalah pasukan kiri dan kanan.Yang paling buruk adalah menjadi juru masak dan penjaga senjata. Mereka sama sekali tidak bisa pergi ke medan perang di masa depan.Hanya saja sekarang Yang Mulia Ratu langsung menghapuskan nilai seni perang mereka dengan satu ucapannya. Ratu benar-benar sedang mengintimidasi mereka!"Yang Mulia Ratu, kenapa Anda bertindak seperti ini!"Nabila tidak menjelaskan lebih banyak."Kalian tahu tidak mudah bagi wanita untuk bergabung dalam militer dan sehar

  • Aduh Jenderal Tak Tahan   Bab 957

    Festival Musim Gugur sudah hampir tiba. Hari ini adalah hari libur Vincent, dia ingin membawa Hannah pergi ke rumah ayahnya untuk memberikan hadiah.Hannah sedang membantu Vincent mengikat ikat pinggang, seorang pelayan berjalan masuk dan melapor dari balik pembatas ruangan."Tuan, Nyonya. Nyonya Meisi datang lagi!"Mereka berdua saling bertatapan dengan ekspresi tidak berdaya.Vincent bertanya sambil mengerutkan keningnya."Untuk apa dia datang?""Dia datang untuk menemani Nyonya Besar."Hannah menekan tangan Vincent, lalu berkata dengan lembut sambil menatapnya."Suamiku, jangan bertindak impulsif. Dia adalah tamu Ibu, kita yang lebih muda tidak baik untuk mengusirnya. Sebaiknya kita menunggu dan lihat situasi ke depannya."Vincent menekan amarah di dalam hatinya.Vincent teringat bahwa dia akan pergi ke rumah ayah mertuanya dan tidak ingin memedulikan masalah Meisi lagi. Jadi dia memerintah pelayan, "Jaga Nyonya Besar dengan baik.""Baik, Tuan!"Mirna tinggal di halaman yang terpisa

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status