Semua Bab Godaan sang tante: Bab 31 - Bab 40

51 Bab

Bab 31

Elma sedang berjalan santai di salah satu pusat perbelanjaan mewah di Jakarta. Dengan tas tangan di pundaknya, ia tampak menikmati waktu luangnya setelah berhari-hari disibukkan dengan urusan kantor.Langkahnya berhenti di depan sebuah butik, matanya tertuju pada gaun elegan yang dipajang di etalase. Namun, sebelum ia sempat masuk ke dalam butik, sebuah suara nyaring menghentikan langkahnya."Elma!"Elma menoleh dan melihat sosok yang tidak asing berjalan cepat ke arahnya. Itu Arumi, mengenakan gaun ketat dengan riasan tebal yang mencerminkan kesan mewah, tetapi matanya menyiratkan emosi yang meluap-luap."Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Arumi dengan nada sinis begitu sampai di depan Elma.Elma mengangkat alis. "Apa urusanmu? Apa ada larangan untukku untuk tidak datang ke mall ini?" jawab Elma dengan santai.Arumi mendengkus, lalu mendekat dengan ekspresi penuh kemarahan."Aku tahu kamu masih berhubungan dengan Aditya! Aku memperingatkanmu, Elma. Menjauhlah dari dia, tinggalkan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-10
Baca selengkapnya

Bab 32

Revan berjalan hilir mudik di ruangan Elma. Sesekali ia melirik jam tangannya. Sudah hampir pukul sepuluh tapi Elma belum juga datang ke kantor. Padahal tidak biasanya Elma telat seperti ini."Apa jangan-jangan dia sakit?" gumam Revan.Namun Elma tidak bisa dihubungi ketika Revan mencoba menelponnya. Ponselnya tidak aktif."Aku coba ke rumahnya saja. Siapa tahu Elma beneran sakit." Revan yang sangat cemas akhirnya nekad untuk keluar dari kantor dengan alasan Elma memanggilnya.Revan melangkah cepat pintu rumah Elma. Mobil Elma terparkir rapi, namun suasana rumah begitu sunyi. Pintu depan terbuka, menambah kegelisahannya. Ia masuk perlahan, memanggil nama Elma."Elma? Kamu di sini?" Suaranya menggema, namun tidak ada jawaban.Dia memeriksa setiap ruangan, tetapi tidak menemukan siapa pun. Semua tampak rapi, seolah tidak ada yang tinggal di sana. Revan menghela napas panjang, keningnya berkerut. Ini tidak masuk akal. Kalau Elma tidak ada, kenapa mobilnya di sini? Pikirannya langsung me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-12
Baca selengkapnya

Bab 33

Revan dan Badru berdiri di halaman rumah besar milik Aditya. Mereka berdua diam-dism mencari celah untuk menyelinap masuk ke dalam rumah itu.Setelah beberapa lama berusaha akhirnya mereka pun berhasil masuk lewat tembok samping yang gelap dan sunyi.Dengan menyamar sebagai pelayan, Revan dan Badru memeriksa setiap ruangan di rumah itu. Tapi ia tidak melihat Aditya maupun Elma di rumah itu.Revan juga sempat bertanya pada salah satu pelayan di mana Aditya berada. Dan pelayan itu menjawab kalau Aditya sedang pergi ke luar kota. Namun pelayan itu tidak mau menjelaskan lebih detail karena diapun tidak tahu jelas.Bagaimana ini, Dru? Kemana sebenarnya Aditya bawa Elma pergi?" tanya Revan dengan wajah frustasi."Tenanglsh dulu. Kita akan coba cari dan kumpulkan informasi," jawab Badru dengan tenang.Revan mengusap wajahnya dengan kedua tangan, mencoba meredakan kegelisahannya."Dia pasti menyembunyikan Elma di tempat lain.Kita hanya membuang waktu di sini." Badru mengangguk. "Tapi ini jug
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-12
Baca selengkapnya

