“Aku sudah mengerahkan anak buah kita untuk menyisir seluruh kota. Namun, mereka tidak menemukan calon istri Anda, Tuan,” lapor Luis, pada keesokan harinya. Dev yang duduk di kursi kebesarannya sambil terpejam, langsung membuka mata. Dia menatap tajam Luis. Meski tanpa mengatakan apa-apa, tetapi kemarahan tergambar jelas di sana.Luis jadi tegang. Dia tahu betul seperti apa Dev, ketika dalam puncak amarah. “Kami akan memeriksa sekali lagi, TUan. Dengan lebih teliti,” ucapnya, memberikan penekanan pada kalimat kedua. Namun, Dev tetap tak menanggapi. Dia justru kembali memejamkan mata. “Permisi, Tuan,” pamit Luis, seraya berbalik menuju pintu. Sepeninggal Luis, Dev kem
Last Updated : 2025-03-21 Read more