Home / Romansa / Istri Cantik Penguasa Dingin / Kabanata 21 - Kabanata 30

Lahat ng Kabanata ng Istri Cantik Penguasa Dingin: Kabanata 21 - Kabanata 30

71 Kabanata

Jatuh Cinta

Kirei menatap resah. Meskipun samar, tetapi dapat dipastikan bahwa itu benar-benar potongan kaki. Sebagian daging paha dari kaki itu terkoyak. Begitu juga dengan betisnya. Sekarang Kirei paham. Mungkin, dari situlah sumber bau tak aneh yang diciumnya saat pertama masuk ke sana. Dia segera mundur, hingga punggungnya menabrak dinding. Kirei melihat sekeliling. Meskipun kepalanya masih terasa sakit, dia memaksakan bangkit. Kirei berjalan cepat menaiki undakan anak tangga, hingga tiba di atas. Setelah itu, Kirei berjalan sebentar, berusaha  menemukan letak pintu. Namun, di sana hanya ada dinding tanpa celah. Kirei meraba seluruh permukaan dinding. Akan tetapi, dia tak menemukan apa pun. Lemas, wanita muda itu terduduk di lantai sambil menangis. 
last updateHuling Na-update : 2025-03-06
Magbasa pa

Terguncang

Dev membawa Kirei ke dekat tempat tidur, kemudian membaringkannya di sana. Sejenak, dia memandangi tubuh polos sang istri, sebelum menyelimuti sebatas leher. Dengan tenang, Dev masuk ke walk in closet, lalu mengambil pakaian serta perlengkapan lain. Siapa sangka, Dev begitu telaten memperlakukan Kirei. Mulai dari membersihkan tubuh, sampai memasangkan pakaian serta menyisir rambut yang agak basah. Setelah Kirei berpakaian, Dev kembali menyelimutinya sebatas dada. Dia memastikan suhu tubuh sang istri, yang ternyata dalam keadaan normal. “Aku harus melakukan ini agar kamu mengerti. Seperti inilah caraku, Kirei,” ucap Dev, seraya menggenggam erat tangan
last updateHuling Na-update : 2025-03-06
Magbasa pa

Namanya Kirei

Dev terdiam sejenak, sebelum melanjutkan kalimatnya. “Aku tidak mengerti, Kirei. Kulepaskan dirimu di pinggir jalan, lalu kusuruh seseorang untuk mengikuti hingga ke rumah. Siapa sangka, kamu adalah putri Sigit Cahyadi.”Dev kembali terdiam, lalu setengah berbalik kepada Kirei yang memejamkan mata. “Itu seperti jadi peluang emas bagiku, Kirei,” ucap Dev lagi, seraya membelai lembut rambut sang istri. “Sudah kukatakan berkali-kali. Bekerjasamalah denganku. Jangan membuatku marah karena kamu tidak tahu seperti apa diriku ketika hilang kendali.”Perlahan, Kirei membuka mata. “Kenapa tidak membunuhku saja sekalian?” Dev menghentikan belaiannya di kepala sang istri. “Justru, aku sangat takut bertindak berlebiha
last updateHuling Na-update : 2025-03-07
Magbasa pa

Juliet Rose

“Kirei? Apakah dia gadis asal Indonesia?” tanya Maitea. Dari nada bicaranya, terdengar jelas rasa senang bercampur penasaran yang teramat besar. “Ya. Dia wanita asli Indonesia,” jawab Dev, diiringi senyum simpul. “Rambutnya gelap. Panjang. Sangat indah. Sayangnya, selalu diikat.” “Ya, Tuhanku. Apa benar ini kamu yang bicara, Nak?” Maitea tak percaya. Sebagai ibu kandung Dev, dia dapat merasakan apa yang putranya rasakan, hanya dari cara pria itu menggambarkan sosok Kirei. Dev jarang sekali bicara dengan nada begitu tenang. Namun, satu hal yang membuat Maitea bahagia adalah kekaguman yang tersirat dari setiap untaian kata, tentang bagaimana sang putra melukiskan wanita pujaannya.“Bawa dia ke hadapanku, Nak. Aku ingin melihatnya secara langsung,” pinta Maitea penuh haru. Dev menggumam pelan. Dia tak segera menanggapi ucapan sang ibunda. Pasalnya, Dev menyadari kesungguhan perasaan terhadap Kirei, di saat wanita itu berada di titik tertinggi rasa tak suka kepada dirinya. “Aku ….” D
last updateHuling Na-update : 2025-03-07
Magbasa pa

Te Amo

Kirei menatap dengan sorot tak dapat diartikan. “Meksiko?” Dev mengangguk. “Bagaimana?” Kirei langsung menggeleng, lalu membalikkan badan. “Kenapa?” “Aku tidak mau pergi denganmu,” tolak Kirei.Dev berusaha tetap tenang menyikapi penolakan sang istri. Sesuai arahan Maitea, dia harus lebih sabar dalam menghadapi Kirei.“Sudah lama, aku tidak pulang ke Meksiko. Kupikir, kita bisa pergi ke sana sambil berlibur. Itu bukan ide buruk. Dari Meksiko, kita bisa melanjutkan perjalanan dengan memilih tempat tujuan lain.”Kirei tidak menjawab. 
last updateHuling Na-update : 2025-03-08
Magbasa pa

