/ Romansa / Godaan sang tante / 챕터 1 - 챕터 10

Godaan sang tante의 모든 챕터: 챕터 1 - 챕터 10

51 챕터

Bab 1 Jadi Selingkuhan

"Gimana Van? Apa lo cocok tinggal di sini?" tanya Badru, teman Revan yang memberitahu tempat kos sederhana ini pada Revan."Lumayan sih, rapih dan bersih. Sekarang tinggal cari kerja sampingan nih. Lo ada channel gawean nggak buat gue?" tanya Revan."Gue denger dari anak-anak, ada lowongan sopir pribadi. Gajinya lumayan, kerjanya juga nggak ribet. Yang penting lo bisa bawa mobil dan punya SIM.""Sopir pribadi? Buat siapa?" tanya Revan dengan nada penasaran."Katanya buat orang kaya di kawasan elit. Lo bisa sambil kuliah juga, soalnya mereka fleksibel asal lo bisa diandalkan," jawab Badru sambil menyulut rokoknya.Revan terdiam sejenak, mempertimbangkan. Ia memang butuh pekerjaan, dan menjadi sopir sepertinya tak terlalu buruk. Ia juga punya SIM A, jadi syarat itu tak jadi masalah."Oke, gue mau coba," ujar Revan akhirnya. "Lo tahu alamatnya?"Badru menyerahkan secarik kertas kecil dengan alamat yang tertera. "Ini, gue dapet dari kenalan gue. Coba aja, siapa tahu mereka cocok sama lo."
last update최신 업데이트 : 2025-02-14
더 보기

Bab 2 Melakukan yang 3nak di kostan baru

"Apa?" Revan tersentak kaget saat mendengar permintaan Elma.Elma tersenyum tipis, lalu meraih sebuah tas tangan kecil yang ia simpan di atas meja. Ia mengeluarkan selembar cek berserta satu buah bolpoin. Lalu menuliskan angka 100 juta di atas cek tersebut."Apa masih kurang?" tanyanya sembari menyerahkan cek tersebut ke arah Revan."I-ini apa maksudnya Bu?" Revan masih belum paham dengan maksud Elma."Aku tahu umur kita berbeda. Kamu masih muda, baru 21 tahun. Sementara aku... sudah 30 tahun. Tapi aku bisa memberimu uang, Revan. Banyak uang, yang pasti bisa membantumu menyelesaikan masalah keuanganmu di Jakarta. Apa kamu tertarik?" Elma tersenyum dan tiba-tiba saja mendekat ke arah Revan yang gemetar panas dingin mendapatkan tawaran seperti itu.Apalagi saat tangan Elma menarik kerah bajunya hingga kini tubuhnya semakin mendekat ke arah tubuh sek si Elma.Revan bisa merasakan benda kenyal itu hampir saja menempel di dadanya. Membuata senjata nuklir miliknya semakin tegang."Bagaimana
last update최신 업데이트 : 2025-02-14
더 보기

Bab 3 mereka Simpanan Tante

Revan melirik arlojinya untuk kesekian kali. Sudah hampir satu jam ia menunggu, dan Elma masih terlihat sibuk mengobrol dengan teman-temannya. Suasana kafe yang awalnya terasa mewah kini hanya membuatnya suntuk.Ia berdiri perlahan, melirik ke arah meja Elma.Wanita itu tampak tidak memperhatikan dirinya sama sekali."Bu Elma," panggilnya pelan saat mendekat.Elma menoleh dengan alis terangkat. "Ada apa, Revan?""Saya izin jalan-jalan sebentar di sekitar sini, ya.Tidak jauh, hanya untuk menghirup udara segar," jawab Revan dengan sopan.Elma mengangguk ringan, jelas tidak terlalu peduli. Baik, tapi jangan terlalu lama.""Siap, Bu," jawab Revan sebelum melangkah keluar.Di luar, udara malam terasa segar. Revan memasukkan tangan ke saku celananya sambil berjalan santai di sepanjang trotoar. Ia melihat deretan butik dan toko-toko mewah di sepanjang jalan, tapi perhatiannya tertuju pada sesuatu yang berbeda.Di seberang jalan, sosok yang sangat familiar menarik pandangannya. Revan menyipi
last update최신 업데이트 : 2025-02-14
더 보기

