Semua Bab Istri Cantik Penguasa Dingin: Bab 11 - Bab 20

71 Bab

Seperti Seorang Tawanan

Kirei menatap Dev, meskipun wajah pria itu tidak terlihat jelas. Sesaat, dia memejamkan mata, menikmati sentuhan nakal sang suami. Namun, Kirei segera tersadar, ketika tangan Dev menelusup ke balik celana dalam, bermaksud menyentuh area kewanitaannya secara langsung. “Tidak. Kamu belum mencuci tangan,” cegah Kirei, seraya menahan tangan Dev hingga berhenti bergerak. Dev mengembuskan napas berat bernada keluhan, lalu menarik tangannya dari balik celana dalam Kirei. Dia kembali duduk pada posisi siap mengemudi. Namun, tak segera menyalakan mesin kendaraan. Dev terdiam beberapa saat, seperti tengah memikirkan sesuatu. Sesaat kemudian, barulah pria itu menyalakan mesin kendaraan, lalu menginjak pedal gas. Tak ada perbincangan selama dalam perjalanan. Hingga sedan hitam yang Dev kendarai mem
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-01
Baca selengkapnya

Dibayar dengan Ciuman

“Buku yang kubutuhkan tidak ada di perpustakaan pribadimu. Semua tentang bisnis dan …. Aku mahasiswi jurusan sastra.” Dev tersenyum simpul. “Buku apa yang kamu butuhkan? Aku akan mampir ke toko buku sambil pulang.”Kirei menyebutkan nama buku yang dia butuhkan sedangkan Dev mendengarkan dengan serius. Sesekali, pria tampan 38 tahun tersebut menautkan alis, lalu mengembuskan napas pelan. Sementara itu, Xander memperhatikan dengan sorot tak dapat diartikan. Dia tahu Dev sedang bicara dengan Kirei, wanita yang membuat penasaran karena belum sempat menyebutkan nama. Naluri Xander sebagai pria berlabel casanova begitu tergelitik, meskipun tahu betul bahwa Kirei merupakan istri Dev. Namun, godaan paras menawan dan tubuh
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-01
Baca selengkapnya

Bermandikan Anggur

Malam belum terlalu larut, ketika Kirei menutup buku, lalu meletakkannya di meja. Wanita muda itu terdiam beberapa saat, sebelum beranjak dari tempat tidur. Kirei melangkah keluar kamar, menyusuri koridor berhiaskan lampu tempel dengan jarak yang sudah diatur sedemikian rupa. Tujuannya adalah ruang kerja Dev. Dia tahu pada jam seperti itu, sang suami masih di sana.Sesaat kemudian, Kirei sudah tiba di depan ruang kerja Dev. Sebelum mengetuk pintu, dia menggulung rambut menggunakan jedai, lalu merapikan tali kimono. “Ah, bodoh sekali aku!” gerutu Kirei pelan. “Kenapa menemui Dev dengan pakaian seperti ini?” Kirei sadar hanya akan ‘cari mati’, bila menghadap Dev dengan penampilan seperti itu. Akhirnya, dia berbalik hend
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya

Sisa Semalam

“Ah …. Ya, Tuhan …,” desah manja Kirei kembali terdengar. Kali ini bahkan lebih nyaring dari sebelumnya. Beruntung karena suara wanita muda itu tersamarkan, oleh alunan lagu yang belum dimatikan. Kirei menggigit bibir cukup kencang, merasakan sapuan lembut Dev di area kewanitaannya. Selama ini, dia yang hanya membayangkan, akhirnya, dapat merasakan sendiri seberapa nikmatnya diperlakukan seperti itu. “Oh, Dev. Aku tidak tahan.” Desahan manja mengalir tanpa henti dari  bibir Kirei. Lagi dan lagi. Dev membuatnya ingin berteriak sekencang mungkin. “Ah …. Aku menyukainya. Tapi, ini terlalu nikmat …,” racau Kirei. Entah sadar atau tidak, saat berkata demikian. Kirei bagai terlupa akan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya

Curiga

“Hm. Benar-benar cantiK,” ucap pria yang tak lain adalah Xander. “Billy memang bisa diandalkan.” Senyum simpul tersungging dari bibir teman sekaligus rekan bisnis Dev tersebut. Xander asyik mengawasi Kirei yang tengah berbicara dengan Tristan. Tak ada yang luput dari pandangan pria 38 tahun itu. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. diperhatikannya secara detail. “Betapa beruntung Dev memilikimu ….” Xander mengalihkan perhatian pada dua lembar kertas, berisi segala informasi tentang Kirei. “Kirei Karenina. Kirei ….”Xander sudah memperoleh apa yang dia inginkan. Entah bagaimana caranya, Billy bisa mendapatkan informasi tentang istri Dev tersebut. “Jadi, kamu adalah putri dari Sigit Surya
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