Bab 34

"Siapa kalian!" Suara seorang penjaga mengejutkan Badru."Shit! Kita ketahuan Revan!" Badru memberi isyarat agar Revan segera membawa Elma keluar dari dalam Kamar.Penjaga yang menyadari kehadiran orang asing yang ingin menyelamatkan Elma, segera berlari menghampiri Badru dan Revan yang sedang memapah tubuh Elma.Badru bergerak cepat, dengan mendorong tubuh penjaga tersebut. Penjaga itu terhuyung ke belakang, tetapi segera bangkit dengan ekspresi marah.Revan maju membantu Badru setelah mendudukkan Elma di lantai. Penjaga itu mengayunkan tongkatnya, tetapi Badru berhasil menghindar dengan gesit dan meraih tongkat tersebut, berusaha merebutnya."Revan, bawa Elma keluar sekarang!" ucap Badru sambil terus bergulat dengan penjaga.Namun, Revan tak bisa meninggalkan temannya begitu saja. Dengan cepat, ia menyikut punggung penjaga yang sedang bertarung dengan Badru, membuat pria itu kehilangan keseimbangan.Badru mengambil kesempatan untuk memutar tongkat di tangan penjaga hingga terlepas.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-13
Baca selengkapnya

Bab 35

Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau, Elma dan Revan segera melangkah menuju pintu kedatangan. Revan membantu membawa koper kecil Elma sambil sesekali memastikan wanita itu baik-baik saja."Kamu sudah merasa lebih tenang sekarang?" tanya Revan sambil melirik Elma yang tampak lebih rileks.Elma mengangguk pelan. "Aku merasa lega berada jauh dari hiruk-pikuk kota. Terima kasih sudah membawaku ke sini, Revan."Revan tersenyum. "Aku yakin kamu akan menyukai rumah kami. Ibu dan Nadia sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu.""Memangnya kamu sudah menceritakan tentang aku ke keluargamu?" tanya Elma sambil terus berjalan."Aku sudah memberitahu mereka sekilas. Aku bilang kamu adalah bosku yang baik dan cantik." Revan tersenyum."Bisa aja kamu." Elma tersipu malu."Tapi nanti aku juga akan ceritakan sama mereka kalau kamu adalah kekasihku." Revan merengkuh bahu Elma dan berjalan berjajar. "Jangan dulu Sayang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-13
Baca selengkapnya

Bab 36

Pagi itu, Revan mengajak Elma berjalan-jalan menyusuri jalan setapak di desa kecil tempat ia tumbuh besar. Angin segar menerpa wajah mereka, membawa aroma sawah dan bunga-bunga liar yang bermekaran di sepanjang jalan.Revan tampak santai dengan kaus oblong dan sandal jepit, sementara Elma, meski berpakaian sederhana, tetap memancarkan aura elegan yang sulit disembunyikan."Bagaimana? Desa ini jauh berbeda dengan kota, kan ?" tanya Revan sambil tersenyum.Elma mengangguk pelan. "Jauh lebih tenang, tapi... aku merasa semua orang memperhatikan kita."Dan benar saja, beberapa warga desa yang berpapasan dengan mereka tampak melihat penuh rasa penasaran terhadap mereka. Bisik-bisik kecil terdengar di antara mereka, membuat Elma semakin canggung."Kenapa mereka terus melihat ke arahku?" tanya Elma yang sudah mulai merasa risih.Revan tertawa kecil, lalu menggenggam tangan Elma."Jangan terlalu dipikirkan. Mereka hanya penasaran karena kamu cantik dan terlihat berbeda. Di sini jarang ada tamu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-14
Baca selengkapnya

Bab 37

Elma dan Revan tiba di sebuah hotel bintang lima di pusat Kota Padang. Bangunan megah dengan arsitektur modern itu berdiri kokoh, menawarkan kenyamanan dan privasi yang mereka butuhkan. Saat mereka melangkah masuk, suasana elegan langsung menyelimuti, dengan lantai marmer mengilap, lampu kristal yang menjuntai, dan aroma wangi khas hotel mewah.Revan melangkah ke meja resepsionis, berbicara dengan sopan kepada petugas. Elma berdiri di sampingnya, sesekali memandang ke sekeliling, merasa sedikit canggung."Suite room untuk satu malam," kata Revan, menyerahkan kartu identitasnya.Petugas resepsionis tersenyum ramah sambil memproses reservasi mereka."Kami sudah siapkan kamar terbaik untuk Anda, Pak Revan. Silakan naik ke lantai delapan, kamar nomor 801," ujar petugas, menyerahkan kunci kamar elektronik pada Revan.Setelah mendapatkan kunci, mereka berdua berjalan masuk ke dalam lift. Dalam perjalanan ke lantai delapan, Elma menggenggam tangan Revan dengan erat, mencoba menyembunyikan ke
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-14
Baca selengkapnya