Bab 4 Tante Yang Malang

Elma sedang sibuk membaca dokumen di ruangannya ketika suara pintu yang terbuka tiba-tiba menarik perhatiannya. Dia mengangkat wajah, dan alisnya langsung bertaut saat melihat siapa yang masuk.Aditya melangkah masuk dengan santai, diikuti oleh seorang wanita yang sudah sangat dikenalnya."Apa maksudmu membawa dia ke sini?" suara Elma dingin, namun matanya penuh kemarahan yang tertahan.Aditya hanya tersenyum tipis, tidak menunjukkan rasa bersalah sedikit pun."Kenapa? Ini kantormu, bukan rumah kita. Aku hanya mampir sebentar," jawabnya santai."Dan kamu pikir wajar membawa wanita ini?" Elma berdiri, menatap tajam ke arah Arumi yang berdiri dengan gaya angkuh."Aditya, aku sudah cukup bersabar dengan semua kelakuanmu. Tapi membawa selingkuhanmu ke kantorku, itu sudah sangat keterlaluan! Kamu benar-benar tidak tahu malu!" Elma membagi pandangannya pada dua orang di hadapannya itu.Wanita bernama Arumi itu tersenyum tipis penuh ejekan. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Ked
last update최신 업데이트 : 2025-02-14
더 보기

Bab 5 Terlanjur Bangun

Revan menghela napas panjang saat memarkir mobil di halaman vila mewah itu. Udara Puncak yang sejuk menusuk kulit, membawa aroma pinus dan dedaunan basah. Vila itu berdiri megah, dengan desain modern minimalis dan jendela besar yang mencerminkan cahaya sore.Hari itu hari Sabtu dan Elma menelponnya pagi-pagi, memintanya untuk mengantarnya ke Puncak.Ia melirik Elma yang masih diam di kursi penumpang, tatapannya kosong ke arah luar. Wanita itu tampak seperti patung porselen, cantik, tetapi dingin dan tak tersentuh."Revan, bawa kopernya ke dalam," perintah Elma tiba-tiba tanpa menoleh. Suaranya terdengar datar, tanpa emosi."Baik, Bu," jawab Revan singkat, segera keluar dari mobil dan membuka bagasi.Satu buah koper berukuran sedang terisi barang-barang Elma. Dan wanita cantik itu kini keluar dari dalam mobilnya. Berjalan dengan begitu anggun.Jeans biru press body memperlihatkan bokong sin tal Elma yang bulat berisi. Revan menelan ludah melihatnya.Ia berusaha mengusir bayangan-bayang
last update최신 업데이트 : 2025-02-14
더 보기

Bab 6 kissme

"Oouuhhh... ssshh...!"Revan berhenti sejenak di depan pintu kamar Elma.Suara era Ngan itu semakin jelas dan menggelitik telinga Revan.Lelaki itu mendekat ke arah pintu untuk mendengarkan dengan seksama. Suara itu samar tapi cukup jelas baginya. Era ngan seorang wanita yang seolah tengah melakukan adegan percintaan dan sangat menikmatinya.Alisnya mengernyit. Tidak mungkin ada orang lain di dalam kamar Elma, pikirnya. Ia tidak melihat siapapun masuk ke dalam kamar itu selain Elma."Mama mungkin Mang Darman masuk ke kamar ini."Revan tidak percaya jika penjaga vila itu yang tengah memuaskan ElmaDibanding Mang Darman, dirinya merasa jauh lebih baik, lebih tampan dan lebih perkasa. Masa iya dirinya kalah sama Mang Darman.Rasa penasaran langsung menguasai dirinya. Dengan langkah hati-hati, Revan mendekatkan tubuhnya ke pintu. Ia menempelkan telinganya ke permukaan pintu kayu itu, mencoba memastikan apa yang baru saja didengarnya."Oouuh... yeeaahh..." Suara itu masih terdengar. Era ng
last update최신 업데이트 : 2025-02-15
더 보기

Bab 7 aku akan memuaskan

Pagi itu suasana di vila berubah mencekam. Matahari baru saja terbit, namun suara jeritan Elma terdengar memekakkan telinga.Elma berdiri dengan wajah merah padam, mengenakan selimut tebal yang ia lilitkan di tubuhnya.Napasnya memburu, matanya dipenuh amarah."REVAN!" serunya dengan suara keras, membuat Revan yang masih terlelap di lantai terkejut setengah mati.Revan langsung bangkit sambil mengucek matanya. Ada apa, Bu? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanyanya dengan nada bingung."Ada sesuatu yang terjadi?" Elma mengulang pertanyaan itu dengan nada kesal."Kamu masih berani bertanya? Apa yang sudah kamu lakukan padaku semalam?" bentaknya dengan lantang.Pagi itu Elma begitu panik karena saat terbangun tubuhnya sudah dalam keadaan polos tanpa mengenakan sehelai benangpun. Ia menuduh Revan telah melakukan mele cehkannya. Namun wajah Revan juga malah terlihat bingung."Bu, tenang dulu saya bisa menjelaskannya." Revan tampak panik. Ia berusaha mendekat namun Elma melangkah mundur. "Ja
last update최신 업데이트 : 2025-02-15
더 보기

