Semua Bab Godaan sang tante: Bab 21 - Bab 30

51 Bab

Bab 21

Revan kembali ke apartemen dengan perasaan campur aduk. Pertemuan dengan Dinda tadi membuat pikirannya kalut. Ia merasa bersalah karena telah menduakan cinta Dinda, namun di sisi lain ia juga tidak bisa mengabaikan perasaannya yang perlahan tumbuh subur untuk Elma. Semua terasa begitu rumit.BRAK!Saat membuka pintu apartemennya, Revan dikejutkan dengan kehadiran Elma yang duduk santai di sofa ruang tamu. Ia tampak anggun meskipun hanya mengenakan pakaian kasual."Revan, akhirnya kamu pulang," kata Elma dengan senyum tipis."Kenapa lama sekali. Aku hampir mengira kamu tidak akan pulang malam ini, aku lupa kalau kita punya pekerjaan yang harus diselesaikan malam ini."Revan tertegun melihat Elma di depannya. Ia lupa kalau ini adalah apartemennya dan ia bisa ke sini kapanpun ia mau.Revan menatap Elma dengan sedikit kebingungan."Kerjaan? Bukannya semua sudah beres sebelum aku kuliah tadi?"Elma menggeleng pelan sambil menunjuk dokumen yang tergeletak di meja."Ada revisi mendadak dari
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-21
Baca selengkapnya

Bab 22

Sesampainya di rumah, Elma langsung menuju kamar, berharap bisa menghindari Aditya. Namun, lelaki itu menyusulnya dengan cepat."Elma, kita perlu bicara," ujar Aditya dengan nada dingin begitu memasuki kamar.Elma berbalik, menatapnya dengan ekspresi penuh amarah. "Aku tidak ingin bicara apa pun denganmu, Aditya. Keluar dari kamarku sekarang juga!"Namun Aditya bergeming, dia malah berjalan mendekati Elma dan tersenyum tipis. Terlihat sangat menyebalkan di mata Elma."Kamu pikir kamu bisa kabur dariku begitu saja? Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Elma. Kamu akan tetap jadi istriku, selamanya."Elma menghela napas panjang, mencoba menenangkan dirinya."Aku tidak tahan lagi, Aditya. Aku ingin kita bercerai. Hubungan ini sudah hancur sejak lama. Berhentilah memaksakan sesuatu yang tidak akan pernah bisa diperbaiki.""Bercerai? Kamu yakin mau cerai denganku? Kamu mau menikahi laki-laki keparat itu? Punya apa dia Elma, dia hanya lelaki miskin dan masih ingusan, dia pasti hanya ingin mema
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-21
Baca selengkapnya

Bab 23

"Apa kita bisa menghabiskan waktu bersama malam ini?" Elma mendongak dan menatap Revan malu-malu.Revan terpaku sejenak. Ia tahu Elma sudah sedikit mabuk dan mungkin dia berkata seperti itu dalam keadaan tidak sadar."Maksud kamu?" Revan mengernyit."Oh, ayolah Revan jangan pura-pura tidak mengerti. Aku ingin kita melakukan yang dulu sempat tertunda." Elma menautkan jemari tangannya dengan gelisah dan malu.Revan tersenyum tipis mendengarnya. Di matanya Elma terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Sungguh beruntung ia bisa dekat dengan wanita seperti Elma."Dengan senang hati." Revan tersenyum penuh arti. Ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir sensual Elma yang terlihat menggoda.Aroma alkohol langsung menguar. Namun itu tidak mempengaruhi Revan.Drrrtt...Ponsel Revan tiba-tiba berbunyi. Terlihat kontak ibunya di layar. Revan segera melepaskan tautan bibir mereka.Sorry Elma, ibuku menelpon, aku harus mengangkatnya dulu." Revan meminta izin."Angkat saja nggak apa-apa." Elma mempers
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-21
Baca selengkapnya

