Home / Romansa / Godaan sang tante / Chapter 11 - Chapter 20

All Chapters of Godaan sang tante: Chapter 11 - Chapter 20

51 Chapters

Bab 11 chek1n

Tatapan Aditya terlihat kosong, di depannya komputer tengah menyala namun pandangan Aditya tidak mengarah ke sana.Pikirannya masih dipenuhi dengan bayangan Elma yang sudah berani mengajak lelaki lain ke rumah mereka. Ini seperti menjadi sebuah kejutan besar baginya karena selama ini Elma tidak pernah melakukan pemberontakan atau berani melawannya apalagi berselingkuh darinya."Sial!" Aditya melemparkan vas bunga yang ada di atas mejanya hingga pecah berantakan di atas lantai."Arrrgghh!" geramnya. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba saja ia merasa sangat marah dan tidak rela jika Elma berhubungan dengan pria lain di belakangnya.Pintu ruang kerjanya tiba-tiba terbuka. Arumi yang bekerja sebagai sekretaris pribadinya tiba-tiba masuk dan terkejut saat mendapati ruang kerja Aditya yang berantakan."Sayang... ada apa ini? Apa kamu ada masalah?" tanya Arumi seraya mengunci pintu ruangan agar tidak ada karyawan lain yang melihat kekacauan ini.
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Bab 12 Gagal Menanam

"Ke hotel?" Revan tersentak."Ya, ke hotel. Aku tidak mau pulang ke rumah. Aku butuh waktu untuk sendiri." Jawaban dari Elma membuyarkan pikiran me sum Revan yang sempat mengira kalau Elma akan mengajaknya ena-ena di sana."Baik." Revan mengangguk dan membawa mobilnya menuju ke sebuah hotel bintang lima yang diinginkan oleh Elma.Tiba di hotel yang dituju. Revan mengikuti langkah Elma saat mereka memasuki hotel yang mewah itu.Dari lantai dasar, mereka langsung diarahkan ke lift yang menuju lantai paling atas. Tanda di depan pintu lift menunjukkan bahwa mereka sedang menuju President Suite, kamar paling eksklusif yang hanya dipesan oleh tamu-tamu kelas atas.Revan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.Orang kaya seperti Elma sepertinya sudah terbiasa menghabiskan banyak uang untuk kesenangannya. Berbeda dengan dirinya yang paling banter nongkrong di warung kopi untuk mengusir kejenuhan."Kenapa kamu senyum-senyum be
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

bab 13 cari pelampiasan

"Anjrit, nggak bisa gue kalau kayak gini." Revan berjalan mondar-mandir di dalam kamar kostnya.Akibat ulah Elma yang tidak bertanggung jawab kini otak Revan terasa ngeblank. Dia gelisah dengan wajah yang frustasi."Gue harus telepon Dinda." Revan meraih ponselnya dan segera menghubungi nomor kekasihnya itu. Meski malam telah menunjukkan pukul 10 tapi ia harap Dinda masih belum tidur."Kenapa Yang?" Suara Dinda terdengar di ujung ponsel."Din, boleh nggak aku ke kost-an kamu sekarang?" tanya Revan dengan nada mendesak."Sekarang? Udah malam Yang.""Please Sayang, nggak tahan nih." Revan memelas agar mendapat izin dari Dinda."Ya udah deh Yang ke sini aja." Dinda menutup telepon Revan.Pria tampan itupun tersenyum senang dan segera menyambar kunci motornya. Lalu bergegas ngebut menuju kost-an Dinda."Sialan! Gara-gara Elma gue jadi kayak gini." Revan lagi-lagi menggerutu karena hasratnya masih harus tertahan.Tak berapa lama motor bututnya berhenti di depan kost-an Dinda. Kost-an itu m
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Bab 14 Mulai posesif