Bab 8 Menerima tawaran

"Sayang, kamu serius dipecat?" tanya Dinda tercengang saat tahu kalau Revan dipecat dari pekerjaannya. Padahal baru beberapa hari saja dia bekerja."Iya, Din." Revan mengangguk sambil menyeruput kopi hitamnya. Malam itu Revan mengajak Dinda untuk nongkrong di cafe untuk sekedar menghibur dirinya yang masih kesal akibat pemecatan yang Elma lakukan."Kok bisa? Memangnya kamu bikin kesalahan apa?" cecar Dinda penasaran."Aku juga nggak ngerti salahku dimana. Yang jelas aku ngerasa ini nggak adil." Revan bercerita tanpa menceritakan kalau dia dipecat karena berusaha memuaskan Tante Elma saat dia mabuk. Dia tidak mau membuat Dinda cemburu."Kasihan banget sih kamu Sayang." Dinda menyentuh tangan Revan yang berada di atas meja, berusaha memberinya semangat."Tetap semangat Yang. Aku yakin ada pekerjaan lain yang lebih baik lagi." Dinda coba menghibur."Ya, semoga saja." Revan menghela napas panjang, lalu menatap Dinda."Makasih ya Sayang, kamu memang yang terbaik." Revan tersenyum dan menge
last update최신 업데이트 : 2025-02-15
더 보기

Bab 9 Kesayangan Tante

Semua mata tertuju pada seseorang yang baru saja masuk ke ruangan VIP klub malam tersebut. Dan orang itu telah membuat tubuh Revan seketika menegang."Elma...," gumamnya pelan.Itu memang Elma. Mantan majikan yang telah memecatnya tanpa alasan jelas. Wanita itu berjalan anggun memasuki ruangan dengan mengenakan dress warna merah elegan yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Aura percaya dirinya seolah membuat waktu berhenti sejenak.Badru yang duduk di sebelah Revan, menyadari perubahan ekspresi kawannya. Ia mengikuti arah pandangan Revan, kemudian menyikut lengannya dengan pelan."Eh, bukannya itu mantan bosmu?" tanya Badru sambil menyeringai tipis. Ia masih mengingat wajah Elma yang pernah dilihatnya lewat foto yang diberitahu Revan.Revan mengangguk pelan, berusaha tetap tenang meskipun hatinya bergejolak."Iya, itu dia," jawabnya singkat, dengan nada setengah berbisik."Wah, dunia ini sempit juga ya. Jadi sekarang dia juga jadi pelanggan di sini? Seru nih," katanya dengan nada be
last update최신 업데이트 : 2025-02-15
더 보기

Bab 10 Malam ini temani aku

"Siapa kamu?"Revan berhenti sejenak, menatap sosok pria yang baru masuk ke rumah itu. Pria tersebut mengenakan setelan rapi, wajahnya memancarkan kelelahan, namun matanya tajam memindai sosok Revan.Revan langsung merasakan ketegangan. Ia melirik Elma yang berada dalam gendongannya. Wanita itu tampak sedikit kaget, tetapi dengan cepat memasang ekspresi datar."Revan, turunkan aku," bisiknya pelan.Revan menurut, ia menurunkan dari Elma dari gendongannya meskipun Elma tidak bisa berdiri dengan tegak dan harus berpegangan pada bahu Revan.Aditya berjalan mendekat dengan langkah pelan, pandangannya tajam tertuju pada Elma."Siapa dia dan kenapa kamu berani sekali membawa dia ke rumah ini?" tanyanya dingin sambil menatap langsung ke arah Elma dan Revan.Revan membuka mulut untuk menjawab, tetapi Elma mengangkat tangan, menghentikannya. Ia maju selangkah, berdiri di antara Revan dan Aditya."Ini bukan urusanmu, Aditya," jawab Elma dengan suara tenang namun penuh penekanan."Aku berhak tah
last update최신 업데이트 : 2025-02-15
더 보기
이전
123456
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status