Bab 24

"Kamu yakin?" Revan bertanya untuk memastikan.Elma mengangguk dengan pipi yang merona merah.Mungkin ia sudah gila dengan melakukan hal ini tapi ada sebuah dorongan kuat yang membuatnya senekad ini."Elma aku takut kamu akan menyesalinya." Revan masih terlihat ragu.Elma tidak menjawab, dia langsung membalasnya dengan satu kecupan di bibir Revan.Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Revan pun mema gut bibir Elma dengan rakus. Tak peduli pada rasa perih di sudut bibirnya.Elma pasrah saat lelaki tampan itu mengangkat tubuhnya masuk ke dalam kamar.Dengan sangat hati-hati Revan merebahkan tubuh Elma ke atas tempat tidur. Dipandanginya wajah cantik itu dengan tatapan penuh kekaguman."Kamu sangat cantik El," ucap Revan sembari mengusap pipi Elma dengan lembut.Elma hanya tersenyum dan menarik kerah baju Revan hingga bibir mereka pun saling menyapa kembali.Satu persatu kancing kemeja Revan, Elma buka. Hingga pada akhirnya perut kotak-kotak Revan terpampang jelas dan bisa disentuh oleh
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Bab 25

Pagi itu, sinar matahari masuk melalui tirai jendela apartemen Revan, membangunkan Elma yang masih terbaring di tempat tidur.Perlahan, ia membuka matanya. Elma merasakan seluruh tubuhnya remuk dan seakan tak bertenaga.Apalagi di daerah intinya yang terasa sangat berbeda.Namun bibirnya menyunggingkan senyum tipis tatkala teringat kejadian tadi malam. Dimana dirinya dan Revan telah menghabiskan malam indah bersama."Revan..." Elma menyebut nama pria yang tadi malam telah membuatnya takluk dan menge rang penuh kenikmatan selama satu jam lebih.Ternyata surga dunia itu memang nyata nik matnya.Pantas saja orang-orang sibuk mengejarnya bahkan sampai banyak pria yang tidak cukup dengan hanya satu wanita.Aroma masakan dari dapur perlahan memenuhi hidungnya, membuat perutnya berbunyi pelan.Elma menyibak selimutnya setelah memakai gaun tidur yang teronggok di samping tempat tidurnya.Namun, saat mencoba bangun, rasa sakit di area intinya membuat Elma kehilangan keseimbangan hingga tubuhny
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Bab 26

Elma baru saja keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan dirinya."Wangi sekali Sayang." Revan yang sudah menunggu dari tadi langsung menghampiri wanita cantik itu. Ia memeluk tubuh Elma yang masih menggunakan bathrobe warna putih.Wangi sabun yang segar langsung menguar memenuhi rongga hidung Revan. Lelaki tampan itu langsung menci um bibir ranum Elma dengan rakus.Elma pun tidak menolak ia malah mengalihkan tangannya pada leher Revan."Apa kamu ingin aku melakukannya lagi?" tanya Revan dengan tatapan nakal."Kamu masih bertanya? Kamu kira untuk apa aku mengajakmu ke sini?" Elma menatap mata dan bibir Revan secara bergantian seolah tak sabar ingin merasakan sentuhan Revan kembali.Pria tampan itu tersenyum dan segera mengangkat tubuh Elma untuk dibaringkan di tempat tidur.Kedua tatapan mereka bertemu. Revan menatap wajah cantik itu penuh cinta."Cantik sekali," ucap Revan dengan lembut sembari mengusap lembut pipi wanita cantik itu."Kamu juga sangat tampan Revan." Elma t
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

bab 27

Dua hari kemudian, Revan dan Elma pulang kembali ke Jakarta setelah menghabiskan liburan bersama di Pulau Seribu.Hubungan antara keduanya pun semakin erat terjalin. Elma merasakan benih-benih cinta di hatinya semakin tumbuh subur untuk Elma. Begitupun dengan Revan yang semakin enggan untuk berpisah dari Elma meskipun ia tahu kalau Elma masih berstatus istri orang.Mereka kembali pada rutinitas semula, bekerja di perusahaan milik Elma. Revan yang meminta keringanan untuk mengganti jadwal kuliahnya jadi sabtu-minggu, kini bisa sepenuhnya bekerja mendampingi Elma.Sore itu, setelah pulang dari kantor, Elma meminta Revan untuk mengantarnya ke salon langganannya. Ia merasa lelah dan ingin memanjakan diri dengan perawatan rambut yang menenangkan."Oke, dengan senang hati Sayang." Revan mengangguk dan segera melajukan mobilnya menuju salon langganan Elma."Kamu yakin nggak ikut ke dalam?" tanya Elma sebelum turun dari dalam mobil setelah mereka sampai di salon langganan Elma. "Nggak, aku t
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Bab 28