Bab 38

Malam itu, setelah tiba di rumah, Revan dan Elma disambut oleh Bu Rahmi yang menunggu dengan wajah cemas di teras. "Kalian kemana saja? Sudah hampir jam sepuluh malam," tegur Bu Rahmi dengan nada khawatir. "Maaf, Bu. Kami tadi keliling kota, jadi lupa waktu," jawab Revan sambil tersenyum menenangkan. Bu Rahmi mengangguk, meski raut wajahnya masih menunjukkan kekhawatiran. "Apa kalian sudah makan?" tanya Bu Rahmi penuh perhatian. "Sudah Bu." Elma menjawab sambil mengangguk. Wajah teduh wanita itu memberinya kenyamanan. "Syukurlah kalau begitu. Kalian istirahat saja dulu kalau begitu. Non Elma sepertinya sangat lelah." Bu Rahmi menelisik wajah Elma yang tampak kelelahan sehabis bercinta dengan Revan tadi. "I-iya Bu. Saya memang sudah ngantuk." Elma tersipu dan melirik sekilas pada Revan. Elma dan Revan masuk ke dalam kamar masing-masing. Di dalam kamarnya, Elma langsung mengganti pakaiannya dengan piyama. Ia merasa lelah setelah seharian berjalan-jalan, tetapi pikirannya tak b
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-15
Baca selengkapnya

Bab 39

"Ma, tolong percaya padaku kalau aku bukan perempuan jahat. Bukan perempuan tidak tahu malu. Selama ini rumah tanggaku dengan Aditya sudah seperti neraka. Dia selingkuh dan aku tidak bisa lagi bertahan dalam rumah tangga seperti itu. Apa Mama nggak kasih sama aku? Apa Mama lebih kasihan sama Aditya. Kenapa Mama nggak pernah mau mendengar keluh kesahku selama ini?" Elma terlihat benar-benar sedih. Nyonya Ambar mendengus, melipat tangannya di depan dada. "Jika kamu masih peduli pada keluarga ini, tinggalkan pria ini. Fokus pada ayahmu. Usir dia dari sini Elma!" Revan tetap tenang meski merasa tersinggung. Ia memutuskan untuk berbicara langsung pada Elma. "Elma, aku akan menunggu di luar. Kalau kamu butuh sesuatu, hubungi aku," ujarnya lembut. Elma hanya bisa mengangguk pelan, melihat Revan pergi meninggalkan ruang tunggu. Ia kemudian menghadap ibunya kembali, merasa terjepit di antara perasaannya pada Revan dan kewajibannya pada keluarga. "Elma, aku tidak tahu apa yang kamu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-15
Baca selengkapnya

Bab 40

Suasana di pemakaman Tuan Hadinata begitu mencekam dengan kesediaan. Banyak kerabat dan rekan yang mengantar Tuan Hadinata ke tempat peristirahatan terakhirnya.Langit kelabu dan udara dingin seolah mencerminkan kesedihan yang melingkupi keluarga yang ditinggalkan.Nyonya Ambar berdiri dengan pandangan kosong menatap nisan suaminya. Tubuhnya sedikit gemetar karena tangis.Elma masih terisak di samping pusara ayahnya, sesekali menyentuh tanah yang masih basah itu."Papa... maafkan aku... maafkan aku yang belum bisa membuat Papa bangga," bisiknya dengan suara serak.Revan yang berdiri di tengah kerumunan pelayat, hanya bisa menatap Elma dengan tatapan sedih. Ia tidak berani mendekati Elma meskipun ia sangat ingin memeluk dan menghibur wanita yang sangat dicintainya itu.Revan sengaja menyamar karena ia tidak ingin menarik perhatian orang-orang yang pada akhirnya hanya akan membuat citra Elma semakin buruk. Satu persatu para pelayat akhirnya pulang. Dan kini hanya tertinggal, Nyonya Amb
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status