Mencari Masalah

Sepulang dari rumah sakit, Kirei langsung disuguhi wajah dingin Dev, yang duduk penuh wibawa, dengan kaki kanan berada di paha kiri. Dari sorot matanya, terlihat jelas bahwa Dev tidak menyukai apa yang Kirei lakukan. Kirei dapat menangkap bahasa tubuh Dev dengan baik. Meskipun belum terlalu lama tinggal dengan pria itu, tetapi dia mulai mengenal karakter pengusaha tampan 38 tahun tersebut. Walaupun tak nyaman, Kirei bersikap sok tenang. Dia juga tidak terlalu memedulikan Dev, dan lebih memilih langsung menuju kamarnya.“Kirei Karenina!” panggil Dev tegas, tanpa mengubah sikap duduk. Kirei yang awalnya berniat menghindari Dev, terpaksa menghentikan langkah. Namun, dia tak menoleh. Tidak juga mengatakan apa-apa. 
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

Pengagum Rahasia

“Pak Xander?” sapa Kirei sopan.Xander mengangguk tenang. “Aku ingin bertemu dengan Dev,” ucapnya.“Tapi, Dia sedang keluar. Ada urusan pekerjaan,” terang Kirei, sesuai dengan yang Santi katakan tadi.“Oh, begitu. Sayang sekali. Padahal, ada hal penting yang harus kami bahas.”Kirei menatap aneh sejenak. Sesaat kemudian, wanita muda itu kembali terlihat biasa. “Kenapa tidak menghubunginya secara langsung?”Xander langsung menanggapi dengan gelengan. “Dev tidak akan memeriksa telepon genggamnya, bila sedang membahas masalah pekerjaan.”“Kemarin, dia menjawab panggilan telepon dariku,” gumam Kirei po
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Sandiwara Gagal

Tak sesuai yang dikatakan Santi. Ternyata, Dev pulang lebih cepat. Kedatangannya membuat Santi jadi kelabakan, berhubung mengetahui Kirei keluar bersama Xander. “Pak Dev? Bukannya Anda baru akan pulang nanti malam?” “Memangnya kenapa?” Dev menatap datar sang pelayan. Santi segera menggeleng. “Saya belum menyiapkan makan siang. Apa Anda ingin saya buatkan kopi?” tawarnya.“Boleh. Antarkan ke ruang kerja.” Dev berbalik, meninggalkan Santi yang memasang raut tegang. Santi bergegas ke dapur, lalu mengirimkan pesan kepada Kirei. [Pak Dev pulang lebih cepat. Beliau pasti marah kalau tahu Mbak Kirei tidak ada di rumah.]
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Hukuman untuk Kirei

“Apa maksudmu?” Kirei pura-pura tak mengerti.“Jangan kira aku akan membiarkanmu tanpa pengawasan? Tentu tidak, Sayang.” Dev mencengkram pipi Kirei. Kirei menatap gugup. “Aku tidak sebodoh yang kamu kira.” Kirei menggeleng pelan, berhubung pipinya masih dicengkram Dev. “Kamu sudah melanggar dua hal secara sekaligus. Akan kukembalikan kamu kepada Sigit. Sebagai gantinya ….” Dev seperti sengaja tidak melanjutkan kalimatnya. Dia mengempaskan cengkraman, lalu berbalik hendak meninggalkan kamar.Ketika sudah tiba di dekat pintu, Kirei segera menahannya. Dia memegang tangan Dev, yang berada di pegangan pintu.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Sangat Menakutkan

Awalnya, Kirei hanya melihat seekor anjing Pit Bull berukuran besar. Sesaat kemudian, dari bagian gelap ruangan itu muncul lagi tiga ekor dengan ukuran sama.“Ya, Tuhan.” Kirei menatap tak percaya. Gugup dan takut bercampur jadi satu, membuat tubuhnya menggigil. Terlebih, tiga dari keempat anjing itu berjalan menghampirinya. “Jangan mendekat!"Namun, ketiga anjing itu tidak menggubris. Mereka justru seperti dapat mencium aroma ketakutan, yang terpancar dari bahasa tubuh Kirei. Anjing-anjing itu tampak sangat buas. Tatapan mereka tajam, bagai hendak memangsa Kirei secara membabi-buta. Sialnya, Kirei justru membalas tatapan salah satu anjing yang be
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status