Aditya melangkah keluar dari lift dengan ekspresi datar, tangannya memegang ponsel yang masih menyala dengan layar email terbuka. Pikirannya masih sibuk memikirkan percakapan panasnya dengan Elma di kantor barusan. Ia tak habis pikir bagaimana hubungan mereka bisa sejauh ini renggang, terlebih saat Elma mengisyaratkan bahwa ia tak lagi peduli pada apa pun yang dilakukan oleh Aditya.Saat tiba di lobi perusahaan, langkah Aditya terhenti. Di depan pintu kaca, ia melihat sosok Revan yang sedang berjalan masuk, mengenakan kemeja rapi dengan tangan membawa sebuah map. Keduanya saling bertatapan dengan pandangan tajam yang penuh ketegangan. Revan sedikit mengangguk sebagai bentuk sopan santun, tapi Aditya tak membalas.Dengan langkah cepat, Aditya menghampiri Revan.Tanpa basa-basi, ia meraih lengan Revan dan menariknya ke sisi koridor yang sepi. Revan mencoba melepaskan diri, tapi genggaman Aditya begitu kuat."Ada apa, Pak?" tanya Revan dingin, mencoba menjaga sopan santunnya meski hatiny
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Bab 15 Terjebak

Malam itu, Revan baru saja selesai membereskan apartemennya ketika pintu diketuk. Ia segera menuju pintu dan membukanya."Elma?" Revan terkejut melihat Elma berdiri di sana, membawa beberapa tas besar yang tampak mewah.Elma tersenyum kecil. "Boleh masuk?""Tentu, silakan," jawab Revan sambil mempersilakannya masuk.Elma meletakkan tas-tas itu di sofa dan duduk dengan santai. "Aku membawakan sesuatu untukmu."Revan mendekat, menatap tas-tas itu dengan rasa penasaran. "Apa ini?""Coba buka saja," jawab Elma singkat.Revan membuka salah satu tas itu dan terkejut melihat isinya, setelan jas lengkap dari merek-merek terkenal. Bahannya terlihat mahal, dengan potongan yang jelas dirancang untuk tubuhnya."Untuk apa semua ini, Bu?" tanya Revan sambil memandangi jas-jas itu dengan bingung."Kamu sekarang adalah asisten pribadiku, Revan. Kamu tidak bisa terus berpakaian seadanya seperti waktu kamu jadi sopir. Penampilanmu harus lebih profesional dan rapi." Elma menatapnya dengan tajam, tapi de
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Bab 16 ********

"Hahhh..." Elma terengah saat berada di dalam lift menuju lantai apartemen Revan.Beberapa pasang mata sempat melihat ke arah mereka. Namun gaya hidup yang individualis apa kehidupan kota membuat mereka cuek dan tidak peduli dengan apapun yang dilakukan oleh orang lain selama tidak mengusik kehidupan mereka.Apalagi di kota besar seperti Jakarta, pemandangan seperti itu sudah sangat lumrah terjadi.Revan memapah tubuh lemah itu karena kalau tidak ditahan sudah dipastikan Elma kan terjatuh. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu lift terbuka dan Revan pun segera membawa Elma masuk ke dalamnya.Tadinya Revan ingin menggendong Elma, tetapiwanita itu dengan cepat menolaknya. Alhasil Elma kini berada dalam rengkuhan tangan Revan dan menjatuhkan kepalanya di dad4 bidang pria itu."Panas sekali...!" Elma mulai meracau lagi. Wajah perempuan cantik itu semakin memerah dan terus saja memejamkan matanya.Ting!Pintu lift terbuka dan Revan pun segera memapah Elma menuju unit apartemennya.
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Bab 17

Revan pun kalut dan memastikan kalau Elma masih hidup. Revan menghela napas lega saat ia merasakan denyut nadi Elma yang menandakan kalau wanita itu masih hidup."Apa yang harus gue lakukan?" Revan berjalan mondar-mandir di dalam kamar apartemenya."Karina, bukankah teman Elma itu seorang dokter?" Revan baru ingat karena ia semoga beberapa kali mengantarkan Elma mendatangi temannya itu di rumah sakit. Revan pun segera mengecek ponsel Elma dan mencari nomor kontak Karina di sana."Ketemu!" Revan berbinar saat menemukan kontak Karina dan segera menghuni wanita itu.Tak membutuhkan waktu lama, Karina pun datang ke apartemen Revan. Dia terkejut melihat Elma yang sudah terkapar di tempat tidur. Apalagi saat itu Elma hanya tertutup selimut dengan tubuh yang tidak memakai apa-apa lagi."Kamu apakan Elma?" Karina melotot ke arah Revan."Bu-bukan aku." Revan terlihat gugup dan ketakutan dia akan dijadikan tersangka oleh Karina."Apa kamu memberinya obat?" tanya Karina setelah memeriksa keadaa
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Bab 18