Elma meninggalkan rumah besar yang selama ini ia tempati bersama Aditya. Rumah yang dulunya menjadi tempat penuh harapan kini hanya menyisakan luka dan kenangan buruk.Ia sudah tidak ingin lagi bertahan di sana. Dengan langkah mantap, ia membawa beberapa barang pribadi menuju rumah baru yang ia beli beberapa waktu lalu. Rumah itu memang tidak sebesar rumah sebelumnya, tapi cukup nyaman untuk ia tinggali sendiri."Setidaknya, di sini aku bisa merasa tenang," gumam Elma saat ia membuka pintu rumah baru itu.Setelah memasuki rumah dan mengatur barang-barang seadanya, Elma langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Rasa lelah fisik dan emosional membuatnya tertidur tanpa sadar.Saat malam tiba, Elma terbangun dengan tubuh yang terasa segar meskipun pikirannya masih penuh dengan masalah. Ia teringat pada Revan yang mungkin menunggunya di apartemen. Pria itu pasti sangat khawatir."Astaga bisa-bisanya aku ketiduran di sini." Elma bergegas bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri t
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Bab 29

Sepasang kekasih itu masih terengah dengan tubuh yang masih belum tertutup apa-apa. Revan baru saja mengeluarkan mayonesnya yang begitu banyak ke rahim Elma. Tapi Elma melindungi dirinya agar tidak hamil dengan meminum pil pencegah kehamilan.Tentu saja Elma masih belum siap jika ia harus hamil di masa sekarang ini karena masih banyak hal yang harus ia urus salah satunya adalah perceraiannya dengan Aditya."Terima kasih Sayang," ucap Revan setelah mencabut ular kobranya dari lembah surga milik Elma dan membiarkan wanita cantik itu berguling ke samping dirinya."Ih lengket sekali Sayang." Elma mengeluh karena sebagian mayones itu keluar lagi."Sebentar aku bersihkan dulu." Revan akhirnya bangun untuk mengambil tissu dan membersihkan sisa mayonesnya dari lembah surga milik Elma. Semuanya dilakukan dengan sangat telaten.Revan menatap lekat lembah surga yang telah memberikannya kenik matan barusan, membuat pria itu tidak tahan untuk menci umnya lagi. "Ah geli sayang..." Elma mende sah s
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-08
Baca selengkapnya

Bab 30

Setelah meninggalkan taman, Revan memutuskan untuk tidak langsung pulang. Ia butuh waktu untuk menenangkan pikirannya. Ia berjalan pelan ke arah kantin kecil di dekat kampus, tempat ia biasa bertemu teman-temannya.Di sana, Revan bertemu dengan Badru, temannya yang sedang menikmati kopi sambil membaca buku."Van! Tumben ke sini lagi. Biasanya langsung kabur kalau selesai kuliah," sapa Badru dengan santai.Revan hanya tersenyum tipis. Ia mengambil kursi di hadapan Badru dan duduk tanpa berkata apa-apa."Eh, kenapa muka lo kusut banget? Ada masalah?" tanya Badru, memiringkan kepala sambil mengamati wajah Revan.Revan menghela napas panjang sebelum akhirnya membuka suara. "Gue baru aja mutusin Dinda."Badru terbelalak, hampir menjatuhkan kopinya. Apa? Lo serius? Cewek secantik dan sesabar Dinda diputusin? Lo nggak takut nyesel?"Revan tersenyum pahit. "Gue nggak mauterus-terusan menggantung hubungan kita. Gue nggak bisa bohongin diri gue sendiri, Dru. Gue udah nggak punya perasaan buat
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status