Stiletto

Beberapa saat berlalu. Suami-istri itu sudah berpakaian rapi, lalu sarapan bersama. Ada sesuatu yang terlihat berbeda kali ini. Kebahagiaan terpancar jelas dari paras tampan Dev, yang biasanya menunjukkan raut datar. Harus diakui, cinta telah berhasil menyentuh sudut hati pria yang selalu tampil maskulin dengan kemeja putih tersebut.Perubahan Dev dinilai terlalu cepat. Itu sempat membuat Santi keheranan. Namun, dia bahagia menyaksikan kedekatan antara Dev dan Kirei, setelah kejadian kemarin. “Aku ingin mengesahkan pernikahan kita secara hukum,” ucap Dev, seusai sarapan.Namun, Kirei tak segera menanggapi. Dia justru tampak ragu untuk menerima itu. Sepertinya, Kirei belum bisa benar-benar melepaskan diri dari rasa takut, meskipun Dev sudah memperl
last updateHuling Na-update : 2025-03-08
Magbasa pa

Meksiko

“Aku tidak menerima penolakan dengan alasan apa pun,” ucap Dev, seakan sudah bisa menebak apa yang akan Kirei katakan. Dia yang awalnya menatap lurus ke depan, kali ini mengarahkan perhatian kepada sang istri. “Aku sudah mempersiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk perjalanan ini.”“Tapi, kenapa harus Meksiko?” “Memangnya kenapa?” Dev balik bertanya, lalu kembali menatap ke depan. “Meksiko adalah kampung halaman mamaku. Aku ingin mengajakmu bertemu dengannya.”“Apa?” Kirei membelalakan mata tak percaya. Dia bahkan sampai berpindah e hadapan Dev, sehingga membuat perhatian pria itu jadi teralihkan. “Aku sedang melihat kinerja para tukang, Sayang,” ujar Dev. Mendengar itu, Kirei kembali ke sebelah Dev. “Apa yang harus kukatakan di depan mamamu?” tanya Kirei, setengah bergumam. Dev mengembuskan napas berat dan dalam. Namun, dia tak menanggapi. Dev justru melihat arloji. Jarum pendeknya sudah menunjuk angka lima. “Ayo, pulang,” ajak Dev, seraya berbalik. Dia membukakan pintu
last updateHuling Na-update : 2025-03-09
Magbasa pa

Gracias

“Kirei.” Maitea mengulang nama yang disebutkan Dev. “Sungguh cantik.”Kirei tersenyum, meskipun bingung karena tak mengerti dengan yang ibunda Dev ucapkan. “Mamaku mengatakan kamu sangat cantik,” ucap Dev. Seketika, senyum Kirei lebih lebar dari sebelumnya. “Thank you,” balasnya sopan.“Ucapkan ‘gracias’,” bisik Dev, seraya merengkuh pinggang Kirei. “Oh. Gracias,” ucap Kirei kaku. “Jangan memaksanya, Dev,” tegur Maitea. “Come in,” ajak wanita itu.Dev menuntun Jenna masuk, mengikuti sang ibunda. Setelah berada di dalam, Kirei begitu terpukau dengan suasana rumah perkebunan milik ibunda Dev tersebut. Dia jadi ingat pada kisah-kisah serial televisi khas negara Meksiko. “Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian,” ucap Maitea, seraya mengarahkan Dev dan Kirei ke lantai dua rumah itu. “Jangan katakan itu adalah kamar lamaku,” ujar Dev, dengan tatapan menebak-nebak. “Ah, kau sangat pintar.” Maitea yang berjalan di depan, menoleh sambil tersenyum lembut. “Aku sudah merenovasi kamar lam
last updateHuling Na-update : 2025-03-10
Magbasa pa

Sang Penakluk Kuda

“Aku belum punya uang.”“Begitukah?” Dev tersenyum sinis. Dia beranjak ke pintu, lalu menguncinya. “Dev ….” Alvaro menangkap gelagat tak baik. Dia harus waspada.“Aku tidak mau ada yang mengganggu pembicaraan serius kita,” ucap Dev dingin, seraya kembali ke dekat meja.“Ayolah, Dev. Aku sudah meminta perpanjangan waktu kepada anak buahmu.”“Dan batas waktu itu sudah habis. Namun, kau belum juga melunasinya.” Dev maju ke dekat meja. “Jangan bermain-main denganku, Gimenez. Kau tak akan menyukainya.” “Aku tidak bermain-main denganmu. Tidak mungkin melakukan itu. Tapi, tolong pahami posisiku saat ini. Kondisi organisasiku sedang tidak baik-baik saja. Jadi ____”Dev langsung menarik leher baju Alvaro, hingga pria itu maju dan mendekat kepadanya. Alvaro memekik cukup kencang karena bagian bawah perutnya membentur pinggiran meja. “Kau sangat keterlaluan, Dev!" protes Alvaro. Namun, dia tak sempat melawan karena Dev lebih dulu menariknya dengan sekuat tenaga, sehingga dia terlempar melewat
last updateHuling Na-update : 2025-03-10
Magbasa pa

Yang Tersembunyi

Dev tidak menjawab. Dia langsung berbalik meninggalkan Kirei yang keheranan. “Tunggu, Dev,” cegah Kirei, seraya mengikuti sang suami. “Apa yang baru kamu lakukan?” tanyanya. Dia berusaha mengimbangi langkah tegap Dev yang cukup cepat. “Tidak ada,” jawab Dev tanpa menoleh. “Berhenti!” titah Kirei tegas. Seketika, Dev menghentikan langkah, lalu menoleh. Dia menatap aneh Kirei, yang berpindah posisi jadi berdiri di hadapannya. “Kenapa?” Kirei tidak menjawab. Dia langsung memeriksa seluruh tubuh Dev. “Apa yang kamu lakukan?” Dev menatap keheranan. 
last updateHuling Na-update : 2025-03-11
Magbasa pa
PREV
1234568
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status