"Kenapa? Apa kamu mulai menyukainya?" tanya Karina dengan senyuman nakal.Elma terkejut mendengar pertanyaan Karina. Dengan segera ia mengalihkan pandangannya dari Revan yang kini sudah menghilang di balik pintu.Karina duduk sambil menatap Elma dengan senyum kecil. Ia mengamati tingkah sahabatnya yang terlihat gelisah, namun juga anehnya tampak sedikit berbinar.Elma tersentak, pipinya langsung memerah. Ia berusaha menghindari tatapan Karina, tapi justru hal itu membuat Karina semakin yakin."Apa-apaan sih kamu, Karina?Jangan sembarangan ngomong," jawab Elma, mencoba mengalihkan perhatian.Karina terkekeh, lalu mendekat ke tempat tidur Elma."Udahlah, El. Aku tahu kok.Dari cara kamu cerita tentang dia, dari cara kamu lihat dia tadi. Kamu mulai ada rasa, kan? Ngaku aja!" cecar Karina.Elma menggigit bibir bawahnya, lalu menutupi wajah dengan selimut."Aku nggak tahu, Kar. Mungkin... mungkin aku hanya kagum. Dia perhatian sekali dan baik banget."Elma menggigit bibirnya.Sebenarnya b
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Bab 19

Elma melangkah memasuki lobi kantornya dengan kepala tegak, sementara Revan berjalan setia di belakangnya. Namun, suasana terasa berbeda pagi itu. Beberapa pasang mata karyawan di sekitar mereka tampak memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu. Ada yang berbisik-bisik pelan sambil mencuri pandang ke arah mereka. Revan bisa merasakan tatapan-tatapan itu dan menjadi sedikit tidak nyaman. Dia melirik ke arah Elma, yang terlihat tetap tenang dan berusaha tidak menghiraukan situasi tersebut. Namun, tatapan dan bisikan itu tidak dapat disangkal begitu saja. "Sepertinya kita sedang jadi bahan pembicaraan," bisik Revan perlahan ketika mereka hampir mencapai lift. Elma melirik sekilas ke arahnya, lalu mengangguk kecil. "Aku juga merasakannya. Tapi kita tak punya waktu untuk memikirkan mereka. Ayo, cepat ke ruanganku." Setibanya di lantai atas, Elma mempercepat langkahnya menuju ruangannya. Begitu mereka masuk dan pintu tertutup, Elma menghela napaspanjang sambil duduk di kursinya. "Revan
last updateLast Updated : 2025-02-21
Read more

Bab 20

Di ruangan kerjanya, Aditya tidak bisa menahan amarah yang sudah memuncak. Ia membanting dokumen-dokumen, menghempaskan gelas kopi ke lantai hingga pecah, dan bahkan membalikkan kursi kerjanya dengan kasar. Napasnya memburu, matanya merah penuh kemarahan. "Apa yang Elma lihat dari dia?!" teriaknya sambil menghantam meja dengan tinjunya. Arumi, yang sejak tadi berdiri di dekat pintu, hanya bisa terpaku melihat ledakan emosi itu. Ia tahu Aditya sedang kehilangan kendali, dan meskipun kesal melihatnya begitu tergila-gila pada Elma, ia tetap mendekat dengan hati-hati. "Aditya," ucap Arumi dengan suara lembut namun tegas. "Sudahlah, jangan menyiksa dirimu seperti ini. Elma tidak pantas untukmu. Jangan sampai kamu berbuat bodoh karena dia." Arumi mencoba memeluk tubuh Aditya dari belakang. Aditya menoleh tajam ke arah Arumi. "Kau tidak mengerti! Aku tidak bisa rela kalau diamemilih pria itu! Apa yang Revan punya, hah? Dia cuma seorang sopir yang sekarang jadi asisten pribadi. Aku jauh
last updateLast Updated : 2025-02-21
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status