Semua Bab Istri Cantik Penguasa Dingin: Bab 31 - Bab 40

71 Bab

Dua Dev yang Berbeda

“Hai, Dev,” sapa wanita cantik berpenampilan anggun, yang tak lain adalah Maria Jose. Dia tersenyum manis, seraya berjalan ke hadapan Dev.Seperti yang Maitea katakan tempo hari. Maria Jose memang sangat cantik. Rambutnya cokelat terang bergelombang sebatas punggung. Dia juga memiliki sepasang mata hazel yang sangat indah. Selain itu, bentuk tubuh Maria Jose benar-benar menggoda. Cocok dengan cara berpakaiannya yang elegan.“Lama sekali tidak bertemu,” ucap Maria Jose lembut. “Ya. Aku jarang pulang kemari,” balas Dev, berusaha tak memperhatikan wanita di hadapannya dengan intens. “Aku mendengar kau pulang. Karena itulah sengaja mampir kemari.” Sorot mata Maria Jose dipenuhi binar indah, saat menatap Dev dari jarak cukup dekat. “Apa mamaku yang mengatakan itu?” Maria Jose mengangguk, diiringi senyum manis. Bahasa tubuhnya terlihat begitu memesona.Namun, Dev sudah menutup mata dari wanita lain. Untuk saat ini, di hatinya hanya ada Kirei, meskipun hubungan mereka terasa aneh. “Baik
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-11
Baca selengkapnya

Pria dengan Dua Dunia

“Apa yang kamu ketahui tentang Dev Aydin di Indonesia?” Kirei tak langsung menjawab. Sejujurnya, dia tak mengetahui apa pun tentang pria itu, sebelum mencari informasi dari situs bisnis di internet. “Kamu … um ….” Kirei terdiam sejenak, kemudian membalikkan badan. Ditatapnya sang suami, dengan sorot penuh arti. “Dev Aydin Bahran. Pengusaha yang berhasil meraih kesuksesan di usia muda. Direktur utama dari PT. Bahran Resources International, salah satu perusahaan tambang ternama di Indonesia. Direktur utama dari Hacienda Green World, perusahan property dan real estate yang juga diperhitungkan ….”“Aku juga merupakan ketua dari organisasi bernama La Lechuza yang berpu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-12
Baca selengkapnya

Sejoli di Tengah Malam

Kirei tersenyum lembut, menanggapi ucapan Dev. “Aku akan mempersiapkan pernikahan kita. Secepatnya,” ucap Dev yakin.Kirei mengangguk setuju, lalu menyandarkan kepala di pundak Dev. Untuk pertama kali, dia dapat menikmati indahnya musim semi di Meksiko. Musim di mana bunga-bunga bermekaran, dan cuaca terasa hangat serta menyenangkan. Mungkinkah musim semi kali ini akan menjadi awal yang baik bagi Kirei dan Dev?……………“Maria Jose memiliki butik gaun pengantin. Hasil rancangannya dipakai oleh orang-orang ternama di kota ini,” terang Maitea, setelah mendengar rencana pernikahan Dev dan Kirei. “Begitukah?” Dev menatap aneh sang ibunda. “Ya.” Maitea tersenyum hangat. “Sebenarnya, ada beberapa perancang lain yang bagus. Aku merekomendasikan Maria Jose karena sudah mengenalnya sejak lama,” jelas wanita paruh baya itu, dengan gaya bicaranya teramat tenang. Dev mengalihkan perhatian kepada Kirei, yang tak memahami perbincangan tadi karena memakai Bahasa Spanyol. Pria itu tersenyum kalem.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-12
Baca selengkapnya

Fakta Mengejutkan

“Apa mamaku sudah tahu tentang itu?” Abel menggeleng. “Aku mendapat kabar ini kemarin. Tadinya, aku akan langsung menemui Nyonya Maitea. Namun, kudengar kau ada di sini.”“Aku tidak tahu siapa Hernan Morales. Namanya baru kudengar kali ini,” ucap Dev, kemudian menyantap makanan dalam piringnya. Abel yang tengah mengunyah, segera menelan makanannya. Dia terdiam sejenak, sebelum menanggapi ucapan Dev. “Hernan Morales adalah pria berkebangsaan Argentina. Namun, kudengar kakeknya berasal dari Meksiko. Namanya memang tidak terlalu dikenal di negara ini. Akan tetapi, pria itu memiliki aset penting yang tersebar di beberapa kota besar negara kita,” terang Abel, lalu kembali menyantap makanannya.“Aset penting mac
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-13
Baca selengkapnya

Talavera Orz

“Apa?” Kirei menatap tak percaya.Maitea kembali tersenyum, meskipun melihat ekspresi Kirei yang menggambarkan keterkejutan luar biasa. “Jangan terlalu memikirkan hal itu,” ucapnya tenang. Kirei tak tahu harus berkata apa. Tiba-tiba, pikirannya jadi tak keruan. Setibanya di rumah, Kirei langsung pamit ke kamar. Dia berusaha terlihat biasa di depan Maitea.Sementara itu, Dev tengah mengasah kemampuan menembak sehingga tak tahu Kirei dan Maitea sudah kembali dari butik. Beberapa saat kemudian, Dev telah puas berlatih. Dia melihat arloji, lalu bergegas keluar dari ruangan itu. Pengusaha sekaligus ketua dari organisasi hitam La Lechuza tersebut langsung menuju kamar. Setelah masuk ke kamar, Dev mendapati Kirei tengah berdiri di dekat jendela. Dia langsung menghampiri, lalu memeluk dari belakang. “Bagaimana hari ini?” Kirei langsung tersadar dari lamunannya. Namun, dia tak segera menjawab pertanyaan Dev. “Ada apa?” Ragu, Kirei menoleh. Namun, hanya sekilas pandangannya kembali tertuj
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-13
Baca selengkapnya

Makanan Penutup

Hernan langsung menoleh. Ditatapnya Kirei dari ujung rambut hingga ujung kaki. “Kembalilah,” suruh Dev, dengan sorot penuh isyarat. Dia heran karena Kirei yang memberitahukan itu, bukan pelayan. Kirei paham betul makna tatapan Dev. Dia berpamitan, lalu bergegas masuk. “Astaga,” gumamya pelan bernada keluhan, seraya berjalan kembali ke dalam.“Mari, Tuan Morales,” ajak Dev, seraya berdiri. Dia mempersilakan Hernan agar masuk bersamanya. Kedua pria berdarah Amerika Latin itu berjalan berdampingan. Kegagahan tampak jelas dari sikap tubuh, serta cara berkomunikasi yang sungguh enak dipandang. “Mamaku sedang menghadiri acara amal. Jadi, dia tidak bisa ikut menyambut
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-14
Baca selengkapnya

Terulang Kembali

“Jangan marah. Aku hanya mencari kesibukan. Kita bisa membahas ini nant.” Kirei tersenyum, mengesankan seolah percakapan itu merupakan sesuatu yang romantis.Dev menatap sesaat, sebelum membalas senyuman itu, meskipun tidak sehangat seperti saat mereka tengah berdua. Tanpa banyak bicara, Kirei berlalu dari sana. Dia tahu Dev pasti akan menegur keras, atau bahkan memarahinya atas tindakan tadi. Embusan napas pelan bernada keluhan meluncur dari bibir Kirei. Sebenarnya, dia merasa cukup tertekan dengan sikap posesif Dev. Itu membuat Kirei tak nyaman. Jika sudah begitu, Kirei ingin melarikan diri sejauh mungkin dari sang ketua La Lechuza tersebut.“Diakah calon istri Anda?” tanya Hernan, seraya mencicipi makanan penutup yang Kirei sajikan tadi.“Ya,” jawab Dev singkat.“Wanita asli Indonesia,” gumam Hernan. “Apakah semua wanita Indonesia pandai memasak?” “Sama saja seperti wanita lain di belahan bumi ini. Sebagian dari mereka senang melakukan pekerjaan rumah tangga, sebagian lagi … And
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-14
Baca selengkapnya

Antara Ego dan Penyesalan

“Kirei!” panggil Dev, seraya memeriksa ke kamar mandi dan ruangan lain dalam kamar. Namun, dia tak menemukan wanita itu di manapun. Dev terdiam sejenak, sambil berpikir. Sesaat kemudian, pria itu keluar kamar untuk mencari ke ruangan lain. Akan tetapi, Kirei tetap tak ada. “Kenapa, Nak?” tanya Maitea, yang baru kembali dari acara kegiatan sosial. “Apa Mama melihat Kirei?” Dev balik bertanya.Maitea menggeleng. “Aku baru datang dan tidak melihat Kirei. Memangnya, kenapa dia ….” Belum sempat Maitea melanjutkan kalimatnya, Dev lebih dulu berlalu meninggalkan sang ibunda. Dia bergegas keluar rumah dan langsung menuju kandang kuda. Entah mengapa, Dev me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-15
Baca selengkapnya

Cinta Terlalu Rumit

Hernan terdiam sejenak. “Entahlah. Tiba-tiba, aku memikirkan banyak hal dan …. Bukankah itu yang Anda mau, Tuan Dev?” “Tentu saja. Aku dan mamaku menyambut baik keputusan Anda. Kami juga tidak akan terlalu penasaran dengan apa yang memengaruhi keputusan besar Anda. Terima kasih, Tuan Morales,” ucap Dev tenang, meskipun ada sesuatu yang membuatnya merasa terganggu. “Senang sekali bisa berbisnis dengan Anda, Tuan Morales. Aku pastikan gedung itu akan jadi investasi yang sangat bagus ke depannya. Jangan khawatir, kami akan membantu untuk mengurus satu dan dua hal, sekadar meringankan pekerjaan Anda,” timpal Maitea ramah. “Terima kasih banyak, Nyonya Maitea. Itulah yang jadi salah satu pertimbanganku,” balas Hernan. Perbincangan seputar proses jual-beli terus berlangsung, hingga mereka sepakat sepenuhnya. Beberapa saat kemudian, Dev dan Hernan keluar dari ruang kerja sedangkan Maitea menghubungi notaris. Dev dan Hernan berjalan berdampingan menyusuri koridor. Kedua pria itu terlihat
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-15
Baca selengkapnya

Dress dari Maitea

Ketika Dev masuk ke kamar, Kirei baru selesai mandi. Kirei terkejut. Raut wajahnya pun cukup tegang. “Aku tidak tahu kalian akan lewat ke sana,” ucap Kirei, seakan tahu apa yang akan Dev katakan.Namun, Dev tidak menanggapi. Dia hanya terpaku disertai tatapan aneh. Melihat sikap Dev, Kirei pun hanya diam tertunduk. “Hernan Morales mengundang kita makan malam di tempatnya Jumat ini,” ucap Dev, setelah terdiam beberapa saat.“Kita?” ulang Kirei, seraya mengangkat wajah.“Ya. Kamu dan aku,” jelas Dev. “Dia juga meminta resep masakan yang kamu hidangkan untuk makan siang tempo hari,” lanjutnya.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status